Home / All / PASANGANKU MANDUL / RENCANA IBUNYA YUDI

Share

RENCANA IBUNYA YUDI

Author: Rini Alnabil
last update publish date: 2026-03-28 20:58:14

RENCANA IBUNYA YUDI

"Sudah Mas! Aku malas berdebat. Aku cape!" terdengar ucapan Desi meninggi.

Yudi pun seakan malas tatkala mendengar sang istri marah, akhirnya dia pun memutuskan untuk keluar kamar sambil membawa satu bungkus rokoknya.

Terlihat setelah keluar dari dalam kamarnya, Yudi duduk di teras rumah. Hendra sudah pulang dan kedua orang tuanya Desi sedang berada di kamarnya begitupun dengan Nia.

Yudi terlihat menyalakan rokoknya setelah itu lalu dia menyesapnya. Mata Yudi lekat tertuju ke arah mobil Nia yang baru yaitu pemberian dari Hendra calon suaminya.

"Nak Yudi belum tidur?"

Suara dari Pak Hasan yang terlihat berjalan kemudian duduk di samping Yudi seakan mengagetkannya. Yudi pun nampak tersenyum ramah kepada Bapak mertuanya itu.

"Belum ngantuk Pak," jawabnya.

Pak Hasan pun terdengar memulai obrolan mengenai mobil sedan putih pemberian Hendra. Terlihat sangat bersemangat Pak Hasan ketika bicara mobil pembelrian dari calon menantunya itu. Yudi sesekali hanya menghela napas secara perlahan karena secara tidak langsung dia pun merasa tersinggung dengan apa yang di ucapkan oleh Bapak mertuanya itu.

"Beruntung sekali Nia punya suami yang kaya dan tanggung jawab. Bapak senang mempunyai calon menantu seperti Nak Hendra tapi Bapak juga selalu mendoakan Desi agar cepat beli rumah dan mobil juga, biar nanti kalau pergi tidak kepanasan kasihan," sindir Pak Hasan.

"Pokoknya aku harus dapat rumah besok walau sementara rumah tersebut sewa," batin Yudi seakan tersindir.

"Besok mau ada acara kemana Nak Yudi? Bagaimana kalau kita jalan-jalan pakai mobil baru karena kebetulan Nak Hendra pagi mau keluar kota jadi dia tidak bisa menemani," ajak Pak Hasan.

"Besok kebetulan saya dan Desi ada perlu dengan keluarga saya Pak," secepat kilat Yudi berucap. Dia pun seakan tidak mau jika rencana dia untuk membeli rumah gagal.

"Ouh begitu, ya sudah tidak apa-apa. Paling Bapak yang nyetir mobilnya," jawab Pak Hasan sambil berlalu dari sana, kemudian Pak Hasan pun menghampiri mobil baru tersebut, setelah itu dia usap mobil baru tersebut dan terlihat tersenyum sendiri.

Yudi terlihat membuang napas kasar. Dia pun berpikir dalam hatinya kalau saat ini dia belum bisa menyenangkan hati istri dan mertuanya. Hal tersebut buat hati Yudi teriris.

Yudi matanya berkaca-kaca, dadanya seakan sesak. Yudi pun seakan merasakan rasa kecewa yang kini hinggap dalam hati Desi.

°°°°°°

°°°°°°

Keesokan harinya, nampak keluarga Pak Hasan sedang menikmati makan pagi di meja makan. Desi dan Yudi terlihat tidak bersemangat untuk makan. Apalagi Desi matanya terlihat sembab dan hal tersebut membuat hati sang Ibu dihinggapi beribu tanya dalam diri.

"Des kenapa matanya bengkak, kayak habis nangis." sang Ibu seakan penasaran dan terlihat menatap curiga.

Sontak Desi mendongakkan kepalanya dan terlihat gugup.

"Enggak apa-apa Bu," jawabnya sambil menatap ke sembarang arah.

Pak Hasan pun dan Nia serempak menatap lekat ke arah Desi. Begitupun dengan Yudi yang terlihat menatap sang istri.

"Mungkin lelah saja karena kemarin habis jalan-jalan dan pulang malam masuk angin," sambung Yudi mencoba menutupi.

Terlihat kedua orang tuanya Desi saling tatap karena mereka pikir sungguh tidak masuk akal dengan apa yang di ucapkan oleh Yudi.

°°°°°°

Setelah selesai makan terlihat kedua orang tuanya Desi dan juga Nia bersiap untuk pergi dengan memakai mobil baru.

"Padahal kamu jangan ikut acara keluarga dari Yudi mending kamu pergi pakai mobil baru Nia, sekarang musim hujan nanti kalau pakai motor kamu kehujanan. Mending pakai mobil aman ada AC nya," sindir sang Ibu kepada Desi lekat ke kupingnya.

"Bu kalau mau pergi, sudahlah pergi saja!" Desi terdengar kesal ketika berucap.

Terlihat Nia hanya terdiam. Dia pun merasa tidak enak dengan ucapan sang Ibu yang menyindir kakaknya itu.

"Ayo, kita pergi sekarang!" teriak Pak Hasan di garasi sana yang sedang memanaskan mobilnya.

Setelah kedua orang tuanya Desi dan juga Nia pergi, nampak terlihat Yudi keluar dengan memakai jaket dan juga membawa jaket Desi.

"Bapak, Ibu dan Nia sudah pergi?" tanya Yudi sambil memakaikan jaket kepada istrinya itu. Desi terlihat hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum getir.

"Kamu yang sabar ya, Sayang!" Yudi mencium kening sang istri dengan lembut.

Akhirnya Desi dan Yudi pun keluar dari rumah dan rencana mereka akan mencari rumah untuk mereka tempati.

Tujuan mereka pertama akan mengunjungi rumah kedua orang tuanya Yudi yang letaknya hanya satu jam dari sana.

°°°°°°

"Des sehat," sang Ibu mertua yang bernama Yuni terlihat mencium pipi Desi. Terlihat Desi pun mencium punggung tangan Yuni.

"Bapak kemana Bu, kok sepi," ucap Yudi kepada Ibunya.

"Bapak lagi keluar katanya ada bisnis kecil-kecilan sama temannya." jawab sang Ibu.

Yudi tiga bersaudara dan Yudi anak paling bungsu. Kedua kakak Yudi sudah punya rumah sendiri jadi mereka tidak tinggal di sana.

Yudi kemudian menceritakan niatnya kepada sang Ibu bahwa dia ingin membeli rumah. Tapi uangnya mungkin tidak cukup. Dia juga menceritakan niatnya kalau tidak ada rumah yang harganya murah Yudi akan menyewa rumah.

Terlihat Yuni seakan menyadari dengan alasan sang anak dan menantunya itu yang ingin pindah rumah dari kedua orang tuanya Desi.

"Lebih baik berembuk dengan Bapak dan juga kedua kakakmu. Bapak dan kedua kakakmu kan pernah bilang kalau kamu mau beli rumah tinggal bilang saja dan mereka akan bantu mengenai masalah finansial," sang Ibu seakan memberikan semangat kepada anaknya itu.

Yudi dan Desi nampak saling bertatapan, mereka pun berpikir sepertinya apa yang di ucapkan oleh sang Ibu itu benar adanya.

"Des bagaimana kalau kita menginap di rumah orang tuaku sehari saja, kebetulan kedua kakakku sore mau kesini dan kebetulan besok aku masih libur kerja," ajak Yudi kepada Desi sang istri.

Desi pun setelah berpikir beberapa saat lalu menganggukkan kepalanya. Pertanda dia setuju dengan ajakan sang suaminya itu.

°°°°°°°

Ponsel Desi bergetar beberapa saat. Terlihat di layar ponsel sang Ibu menelepon. Desi sedang berada di ruang tamu dan ponselnya berada di dalam kamar tapi suara bunyi telepon tersebut nyaring terdengar dan Yuni yang tengah melewati pintu kamar Yudi mendengar suara ponsel tersebut.

"Des sepertinya ada suara telepon masuk di dalam kamar," ucap Yuni.

Desi pun dengan cepat melangkahkan kakinya ke arah kamar suaminya itu. Setelah tiba di dalam kamar Desi pun menatap layar ponsel tersebut dan terlihat sang Ibu beberapa kali menelepon. Terlihat juga di sana ada pesan masuk dari sang Ibu berupa gambar.

Setelah Desi membuka gambar pesan tersebut. Terlihat kedua orang tuanya dan juga Nia tengah makan di restoran mewah.

"Des, Ibu baru makan di restoran mahal. Hendra memang menantu idaman tadi dia mentransfer sejumlah uang 5 juta kepada Nia.o jadi saja Ibu bisa makan di restoran mahal," tulis pesan sang Ibu.

Desi terlihat hanya memicingkan matanya. Dia berpikir selalu saja sang Ibu membanding- bandingkan Hendra.

Bersambung..

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • PASANGANKU MANDUL    MELAHIRKAN

    MELAHIRKANMirna istri dari Yudi akhirnya melahirkan anak pertamanya buah cinta dari Yudi. Anak mereka berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Satria. Mirna dan juga Yudi begitu gembira karena bayi mereka lahir dengan selamat dan sehat. Satria sangat ganteng dan berkulit putih sama dengan Yudi. "Sayang terima kasih ya, kamu sudah memberikan aku anak yang gagah dan ganteng," Yudi mengecup lembut kening Mirna dengan penuh kelembutan.Nampak Mirna menatap Yudi dan matanya berkaca-kaca. Mirna sangat senang dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Yudi terhadap dirinya. Baginya perhatian yang diberikan oleh suaminya itu sangat tulus dan juga buat hatinya nyaman. "Beruntung kamu menikah dengan Mirna karena dia wanita subur dan tidak mandul seperti mantan kamu Desi," ucap Ibu dari Yudi. Nampak Mirna tersipu malu dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah tatkala mendengar ucapan dari ibu mertuanya itu. Mirna berpikir kalau ibu mertuanya itu tengah menjelekkan mantan dari Y

  • PASANGANKU MANDUL    SEMUA TIDAK TERDUGA

    SEMUA TIDAK TERDUGA Setelah selesai urusan dengan dokter kandungan dan sementara waktu Mirna harus di rawat untuk beristirahat beberapa hari di rumah sakit. Yudi kemudian menghampiri Pak Hasan yang tengah duduk di luar. "Pak kita ke kantin," ajak Yudi kepada Pak Hasan sambil tersenyum ramah. Pak Hasan nampak terkesiap dengan suara dari Yudi, karena Pak Hasan tengah tidak fokus pikirannya sedang melamun. "Iya-iya," jawab Pak Hasan.Yudi pun sementara terlihat kembali duduk di pinggir Pak Hasan, kemudian Yudi bercerita kalau dia sudah menikah dan dia berucap syukur karena istrinya sekarang sedang hamil. Yudi seakan ingin membuktikan kepada mantan mertuanya kalau dirinya saat ini tengah berbahagia karena sang istri tengah hamil dan Yudi pun seakan ingin membuktikan kepada mantan Bapak mertuanya kalau dia bukanlah pria mandul yang dulu pernah hinggap dalam dirinya. Terlihat Pak Hasan seakan malu terhadap dirinya sendiri karena tidak bisa dipungkiri dia pun ketika dulu pernah menyind

  • PASANGANKU MANDUL    PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT

    PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT Desi terlihat menangis sesungukkan tatkala melihat sang suami terbaring lemah tidak berdaya di rumah sakit. Terlihat Helmi sedang tertidur di ranjang dengan kondisi ada beberapa luka di bagian tubuhnya. Sementara Pak Hasan menatap lega terhadap Helmi karena keadaan sang menantu tidak seperti dia bayangkan. Kalau keadaan Helmi ternyata tidak parah namun hanya luka ringan saja. Tapi nampak terlihat Helmi merasa badannya sakit sekali karena sesekali dia meringis. "Mas mengapa bisa terjadi kecelakaan?" tanya Desi dengan berderai air mata. "Sudah Des, kamu jangan banyak tanya dulu kepada suamimu. Biarkan dia istirahat," Pak Hasan berusaha menenangkan hati sang anak. Nampak terlihat Helmi membuka matanya sedikit demi sedikit secara perlahan. Setelah matanya terbuka dengan sempurna Helmi pun nampak matanya berselancar ke ruangan sekitar. "Aku dimana," ucapnya dengan lirih. Terlihat Helmi akan bangun dari ranjang tersebut namun dengan cepat Pak Hasan mencoba me

  • PASANGANKU MANDUL    KECELAKAAN

    KECELAKAAN Percekcokan terjadi antara kedua orang tuanya Desi. Nampak meraka sedang membicarakan Yudi yang kini istrinya sedang hamil.Pak Hasan seolah-olah menyalahkan Bu Sani yang waktu dulu menyuruh Desi cepat-cepat menceraikan Yudi. "Pak kenapa jadi nyalahin Ibu. Bukannya Bapak juga dulu menyuruh anak kita agar segera berpisah dari Yudi?" tegas Bu Sani terlihat kesal. Memang tidak bisa di pungkiri ketika dulu Pak Hasan seakan ikut andil dalam memisahkan Desi dan Yudi. Tapi di dalam lubuk hati yang paling dalam sebenarnya Pak Hasan tidak mau sang anak berpisah dengan Yudi karena bagaimanapun Yudi adalah menantu yang baik dan perhatian."Bukan nyalahin tapi Yudi sebenarnya lelaki setia dan sabar beda dengan Helmi, dia lelaki yang tidak setia. Sampai-sampai Helmi tega-teganya nyakitin hati anak kita karena dia selingkuh dengan sekertaris pribadinya." ucap Pak Hasan seakan mengeluarkan unek-uneknya yang dia pendam selama ini. DegSontak Bu Sani matanya terbelalak saat mendengar ap

  • PASANGANKU MANDUL    PERTEMUAN DESI DAN YUDI

    PERTEMUAN DESI DAN YUDINampak Yudi dan Desi terlihat gugup tatkala mereka beradu pandang di sebuah super market. Desi dan juga Yudi terlihat salah tingkah karena setelah perceraian keduanya, ini pertemuan baru pertama kalinya.Mirna terlihat menatap ke arah Yudi yang tengah salah tingkah ketika bertemu pandang dengan sosok Desi. Mirna pun terlihat menghampiri Yudi, lalu menepuk halus pundak suaminya itu yang terlihat dihinggapi rasa gelisah tatkala bertemu Desi. "Mas, kamu kenal dengan wanita ini?" tanya Mirna sambil melirik ke arah Desi."Iya, Mir, wanita ini mantan istri aku," jawab Yudi dengan perlahan.Desi nampak menatap lekat ke arah Mirna. Dadanya bergemuruh hebat tidak karuan dan dalam dirinya berpikir. Mungkinkah benar apa yang di katakan oleh temannya kemarin kalau dialah sesungguhnya yang mandul. Karena kini istri Yudi yang baru, tengah hamil dari pernikahan dengan Yudi. Desi nampak membuang napas kasar kemudian dia mengajak sang anak untuk segera pergi dari tempat ter

  • PASANGANKU MANDUL    MANGGA MUDA

    MANGGA MUDASementara Yudi bersama Mirna istri barunya sekarang sedang berbahagia, karena Mirna tengah hamil muda dan usia kandungannya sekitar satu bulan. Tentu saja Yudi sangat memanjakan sang istri, apapun kemauan istrinya pasti akan Yudi penuhi, apapun itu. Tapi Mirna tidak minta apapun dari suaminya dan ini membuat hati Yudi semakin bangga terhadap Mirna. Karena Mirna tidak menuntut yang lebih kepada suaminya tersebut."Hanya beli mangga muda saja? Selain itu kamu mau dibelikan apa Sayang," Yudi membelai rambut sang istri di tepi ranjang."Aku hanya ingin mangga muda saja Mas, tidak lebih dari itu." jawabnya lirih. Yudi terlihat mencubit gemas hidung Mirna yang mengakibatkan Mirna meringis manja kepada suaminya itu. "Maafkan Sayang," Yudi memeluk istrinya itu. "Beli mangga-nya ke super market saja, sekalian kita belanja bulanan," Mirna menatap Yudi. Terlihat Yudi menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar. "Aku ngikut apapun kemauan kamu Sayang," Yudi kemudian sekilas menciu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status