Home / Urban / PDKT di Sarang Monster / NOTE 84 AMBANG BATAS

Share

NOTE 84 AMBANG BATAS

Author: smooothis
last update Last Updated: 2026-01-26 13:00:44

Pak Badar berdiri bersedekap, matanya yang tajam mengawasi Dimas yang baru saja menyelesaikan set burpees terakhir dengan napas menderu. Keringat membanjiri matras, namun satu hal yang biasanya menjadi penutup rutin sesi mereka tidak kunjung terjadi. Tidak ada suara mual, tidak ada tubuh yang tersungkur memegangi perut, dan tidak ada muntahan di lantai.

"Dimas," panggil Pak Badar, suara beratnya bergema di langit-langit gym yang sunyi. "Kau masih berdiri. Bagus."

Dimas menyeka peluh di kening dengan lengan bawahnya yang kini tampak lebih kokoh. "Badan saya terasa ... ringan, Coach. Tidak ada rasa mual sam

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PDKT di Sarang Monster   NOTE 88 MENUNGGU

    Materi terakhir telah tertutup bersamaan dengan aroma sisa praktikum yang menguap di udara kelas. Azura berdiri di depan meja laboratoriumnya, merapikan beberapa catatan dengan gerakan yang tenang dan khidmat. Ia kemudian menengadah, menatap kedua muridnya dengan binar mata yang jernih."Alhamdulillah," ucap Azura lirih namun terdengar jelas ke seluruh penjuru ruangan. "Puji syukur kepada Sang Pemilik Segala Aroma, seluruh materi telah tuntas kita pelajari bersama. Tidak ada lagi teori yang tersisa, yang ada kini hanyalah pembuktian."Ia menjeda sejenak, membiarkan suasana senyap itu menekankan bobot kata-katanya. "Satu minggu setelah hari raya Idul Fitri nanti, kompetisi 'Legenda Layla' akan resmi diadakan. Ini bukan sekadar ujian, melainkan perjalanan untuk memanggil kembali ingatan yang telah lama hilang."Azura

  • PDKT di Sarang Monster   NOTE 87 PERCAYA PADAMU

    Kabar itu datang seperti petir di siang bolong bagi Dimas. Azura tumbang karena kelelahan, dan di saat yang sama, Layla Badar menerima pesanan masif: sepuluh ribu botol parfum yang harus selesai dalam waktu singkat."Secara kontrak, kau itu pustakawan aroma, Dimas. Tugas kau melayani tamu dan menawarkan parfum, bukan meracik," ujar Pak Badar sambil menyiapkan meja lab."Saya mau bantu, Pak. Di luar jam kerja tidak ada masalah," balas Dimas tegas. Ia tidak bisa diam saja membayangkan Azura yang sedang terbaring sakit sementara beban toko menumpuk.Malam itu, laboratorium Layla Badar menjadi saksi sebuah kerja keras. Dimas terpaku melihat kecepatan tangan Pak Badar. Namun, yang lebih mengejutkan adalah Eyang. Wanita tua itu bergerak sedikit lebih cepat, tangannya menari di antara botol-botol esens dengan presisi yang

  • PDKT di Sarang Monster   NOTE 86 SIMPUL BESAR

    Aroma sabun yang segar masih menguar dari tubuh Dimas saat ia duduk di ruang tengah. Matanya berbinar menatap sebuah meja kayu yang sudah tertata rapi. Di sana, Pak Badar duduk bersila dengan tenang, tangannya bertumpu pada sebuah tudung saji anyaman tua yang menyembunyikan harta karun paling berharga di dunia."Kau siap?" tanya Pak Badar dengan nada penuh misteri.Dimas mengangguk mantap, napasnya tertahan."Saksikanlah!" Pak Badar mengangkat tudung saji itu dengan heroik.Seketika, cahaya putih menyilaukan keluar dari bawah tudung tersebut. Dimas refleks memicingkan mata. Saat sinar itu mereda, wajahnya tampak begitu takjub, di hadapannya tersaji hidangan yang baru saja turun dari langit."Sayur bening tanpa garam!" teriak

  • PDKT di Sarang Monster   NOTE 85 TENTANG LAYLA

    Di dalam dimensinya, Dimas sedang berpesta. Ia melenting ringan, berputar di udara, dan mendarat dengan ujung kaki yang lincah di atas matras. Di sekelilingnya, belasan prajurit chibi Bergamot—dengan perut buncit dan helm kulit jeruknya—berlarian kacau."Eits, ketinggalan!" goda Dimas sambil melompat melewati kepala salah satu monster mungil itu. Ia menyentil daun di helm mereka satu per satu, membuat mereka terjungkal seperti bola pingpong. Dimas tertawa, rasa percaya dirinya membubung tinggi. Hidungnya kini terasa seperti benteng yang tak tertembus. "Ayo, cuma segini kemamp—"Tiba-tiba, cahaya di sekitarnya meredup. Sebuah bayangan masif merayap cepat dari arah belakang,

  • PDKT di Sarang Monster   NOTE 84 AMBANG BATAS

    Pak Badar berdiri bersedekap, matanya yang tajam mengawasi Dimas yang baru saja menyelesaikan set burpees terakhir dengan napas menderu. Keringat membanjiri matras, namun satu hal yang biasanya menjadi penutup rutin sesi mereka tidak kunjung terjadi. Tidak ada suara mual, tidak ada tubuh yang tersungkur memegangi perut, dan tidak ada muntahan di lantai."Dimas," panggil Pak Badar, suara beratnya bergema di langit-langit gym yang sunyi. "Kau masih berdiri. Bagus."Dimas menyeka peluh di kening dengan lengan bawahnya yang kini tampak lebih kokoh. "Badan saya terasa ... ringan, Coach. Tidak ada rasa mual sam

  • PDKT di Sarang Monster   NOTE 83 CITA-CITA

    Layar gawai di tengah meja itu menampilkan pendar cahaya biru yang tajam. Di sana, Chad berdiri dengan kemeja slim-fit yang sempurna, memegang sebuah alat sensor berbentuk futuristik yang mendesis halus saat menyedot partikel udara di sekitarnya."Dengan teknologi Headspace terbaru ini," ucap Chad ke arah kamera dengan senyum kemenangannya, "rahasia alam bukan lagi misteri. Di masa depan yang dekat, saya bisa merekonstruksi aroma apa pun ke dalam kode digital. Keabadian kini ada dalam genggaman kita."Melia dan Yunita memekik gemas, mata mereka berbinar menatap siaran langsung tersebut."Gila, Rara! Dengan bantuan Chad, Layla Badar bakal meroket

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status