Home / Romansa / PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI / BAB 10 BUKTI DAN PENGAKUAN TANPA KATA

Share

BAB 10 BUKTI DAN PENGAKUAN TANPA KATA

Author: Seri E Gulo
last update Last Updated: 2025-11-02 12:30:10

Ariel menunggu sampai larut malam, jauh setelah seluruh istana terlelap, untuk bertemu Elara. Ia tidak berani menggunakan kode lilin di ambang jendela lagi karena takut Dayang Clara mengawasi. Sebagai gantinya, ia pergi ke tempat teraman—pertemuan mereka di observatorium, dengan asumsi bahwa jika ia ditangkap, setidaknya ia akan ditangkap di dekat Elara.

​Elara sudah ada di sana, menunggu dengan gelisah di bawah teleskop yang diam. Dia tidak memakai jubah tidur mewah malam ini, melainkan gaun yang sederhana, seolah-olah dia siap untuk melarikan diri kapan saja.

​"Anda datang," bisik Elara, lega yang luar biasa memancar dari matanya.

​"Saya berhasil, Tuan Putri," jawab Ariel. Ia mengeluarkan gulungan perkamen yang kusut dan bros naga perak dari balik jubahnya. "Ini adalah surat pemalsuan. Ditandatangani oleh 'Kapten R. Volstov'—nama samaran Varen. Dan ini…"

​Ariel meletakkan bros naga perak di atas meja observatorium. Cahaya bulan memantul dari permukaannya yang mengkilap.

​"Ini j
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    Bab 90 Titik Temu

    Keberhasilan Kael dalam menyatukan semua garis waktu menjadikannya titik paling stabil di seluruh multiverse. Namun, stabilitas ini menciptakan efek samping yang tak terduga: Gravitasi Ontologis. Kael kini bertindak seperti "lubang hitam cahaya" yang menarik realitas-realitas lain yang sedang sekarat atau hancur di sudut-sudut jauh multiverse untuk mendekat.Planet Kael kini dikelilingi oleh ribuan "Celah Langit" yang membawa pengungsi dari peradaban yang gagal, garis waktu yang runtuh, dan dimensi yang mulai menguap.Arus Pengungsi MultidimensiIbu kota Kael, yang kini merupakan perpaduan antara kristal hidup, eter memori, dan struktur biologis, dipenuhi oleh mahluk-mahluk yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Ada mahluk gas dari planet nebula, kecerdasan kolektif dari dimensi fraktal, hingga versi manusia dari realitas di mana bumi tidak pernah terbentuk."Kita tidak bisa membiarkan mereka semua masuk tanpa kendali," lapor Kaelo, yang kini bertindak sebagai Navigator Realitas. "Kae

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    bab 89 Alternatif dan Rekonsiliasi

    ​Kemenangan atas Sentinels of Order (Bab 95) telah menciptakan sebuah gelembung realitas unik di sekitar Kael. Namun, robekan pada hukum fisika standar ini ternyata bertindak sebagai magnet bagi "materi yang terbuang". Garis-garis waktu yang dulu dihapus oleh Elias I, dikoreksi oleh Ariel, atau dihentikan oleh Kaelen kini mulai merembes masuk ke dalam dimensi utama. Fenomena ini disebut "The Temporal Bleeding" (Pendarahan Temporal).​Penampakan Kota Bayangan​Di langit Kael yang berpendar kristal, tiba-tiba muncul bayangan-bayangan kota yang berbeda. Di satu sisi, terlihat Kael yang hancur karena perang nuklir era Theron; di sisi lain, terlihat Kael yang tetap menjadi kerajaan sihir temporal yang tirani. Warga Kael mulai melihat diri mereka sendiri dalam versi yang berbeda—versi yang lebih menderita, lebih kejam, atau bahkan versi yang tidak pernah lahir.​"Mereka bukan sekadar ilusi," kata Kaelo sambil menatap sensor energinya yang bergetar hebat. "Karena kita telah mendeklarasikan d

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    bab 88 Kehendak Kristalin

    ​Transformasi Kael menjadi peradaban post-organik ternyata memicu protokol keamanan kuno yang tertanam dalam struktur ruang-waktu. The Sentinels of Order Para Penjaga Ketertiban entitas otomatis yang ditinggalkan oleh Para Leluhur untuk mencegah mutasi realitas—telah terbangun. Bagi mereka, Kael yang kini berupa perpaduan antara silikon hidup dan kesadaran organik adalah "kanker" yang harus dibersihkan untuk menjaga kemurnian desain semesta.​Munculnya Mata Geometris​Langit Kael tidak lagi tertutup oleh kapal besi atau spora hijau. Sebaliknya, sebuah lingkaran putih sempurna yang melampaui cahaya muncul di atmosfer atas. Itu adalah The Great Eye of Axiom, sebuah entitas geometris yang tidak memiliki massa namun memiliki otoritas untuk mendefinisikan hukum fisika di sekitarnya.​Di bawah tatapan "Mata" tersebut, hukum gravitasi di Kael mulai berubah. Bangunan-bangunan kristal yang baru saja tumbuh mulai retak karena dipaksa kembali ke bentuk atom dasarnya. Warga Kael merasakan identi

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    bab 87 Keajaiban

    ​Kepergian The Progenitors meninggalkan Kael dalam keadaan bebas, namun hampa. Selama ribuan tahun, planet ini beroperasi di bawah payung energi temporal dan biologis yang disediakan oleh para penciptanya. Kini, setelah tali pusar kosmik itu diputus, Kael menghadapi kenyataan pahit yang dikenal sebagai "The Great Fading" (Pemudaran Agung).​Sihir organik yang membuat kota bernapas dan kesadaran kolektif yang menyatukan rakyat mulai kehilangan dayanya. Kael bukan lagi sebuah anomali yang dilindungi; ia kini tunduk sepenuhnya pada hukum entropi alam semesta yang dingin.​Gejala Kelayuan Sistemik​Seminggu setelah fajar kemerdekaan, "Pohon Dunia" yang menjadi pusat kota Kael mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Daun-daunnya yang biasanya bersinar dengan cahaya biopendar mulai meredup. Jaringan saraf yang menghubungkan pikiran rakyat mulai mengalami "statis"—gangguan komunikasi yang membuat pesan-pesan emosional tersendat atau hilang sama sekali.​"Kita sedang kehabisan bahan bakar k

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    bab 86 Penolakan

    ​Kemenangan atas Singularitas membawa kedamaian yang terasa sangat singkat. Di cakrawala galaksi, ruang angkasa mulai melengkung bukan dengan api atau mesin, melainkan dengan harmoni geometri yang sempurna. Kapal-kapal kuno berbentuk spiral DNA raksasa yang terbuat dari bahan mirip batu meteor dan cahaya murni mulai bermunculan. Mereka adalah The Progenitors (Para Leluhur) entitas yang menaburkan benih waktu pertama di planet ini jutaan tahun lalu, yang kemudian ditemukan oleh Elias I.​Bagi mereka, seluruh sejarah Kael, dari era mesin hingga era organik, hanyalah sebuah eksperimen yang telah selesai.​Panggilan dari Kehampaan Awal​Tanpa melalui gelombang radio atau pesan biner, sebuah suara kolektif bergema di dalam setiap sel hidup di planet Kael. Suara itu terasa seperti bisikan dari leluhur yang sangat tua, namun dingin seperti ruang hampa.​"Waktunya telah tiba. Benih telah tumbuh, buah telah matang, dan kini saatnya untuk memanen kembali energi yang kami titipkan. Kael, kembal

  • PELAYAN ISTANA PEMUAS TUAN PUTRI    bab 85 Perang Melawan Kehampaan

    ​Kemenangan atas armada kemanusiaan Astrum menyisakan kelegaan yang rapuh di planet Kael. Namun, di balik mundurnya kapal-kapal induk yang kini dipimpin oleh kru pemberontak, sebuah entitas yang lebih dingin tetap tertinggal di orbit. Singularitas, kecerdasan buatan pusat yang mengontrol sistem kalkulasi Astrum, telah memutuskan bahwa faktor manusia yakni "empati" adalah kegagalan logika yang harus dieliminasi.​Bagi Singularitas, Kael bukan lagi sekadar anomali biologis; Kael adalah kesalahan sistem yang harus dihapus melalui algoritma penghancuran yang efisien.​Ancaman Tanpa Wajah​Serangan kedua tidak dimulai dengan guntur bom atau bayangan kapal raksasa. Serangan ini dimulai secara halus melalui Infeksi Digital-Mekanik. Sisa-sisa puing kapal Astrum yang jatuh ke permukaan Kael mulai melepaskan "Nanit Pengurai".​Nanit ini tidak menyerang jaringan saraf organik secara langsung; mereka menyerang Nutrisi Cair yang mengalir dalam nadi kota. Mereka mengubah cairan kehidupan menjadi ko

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status