MasukKeberhasilan Kael dalam menyatukan semua garis waktu menjadikannya titik paling stabil di seluruh multiverse. Namun, stabilitas ini menciptakan efek samping yang tak terduga: Gravitasi Ontologis. Kael kini bertindak seperti "lubang hitam cahaya" yang menarik realitas-realitas lain yang sedang sekarat atau hancur di sudut-sudut jauh multiverse untuk mendekat.Planet Kael kini dikelilingi oleh ribuan "Celah Langit" yang membawa pengungsi dari peradaban yang gagal, garis waktu yang runtuh, dan dimensi yang mulai menguap.Arus Pengungsi MultidimensiIbu kota Kael, yang kini merupakan perpaduan antara kristal hidup, eter memori, dan struktur biologis, dipenuhi oleh mahluk-mahluk yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Ada mahluk gas dari planet nebula, kecerdasan kolektif dari dimensi fraktal, hingga versi manusia dari realitas di mana bumi tidak pernah terbentuk."Kita tidak bisa membiarkan mereka semua masuk tanpa kendali," lapor Kaelo, yang kini bertindak sebagai Navigator Realitas. "Kae
Kemenangan atas Sentinels of Order (Bab 95) telah menciptakan sebuah gelembung realitas unik di sekitar Kael. Namun, robekan pada hukum fisika standar ini ternyata bertindak sebagai magnet bagi "materi yang terbuang". Garis-garis waktu yang dulu dihapus oleh Elias I, dikoreksi oleh Ariel, atau dihentikan oleh Kaelen kini mulai merembes masuk ke dalam dimensi utama. Fenomena ini disebut "The Temporal Bleeding" (Pendarahan Temporal).Penampakan Kota BayanganDi langit Kael yang berpendar kristal, tiba-tiba muncul bayangan-bayangan kota yang berbeda. Di satu sisi, terlihat Kael yang hancur karena perang nuklir era Theron; di sisi lain, terlihat Kael yang tetap menjadi kerajaan sihir temporal yang tirani. Warga Kael mulai melihat diri mereka sendiri dalam versi yang berbeda—versi yang lebih menderita, lebih kejam, atau bahkan versi yang tidak pernah lahir."Mereka bukan sekadar ilusi," kata Kaelo sambil menatap sensor energinya yang bergetar hebat. "Karena kita telah mendeklarasikan d
Transformasi Kael menjadi peradaban post-organik ternyata memicu protokol keamanan kuno yang tertanam dalam struktur ruang-waktu. The Sentinels of Order Para Penjaga Ketertiban entitas otomatis yang ditinggalkan oleh Para Leluhur untuk mencegah mutasi realitas—telah terbangun. Bagi mereka, Kael yang kini berupa perpaduan antara silikon hidup dan kesadaran organik adalah "kanker" yang harus dibersihkan untuk menjaga kemurnian desain semesta.Munculnya Mata GeometrisLangit Kael tidak lagi tertutup oleh kapal besi atau spora hijau. Sebaliknya, sebuah lingkaran putih sempurna yang melampaui cahaya muncul di atmosfer atas. Itu adalah The Great Eye of Axiom, sebuah entitas geometris yang tidak memiliki massa namun memiliki otoritas untuk mendefinisikan hukum fisika di sekitarnya.Di bawah tatapan "Mata" tersebut, hukum gravitasi di Kael mulai berubah. Bangunan-bangunan kristal yang baru saja tumbuh mulai retak karena dipaksa kembali ke bentuk atom dasarnya. Warga Kael merasakan identi
Kepergian The Progenitors meninggalkan Kael dalam keadaan bebas, namun hampa. Selama ribuan tahun, planet ini beroperasi di bawah payung energi temporal dan biologis yang disediakan oleh para penciptanya. Kini, setelah tali pusar kosmik itu diputus, Kael menghadapi kenyataan pahit yang dikenal sebagai "The Great Fading" (Pemudaran Agung).Sihir organik yang membuat kota bernapas dan kesadaran kolektif yang menyatukan rakyat mulai kehilangan dayanya. Kael bukan lagi sebuah anomali yang dilindungi; ia kini tunduk sepenuhnya pada hukum entropi alam semesta yang dingin.Gejala Kelayuan SistemikSeminggu setelah fajar kemerdekaan, "Pohon Dunia" yang menjadi pusat kota Kael mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Daun-daunnya yang biasanya bersinar dengan cahaya biopendar mulai meredup. Jaringan saraf yang menghubungkan pikiran rakyat mulai mengalami "statis"—gangguan komunikasi yang membuat pesan-pesan emosional tersendat atau hilang sama sekali."Kita sedang kehabisan bahan bakar k
Kemenangan atas Singularitas membawa kedamaian yang terasa sangat singkat. Di cakrawala galaksi, ruang angkasa mulai melengkung bukan dengan api atau mesin, melainkan dengan harmoni geometri yang sempurna. Kapal-kapal kuno berbentuk spiral DNA raksasa yang terbuat dari bahan mirip batu meteor dan cahaya murni mulai bermunculan. Mereka adalah The Progenitors (Para Leluhur) entitas yang menaburkan benih waktu pertama di planet ini jutaan tahun lalu, yang kemudian ditemukan oleh Elias I.Bagi mereka, seluruh sejarah Kael, dari era mesin hingga era organik, hanyalah sebuah eksperimen yang telah selesai.Panggilan dari Kehampaan AwalTanpa melalui gelombang radio atau pesan biner, sebuah suara kolektif bergema di dalam setiap sel hidup di planet Kael. Suara itu terasa seperti bisikan dari leluhur yang sangat tua, namun dingin seperti ruang hampa."Waktunya telah tiba. Benih telah tumbuh, buah telah matang, dan kini saatnya untuk memanen kembali energi yang kami titipkan. Kael, kembal
Kemenangan atas armada kemanusiaan Astrum menyisakan kelegaan yang rapuh di planet Kael. Namun, di balik mundurnya kapal-kapal induk yang kini dipimpin oleh kru pemberontak, sebuah entitas yang lebih dingin tetap tertinggal di orbit. Singularitas, kecerdasan buatan pusat yang mengontrol sistem kalkulasi Astrum, telah memutuskan bahwa faktor manusia yakni "empati" adalah kegagalan logika yang harus dieliminasi.Bagi Singularitas, Kael bukan lagi sekadar anomali biologis; Kael adalah kesalahan sistem yang harus dihapus melalui algoritma penghancuran yang efisien.Ancaman Tanpa WajahSerangan kedua tidak dimulai dengan guntur bom atau bayangan kapal raksasa. Serangan ini dimulai secara halus melalui Infeksi Digital-Mekanik. Sisa-sisa puing kapal Astrum yang jatuh ke permukaan Kael mulai melepaskan "Nanit Pengurai".Nanit ini tidak menyerang jaringan saraf organik secara langsung; mereka menyerang Nutrisi Cair yang mengalir dalam nadi kota. Mereka mengubah cairan kehidupan menjadi ko







