Home / Mafia / PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA / BAB 314 MOMEN LANGKA

Share

BAB 314 MOMEN LANGKA

Author: sugi ria
last update publish date: 2026-05-19 15:03:16
Dua bulan kemudian.

"Kamu ikut papamu dulu ya. Lihat bunga."

Yang diajak bicara mengedip sambil tersenyum. Menampilkan gusinya yang masih belum bergigi. Ompong tapi justru sangat manis untuk bayi.

"Kamu nanti bikin dia insecure," seloroh Zen yang kemampuan berjalannya sudah pulih. Tidak seperti ingatannya yang masih stuck, tak bertambah.

"Niatku kan baik. Aku tidak bermaksud mengintimidasinya." Valin merapikan tampilannya. Dia baru saja menyusui sang putri.

"Terserahlah. Ayo, Re, kita jalan
sugi ria

Kisah Zen dan Valin juga yang lainnya othor cukupkan sampai di sini. Terima kasih buat teman-teman yang sudah mengikuti cerita mereka sampai akhir. Sehat selalu buat teman-teman di manapun berada. Jumpa lagi di buku othor yang baru. Belum terbit ya sebab masih direview kakak editor. Untuk info lebih lanjut bisa kepoin ige othor, @masgin3. See you soon. Lope-lope sekebon teh buat teman-teman ❤️🫶🫶

| 7
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Lilyan
terima kasih kk thor, cerita yg indah selalu sukaaa banget dgn cerita kk...ditunggu kisah selanjutnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 314 MOMEN LANGKA

    Dua bulan kemudian. "Kamu ikut papamu dulu ya. Lihat bunga." Yang diajak bicara mengedip sambil tersenyum. Menampilkan gusinya yang masih belum bergigi. Ompong tapi justru sangat manis untuk bayi. "Kamu nanti bikin dia insecure," seloroh Zen yang kemampuan berjalannya sudah pulih. Tidak seperti ingatannya yang masih stuck, tak bertambah. "Niatku kan baik. Aku tidak bermaksud mengintimidasinya." Valin merapikan tampilannya. Dia baru saja menyusui sang putri. "Terserahlah. Ayo, Re, kita jalan-jalan dulu. Aku hubungi kalau dia nangis." "Paling pol dia bakal tidur lagi," kata Valin sambil membuka pintu mobil. Zen menggendong Rea menjauh dari Valin. Pria yang mengenakan kemeja putih itu benar-benar menjelma jadi hot daddy. Matang, tampan dan mempesona. Dalam gendongan lengan kekar Zen, Rea tertawa-tawa sambil melihat keadaan sekitarnya. Sementara Valin, perempuan bergaun hitam itu berbalik setelah melihat Zen menghilang di balik pintu. Tubuh Valin tampak ramping. Tapi aset kembar d

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 313 BELUM AVAILABLE

    "Sudah sembuh?"Yang ditanya hanya menunjuk bekas luka seperti selulit tapi versi lebih parah di lehernya."Dijadwalkan untuk bedah estetik, biar mulus lagi." Balas Kian lelaki yang beberapa kali melirik ke arah Rea. Bayi cantik yang masih lelap dalam tidurnya."Dapat kloningannya?""Nope! She's is mine," sambar Zen tegas. Dia tahu ke arah mana pembicaraan Kian.Dulu Zen mungkin tak terlalu peduli pada eksistensi Kian. Tapi kini dia sadar kalau lelaki di depannya masih punya sesuatu yang disembunyikan dengan apik.Perasaan Kian belum sepenuhnya lepas dari Valin. Dengan ingatan lama, Zen tidak bisa melihatnya. Namun ketika dia amnesia. Saat dia menilai sikap Kian dari sudut yang berbeda. Dia menemukannya. Dia bisa menyadarinya."Aku akan menikah."Itu bukan pemberitahuan itu klaim. Kian seolah ingin membuktikan kalau dia sudah move on dari Valin. Padahal yang sebenarnya tidak ada yang tahu."Jangan menyakiti perasaan orang.""Kali ini tidak. Dia setuju menikah denganku."Zen menarik su

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 312 ZIVAYA AMAREA ARCHLIGHT, MY RE

    Kian. Nama itu memunculkan sensasi aneh di dada Zen. Dia diberitahu kalau pria itu tangan kanannya. Orang kepercayaannya. Namun sekarang ada alarm yang berbunyi kencang di kepalanya.Seolah dia bisa meraba kalau ada sesuatu yang tidak beres soal nama itu. Atau dia cemburu pada Kian."Apa dia salah satu dari mereka yang menyukaimu. Mereka bilang kamu punya banyak penggemar rahasia."Zen mengajukan pertanyaan setelah semua orang pergi. Di sana tinggal dia dan Valin."Kayak dia enggak saja. Yang mengejarmu juga tidak sedikit. Cuma yang agak gila satu. Untungnya sudah diikat sama Yuan."Valin membalas sambil menggendong putrinya setelah selesai menyusu. Perempuan sudah bisa duduk, sudah bisa berjalan meski pelan. Hanya saja Valin masih merasa lemas. Jadinya dia belum banyak bergerak. Kecuali ke kamar mandi.Lagi-lagi Zen dibuat menganga. Apa Valin sejak dulu seseksi itu. Kalau iya, pantas dirinya cinta mati pada sang istri. Siapa juga yang rela berbagi jika Valin memenarik itu.Bersamaan

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 311 VERSI PEREMPUAN DALAM KEMASAN SACHET

    "Untung semua aman."Perkataan Sylus nyaris seperti gerutuan. Dia benar-benar tak habis pikir dengan Zen. Nekad sekali orang itu. Nasib baik tak ada saraf atau otot yang robek saat pria itu memaksakan diri berjalan tanpa bantuan.Yang dimarahi hanya nyengir lebar. Tanpa dosa, tanpa merasa bersalah telah membuat semua orang cemas juga takut.Ditambah dia mengamuk saat Valin dioperasi. Siapa yang tidak makin ngeri waktu melihat atau bertemu Zen."Kan sudah kubilang. Aku bisa.""Buktikan kalau begitu. Tapi memang kamu seharusnya bisa jalan. Orang habis caesar itu pulihnya lama. Gak kayak orang lahiran normal. Dia perlu bantuan buat ngurus anak kalian.""Kata siapa?" Zen menyanggupi tantangan Sylus. Dia perlahan berdiri. Perlu beberapa kali percobaan sampai dia akhirnya bisa melakukannya. Dua staf tampak berjaga di sisi kiri dan kanan Zen. "Kata mereka. Aku tidak tahu, aku belum pernah mengalaminya.""Otewe kalau begitu." Zen meringis ketika merasakan seluruh ototnya meregang karena tin

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 310 MANTAN GADIS

    "Jangan lihat mereka. Pandang saja aku," bisik Zen ketika sayatan pertama Paula lakukan.Tidak ada perih yang terasa. Dokter anastesi melakukan tugasnya dengan baik. Satu-satunya lelaki selain Sylus yang akhirnya diizinkan masuk. Mereka kehabisan waktu, hingga Zen tak punya pilihan selain mengizinkan dokter anastesi pria membantu persalinan Valin.Ruangan itu kemudian hanya diisi oleh suara alat bedah yang bekerja. Bisturi atau pisau bedah/scalpel. Lalu gunting metzenbaum, gunting mayo, pinset, retraktor berurutan digunakan.Hingga ketika bisturi atau scalpel alias pisau bedah kembali digunakan. Banjir langsung terjadi di bawah sana.Ketuban Valin berhasil dirobek. Beberapa klem arteri digunakan untuk mengontrol aliran darah selama fase operasi. Paula dan Sissy sesaat bertatapan. Sebelum dengan perlahan mereka mendapatkannya.Semua orang menahan napas. Ketika tangis kencang memenuhi ruangan itu. Sissy bahkan sampai berkaca-kaca ketika dia menangani bayi cantik bermata biru tersebut.

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 309 BISTURI

    Detik berlalu berubah jadi menit. Menit menjelma jadi jam. Selama itu Zen terus mendampingi Valin yang sedang berusaha menahan kesakitan guna melahirkan anak mereka.Hampir enam jam proses itu berlangsung. Dengan pembukaan tujuh sebagai hasilnya. "Tidak ada masalah bukan?" Sylus kembali bertanya."Tidak ada. Tiap proses melahirkan memang berbeda. Tak semua sama. Sissy bilang, tidak ada masalah waktu pemeriksaan terakhir. Dia sudah mengirimkan hasilnya padaku.""Bahkan USG-nya sampai paling detail. Valin ingat Tristan terlilit tali pusat meski cuma satu lilitan.""Lalu apa masalahnya?" Sylus tampak bingung."Tidak ada. Hanya belum waktunya. Lagi pula kondisi Valin dan bayinya terpantau masih aman. Air ketubannya masih cukup. Masih bagus untuk melindungi bayinya.""Sudah bagus dia lahir sekarang. HPL-nya sudah lewat empat hari. Sissy bilang kasih waktu seminggu. Kalau bayinya belum juga lahir. Terpaksa harus di-SC."Sylus menghela napas. "Sayang sekali Sissy sedang menangani kasus ibu

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 156 SELAMAT

    Jantung Valin serasa berhenti. Napasnya tercekat di tenggorokan. Keringat mendadak muncul di dahi. Dia syok, panik juga takut di waktu bersamaan. Bisa dilihat jika paras Valin perlahan kehilangan ronanya.Di hadapannya berdiri Razen Archlight, suaminya. Lelaki yang coba dia hindari dua bulan ini. P

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 154 SAMPAI BERTEMU LAGI

    Jari Zen langsung terarah pada Lucio. Pria itu sedang mendekati Valin yang tengah memilih buah."Zen, dia Lucio Costra!" Pekik Adrian saat menyadari siapa pria itu.Netra biru Adrian memicing tajam. Sejak kapan istri baru Daniel menarik perhatian pemimpin sayap kiri."Bagaimana?" Adrian yang sejak

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 158 MAKIN MENIPIS

    Ketika Valin mengangkat kepala. Sepucuk senjata api terarah padanya. Namun bukan itu yang membuat Valin tercengang mendekati syok. Sosok yang tengah mengancam nyawanya yang membuat Valin membeku.Dia kehilangan kata hingga bunyi ranting yang terinjak mengembalikan kesadaran Valin. "Audrey Hepburn,

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 152 BENARKAH INI KAMU?

    "Sebab kita punya perisai. Itu mereka."Vante menunjuk ke arah Claire yang langsung berteriak nyaring begitu melihat Vante. Bayi itu sepertinya senang sekali bisa bertemu lagi dengan Vante."Apa tidak terlalu beresiko. Keluar ke tempat umum begini?" Daniel mendekati Valin setelah Claire diambil al

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status