Share

BAB 3 MENYEDIHKAN

Author: sugi ria
last update publish date: 2025-12-19 19:23:15

Valin terdiam untuk beberapa waktu. Devan, kekasihnya yang sudah dia pacari sejak dua tahun terakhir. Di depan Valin Devan bersikap sangat manis. Hanya saja akhir-akhir ini, keduanya dilanda kesibukan, hingga waktu untuk bertemu nyaris tidak ada.

Komunikasi cuma terjalin lewat chat. Itupun Valin sadari mulai jarang belakangan ini. Jadi ini penyebabnya. Devan punya hubungan dengan Tessa, dokter magang yang ternyata putri direktur rumah sakit.

Valin menghela napas. Mungkin begini lebih baik. Jika Devan tidak serius dengannya, putus saja. Toh hubungan mereka tidak terlalu intens.

"Aku bosan dengannya. Dia terlalu lurus. Masak ciuman saja tidak mau."

Valin yang ingin pergi dari sana urung beranjak begitu mendengar ucapan Devan.

"Kuno sekali. Di zaman sekarang, mana ada orang pacaran cuma makan sama pegangan tangan saja," cetus Tessa dengan nada mengejek. Perempuan itu sepertinya merasa bangga bisa merebut Devan dari Valin.

Kakak Vante mendorong napasnya kasar. Dia bukannya sok suci, tapi ingin menjaga diri. Kalau Devan pikir dirinya terlalu kolot. Tidak masalah jika pria itu memilih yang lain.

Hidupnya sudah terlalu rumit dengan berbagai masalah. Tidak punya kekasih mungkin akan mengurangi bebannya. Jika disebut dia tidak marah kalau Devan selingkuh, Valin jelas marah, juga tidak terima.

Tapi apa gunanya meratapi seseorang yang tidak ingin bersamanya. Valin hanya akan merendahkan diri jika memohon pada Devan, agar pria itu kembali padanya.

Valin kali ini yakin untuk melepaskan Devan. Tapi ucapan Tessa selanjutnya kembali membuat Valin tidak jadi pergi dari sana.

"Lalu bagaimana dengan donor ginjal. Aku dengar kamu sudah dapat orangnya."

Valin tercekat, donor ginjal itu, Devan berjanji mencarikannya untuk Vante.

"Memang aku sudah dapat. Tapi dia ternyata juga cocok dengan ibumu. Jadi, ibumu yang akan menjalani transplantasi bulan depan."

Kali ini Valin tidak bisa tinggal diam. Dia berbalik dengan tangan terkepal di kedua sisi tubuhnya.

"Apa maksudmu ginjal itu untuk orang lain?"

Devan dan Tessa terperanjat mendapati Valin berdiri di hadapan mereka. Devan segera menjauhkan diri dari Tessa yang seketika cemberut.

Katanya tidak punya rasa, tapi Devan tidak mau terang-terangan di depan Valin. Tessa mendengus tidak suka. Valin memang cantik dan pintar. Tessa akui itu.

Bahkan ayahnya kerap memuji Valin. Hal ini memicu kecemburuan Tessa. Valin hanyalah gadis biasa dari kalangan bawah. Kuliah kedokteran pun full beasiswa.

Apa hebatnya Valin. Hingga dia bisa mengalahkan Tessa yang seorang putri direktur.

"Valin, kamu di sini? Aku dan Tessa ...."

"Aku tidak peduli dengan apa yang kalian lakukan. Yang aku ingin tahu kenapa ginjal untuk Vante jadi beralih untuk ibu dokter Tessa." Valin menatap tajam pada Devan dan Tessa bergantian.

Devan tampak kecewa ketika Valin tidak bereaksi apa-apa saat melihatnya bersama Tessa.

"Jawab dokter Devan kenapa dokter diam saja."

Devan mengerutkan dahi, kenapa Valin jadi formal sekali padanya. Padahal dulu wanita itu akan menempel padanya jika ada kesempatan.

"Valin dengarkan aku. Vante masih muda, dia bisa menunggu. Tapi ibunya Tessa."

"Tidak! Vante tidak bisa menunggu! Ingat, dia mengalami kerusakan ginjal parah karena apa?"

Devan tercekat, rasa bersalah terlihat di wajahnya. Dia tahu jelas kenapa Vante sampai gagal ginjal.

"Aduh, dokter Valin. Semua orang juga tahu kecelakaan itu musibah. Devan juga tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini."

"Devan? Manis sekali dokter Tessa ini. Tapi dokter sebaiknya diam saja. Dokter tidak tahu apa yang terjadi. Ini masalah saya dan dokter Devan!"

Tessa meringis ketika aura Valin menekannya. Dia mundur sambil mencengkeram lengan Devan.

"Devan, aku takut," adu Tessa.

Rasa bersalah Devan hilang, berganti amarah yang mendadak muncul.

"Kamu menakuti Tessa, Lin."

"Aku? Menakutinya? Bahkan menegurpun sekarang adalah sebuah ancaman, begitu? Dokter Devan, aku tidak peduli kalau kalian punya hubungan di belakangku."

"Kamu ingin putus dan menjalin kasih dengan putri direktur rumah sakit, silakan. Tapi aku ingin donor ginjal untuk Vante tetap dijalankan sesuai prosedur. Tidak ada penundaan apalagi gagal."

Valin bersikeras. Vante harus naik meja operasi secepat mungkin.

"Devan, ibuku juga tidak bisa menunggu," rengek Tessa penuh tipu.

"Kondisi ibu dokter Tessa lebih baik dibanding adik saya. Ibu Anda bisa menunggu." Valin dengan tegas menyerang Tessa.

"Yang paling tahu kondisi pasien adalah Devan. Dia kan dokternya. Semua keputusan ada di tangannya. Benar tidak?" Tessa mengedipkan sebelah mata dengan tangan menjalar ke belakang punggung lalu turun ke pinggang.

Valin hanya bisa menatap trikTessa yang dia anggap murahan. "Jadi keputusan dokter Devan apa?" Todong Valin langsung. Dia enggan berbasa basi lagi pada dua orang di depannya.

"Bagaimana dengan biaya untuk Vante. Apa kamu sudah menyiapkannya?"

Valin terkesiap. "Itu ...."

Devan menghela napas. "Peraturannya berubah, Valin. Mereka minta tunai, tidak ada lagi bayar separuh seperti dulu."

"Tapi, tapi. Kamu bilang akan membantuku. Devan, ingat! Vante begini karena menyelamatkanmu!" Emosi Valin akhirnya meledak juga. Matanya berkaca-kaca.

Sungguh, dia tidak pernah mengira kalau Devan akan jadi manusia tidak tahu balas budi seperti ini.

"Valin, aku tidak pernah minta Vante menolongku."

Apa? Valin bengong di tempatnya berdiri. Apa tadi Devan bilang? Jadi pria itu ingin lepas tangan atas apa yang terjadi pada Vante tiga tahun lalu.

"Kamu jahat, Van. Dia menderita karena kamu. Dan kamu sekarang ingin lari dari tanggung jawab, begitu?"

"Valin cukup! Memangnya dua tahun jadi bonekamu belum cukup?!"

Valin tercekat. Inikah yang sebenarnya yang Devan rasakan pada hubungan mereka. Jadi boneka?

"Kamu tidak pernah mengerti aku. Aku harus selalu menuruti keinginanmu. Aku muak, aku bosan. Denganmu aku serasa mati rasa, tapi dengan Tessa, aku merasa hidup."

Kakak Vante tercengang. Hatinya terluka mendengar ucapan Devan. Jadi boneka, tidak pernah mengerti, muak, bosan. Air mata gadis itu tumpah juga akhirnya.

"Aku ingin putus denganmu. Dan masalah Vante, kecuali kamu bisa siapkan satu setengah miliar di awal, transplantasi ginjal Vante akan segera diproses. Jika tidak, ibu Tessa yang akan naik meja operasi."

Sesak memenuhi dada Valin, satu setengah miliar dibayar di muka. Di mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Devan benar-benar ingin menghabisi Vante pelan-pelan.

Valin tertunduk dengan air mata perlahan menuruni pipi. Sementara Devan melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

"Menyedihkan. Dibuang kekasih, adiknya juga gagal operasi," cibir Tessa sebelum berlari menyusul Devan.

Valin tidak tahu jika Zen mengawasinya dari balik dinding kaca di sisi kiri. Ekspresinya tetap datar, tidak terbaca apa yang sebenarnya Zen pikirkan.

"Zen ini informasi yang kamu minta."

Zen membuka map yang diberikan asistennya. "Hanya ini saja?"

"Ada masalah?"

"Dia mengingatkanku pada putri keluarga Quincy yang telah lama hilang."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 276 FRUSTRASI

    "Sekarang semua jelas. Kenapa Sebastian Kiehl Moretti mengincar Elang Hitam sekaligus mengincar orang-orangmu."Suara Arthur terdengar di ponsel milik Zen yang disetel mode loudspeaker. Lelaki itu sedang mengendara mobil menuju kediaman Archlight. Hatinya tidak tenang sejak tadi."Dia ingin membalas dendam pada keluargamu. Merusak reputasi Elang Hitam demi memuaskan ayahnya," sahut Zen."Padahal papaku bilang Draco Moretti tidak terlalu dirugikan oleh Black Diamond. Klan Drago D'Oro pimpinan Draco Moretti justru terindikasi mencuri uang milik Black Diamond. Kenapa jadi anaknya mengusik klan kakekku. Kan aneh.""Namanya juga tidak waras. Mungkin saja dia dipengaruhi oleh orang lain," sahut Zen sambil menginjak rem ketika lampu merah menghadang jalannya.Dia coba hubungi nomor Valin menggunakan nomornya yang lain. Tidak diangkat."Bisa jadi. Apa karena kamu menghabisi Carson Moretti.""Orang mati mana bisa ngadu," sergah Zen asal."Mayatnya memang tidak mengadu. Tapi ikatan keluarga di

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 275 BERUBAH HALUAN

    Tawa menggema di lorong sempit itu setelah Kian menyelesaikan kalimatnya."Kau dengar, dia saja menyebutmu pengkhianat."Jody yang menjadi obyek pembicaraan hanya panik sesaat. Dia kemudian melengkungkan senyum tipis. Hingga membuat mereka semua saling pandang."Aku memang pengkhianat tapi untuk organisasi bukan untuk orang lain."Jawabannya memicu amarah mantan rekan Jody. Mereka yang tadinya ingin mengadu domba antara Kian dan Jody justru berbuah sebaliknya."Kalau begitu lebih baik kalian mati bersama! Siapa suruh kau mengantarkan nyawamu sendiri ke sini!""Akan lebih bagus jika kalian bisa membunuhku. Jangan lupa siapa aku."Jawaban manis dari Jody membuat Kian mengerutkan dahi. Rasa ingin tahu akan siapa sosok Jody sebenarnya menyeruak. Dan dia mendapatkan penawar dari rasa penasarannya lima menit setelahnya.Di depan Kian, Jody tunjukkan kemampuannya bertarung. Untuk versi perempuan, Jody sangat luar biasa. Gerakannya cepat. Gadis itu juga lincah dan gesit. Dalam sekejap, bebera

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 274 DIA SPESIAL

    "Yuan, hentikan. Ada orang lain di rumah kita. Maksudku jangan di sini."Audrey mendorong jauh tubuh Yuan yang sudah menghimpitnya ke dinding. Siap menyerang sang istri. Keduanya menikah sebelum Adrian dan Ivone.Mereka sepakat tidak ingin mengadakan pesta. Sama seperti Adrian dan Ivone. Dan kini, keduanya sangat menikmati kehidupan pernikahan mereka.Terikat oleh janji dan rasa takut kehilangan. Sejauh ini pernikahan Yuan dan Audrey baik-baik saja.Audrey sang ratu party secara mengejutkan bisa menghentikan kebiasaan pergi ke klub. Sebagai gantinya, Yuan selalu stand by di rumah begitu selesai bekerja. Pria itu minta pada Adrian agar dia bisa pulang sebelum jam delapan. Kalaupun masih ada pekerjaan, Yuan akan mengerjakannya di rumah.Yuan sadar, Audrey punya keinginan berhubungan intim lumayan tinggi. Untuk mengantisipasi itu, dia harus siap sedia jika Audrey mendadak menyerangnya.Tapi makin ke sini, dua orang itu malah saling melengkapi. Jika Audrey sedang tidak ingin, justru Yuan

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 273 TERLALU NEKAD

    "Bagaimana?""Dia mengirim pesan. Tapi bahasanya aneh.""Aneh bagaimana?"Kian menerima ponsel Rosalie. Dia membaca pesan terbaru dari Xavier. Lalu membandingkannya dengan pesan sebelumnya.Benar, bahasa dan feel-nya berbeda. Seperti bukan Xavier yang mereka kenal. Yang mengirim pesan pada Rosalie seolah orang lain."Cek lokasi.""Lokasi ponsel bisa dipalsukan."Penjelasan Bryan membuat Kian menggaruk kepalanya. Meski setengah tak merestui hubungan Xavier dan Rosalie. Nyatanya Kian kelabakan juga saat Rosalie mengadu kalau Xavier tak jua memberinyaa kabar.Waktu itu Kian pikir Xavier punya perempuan lain. Jika demikian, Kian berniat menghajarnya sampai babak belur.Tapi ketika Rosalie mengungkapkan kecemasannya akan keselamatan Xavier. Lelaki itu mendadak berubah haluan.Ditambah keterangan Zen jika Xavier dan Torres mengetahui rupa Sebastian Kiehl. Bisa saja hal itu jadi ancaman untuk keduanya.Seorang psikopat, tidak akan biarkan mereka yang tahu rahasianya, lolos apalagi selamat. M

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 272 KELUARGA

    Bryan tahu, adalah sebuah kesalahan menyeret Vio dalam dunianya. Namun ketika sang putri menuruni kecerdasan dan bakatnya. Takdir Vio sudah jelas. Langkahnya akan mengikuti jejak Bryan."Aku coba cari tahu.""Vio bisa bantu. Kemampuannya hanya dua level di bawah kita."Bryan menoleh mendapati Vio menatap kagum pada ruang kerja ayahnya. Monitor terpajang di sejumlah titik. Menampilkan kesan futuristik sekaligus misteri. "Secerdas itu?""Kamu memonopoli genetiknya.""Siapa bilang. Dia kalau ngomel sepedas emaknya.""Fifty fifty kalau begitu. Ayo mulai.""Vi, tolong cari orang ini. Om Vante berhasil menempelkan pelacak di tubuhnya."Viona mengangguk penuh antusias. Dia menghadap dua monitor sekaligus. Jari kecilnya bergerak cepat di atas keyboard. Menerobos deretan dinding tak kasat mata di luar sana. Tujuannya satu, sebuah kode yang baru saja dikirim Vante."Dia terus berpindah," infonya."Rekam datanya.""Siap," sambut Vio antusias."Pa, aku mau es krim," lanjut sang bocah setelah tak

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 271 LICIK!

    "Aku tidak apa-apa."Carry menjauhi Bryan yang baru saja mendudukkannya di sofa. Perempuan itu menolak diperiksa ke dokter. Alhasil dia diangkut pulang ke rumah Bryan yang sesaat buat Carry melongo.Mewah dan jelas mahal. Terletak di salah satu kawasan hunian eksklusif di ibukota. Bukan di pusat kota. Lingkungan tempat tinggal Bryan lebih ke back to nature.Pantas saja Vio sangat betah di sana. Beda dengan apartemen sang mama yang kelas menengah. Sempit dengan AC sering mati. Bisa dibayangkan seperti apa kehidupan Viona sehari-hari."Aku percaya. Lihat, kau bisa besarkan anakku tanpa bantuanku. Sekedar pukulan pasti easy untukmu. Vio, tehnya mama mana?" Bryan melirik sang putri yang rupanya sudah lebih dulu meluncur ke dapur estetik pria itu."Sebentar, Pa. Vio boleh minta es krimnya gak?""Satu cup aja. Kamu dari kemarin ngemilin es krim mulu."Carry terbelalak melihat interaksi Bryan dan Vio. "Kalian saling kenal?""Tentu saja. Dia cari aku. Dia tahu aku bapaknya."Bryan sungguh keh

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 48 BERSAMAKU, SELALU WASPADA

    Valin memandang Zen yang duduk santai sambil menyesap anggurnya. Pria itu tampak tenang. Bahkan ketika Valin dipenuhi dengan bara penasaran.Namun perempuan itu berusaha tidak menunjukkannya. Rasa ingin tahu itu berpadu dengan pertanyaan, kenapa Zen melakukan ini. Apa pria itu sedang menjelaskan pa

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 47 BERMAIN

    Ha? Valin menganga dengan mata mengerjap cepat. Ekspresinya kala sedang bingung. Dia pandang Zen yang kini mengunci manik matanya."Ingat, kamu sudah menikah." Vonis itu menarik kesadaran Valin ke dunia nyata. "Aku tidak menyukai me ...."Kalimat Valin terhenti ketika Zen mendadak telah berdiri di

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 54 KEJAM

    "Kamu kejam, Zen!"Sylus memaki tanpa ragu. Dia baru saja memeriksa Valin yang jatuh pingsan karena kelakuan Zen."Dia harus dilatih. Kalau tidak, dia akan selamanya terperangkap dalam ketakutannya.""Itu benar. Tapi lakukan dengan perlahan, jangan memaksanya. Bagimu tidak menakutkan. Tapi bagi dia

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 43 LAYANI AKU, SEKARANG!

    Xavier Langton baru kembali ke rumahnya ketika sang asisten memburunya. "Tuan, Anda ke mana saja. Ponsel Tuan tidak bisa dihubungi." "Ada apa Torres?" Xavier bertanya dengan dahi berkerut."Wilayah kita di tepi jembatan Surrey diklaim oleh Razen Archlight."Paras Xavier berubah kelam. "Bagaimana

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status