Home / Mafia / PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA / BAB 74 ANCAMAN BERBUAH PETAKA

Share

BAB 74 ANCAMAN BERBUAH PETAKA

Author: sugi ria
last update publish date: 2026-01-31 20:09:34

"Jangan pura-pura!" Desis Zen dengan kemarahan mencapai ubun-ubun.

Dia sendiri tidak tahu kenapa kemunculan putri Albert Quincy membuatnya gusar. Padahal mereka belum pernah bertemu.

"Pura-pura soal apa?"

"Kau yang meminta Amy Lee untuk mengklaim separuh jaringan Excellent Hospital!"

"Kenal Amy Lee saja tidak. Lagi pula apa hakku minta bagian rumah sakitmu."

"Karena kamu putra bungsu Albert Quincy," sambar Zen cepat.

Reaksi Vante di luar dugaan Zen. Pria itu pikir Vante akan terkejut. Tapi Va
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 284 DIGUGURKAN

    "Pergi sana!" Jody berniat menutup pintu. Namun Kian menahan benda persegi tadi menggunakan kakinya."Dy, biarkan aku masuk.""He! Siapa kamu bisa masuk ke rumahku.""Aku kan tamu. Masak gak dibiarin masuk.""Aku gak ngundang kamu.""Tamu kan memang gak diundang."Jody melotot mendengar jawaban Kian. Sungguh menyebalkan.Adu dorong pun terjadi. Sudah bisa ditebak siapa pemenangnya. Hanya dengan satu sentakan, Kian memenangkan adu dorong pintu itu.Jody nyaris tersungkur, andai Kian tak menahan pinggangnya."Maaf," kata Kian sambil memperhatikan Jody yang terkejut.Kian tak kalah kaget melihat tampilan Jody. Rambut panjang yang messy tapi seksi. Juga tank top longgar yang memperlihatkan kulit mulus Jody. Sesuatu yang tidak pernah dia lihat sejak mereka kenal tiga bulan ini."Lepas!"Eh! Serba salah Kian jadinya. Dia ikuti Jody yang berjalan dengan langkah limbung ke sofa. Di sana dia langsung mendudukkan diri. Tak peduli pada Kian.Pria itu berdiri diam di tengah ruangan. Memindai tem

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 283 GELOMBANG MASALAH

    "Tekanan yang dia alami pasti sangat besar.""Itu sudah jelas," sambar Arthur.Arthur dan Lexi sedang menunggu Valin ditangani. Wanita itu tidak sadarkan diri dengan darah mengalir sepanjang kaki.Saat ini ada Luis, Max, Sylus dan Iriana di dalam sana. Ditambah seorang dokter kandungan yang turut merawat Valin."Aku heran. Dia mana Zen. Kita sudah melakukan pencarian. Menyisir sungai dari ujung ke ujung. Menggeledah hutan. Mencari via satelit. Tapi dia belum ketemu juga. Dia belum meninggal kan?"Kalimat terakhir dibisikkan oleh Lexi. Dia takut ada yang dengar lalu dia kena tembak. Bagaimanapun keadaan Zen belum pasti. Mereka sepatutnya tidak sembarangan bicara. Termasuk Lexi."Aku pikir belum. Lebih mudah menemukan mayat. Dibandingkan mencari orang yang masih hidup." Arthur memberikan pandangannya."Tapi cari orang mati juga susah. Jika dia terkubur di air.""Mereka akan menemukannya jika Zen telah meninggal. Tapi kali ini, aku yakin dia masih hidup."Bersamaan dengan itu pintu tempa

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 282 BERDARAH

    "Ibu." Teriak Vio dengan wajah berbinar senang. Sejak kemarin dia tak melihat Carry. Kali ini mereka bisa bertemu lebih awal. Biasanya Vio hanya bertemu ibunya saat pagi hari sebelum berangkat sekolah.Carry sering pulang larut malam. Dia akan tiba di rumah setelah Vio tidur."Ngapain kamu di sini?" Carry buru-buru mendekati Vio. Sang putri sudah berganti pakaian. Gaun cantik dengan rambut dikuncir dua. "Nemenin Papa kerja." Telunjuk Vio mengarah pada Bryan yang duduk di balik meja berpelitur mewah. Gayanya sungguh seperti CEO betulan.Ah, tapi Bryan memang CEO MDE. Jadi dia tidak bohong."Sudah makan?""Sudah.""Jangan kentang goreng.""Enggak. Dia makan siang dengan menu komplit sama sayur dan buah. Kamu bisa cek kalau tidak percaya."Jawaban Bryan membuat Carry menoleh. "Apa maksudnya itu?""Aku hanya berbagi tugas denganmu. Kamu sibuk, aku bisa urus Vio.""Ibu mah sibuk terus," protes Vio.Carry mendelik. Sedang Bryan hanya mengangkat bahunya. Seolah ingin mengatakan, "See, aku

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 281 PULANG

    "Bagaimana bisa?"Perkataan Kian yang sedikit meninggi membuat Jody mengerjap. Dia perlahan membuka mata, guna mendapati ruangan bernuansa putih menyambut visualnya.Rumah sakit, Jody yakin itu. Ditambah aroma desinfektan yang lumayan mengganggu indera penciumannya.Dia menoleh, saat itulah dia melihat sosok Kian berdiri membelakanginya. Lelaki dengan punggung lebar terbalut kemeja hitam sedang bicara dengan Mark melalui ponsel."Kiehl dibawa Arthur artinya dia bakal tamat. Lucio sudah pasti mati. Lalu Zen?"Kiehl sudah ditangani. Itu maknanya dia sudah aman. Organisasi tak mungkin memburunya. Jody menghela napas. Rasanya sesak dan menyakitkan. Semua selesai, dan dia bisa pergi. Tepat ketika Jody berusaha bangun. Kala itulah Kian melihatnya. Pria itu lekas membantu, tapi Jody hanya memberinya tatapan tajam penuh peringatan."Maafkan aku," ucap Kian dengan dada sama sesaknya. "Tidak perlu minta maaf. Urusan kita selesai sampai di sini. Terima kasih sudah menolongku.""Apa maksudmu se

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 280 PETUAH SERENA

    Berita ini sontak membuat semua orang berada dalam kebimbangan. Antara bahagia juga sedih. Bahagia sebab pada akhirnya Valin dan Zen akan memiliki anak.Sedih sebab ayah si calon bayi sampai detik ini belum ada kabarnya. "Bagaimana? Apa kita beritahu dia sekarang. Atau tunggu sampai dia stabil dulu." Tanya Luis ketika mereka sudah pindah ke luar kamar."Kita tunggu keluarganya saja." Pada akhirnya Serena yang mengambil keputusan."Benar sekali. Kita tidak berhak mengambil keputusan apapun soal nyonya itu. Zen tidak ada. Andreas masih belum pulih. Satu-satunya yang bisa ditanyai ya cuma adiknya."Alterio baru selesai bicara ketika langkah kaki mendekat terdengar.Vante datang diantar Beita yang kebetulan berkunjung ke The Palace."Selamat pagi, Tuan Inzaghi," sapa Vante. Cukup segan saat berhadapan dengan pemimpin Black Diamond yang tersohor."Selamat pagi juga. Panggil saja Om, sama seperti mereka. Kamu sepertinya seumuran dengan Regina."Vante tak enak hati jadinya. Pemuda itu disug

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 279 DIA HAMIL

    "Valin!"Teriakan Zen bergema, saat tubuh sang istri melesat cepat ke arah sungai yang berada di bawah villa. Tempat itu memang dibangun di atas tebing sebuah sungai."Zen, berhenti!"Arthur menggeleng ketika Zen turut melompat menyusul Valin. Saat itulah, tembakan beruntun terdengar. Lucio rubuh dengan tubuh bersimbah darah. Shane memastikan pria tersebut mati saat itu juga. Sementara Kiehl, lelaki tersebut menyeringai ketika Lexi melumpuhkan tangan dan kakinya.Dengan begitu, dia tidak akan bisa melakukan apa-apa."Kau penyusup itu?""Iya, mau apa? Balas dendam?" Tantang Lexi dengan wajah berubah dingin dan menakutkan. Aura bawahannya berganti superior yang membuat Kiehl tertawa. Dia ditipu mentah-mentah. "Kami akan turun untuk mencari mereka. Dia kami serahkan pada kalian."Arthur mengangguk ketika Shane dan Mark menghilang dalam hitungan detik. Tentu saja Zen dan Valin harus segera diselamatkan. Sebab ada air terjun di ujung sungai.Air terjun yang mengarah ke hutan belantara y

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 156 SELAMAT

    Jantung Valin serasa berhenti. Napasnya tercekat di tenggorokan. Keringat mendadak muncul di dahi. Dia syok, panik juga takut di waktu bersamaan. Bisa dilihat jika paras Valin perlahan kehilangan ronanya.Di hadapannya berdiri Razen Archlight, suaminya. Lelaki yang coba dia hindari dua bulan ini. P

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 154 SAMPAI BERTEMU LAGI

    Jari Zen langsung terarah pada Lucio. Pria itu sedang mendekati Valin yang tengah memilih buah."Zen, dia Lucio Costra!" Pekik Adrian saat menyadari siapa pria itu.Netra biru Adrian memicing tajam. Sejak kapan istri baru Daniel menarik perhatian pemimpin sayap kiri."Bagaimana?" Adrian yang sejak

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 158 MAKIN MENIPIS

    Ketika Valin mengangkat kepala. Sepucuk senjata api terarah padanya. Namun bukan itu yang membuat Valin tercengang mendekati syok. Sosok yang tengah mengancam nyawanya yang membuat Valin membeku.Dia kehilangan kata hingga bunyi ranting yang terinjak mengembalikan kesadaran Valin. "Audrey Hepburn,

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 152 BENARKAH INI KAMU?

    "Sebab kita punya perisai. Itu mereka."Vante menunjuk ke arah Claire yang langsung berteriak nyaring begitu melihat Vante. Bayi itu sepertinya senang sekali bisa bertemu lagi dengan Vante."Apa tidak terlalu beresiko. Keluar ke tempat umum begini?" Daniel mendekati Valin setelah Claire diambil al

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status