Share

PENULIS EROTIS VS CEO
PENULIS EROTIS VS CEO
Penulis: Hwali

TUJUAN KAMI

Ketika usia belum genap enam tahun, Nina harus dihadapkan kenyataan hidup. Berdiri di depan pagar bersama mama yang sedang menggendong adik berusia setahun lebih muda dari Nina, bernama Surya.

Anak kesayangan papa mereka pastinya juga shock karena menangis keras tanpa henti, tetangga prihatin dan ingin membantu tapi tidak bisa ikut campur urusan orang lain.

Yang mereka bisa lakukan hanyalah membongkar rahasia menyakitkan atau bisa dibilang aib ketika mereka sedang mengungsi.

Dan kenapa mereka bertiga bisa berdiri di depan pagar? Tentu saja karena ulah gila papa Nina.

Tanpa sengaja Surya membuka handphone papa dan bertanya. "Pa, siapa Tante Nia? Kok minta uang ke papa dan ditunggu?"

Sontak papa mereka yang awalnya memanjakan Surya seperti pangeran malah memukul habis-habisan, mama mereka yang berusaha melerai dan Nina yang melindungi Surya akhirnya diusir dari rumah.

Lalu akhirnya mereka bertiga kembali setelah papa menjemput di rumah tetangga yang tentu saja sudah cerita semua hal saat mereka bertiga tidak di rumah. Jadi rumah yang kami tinggali ini di kota Surabaya tapi hari Sabtu pulang ke Malang lalu minggu malamnya balik.

Kenapa mama Nina melakukan hal itu? Ini karena krisis moneter, papa Nina dipecat dari perusahaan dengan alasan Krismon lalu usaha sampingan papa Nina yang jual beli kendaraan bangkrut dan usaha bengkel, semua peralatan dibawa kabur temannya. Lengkap sudah penderitaan kedua orang tua Nina, apalagi dikejar debt colector dari dua bank yang berbeda.

Jadinya, demi mendapat lauk tambahan untuk seminggu. Mama Nina rela melakukan perjalanan Surabaya - Malang - Surabaya. Tindakan terlihat bodoh dan nekat, tapi hanya itu jalan keluarnya bagi mama Nina yang tidak bekerja sama sekali.

Mama Nina juga polos, menurut yang pada akhirnya terbuka juga kan kalau papa Nina membawa wanita lain tanpa malu ke rumah itu, prinsip dia itu rumahnya jadi orang lain tidak bisa ikut campur.

Mau marah? Malu-maluin.

Mau nangis? Percuma.

Yang ada hanya pasrah dan berharap orang itu segera berubah tapi malah semakin menjadi-jadi, sebenarnya perselingkuhan papa Nina ini sudah lama sejak Nina baru dilahirkan tapi mamanya hanya curiga lalu masa bodoh. Yang penting tunduk dan taat kepada suami dan membesarkan anak dengan baik.

Nina jadi benci situasi ini termasuk kedua orang tuanya, untung sejak usia tiga setengah tahun dirinya sudah bisa membaca jadi lebih memilih tenggelam dalam buku bacaan.

Lalu akhirnya mama Nina menyerah dan pulang ke Malang bersama Nina dan Surya, papa? Ya kawin lagi dong, laki gitu lho!

Penderitaan mereka tidak sampai disitu saja, karena hidup menumpang di samping mama tidak punya pekerjaan, mereka bertiga harus hidup dari belas kasihan keluarga. Cacian itu seperti makanan sehari-hari ditambah papa Nina yang tidak memberikan uang sama sekali.

Pelarian Nina kembali ke buku, karena buku komik dan novel yang dibacanya habis. Akhirnya mengambil buku dewasa si mama.

"Wuaaah!"

Kalau tidak salah, itu terjadi saat Nina masuk kelas dua SMP. Baru mengenal namanya ciuman di komik saat kelas lima SD lalu buku seks di kelas dua SMP.

Nina menjadi tertarik dan diam-diam membaca buku itu di kamar, hal itu berlangsung sampai usia tujuh belas tahun, setelahnya dia bebas beli novel dewasa diskonan di toko buku.

Hal inilah yang menjadikan dirinya untuk mencoba menulis, yang awalnya hanya menulis dialog lalu berkembang menjadi penulis cinta biasa dan pada akhirnya memberanikan diri menulis romansa dewasa.

Yang pada awalnya iseng masukan novel setelah mencoba belajar dan bertanya kemana-mana, akhirnya bisa menghasilkan uang.

Pada akhirnya Nina bisa mencetak uang sendiri di usia belum genap kepala dua, membantu modal mamanya untuk memasak sehingga terkenal dan juga mencetak buku masak populer.

Kata orang menjadi penulis erotis itu dosa besar, tapi mereka tidak tahu bagaimana susah payah Nina dan mamanya untuk membangun ekonomi keluarga sekaligus menutup hutang-hutang.

Jika kalian menilai Nina bisa menjadi penulis erotis karena berpengalaman nyata, maka pemikiran kalian nol besar. Nina masih perawan dan tidak mau disentuh lawan jenis jika benar-benar sudah menikah.

Kalian pikir novel-novel erotis hanya menonjolkan adegan ranjang? Salah besar! Penulis erotis juga memiliki adegan pengkhianatan, cinta, resiko dan lainnya.

Jadi, mau seks bebas dengan resiko hamil di luar nikah? Big no bagi Nina!

Pria tidak seindah novel dan hidup tidak sebagus novel.

Dikejar CEO? Hanya mimpi!

------

Bagi Arka yang sudah susah payah belajar untuk menjadi financial planner, berita mengenai kematian sang ayah adalah bom.

"Aku tidak mau menggantikan ayah!" bentak Arka. "Masih ada kakak, kenapa aku yang harus maju?!"

"Arka, dengar. Kakak kamu itu hanya seorang pilot bukan ahli keuangan, itu yang menjadi pertimbangan semua orang." Ibu Arka berusaha menenangkan anaknya.

"Bu, biar saja. Ayah punya banyak anak haram di luar sana, sekarang kita bisa hidup bahagia berdua." Arka memegang lengan ibunya dengan lembut.

Bibir ibu Arka bergetar, masih sakit hati setelah mendengar keterangan polisi bahwa suaminya meninggal di pangkuan wanita panggilan. Harga dirinya sangat terluka apalagi dipermalukan secara terang-terangan.

Orang-orang bukannya simpati tapi tertawa mengejek, pewaris kekayaan keluarga Tsoejipto mati di pangkuan wanita panggilan dan belum dibayar sama sekali. Wanita panggilan itu juga menuntut bayaran.

Berita sudah menyebar dan menampar wajah istri dan anak-anak sah.

Ibu Arka menunduk lesu, hatinya terlalu sakit.

Arka yang melihat itu segera menarik lembut ibunya ke sofa terdekat dan duduk di sana. "Bu."

"Ibu sebenarnya tidak mau kamu menggantikan ayah tapi ini keinginan nenek kamu, ibu tidak bisa berbuat apa-apa."

Arka menggigit bagian dalam bibir bawah dengan keras. Wanita tua itu masih saja tidak berubah, dia pasti mengancam ibu.

"Apakah dia mengancam soal bisnis percetakan ibu?" geram Arka.

Ibu Arka tidak menjawab, hanya menundukkan kepala dengan sedih dan kedua tangan gemetar.

Melihat reaksi ibunya, Arka memejamkan mata dan menggertakan gigi dengan emosi.

Tiba-tiba muncul ide di benak ibu Arka. "Bagaimana jika kamu menikah saja?"

"Apa?"

"Menikah dengan anak teman ibu, dia hari ini ujian terakhir sekolah jadi kamu bisa coba mendekatinya."

Arka tidak mengerti. "Tunggu, apa hubungannya dengan pernikahan ini?"

"Sebenarnya nenek ingin menjadikan kamu sebagai pewaris karena akan dijodohkan dengan salah satu rekan bisnisnya."

Arka akhirnya mengerti.

"Selain itu nenek juga melihat kemampuan kamu dalam bidang ekonomi, memang posisi melebihi kakak kamu yang pilot tapi setidaknya kamu-" ibu Arka tidak sanggup melanjutkan kalimatnya lagi.

Arka memeluk ibunya. "Kita coba cara itu bu, aku akan menikah dengan anak teman ibu."

Ibu Arka mengangguk. "Dia anak baik, cantik dan sedikit unik tapi setidaknya kamu coba temui dia dulu. Ibu tidak memaksa."

Arka menaikkan salah satu alisnya. Bagian unik ini yang menjadi tanda pertanyaan besar, seunik apa anak ini sampai ibunya menyebut dia unik?

"Ya." Angguk Arka.

Ibu bangkit dari sofa dan bergegas masuk ke dalam kamar.

Arka memiringkan kepala. Sepertinya ada yang aneh di sini tapi apa ya?

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status