Teilen

BAB;2

last update Zuletzt aktualisiert: 03.03.2026 21:20:53

"aku bersumpah, kalian tidak akan pernah bahagia setelah ini " gumamnya lirih. Aksa bahkan bingun kenapa nasib nya bisa seburuk ini.

.

.

.

"aku benar-benar bingun dan tak habis pikir, siapa yang mengajari Aurell bergaya seperti orang kaya begini? " bu Marissa bersuara dengan tatapan tajam, kaka perempuan pertama dari ibunya Aurell. perempuan dengan tubuh besar itu melipat tangan di depan dada, matanya menelusuri dekorasi mewah di gedung pernikahan.

"jangan bilang sewa gedung dari hasil ngutang, orang tuanya kan masih punya cicilan motor dan uang di koperasi" timpal bu asmita kaka perempuan keduanya ibu Aurell, dengan senyum mengejek.

bu alisa, kaka ipar ibu Aurell. mendekati dengan suara tenang tapi menusuk ia berkata"ya, katanya perkerjaan yang di lakukan Aurell juga belum tetap, masih karyawan kontrak, tapi sok banget pake bikin acara kaya artis segala, bikin malu nama keluarga aja"

Aurell yang berdiri tak jauh dari mereka, menggunakan gaun pengantin berwarna putih yang indah. wajah riasan nya begitu sempurna, tetapi telinganya jelas mendengar apa yang di katakan mereka. matanya terpejam sejenak, mencoba menahan gelombang emosi yang menguar di dadanya.

di belakan dirinya, sang ibu sibuk menangis terharu. mereka belum tahu badai seperti apa yang akan datang sebentar lagi.

bu citra, kaka ketiganya dari ibu Aurell, berdecak kesal sambil menyilangkan kaki.

"padahal kalau di pikir-pikir zaki itu seorang dokter loh, ganteng pula, punya massa depan. tapi kok bisa yah mau sama si Aurell? Aurell tuh beruntung banget, minimal tahu diri Dikit sih".

" oohh aku tau, Jangan-jangan? uang yang di pakai untuk acara ini hasil dari morotin calon suaminya? pantes sih".

"cukup bibi, kalian kalau tidak tau apa-apa lebih baik diam" pekik Aurell sembari menghampiri ibunya, memeluk sang ibu berusaha menenangkan nya.

"sudah yah bu, ngak apa-apa tidak usah di ambil hati. jika Aurell sudah menikah, Aurell janji akan tetap berusaha mengangkat darjat Ibu dan bapak. agar tidak di injak-injak lagi.

mereka berdecak kesal dan masih mencibir Aurell.

" halah, apa kau bilang mengangkat darjat apaan, yang ada nanti makin nyungsep aja. yuklah ke depan, acaranya keliatan akan di mulai. "

mereka meninggal ruangan yang menyisakan ibu Aurell_kamala, yang sedang menangis tersedu-sedu di pelukan Aurell.

"maafkan Aurell yah ma, seharusnya Aurell tidak buru-buru mengambil keputusan untuk menerima pernikahan ini. tapi ibu harus percaya Aurell akan selalu membantu ekonomi keluarga setelah menikah nanti" ucap Aurell, tanpa membicarakan rencana yang sudah ia susun.

"tidak apa-apa nak, justru ibu tuh ingin melihat kamu bahagia bersama suamimu. mungkin itu bisa menutup mulut mereka".

" doakan yang terbaik yah bu"

musik pengiring berubah seketika, tanda bahwa prisesi ijab qabul segera di mulai. semua hadirin menata tempat duduk, wajah-wajah yang antusias menunggu momen sakral itu.

zaki, calon suami Aurell. melangkah dengan gagah menuju meja yang telah di sediakan untuk ijab qabul, mengenakan jas abu-abu elegan.

para tamu yang hadir mulai menunduk menunggu momen ikrar itu. pak penghulu sudah duduk dan para saksi sudah siap.

"Bismillahirrahmanirrahim... saya nikahkan engkau zaki.... "

"HENTIKAN"

suara permpuan menggema di dalam gedung itu, memecah keheningan di dalam ruangan seperti kilat di langit yang cerah.

semua mata menoleh, seorang perempuan bergaun biru muda dengan riasan wajah yang berantakan berjalan cepat masuk ke dalam gedung.

itu Azalea_sepupu dari Aurell.

"lea? ada apa nak,apa yang kamu lakukan? " tanya bu siti dengan raut wajah panik

"bukankah kamu katakan tidak bisa pulang nak"

Azalea berdiri di tengah aula dengan napas memburu, matanya memerah, denga air mata yang mengalir deras.

"mas tolong henti kan pernikahan ini. aku hamil mas, hamil anak kamu mas zaki"

ruangan aula hening sejenak, sebelu. suara riuh meledak dari berbagai arah.

"astaghfirullah" teriak ibunda Aurell.

pak penghulu pun berdiri, suara seru kaget dari para tamu pun terdengar. Aurell yang mendengar itu membeku seketika, matanya membelalak, pandangan nya beralih dari Azalea dan juga zaki yang berdiri terpaku. tanpa banta kan sekata pun yang keluar dari mulutnya.

"apa-apaan ini? kamu ingin merusak hari bahagia adikmu lea"bentak pak Gustian ayahnya Aurell.

" Hai jangan pakai membentak dia juga keponakan mu"Sentakan keras bu Marissa kepada pak Gustian.

"tapi dia sedang menghancurkan pernikahan anakku, tentu saja aku tidak Terima hal ini terjadi" kali ini suara dari bu Kamala turut serta membelah sang suami.

"mas zaki.. bilang kalau ini cuma bohongan"suara yang keluar dari mulut Aurell pelan tapi penuh tekanan.

" bilang kalau apa yang di ucapankannya semua tidak benar"

zaki hanya diam, tidak membantah, tidak menjawab dan tidak mengatakan apapun.

"sebentar mungkin ini hanya salah paham" ayah zaki meminta sang anak untuk menjelaskan sesuatu tetapi zaki hanya diam di tempat.

"mas zaki" Aurell mengguncang guncang lengannya, matanya mulai membara"ayo bilang mas kalau itu bukan anakmu"

masih tetap sama diam yang di berikan zaki padanya, dunia Aurell runtuh seketika.

dengan sisa tenaga iya menoleh pada keluarga nya, berharap seseorang dari mereka membelanya. tapi yang di dapatkan malah sebaliknya.

"sudah lah, Aurell. ikhlas kan saja" ujar bu citra dingin

"Azalea jauh lebih baik dan cocok untuk zaki, dia PNS. sedangkan kamu hanya karyawan kontrak yang belum jelas massa depan nya. terlihat jauh banget kelasnya"

"benar apa yang di katakan bibimu, sepertinya nak zaki memang seoadan dengan putriku. nak zaki, lebih baik batalkan saja pernikahan mu dengan Aurell. seterah nikahin lea. kamu harus bertanggung jawab" sahut bu alisa untuk membuju zaki

"ini bukan soal pantas atau tidak" Aurell meraung kencang

"ini soal perselingkuhan, ini tentang aku yang di khianati! seharusnya kalian menyalahkan lea,mengapa dia hamil anak calon suami ku. apa kamu merayunya, benarkan kamu menggodanya kan".

" apa yang kamu katakan?mas zaki sendiri yang datang padaku. katanya kamu itu membosankan dan nggak asik. harusnya kamu tuh introspeksi diri bukan nyalahin aku"marah balik Azalea tidak mau kalah.

"aku ngerti perasaan kamu pasti sakit, tapi lea juga keluarga kita" timpal bu Marissa "sekarang kamu ikhlaskan, dan relakan zaki. itu lebih baik daripada bikin malu keluarga besar kita"

air mata Aurell sudah menggenang, ia berusaha menahanya dengan mengigit bibir dalamnya, menahan agar air matanya tidak jatuh di depan mereka, satu hal yang harus ia pertahankan saat ini adalah martabat nya sendiri.

tanpa banyak kata, ia melepas sepatunya, berjalan cepat ke arah luar gedung. tanganya memegang ujung gaung pengantin yang menjuntai, langkahnya gontai tapi penuh keberanian.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;5

    Bu kamala menangis, menunduk sembari menggenggam tangan nya sendiri di atas pangkuannya. yah Allah berikanlah kebahagiaan untuk putri ku, siapa pun pria ini, tapi aku selalu memohon, jadikanlah dia imam dan sandaran yang baik untuk putri ku. yah Allah jadi kanlah laki-laki yang saat ini telah menjadi suami putri ku menjadi laki-laki yang bisa menghapus luka yang ada dalam hatinya. doa yang selalu di berikan bu kamala kepada sang putri. "bagaimana para saksi? Sah" *sah"saksi berkata tegas "alhamdulillah.. " beberapa tamu mulai berbisik bisik kecil penuh keharuan. ada yang tak percaya, ada yang ikut terharu. ada pula yang mulai mengakui bahwa Aurell bukan wanita lemah seperti perkiraan dan penglihatan mereka selama ini. pak Gustian menatap Aksa dengan pandangan penuh pertanyaan dan juga harapan . . . suasana masih terlihat ramai di luar ruangan gedung tempat terjadinya pernikahan Aurell dan Aksa. namun dari sisi lain ruangan, keluarga besar bu kamala mulai berkemas

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;4

    "ternyata Tuhan itu baik. dia kasih lihat aku siapa kalian sebenarnya, sebelum aku hancur begitu dalam. tapi Terima kasih atas tawarannya.. aku akan tetap menikah, jadi tidak ada yang mubazir". semua terdiam seketika. " kamu... emangnya mau nikah sama siapa"tanya bu alisa mencibir "emangnya ada yang mau sama kamu" salah satu saudara nya ibu Aurell bertanya dengan nada mengejek. "paling cuma orang miskin yang berani nekat... atau orang tidak waras" sambung bu asmita. mereka semua tertawa terbahak-bahak meremehkan nasib Aurell. namun,tawa mereka itu langsung terhenti saat Aurell menarik tangan seorang pria yang sejak tadi berdiri di belakangnya. ia menyaksikan drama yang mereka berikan dengan wajah santai. Aurell menarik Aksa agar berdiri di samping nya. "pak penghulu " suaranya lantang "nikah kan aku dengan pria ini. namanya Aksa" ucapnya penuh keyakinan. "tolong restui kami pak, bu" sambung nya menatap sang ayah dan ibu. "a_apa" pak Gustian terkejut mendengar penutur

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;3

    "brengsek! jadi selama ini aku di bohongin, memberi uang padanya bersenang-senang dengan lelaki lain? sialan memang, aku janji tidak akan membiarkan hidupmu bahagia, dasar biadap! " Aksa berbicara dengan dada bergemuruh menahan amarah yang siap meledak. di pelantara gedung, seorang pria sedang duduk dengan pandangan penuh beban.tubuhnya tinggi, putih dan rapi. tapi hanya mengenakan kaos putih polos, celana jeans gelap, dan handuk kecil di lehernya nyaris sama dengan seorang perkerja buru pabrik. ia menatap kosong ke sebrang jalan, seperti tenggelam dalam pikiran nya. Aurell terhenti, matanya terlihat sembab, napasnya tidak teratur. dalam pikiran nya yang kacau balau, terlintas sebuah ide gila. ia berjalan ke arah pria itu dengan langkah pelan, gemetar, dan dada berdegup kencang. "mas... " pria itu menoleh, wajahnya tersentak melihat seorang wanita menggunakan gaun pengantin berdiri di depannya. "mas boleh tanya " ucap Aurell, pria itu pun mengangguk "menurut mu..

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;2

    "aku bersumpah, kalian tidak akan pernah bahagia setelah ini " gumamnya lirih. Aksa bahkan bingun kenapa nasib nya bisa seburuk ini. . . . "aku benar-benar bingun dan tak habis pikir, siapa yang mengajari Aurell bergaya seperti orang kaya begini? " bu Marissa bersuara dengan tatapan tajam, kaka perempuan pertama dari ibunya Aurell. perempuan dengan tubuh besar itu melipat tangan di depan dada, matanya menelusuri dekorasi mewah di gedung pernikahan. "jangan bilang sewa gedung dari hasil ngutang, orang tuanya kan masih punya cicilan motor dan uang di koperasi" timpal bu asmita kaka perempuan keduanya ibu Aurell, dengan senyum mengejek. bu alisa, kaka ipar ibu Aurell. mendekati dengan suara tenang tapi menusuk ia berkata"ya, katanya perkerjaan yang di lakukan Aurell juga belum tetap, masih karyawan kontrak, tapi sok banget pake bikin acara kaya artis segala, bikin malu nama keluarga aja" Aurell yang berdiri tak jauh dari mereka, menggunakan gaun pengantin berwarna putih yang

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;1

    "alin, kamu selalu membuat ku kecanduan di pagi ini... kamu itu selalu terasa nikmat.. aaahh" desahan suara berat seorang pria terdengar di balik pintu yang tidak tertutup rapat dengan sempurna. terdengar suara desahan pelan yang terdengar begitu dalam. Aksa yang baru saja ingin mengetuk pintu rumah, langsung terpaku di tempat. jantung nya berdegup kencang tak karuan. suara-suara itu menganggu pikiran nya,suara yang memuji sang kekasih. wanita yang ia perjuangkan, wanita yang ingin di lamarnya hari ini. "apa yang sedang mereka lakukan" gumamnya. pikiran nya berlari liar di otak nya. mencoba menepis kemungkinan buruk di dalam pikiran nya. apa mungkin mereka sedang bercanda? atau mungkin itu bukan alin? namun nama itu.. "sayang... pelan-pelan yah...! "kali ini suara alinea yang terdengar, suaranya parau. seperti menahan sesuatu, suara napas yang tersengal dalam irama yang tak pantas. tubuh Aksa pung menegang, tangannya pung gemetar. ia ingin menepis suara itu dari indra

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status