Share

BAB;3

Auteur: Wally
last update Date de publication: 2026-03-04 12:56:50

"brengsek! jadi selama ini aku di bohongin, memberi uang padanya bersenang-senang dengan lelaki lain? sialan memang, aku janji tidak akan membiarkan hidupmu bahagia, dasar biadap! " Aksa berbicara dengan dada bergemuruh menahan amarah yang siap meledak.

di pelantara gedung, seorang pria sedang duduk dengan pandangan penuh beban.tubuhnya tinggi, putih dan rapi. tapi hanya mengenakan kaos putih polos, celana jeans gelap, dan handuk kecil di lehernya nyaris sama dengan seorang perkerja buru pabrik.

ia menatap kosong ke sebrang jalan, seperti tenggelam dalam pikiran nya.

Aurell terhenti, matanya terlihat sembab, napasnya tidak teratur. dalam pikiran nya yang kacau balau, terlintas sebuah ide gila.

ia berjalan ke arah pria itu dengan langkah pelan, gemetar, dan dada berdegup kencang.

"mas... "

pria itu menoleh, wajahnya tersentak melihat seorang wanita menggunakan gaun pengantin berdiri di depannya.

"mas boleh tanya " ucap Aurell, pria itu pun mengangguk

"menurut mu.. aku ini cantik nggak? "

alis pria itu terangkat, matanya menatap pengantin di depannya dari ujung kaki hingga kepala.

"cantik.. " jawabnya pelan dan ragu.

"apakah mas udah nikah"

pria itu menggeleng pelan, masih merasa bingung, kenapa wanita itu tiba-tiba menanyakan hal berbaur privasi padanya.

"be_belum"

"siapa namamu mas" Aurell kembali memberi kan pertanyaan dengan suara lirih.

astaga apa yang terjadi dengan wanita ini? kenapa dia bisa ada di sini? ia bergumam dalam hati

".. aksa"jawaban seolah-olah sedang terhipnotis.

hening, Aksa bingun kenapa dia menjawab begitu saja pertanyaan sang wanita itu dengan jujur.

Aurell menarik napas dalam-dalam

" apakah mas mau menikah denganku"

Aksa terkejut "APA" pekikan itu lolos dari mulut nya begitu saja tanpa bisa di tahan.

raut wajah Aurell berubah senduh dan sedih. ia merasa kecewa, dan putus asah bercampur menjadi satu.

"mas ngak mau yah" Aurell menundukkan kepala

"yah sudahlah ngak apa-apa, mungkin memang nasibku begini cuma untuk di permalukan.. "

saat Aurell hendak beranjak, Aksa berdiri cepat.

"tunggu aku kan belum memberi jawaban, memangnya aku bilang ngak mau? tapi bisa kamu jelasakan, bukanya kamu harusnya sedang menikah di dalam"

air matanya akhirnya luruh juga tanpa bisa di tahan

"calon suami ku menghamili sepupuku. sekarang mereka akan menikah. tapi aku ngak mau uang yang aku kumpulkan bertahun-tahun untuk acara ini di pakai buat mereka nikah"

Aksa menatap mata Aurell dalam-dalam iya merasa kasian dengan wanita ini. sepertinya dia wanitah jujur dan tanpa kata dia mengangguk menyetujui pernikahan dadakan ini.

"ayo, kita menikah, aku siap menjadi pengganti calon suami mu"

ketika memasuki ruangan aula, langkah Aurell terhenti di ambang pintu, pandangannya tertuju pada Azalea dan zaki, calon pengantin palsu. mereka duduk bersebelahan di depan meja akad yang seharusnya menjadi miliknya.

"mas zaki, akhirnya yah... kita akan menikah juga" lea memeluk lengan zaki, wajahnya terlihat begitu bangga

"harusnya dari kemarin-kemarin kamu berani mengambil keputusan untuk menikahi ku. aku tahu di hatimu hanya mencintai ku kan. kalau kamu menikah sama Aurell, kamu pasti akan susah, harus menanggung biaya orang tuanya. nggak mungkin kamu akan bahagia".

Aurell mengerang pelan, dia bukan sakit fisik saja, tetapi sakit karena amarah yang mendidih di seluruh aliran darahnya.

napasnya mulai memburu, tangannya mengepal siap untuk menghantam siapa saja yang lewat di hadapannya.

"ooh, jadi seperti itu? kamu merasa selama ini aku menjadi bebanmu? memangnya kapan aku menjadi bebanmu. apa kamu lupa yang ku lakukan selama ini? apa yang ku korbankan itu tidak cukup? " tanya Aurell dengan suara memekik.

wajah zaki pucat seketika, ia berdiri dengan wajah gugup, lalu terlihat memelas.

"maaf Aurell. aku ngak niat nyakitin kamu. memang selama ini kita bersama, tapi.... lea datang dan memberikan yang selama ini tidak ku dapat kan dari dirimu"

"apa? kau yakin itu cinta? " tawa sumbang Aurell terdengar menyakitkan, matanya menyipit memandang pria yang nyaris menjadi suaminya.

"memangnya cinta seperti apa yang tidak ada pada diriiku? pengorbanan atau seperti apa?, coba sebutkan apa yang tidak perna ku berikan atau jangan-jangan karena akau tidak mau tidur bersama mu" Aurell mencecah zaki tanpa ampun.

"hahaha... jadi kamu cinta sama wanita yang mudah di tiduri? yang mau tidur dengan laki-laki yang bukan muhrimnya" tambahnya lagi.

"apa maksud mu? kau mengataiku murahan" pekik Azalea tidak Terima di katakan seprti itu.

"yah... pikir saja? sebutan apa yang bagus untuk wanita yang mudah memberikan dan membuka selangkanga nya di depan pria yang bukan muhrimnya? " Aurell membalas, tak ingin kalah dari pelakor seperti sepupu nya.

"sialan! tidak perlu mengurusi hidupku, lihat saja dirimu. memangnya kamu pikir aku tidak tahu seperti apa kamu, kamu ituh lebih buruk dari apa yang kamu ucapkan pada ku"

kening Aurell mengerut, ia tidak paham apa yang di katakan oleh Azalea. suasana di dalam ruangan itu tiba-tiba mendadak tegang, semua mata mulai memandang ke arah Aurell sembari bergumam. seakan-akan dia lah penyebab gagalnya pernikahan ini

"percuma bicara dengan orang yang suka memfitnah seperti kalian. emangnya kamu pikir aku akan bertahan dengan pria seperti nya" Aurell berucap suaranya bergetar namun jelas.

"aku berusaha kumpulin modal sendirian untuk acara pernikahan ini!, dan kamu_kamu bahkan mengatakan tak bisa bantu karena orang tuamu masih melunasi biaya pinjaman sekolah kedokteran mu. tapi apa yang kau katakan aku hanyalah beban" lanjutnya mantap, tajam, zaki yang berdiri pun mematung.

"APA " sentak ibu zaki sembari berdirih, wajahnya merah padam.

"apa kamu bilang, kamu menuduh kami memiliki hutang? kami ini orang kaya. dasar permpuan tidak tau diri. untung saja anakku batal menikah denganmu."

ayah zaki pun turut bersuara "pak penghulu! nikah kan saja anak saya dengan lea, kami tidak sudih anak kami menikah dengan perempuan yang suka mengarang cerita. "

pak gustian_ ayahnya Aurell. berdirih di belakan tubuh putrinya. memegang lembut baju sang putri.

"Aurell... nak" bisiknya dengan pelan, berusaha menenangkan sang buah hati.

"Aurell baik-baik saja pak, tidak apa-apa tak perlu khawatir" ucapnya pelan, berusaha menenangkan sang ayah

"kalau kalian mau menikahkan mereka, jangan di sini dan kalian tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun. semua ini pakai uang hasil kerja ku. aku tidak akan rela kalian menikah di sini dan.... "

namun belum sempat Aurell menyelesaikan ucapan nya. bu asila, kaka ipar ibunya Aurell. enyelah dengan suara tajam.

"sudahlah, dari pada semua ini tidak terpakai. apa salahnya sih kalau sepupuku yang menikah menggantikan mu? toh nanti kamu mendapat pahala."

Aurell tersenyum sinis. ia menyeringai di bibirnya

"pahala bibi bilang? "gumamnya

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;16

    Aurell mendengus kesal, kemudian tertawa pelan namu terdengar menyakitkan. "kalau kami nggak mau melakukan semua itu, apa yang akan kalian lakukan? " semua mata kini tertuju padanya. "kenapa tidak kalian saja yang membereskan kekacauan ini?" ucap Aurell menantang mereka. "bukannya perut yang perlu di isi itu kalian semua, kan? lalu kenapa kita yang harus repot-repot mengurusnya. apa kalian pikir kami ini pelayan di sini? " "beraninya kamu....! " bu Citra melangkah maju, tapi belum sempat ia mengeluarkan amarahnya, bu Alissa segera menarik lengan adiknya. "sudah-sudah jangan di perpanjangan, nanti mereka tambah melawan kita" bisiknya pelan, kemudian ia menatap Aurell dengan wajah yang di buat sebijak mungkin. "oke oke, baiklah. kalian boleh istrahat hari ini,kami akan memberikan waktu untuk kalian beristirahat. tapi..... dengar kan baik-baik besok kalian tetap harus membantu kami untuk memasak. dan untukmu Aurell jangan dulu kembali ke kota pada hari senin besok... kam

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;15

    "hah, kelamaan basa-basi dengan kalian lebih baik kita temui ibu saja" ujar bu Marissa, ia segera melangkah meninggalkan tempat itu di susul yang lainnya. "bu, bagaimana ini, mereka benar-benar ingin menemui nenek. bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan nenek. apalagi kondisinya sekarang ini sedang tidak baik-baik saja" Aurell terlihat begitu cemas. di dalam hati bu kamala sejujurnya juga khawatir. tetapi ia berusaha tetap terlihat tenang. "tak perlu khawatir. tidak akan terjadi sesuatu pada nenek, dia akan baik-baik saja"Aksa menunjukkan kunci ruangan nenek yang telah ia amankan. Bu Kamala dan Aurell menghela napas dengan lega. bu Kamala pun menyusul saudara-saudaranya tapi dengan langkah yang pelan.dia hanya ingin memastikan kalau mereka tidak bisa memasuki ruangan bu debbira. "kurang ajar, siapa yang telah mengunci ruangan tempat ibu. kembalikan kuncinya padaku sekarang juga" bu Marissa menoleh ke belakang dengan wajah marah. namun, belum sempat dari mereka ada yan

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;14

    bu Marissa mundur setengah langkah, ia merasa sedikit takut dengan tatapan yang di berikan oleh Bu Kamala. ia merasa wanita di depannya ini sedikit berbeda, tapi egonya mengalahkan semuanya. ia berusaha tetap keliatan kuat di depan bu Kamala. "dengar dan ingat, aku baka aduin kamu ke ibu. kamu udah nggak mau urus rumah ini lagi" Bu Kamala maju satu langkah. "silahkan! kamu pikir aku takut dengan ancaman mu itu" katanya dengan suara berat yang penuh emosi. tanganya bergerak meraih baju bu Marissa dan menarik nya untuk mendekat. "selama ini aku diam karena aku menghormati keinginan ibu. tapi kalian semua sudah keterlaluan!. selalu pakai ibu buat bikin aku nurut dengan perintah kalian. kalian itu taunya cuma bisa teriak teriak, nggak pernah tahu rasanya kerja di rumah besar ini dari pagi sampai malam kan". Aksa menyipitkan mata nya, senyum kecil terukir di sudut bibirnya. akhirnya mertuanya yang pendiam dan penurut itu mulai menunjukkan taringnya juga. "Kamala, lepasin tang

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;13

    suasana kamar yang kecil dan mungil itu terasa sunyi. terdengar suara derit pelan dari kipas angin tua di sudut langit-langit. sedangkan di luar sana, suara jangkrik bersahut-sahutan. seolah-olah tahu kalau malam ini adalah malam pertama bagi dia orang yang baru saja resmi menjadi suami istri. Aurell duduk di pinggir ranjang, menunduk. sementara Aksa sudah berbaring menyandarkan diri ke dinding, sesekali ia melirik sang istri dengan senyuman yang di tahan tahan. "tempat tidur ini sempit yah. mas" ucap Aurell pelan. tanpa menoleh ke arah Aksa "pasti mas Aksa nggak merasa nyaman tidur di sini"Aksa menoleh pelan. nada suara nya ia buat senyaman mungkin. "justru itu bagus, kalau sempit begini kan nggak ada jarak di antara kita lagi, dan kita malah bisa berpelukan loh. "Aurell spontan merenggut, wajahnya memerah karna malu. "tadi mas Aksa katakan kita ini baru pacaran. mana bisa ada orang pacaran langsung tidur bersama.? "Aksa tertawa pelan mendengar ucapan sang istri yang terlihat

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;12

    Aurell menelan ludah dengan kasar. 'bagaimana bisa mas Aksa begitu cepat berubah karakter nya dalam waktu sekejap? 'gumam Aurell di dalam hati. melihat sang istri yang terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah dingin. Aksa mengulurkan tangannya, dan mengusap kepala Aurell dengan kasih sayang. mengisyaratkan bahwa semuanya baik-baik saja. "total semuanya. 4.980.000rupia kak. "jawab sang kaisar dengan ramah. " saya bayar pakai kartu ini. "Lagi-lagi Aurell di buat tertegun, namun sedikit kemudian ia langsung panik. " Astaga mas! kita kurangin aja barangnya... ini mungkin tabungan mas kan? pasti sudah di kumpulin selama bertahun-tahun kan. aku tidak ingin mas menghabiskan tabungan mas hanya untukku dan keluarga ku. " Aksa hanya tersenyum dan menyodorkan kartu debit miliknya ke kasir. "tenang saja. tabungan ku masih aman kok. ini belum seberapa di banding kan apa yang pernah aku kasih ke orang yang salah selama ini. " Aurell tak bisa membalas ucapan Aksa. ia hanya t

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;11

    "astaga.kok hari ini aku bisa jadi pelupa ya, sudah seperti nenek-nenek aja yang cepat pikun, masa iya kita keluar malam nggak bawa jaket" "nggak apa-apa kok. malahan lebih enakan begini, kita bisa peluk-peluk tanpa takut akan dosa " "iiih... mas Aksa ini " . . . Aurell tidak menyangka, ternyata Aksa membelokkan motornya ke sebuah toko swalayan yang cukup besar di kabupaten yang masih buka malam itu, Aurell sempat merasa bingung. "mas, ini kita mau ke mana" tanyanya curiga "kita jalan-jalan aja kan? apa kamu mau bertemu dengan seseorang? eeh atau.... kamu kerja di sini? maaf, aku jadi mengganggu pekerjaan mu" Aksa hanya tersenyum santai, lalu dengan tenang menuntun Aurell masuk kedalam swalayan itu. "masa lagi pengantin baru mau kerja sih? temani mas yah untuk belanja. kamu kan tahu, aku nggak bawa baju ganti! tadi aku lihat, sendalmu itu juga udah hampir putus" "mas, nggak apa-apa kalau mas mau beli untuk keperluan pribadi mas, tapi untuk aku nggak usah yah

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;9

    Aurell menunduk, lalu berkata dengan lirih. "maaf yah.. tadi aku nangis karena... aku tersentuh saat mendengar bacaan sholat dari mas Aksa.. begitu merdu banget,dan begitu terasa tenang. aku malu karena aku pikir aku yang selama ini berpendidikan malah belum tentu bisa sebaik itu mas" Aksa men

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;8

    "Aurell, jangan perna ngomong seperti begitu yah, aku tidak ingin kamu berbicara seperti itu" Ia menatap Aurell dengan tatapan tajam, bukan karena ia marah, tapi karena ia kecewa"pernikahan bukan sebuah permainan, aku tahu pernikahan ini mendadak. bahkan nyaris absurd, tapi itu bukan sebuah alasa

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;10

    Azalea pun menyipitkan matanya, tak Terima dengan ucapan Aurell. "tentu saja mas Zaki akan memilih ku!, kamu itu hanya bekas, bekas dari mainan banyak lelaki. mas Zaki pun tau semua rahasia tentang mu. kamu itu barang bergilir kan Aurell" Aurell yang mendengar ucapan itu pun akhirnya terperang

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;7

    Rumah kecil itu berada di dalam rumah panjang itu, dengan ruangan yang sempit. tapi penuh dengan banyak kenangan, tumpukan pengorbanan, air mata, dan perjuangan mereka yang tidak perna di lihat oleh siapa pun. Aksa mengekor di belakang mereka, membawa sebuah tas kecil yang entah apa isinya. ia t

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status