Teilen

PERNIKAHAN DADAKAN
PERNIKAHAN DADAKAN
Wally

BAB;1

last update Zuletzt aktualisiert: 03.03.2026 16:02:31

"alin, kamu selalu membuat ku kecanduan di pagi ini... kamu itu selalu terasa nikmat.. aaahh"

desahan suara berat seorang pria terdengar di balik pintu yang tidak tertutup rapat dengan sempurna. terdengar suara desahan pelan yang terdengar begitu dalam.

Aksa yang baru saja ingin mengetuk pintu rumah, langsung terpaku di tempat. jantung nya berdegup kencang tak karuan.

suara-suara itu menganggu pikiran nya,suara yang memuji sang kekasih. wanita yang ia perjuangkan, wanita yang ingin di lamarnya hari ini.

"apa yang sedang mereka lakukan" gumamnya.

pikiran nya berlari liar di otak nya. mencoba menepis kemungkinan buruk di dalam pikiran nya. apa mungkin mereka sedang bercanda? atau mungkin itu bukan alin? namun nama itu..

"sayang... pelan-pelan yah...! "

kali ini suara alinea yang terdengar, suaranya parau. seperti menahan sesuatu, suara napas yang tersengal dalam irama yang tak pantas.

tubuh Aksa pung menegang, tangannya pung gemetar. ia ingin menepis suara itu dari indra pendengarnya tapi iya tak bisa. ia ingin mundur, dan pergi saja tapi tak bisa otak ini menuntut jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya.

"mendesah sayang ayo mendesah aku ingin mendengar desahan dari mulut mu sayang.. ayolah"

dada Aksa semakin berdegup kencang napasnya mulai tersengal di saat mendengar panggilan 'sayang' yang di berikan lelaki itu kepada sang kekasih.

"mas aaahh... lebih cepat lagi, mas! aahh sampai dalam lagi mas"

mata Aksa membola sempurna dan terpaku pikiran nya jelas bisa membaca situasi yang terjadi saat ini.

namu,hatinya ingin memastikan semuanya. takut terjadi salah paham.

dengan dada yang berdegup, ia memberanikan diri untuk membuka pintu pelan-pelan, ia berusaha tak membunyikan suara. namun begituh celah pintu terbuka, matanya langsung membelalak.

di depan sana, sang kekasih yang selama ini di perjuangkan selama bertahun-tahun, yang ia jaga dan lindungi. tengah berada di dekapan lelaki lain di atas sofa ruang tamu.

nyaris tanpa busana, desahan yang keluar dari mulut mereka Bersahut-sahutan. pandangan di depan matanya menghantam hatinya seperti serangan berturut-turut.

buke bunga yang di bawahnya terjatuh ke lantai, suaranya cukup keras. tapi dua manusia yang memadu kasih itu tak kunjung sadar.

sakit yang teramat sangat di rasakan. seakan seluruh tubuhnya tertusuk ratusan duri. dadanya sesak, napasnya tercekik oleh kenyataan di depan nya yang terlalu pahit untuk di Terima.

"berengsek! kurang ajar kau! " teriak nya meledak tanpa bisa di tahan lagi.

mendengar suara teriakan barulah dua manusia yang memadu kasih itu tersentak. alinea_alin menjerit kecil dengan gerakan cepat mendorong tubuh pria yang masih menindih badanya.

panik di wajah alin terlihat jelas. namun berbeda dengan sang pria, yang terlihat begitu santai nya berdiri perlahan memungut dres dan memakaikan nya ke tubuh alin, seolah hal begitu udah biasa.

"mas Aksa ... ini.. aku bisa jelasin, tapi jangan marah dulu oke"

Aksa melangkah masuk, napasnya mulai memburuh, matanya memerah menahan gejolak amarah yang kian menumpuk.

"apa kurang dan salahku sampai kamu berbuat begini hingga mengkhianati ku seperti ini"suaranya mulai bergetar

" belum cukup semua yang ku lakukan selama ini untuk mu? aku menanggung pendidikan mu, dan biaya hidupmu tapi ini yang kau berikan untuk ku, sebuah penghianatan "

alin berdiri membenahi rambut dan dress nya, berusaha berbicara

"tolong.jangan marah dulu, oke! kita bicarakan secara baik-baik?... sebenarnya aku.. "

"sudah lah buat apa lagi sih di sembunyikan" ucap sang pria santai. memotong ucapan yang belum selesai dari alin yang berada di sampingnya, dan kini pria itu mengenakan celana nya dengan santai.

"kita bahkan udah dua tahun pacaran kan, dan juga sebentar lagi kita akan menikah bukan, lagi pula, kamu kan sendiri yang bilang lebih mencintai ku yang kaya ini. dari pada si dia yang cuma modal tampang doang, yang jadi babu di luar negeri.

Aksa mengepalkan tangan, tubuhnya bergetar karena amarah, tapi dia berusaha menahan diri. matanya seakan ingin membakar pria itu Hidup-hidup.

"dua tahun yah? selama itu, berarti sejak aku pergi kamu malah malah berdua dengannya yah? lalu untuk apa semua penantian ku ini, kamu sengaja untuk membohongi ku, dan menipu ku"

sebelum alin menjawab, tersengar suara lain dari arah belakang.

"aku pun tidak setuju kalau putirku menikah denganmu" ibunya alin berdiri di ambang pintu. wajahnya, dagunya terangkat penuh kesombongan.

"coba lihat lelaki yang bersama alin sekarang, dia itu orang kaya. dia punya minimarket dan beberapa toko. kalau kamu itu tidak sepadan. jadi lupakan mimpi mu untuk menikahi putri ku"

ia berjalan maju berdiri di samping alin sang putri "putri ku berhak mendapatkan lelaki yang lebih baik dari kamu. lebih sekedar lelaki yang hanya menjadi babu di luar negeri".

Aksa terpaku, mendengar ucapan dari ibunya alin seakan dirinya di tampar berkali-kali. bukan saja sang kekasih, bahkan ibunya pun ikut adil menusuk nya diri di dalam hatinya.

Aksa tak dapat berkata apa apa lagi. menghela napas dalam-dalam, menatap sang kekasih, lalu memasukkan kalung yang tadi hendakbia berikan ke dalam saku celananya.

"baik kalau begitu, jika kita ketemu, anggap saja kita tidak pernah saling kenal sebelum nya,dan jangan pernah sebut namaku"

alin yang mendengar itu mendengus kesal,

"pergi sana! dasar pria miskin! memangnya kamu kira saya pengen ketemu dengan mu"

Aksa menutup mata sebentar lalu menarik napas dalam-dalam, kemudian membelikan badan dan keluar dari rumah itu.

cincin lamaran yang sudah ia siapkan untuk sang kekasih entah jatuh di mana. mungkin jatuh bersama buket nya atau mungkin semesta pun tak merestui rencana ini.

Aksa berjalan tak tentu arah ,menyusuri jalan yang juga begitu sepih, seperti hatinya saat ini. namun entah kenapa, langkah kakinya malah membawa nya berbelok dan duduk di samping jalan dekat sebuah gedung

"berengsek kau! kamu pikir bisa memperlakukan diriku seperti ini? memang nya mereka pikir mereka siapa" Aksa seperti orang gila yang tertawa sendirih.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;5

    Bu kamala menangis, menunduk sembari menggenggam tangan nya sendiri di atas pangkuannya. yah Allah berikanlah kebahagiaan untuk putri ku, siapa pun pria ini, tapi aku selalu memohon, jadikanlah dia imam dan sandaran yang baik untuk putri ku. yah Allah jadi kanlah laki-laki yang saat ini telah menjadi suami putri ku menjadi laki-laki yang bisa menghapus luka yang ada dalam hatinya. doa yang selalu di berikan bu kamala kepada sang putri. "bagaimana para saksi? Sah" *sah"saksi berkata tegas "alhamdulillah.. " beberapa tamu mulai berbisik bisik kecil penuh keharuan. ada yang tak percaya, ada yang ikut terharu. ada pula yang mulai mengakui bahwa Aurell bukan wanita lemah seperti perkiraan dan penglihatan mereka selama ini. pak Gustian menatap Aksa dengan pandangan penuh pertanyaan dan juga harapan . . . suasana masih terlihat ramai di luar ruangan gedung tempat terjadinya pernikahan Aurell dan Aksa. namun dari sisi lain ruangan, keluarga besar bu kamala mulai berkemas

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;4

    "ternyata Tuhan itu baik. dia kasih lihat aku siapa kalian sebenarnya, sebelum aku hancur begitu dalam. tapi Terima kasih atas tawarannya.. aku akan tetap menikah, jadi tidak ada yang mubazir". semua terdiam seketika. " kamu... emangnya mau nikah sama siapa"tanya bu alisa mencibir "emangnya ada yang mau sama kamu" salah satu saudara nya ibu Aurell bertanya dengan nada mengejek. "paling cuma orang miskin yang berani nekat... atau orang tidak waras" sambung bu asmita. mereka semua tertawa terbahak-bahak meremehkan nasib Aurell. namun,tawa mereka itu langsung terhenti saat Aurell menarik tangan seorang pria yang sejak tadi berdiri di belakangnya. ia menyaksikan drama yang mereka berikan dengan wajah santai. Aurell menarik Aksa agar berdiri di samping nya. "pak penghulu " suaranya lantang "nikah kan aku dengan pria ini. namanya Aksa" ucapnya penuh keyakinan. "tolong restui kami pak, bu" sambung nya menatap sang ayah dan ibu. "a_apa" pak Gustian terkejut mendengar penutur

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;3

    "brengsek! jadi selama ini aku di bohongin, memberi uang padanya bersenang-senang dengan lelaki lain? sialan memang, aku janji tidak akan membiarkan hidupmu bahagia, dasar biadap! " Aksa berbicara dengan dada bergemuruh menahan amarah yang siap meledak. di pelantara gedung, seorang pria sedang duduk dengan pandangan penuh beban.tubuhnya tinggi, putih dan rapi. tapi hanya mengenakan kaos putih polos, celana jeans gelap, dan handuk kecil di lehernya nyaris sama dengan seorang perkerja buru pabrik. ia menatap kosong ke sebrang jalan, seperti tenggelam dalam pikiran nya. Aurell terhenti, matanya terlihat sembab, napasnya tidak teratur. dalam pikiran nya yang kacau balau, terlintas sebuah ide gila. ia berjalan ke arah pria itu dengan langkah pelan, gemetar, dan dada berdegup kencang. "mas... " pria itu menoleh, wajahnya tersentak melihat seorang wanita menggunakan gaun pengantin berdiri di depannya. "mas boleh tanya " ucap Aurell, pria itu pun mengangguk "menurut mu..

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;2

    "aku bersumpah, kalian tidak akan pernah bahagia setelah ini " gumamnya lirih. Aksa bahkan bingun kenapa nasib nya bisa seburuk ini. . . . "aku benar-benar bingun dan tak habis pikir, siapa yang mengajari Aurell bergaya seperti orang kaya begini? " bu Marissa bersuara dengan tatapan tajam, kaka perempuan pertama dari ibunya Aurell. perempuan dengan tubuh besar itu melipat tangan di depan dada, matanya menelusuri dekorasi mewah di gedung pernikahan. "jangan bilang sewa gedung dari hasil ngutang, orang tuanya kan masih punya cicilan motor dan uang di koperasi" timpal bu asmita kaka perempuan keduanya ibu Aurell, dengan senyum mengejek. bu alisa, kaka ipar ibu Aurell. mendekati dengan suara tenang tapi menusuk ia berkata"ya, katanya perkerjaan yang di lakukan Aurell juga belum tetap, masih karyawan kontrak, tapi sok banget pake bikin acara kaya artis segala, bikin malu nama keluarga aja" Aurell yang berdiri tak jauh dari mereka, menggunakan gaun pengantin berwarna putih yang

  • PERNIKAHAN DADAKAN   BAB;1

    "alin, kamu selalu membuat ku kecanduan di pagi ini... kamu itu selalu terasa nikmat.. aaahh" desahan suara berat seorang pria terdengar di balik pintu yang tidak tertutup rapat dengan sempurna. terdengar suara desahan pelan yang terdengar begitu dalam. Aksa yang baru saja ingin mengetuk pintu rumah, langsung terpaku di tempat. jantung nya berdegup kencang tak karuan. suara-suara itu menganggu pikiran nya,suara yang memuji sang kekasih. wanita yang ia perjuangkan, wanita yang ingin di lamarnya hari ini. "apa yang sedang mereka lakukan" gumamnya. pikiran nya berlari liar di otak nya. mencoba menepis kemungkinan buruk di dalam pikiran nya. apa mungkin mereka sedang bercanda? atau mungkin itu bukan alin? namun nama itu.. "sayang... pelan-pelan yah...! "kali ini suara alinea yang terdengar, suaranya parau. seperti menahan sesuatu, suara napas yang tersengal dalam irama yang tak pantas. tubuh Aksa pung menegang, tangannya pung gemetar. ia ingin menepis suara itu dari indra

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status