Share

BAB 72

Author: Rosela2505
last update publish date: 2026-10-04 06:06:29

OBSESI ENERGI WANITA

Tangan Arga mencengkeram pergelangan tangan Rosela dengan kekuatan yang cukup kuat untuk membuatnya nyeri sekaligus tak berdaya melawan, lalu menariknya berjalan masuk menuju kamar utama mereka ruangan yang dulu rosela pikir adalah kamar pribadinya, namun kini terasa begitu asing, dingin, dan mengerikan di bawah bayang-bayang sosok yang berdiri di sampingnya.

Langkah Rosela terasa berat seakan kakinya tertanam di lantai, setiap langkah yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 72

    OBSESI ENERGI WANITA   Tangan Arga mencengkeram pergelangan tangan Rosela dengan kekuatan yang cukup kuat untuk membuatnya nyeri sekaligus tak berdaya melawan, lalu menariknya berjalan masuk menuju kamar utama mereka ruangan yang dulu rosela pikir adalah kamar pribadinya, namun kini terasa begitu asing, dingin, dan mengerikan di bawah bayang-bayang sosok yang berdiri di sampingnya. Langkah Rosela terasa berat seakan kakinya tertanam di lantai, setiap langkah yang dipaksakan mengikuti arah tarikan tangan itu terasa seperti berjalan menuju tempat hukuman yang tak terelakkan, sementara air mata terus mengalir membasahi pipinya tanpa henti, menyadari bahwa tidak ada suara yang akan didengar, tidak ada bantuan yang akan datang, dan tidak ada jalan keluar yang tersisa baginya malam ini. Pintu tertutup rapat di belakang mereka, bunyi kunci yang diputar terdengar nyaring di keheningan ruangan itu, seakan menandakan bahwa pintu itu tidak hanya menutup

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 71

    TUJUAN SEBENARNYA  Rosela berdiri mematung di tempatnya, sementara seluruh tubuhnya gemetar hebat seakan diguncang dingin yang tak tertahankan, meskipun udara di sekitarnya justru terasa panas dan menyesakkan. Ia sama sekali tidak mampu memalingkan wajah maupun menggerakkan seujung jari pun, bahkan ketika setiap tarikan napas terasa begitu berat dan menyakitkan, seakan ada sesuatu yang menindas dadanya tanpa ampun. Pemandangan yang baru saja ia lihat sekilas dari balik tubuh Arga kini terpatri begitu jelas di dalam pikirannya, seakan terbakar permanen di sana: Nadia, yang dulu selalu berdiri tegak dan penuh percaya diri, kini terbaring tak berdaya di atas tempat tidur, tubuhnya dibiarkan tanpa perlindungan apa pun, terikat dalam kesunyian yang memilukan tanpa ada tanda-tanda ia akan segera dibebaskan. Rasa bersalah yang luar biasa segera menyergap hati Rosela saat menyadari bahwa keputusan Nadia untuk berpihak kepadanyalah yang

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 70

    Di Balik Pintu TertutupSuara teriakan yang memecah keheningan malam itu terdengar begitu tajam, menusuk hingga ke tulang sumsum, seakan setiap jengkal rasa sakit dan ketakutan dikumandangkan sepenuhnya dari balik pintu kayu tebal yang kini tertutup rapat di hadapan Rosela. Ia hanya berdiri agak jauh di sana, membiarkan kakinya menancap di lantai dingin tanpa mampu melangkah maju maupun mundur. Sementara itu, air mata terus mengalir membasahi pipinya tanpa henti, membawa rasa bersalah yang begitu berat, bercampur dengan ketakutan yang tak terlukiskan.Di dalam sana, Nadia perempuan yang dulu pernah berdiri di sisi Arga, yang pernah bersamanya, bahkan sempat menjadi lawan sekaligus saingannya sedang menanggung akibat dari keberaniannya untuk memilih berpihak kepada Rosela.Setelah sekian lama terjebak dalam keraguan, setelah menyadari segala kebenaran tentang parfum itu, tentang pengaruh yang menguasai Arga, dan tentang rencana mengerikan yang sedang berjalan, akhirnya Nadia memutuskan

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 69

    PINTU YANG TERTUTUPArga tidak memberikan kesempatan kepada Nadia untuk mengatakan apa pun. Dalam sekejap, tangannya meraih rambut perempuan itu dengan gerakan kasar, membuat Nadia terkejut dan refleks berusaha melepaskan genggamannya. Namun, tenaga Arga jauh lebih kuat. Ia menarik Nadia menjauh dari Rosela dan menyeretnya menuju ruangan sebelah, sementara langkah Nadia beberapa kali tersandung karena ia berusaha mempertahankan keseimbangannya.“Arga, lepaskan aku!” teriak Nadia dengan suara bergetar.Rosela yang melihat kejadian itu langsung bergerak maju, tetapi kakinya terasa begitu lemah hingga tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan. Ia ingin menghentikan Arga, ingin menarik Nadia kembali, tetapi ketakutan yang begitu besar membuat tubuhnya seolah tidak mau mendengarkan perintahnya.“Arga, jangan!”Arga hanya menoleh sekilas kepadanya. Tatapan sapphire itu membuat Rosela langsung berhenti.Tidak ada lagi Arga yang

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 68

    HUKUMAN ARGALaki-laki yang berdiri di hadapan mereka memang masih tampak seperti Arga yang selama ini mereka kenal, tetapi ada sesuatu yang berbeda dari dirinya, sesuatu yang sulit dijelaskan hanya dengan melihat perubahan pada wajah atau sikapnya. Tatapannya terlihat jauh lebih dingin, ekspresinya terasa asing, dan yang paling membuat Rosela merasa tidak nyaman adalah senyum yang perlahan muncul di bibirnya. Senyum itu sama sekali bukan senyum Arga yang dulu. Ada sesuatu yang mengerikan di baliknya, sesuatu yang membuat tubuh Rosela seketika menegang dan tanpa sadar membuatnya menahan napas.Arga menatap mereka berdua secara bergantian tanpa mengatakan apa pun selama beberapa saat, seolah sedang menikmati keterkejutan yang terlihat jelas di wajah mereka. Kemudian, senyum di bibirnya perlahan melebar, berubah menjadi senyum yang begitu aneh dan terasa seperti senyum seseorang yang sudah tidak lagi memiliki keraguan ataupun rasa bersalah dalam d

  • PEWARIS PARFUM PENGGODA   BAB 67

    ArgaElena menatapnya dengan ragu.“Bagaimana caranya kau akan mencegah hal itu terjadi jika kau bahkan tidak bisa menghapus darahmu sendiri?”“Aku akan menghancurkan parfumnya dulu,” jawab Erevan mantap.“Kalau hanya parfumnya yang dihancurkan, belum tentu cukup karena kekuatannya sudah terbagi ke dalam banyak hal,” koreksi Elena dengan lembut, namun jujur.“Kalau begitu, aku akan menghancurkan sumber kekuatannya, apa pun yang terjadi,” ucapnya dengan api yang kembali menyala di matanya.“Elena tahu itu tidak akan mudah dan harganya mungkin sangat mahal,” peringatnya dengan cemas.“Tidak ada yang mudah sejak aku dilahirkan ke dalam keluarga ini,” balas Erevan tegas sambil berjalan menuju meja di sudut ruangan dan mengambil buku tua yang sebelumnya menjadi pusat perhatian mereka berdua.Ia membukanya perlahan dengan hati-hati, menelusuri halaman-halaman tua yang dipenuhi tulisan tangan kuno yang sebagian besar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status