Share

Bab 122

Author: Piemar
last update Last Updated: 2025-09-23 17:00:31

“Yang Mulia bolehkan kami menanyakan, siapakah Lady yang bersama Anda?”

Lord Reinhardt bertanya secara langsung karena didera penasaran yang tinggi. Gadis itu terlalu cantik. Mungkin seorang lady tercantik dan teranggun pertama yang ia temui. 

Leon tidak langsung menjawab. Seketika ia diam sesaat. Ia menatap mereka satu per satu, hingga beberapa tetua menunduk gelisah. Lalu, dengan suara yang dalam dan tegas, ia berkata,“Dia adalah tamu kehormatan yang berada di bawah perlindunganku. Itu saja yang perlu kalian ketahui.”

Bisik-bisik langsung terdengar di antara para bangsawan. Ana menelan saliva, jantungnya hampir melompat. Namun ada perasaan lega di sudut hatinya. Leon melindunginya dengan caranya. Oh, andaikata Leon mengatakan pada mereka bahwa Ana Merwin, koki istana adalah istri sahny

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 457

    “Kenapa diam?” Elia menyeringai getir. “Kau merasa bersalah?” Ia mencondongkan tubuhnya, suaranya menajam seperti belati. “Dasar… anak haram!”Deg.Sorot mata Ana menggelap mendengar kata-kata yang paling ia benci itu. Rahangnya mengetat. Ke dua tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Mendengar panggilan itu, amarah meletup-letup di dadanya. Namun ia berusaha menahan diri. Ia memejamkan matanya sejenak. Ia merasakan kesedihan seorang ibu. Sewaktu Juliana keracunan, ia terserang panik. Dan, ia sadar kesedihan Elia lebih parah dari itu. Ana menarik napas dalam lalu mengembuskannya perlahan. Ia menatap lekat Elia. “Aku datang ke sini untuk melihat kondisimu, Yang Mulia. Aku mengerti perasaanmu. Tidak ada seorang ibu yang ingin kehilangan anaknya.”Elia mendecih kesal. Apapun yang Ana katakan, semua itu menjelma seperti kutukan-kutukan yang membawa petaka. “Kau tidak akan memahaminya! Sampai kapanpun!” kata-katanya keras. Tatapannya menyorot Ana dengan tajam. Ana menghela napas berat. Ke

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 456

    “Inez, menunduk!” Inez menunduk begitu saja ketika mendengar suara seseorang yang berteriak. Ia sempat menoleh ke arah sosok itu. Pandangannya mengabur. Ia tidak bisa melihat jelas siapakah dia.Naasnya, babi hutan datang lalu menyeruduk. Namun sosok pria bertubuh jangkung menghantamnya dari samping dengan sangat keras. Babi hutan itu terlempar ke pasir sembari mengeluarkan suara melengking karena marah. Sementara itu Inez terhempas ke belakang. Napasnya terhenti sesaat sebelum suara itu menyusul. “Inez!” teriaknya dengan keras. Burung camar memekik kaget, berterbangan ke langit. Inez mengerjap saat mendengar suara familiar itu. Wajahnya kini terlihat jelas. “Pangeran Evander,” gumam Inez dengan mata yang berkaca-kaca. Suaranya pecah diiringi tangisan tertahan—yang selama ini ia sembunyikan dari siapapun.Inez yang dingin kini menjelma seperti seorang gadis seusianya. Gadis muda yang sedang menangis haru melihat sosok pria yang selama ini ia hindari kehadirannya, muncul dalam kea

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 455

    Di pesisir pantai yang sunyi, seorang pria berusaha merangkak menuju garis air. Ombak kecil menjilat pergelangan kakinya.Tubuhnya basah kuyup dan penuh luka. Namun kesadarannya masih utuh. Satu kata yang terucap di bibirnya, nyaris tak terdengar. “In … ez”Evander memanggil nama Inez berulang kali kendati kesadarannya sempat hilang. Ia memukul pasir putih dengan frustrasi. “Inez,” lirihnya dengan perasaan yang sesak. Kepalanya terkulai di atas pasir. Tak peduli butiran pasir kasar menempel di pipinya. Padahal sebelumnya ia masih bisa menerjang badai. Ketika Inez jatuh tenggelam ke dalam air laut. Ia sempat menyelam dan menemukannya. Bahkan ia sempat meraih tubuhnya untuk menaiki sekoci kayu. Naasnya, gelombang badai yang dahsyat membuat mereka terombang-ambing di tengah lautan dan berakhir terdampar di pantai asing yang sunyi.Evander hampir menyerah. Namun suara burung camar yang memekik menyadarkannya. “Tidak boleh menyerah. Aku harus menemukannya. Inez, aku akan mencari hingga

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 454

    Elia segera diboyong menuju kamarnya di paviliun sayap selatan. Langkah para pelayan tergesa, panik bercampur isak tertahan. Tubuh Elia terkulai lemah, wajahnya pucat.Tabib istana sudah menunggu.Saat Elia dibaringkan di ranjang, pria tua itu bergerak cepat. Ia langsung memeriksa denyut nadinya, membuka kelopak matanya, lalu meracik ramuan dengan tangan yang terlatih meskipun tegang. Aroma pahit dari cairan obat segera memenuhi kamar wanita itu.“Bagaimana keadaannya?” tanya Edric, berdiri di sisi ranjang. Suaranya rendah, penuh kecemasan.“Ratu mengalami syok berat, Yang Mulia,” jawab tabib sambil meneteskan ramuan ke bibir Elia. “Kehilangan kesadaran ini dipicu oleh guncangan emosi yang mendadak. Tubuhnya lemah, napasnya tidak stabil.”Edric mengatupkan rahang. Tangannya menggenggam jemari Elia yang dingin. “Pastikan ia selamat,” katanya lirih, tegas. “Apa pun yang kau butuhkan.”Tabib mengangguk. “Ia harus beristirahat total. Tidak boleh ada kabar buruk yang sampai kepadanya, seti

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 453

    Istana Ravensel mendadak gempar karena kedatangan seorang perwira pelabuhan secara tiba-tiba pagi itu.Leon menyambutnya dengan wajah tegang. “Apa yang ingin kausampaikan?” nada suaranya tegas tapi bergetar. Sang perwira berlutut sembari menundukan wajahnya.“Ini ditemukan terdampar di pesisir barat,” Pria itu meletakan sebilah pedang di atas meja raja. Gagangnya tergores, tapi lambang mahkota masih utuh. Pedang Ironfall adalah pedang milik Evander.Bertepatan ia meletakan pedang, Edric baru saja tiba di sana. Wajahnya dingin. Ia langsung bertanya dengan suara yang pelan tapi penuh penekanan. “Apa maksudmu dengan pedang ini?”Padahal tanpa perlu dijelaskan, sebuah pedang yang ditemukan tanpa sang empunya berarti memang pemiliknya dianggap tidak selamat. Sang perwira mengangkat pandangan hingga tatapannya bertemu dengan manik seorang ayah yang tengah mengkhawatirkan putranya yang tidak pulang. “Yang Mulia, Paduka Raja. Kapal ekspedisi menuju perairan Selvara tidak kembali.”Edric me

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 452

    Suasana kapal berubah menjadi chaos. Kapal terjungkal menyebabkan kepanikan yang tak bisa dihindari. Para awak kapal berusaha menyelamatkan diri masing-masing. Tak lama kemudian bunyi keras lainnya menyusul. Kapal terbelah menjadi dua. Teriakan histeris berdengung.Tanpa ragu, Evander menjatuhkan diri, mengulurkan tangan.“Inez, pegang tanganku!”Jari-jari mereka hampir bersentuhan. Namun kapal berguncang lebih besar dari tadi! Suara petir dan hujan badai terdengar menggema seperti monster yang berusaha menelan kapal. Ketika kapal terbelah, Inez terlempar lebih dulu. Tubuhnya menghantam papan licin lalu terseret ke tepi geladak oleh air yang mengamuk. Napasnya terasa sesak. Jeritannya tertahan. Evander menegang, matanya terbelalak saat tangannya meraih apapun yang bisa digenggamnya. “Inez, bertahanlah!” teriaknya parau, air mata jatuh satu per satu di pipinya bercampur dengan air asin. “Inez! Tidak! Jangan!” teriaknya lagi. Pangeran itu menerjang tanpa membuang waktu. Tak peduli

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status