Share

Bab 183

Author: Piemar
last update Last Updated: 2025-10-12 18:37:38

“Apa kau cemburu?” Ana bertanya dengan spontan. Tatapan mereka bertemu. Ia menunggu lama.

Leon tidak menjawab. Ia hanya menatap Ana dengan tatapan yang teduh dan dalam. Sudah cukup mewakili perasaannya.

Sementara itu seorang gadis begitu haus validasi. Tatapannya terlihat berembun ketika Leon tidak menjawabnya.

Seolah memahami isi kepalanya, Leon akhirnya menurunkan egonya. Bibirnya bergerak lalu detik berikutnya suara husky keluar.

“Lebih dari itu, Ana. Aku merasa ingin menghajar Evander tadi. Namun aku tidak menyulitkan posisimu, my little dove,”

Ana merasa tersentuh mendengar kejujurannya. Tangannya terulur mengusap pipi dengan rahang tegas yang mulai ditumbuhi jambang tersebut. Lalu tangannya bergerak mengusap bibirnya yang setengah terbuka.

Leon menahan sesak saat Ana menyentuhnya. Ada gelenyar aneh yang ia rasakan. Dadanya berdebar-debar.

Ana sedikit menengadah lalu mengecup bibir Leon dengan lembut. Pria itu memejamkan matanya, merasa hatinya dipenuhi oleh ribuan kupu-kupu y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 460

    Di pesisir pantai yang berbeda, tepatnya pantai selatan dari arah wilayah Dragoria. Seorang wanita terbangun dengan wajah yang menempel pada pasir hitam. Ia mengerang, mengangkat kepala sedikit. Matanya membola saat pandangannya beredar. Lalu ia menegakan tubuhnya dan buru-buru meludah ke arah sebelahnya. “Uggh! Pasir!” beonya tanpa sadar ia meludahi pria bertubuh gempal yang meringkuk memeluk gelondongan kayu di dekatnya. Sontak, pria bertubuh gempal itu terbangun kaget saat air ludah mengenai wajahnya. Ia mengusap wajahnya kasar. “Demi, Tuhan! Terkutuk kau yang meludahi nakhoda terbaik armada Ravensel.” Dia mengumpat lalu bangun dan menjatuhkan gelondongan kayu itu hingga menimpa kakinya.Brugh! “Ough!” jeritnya kesakitan. Ia melompat-lompat dengan memeluk satu lututnya. “Tuhan, kenapa aku selalu ditimpa kesialan!”Wanita yang meludah tadi terkekeh pelan melihat pria itu yang mendapat kesialan ke dua kalinya. Ia tersenyum miring. “Itu balasan dari Tuhan, karena kau egois dan tak

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 459

    Suasana kamar malam itu menjadi tegang seketika. Betapa tidak, Leon merasa kesal dan murka melihat pipi istrinya yang lebam akibat tamparan keras dari ibu tirinya. Melihat reaksi Leon, Ana menggeleng pelan. “Aku tidak ingin membuat masalah. Evander belum ditemukan. Semua orang berduka. Ratu Elia hanya—”Wajah Leon membeku. Rahangnya mengetat. “Elia pelakunya,” ia memalingkan wajahnya dengan tawa getir. Lalu ia kembali menatap istrinya lekat. “Kau biarkan dia menamparmu?” suaranya naik satu oktaf.Gegas, Ana mendekat, memangkas jarak di antara mereka. Ia menggenggam tangannya erat. “Semua terjadi karena kesalahpahaman. Dia sedang frurtrasi karena anaknya menghilang. Jadi—”Ana menghela napas panjang. “Dia bersikap kasar karena sedang syok, frustrasi dan kehilangan satu-satunya bagian dari dirinya.”Leon melepas tangannya dari genggaman Ana. Matanya dipenuhi kilat amarah. Ia tidak terima siapapun melukai istrinya. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri. Ia takkan membiarkan siapapun men

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 458

    Tenda yang dibangun oleh Evander sudah siap. Meskipun tenda tersebut berukuran kecil, cukup untuk berlindung sementara bagi Inez.“Kita masuk!” imbuh Evander spontan begitu saja. Sebetulnya, ia membangun tenda untuk Inez saja karena saat itu tidak memungkinan membuat tenda yang jauh lebih besar dari itu. Bahan-bahan sangat terbatas.Inez menegang tatkala mendengar ajakan Evander. Sementara itu melihat reaksi Inez, Evander meralat ucapannya. “Kau masuklah! Aku akan berjaga di luar,” imbuh Evander dengan tersenyum tipis. Ditatap seperti itu, jantung Inez berdegup kencang. Namun ia segera mengusir rasa itu. Mengingat tadi saat ia berada setengah sadar dipeluk oleh Evander dan tak menolak, ia merasa ingin menggali tanah bersembunyi di dalamnya. Ia telah melakukan hal bodoh, pikirnya.‘Inez, ingatlah! Kau tidak boleh terjerat oleh perangkap Evander. Ingat, dia seorang pangeran. Kau hanyalah pengawal tanpa gelar bangsawan,’ batinnya berisik seperti angin ribut. Setelah pulang mungkin kede

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 457

    “Kenapa diam?” Elia menyeringai getir. “Kau merasa bersalah?” Ia mencondongkan tubuhnya, suaranya menajam seperti belati. “Dasar… anak haram!”Deg.Sorot mata Ana menggelap mendengar kata-kata yang paling ia benci itu. Rahangnya mengetat. Ke dua tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Mendengar panggilan itu, amarah meletup-letup di dadanya. Namun ia berusaha menahan diri. Ia memejamkan matanya sejenak. Ia merasakan kesedihan seorang ibu. Sewaktu Juliana keracunan, ia terserang panik. Dan, ia sadar kesedihan Elia lebih parah dari itu. Ana menarik napas dalam lalu mengembuskannya perlahan. Ia menatap lekat Elia. “Aku datang ke sini untuk melihat kondisimu, Yang Mulia. Aku mengerti perasaanmu. Tidak ada seorang ibu yang ingin kehilangan anaknya.”Elia mendecih kesal. Apapun yang Ana katakan, semua itu menjelma seperti kutukan-kutukan yang membawa petaka. “Kau tidak akan memahaminya! Sampai kapanpun!” kata-katanya keras. Tatapannya menyorot Ana dengan tajam. Ana menghela napas berat. Ke

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 456

    “Inez, menunduk!” Inez menunduk begitu saja ketika mendengar suara seseorang yang berteriak. Ia sempat menoleh ke arah sosok itu. Pandangannya mengabur. Ia tidak bisa melihat jelas siapakah dia.Naasnya, babi hutan datang lalu menyeruduk. Namun sosok pria bertubuh jangkung menghantamnya dari samping dengan sangat keras. Babi hutan itu terlempar ke pasir sembari mengeluarkan suara melengking karena marah. Sementara itu Inez terhempas ke belakang. Napasnya terhenti sesaat sebelum suara itu menyusul. “Inez!” teriaknya dengan keras. Burung camar memekik kaget, berterbangan ke langit. Inez mengerjap saat mendengar suara familiar itu. Wajahnya kini terlihat jelas. “Pangeran Evander,” gumam Inez dengan mata yang berkaca-kaca. Suaranya pecah diiringi tangisan tertahan—yang selama ini ia sembunyikan dari siapapun.Inez yang dingin kini menjelma seperti seorang gadis seusianya. Gadis muda yang sedang menangis haru melihat sosok pria yang selama ini ia hindari kehadirannya, muncul dalam kea

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 455

    Di pesisir pantai yang sunyi, seorang pria berusaha merangkak menuju garis air. Ombak kecil menjilat pergelangan kakinya.Tubuhnya basah kuyup dan penuh luka. Namun kesadarannya masih utuh. Satu kata yang terucap di bibirnya, nyaris tak terdengar. “In … ez”Evander memanggil nama Inez berulang kali kendati kesadarannya sempat hilang. Ia memukul pasir putih dengan frustrasi. “Inez,” lirihnya dengan perasaan yang sesak. Kepalanya terkulai di atas pasir. Tak peduli butiran pasir kasar menempel di pipinya. Padahal sebelumnya ia masih bisa menerjang badai. Ketika Inez jatuh tenggelam ke dalam air laut. Ia sempat menyelam dan menemukannya. Bahkan ia sempat meraih tubuhnya untuk menaiki sekoci kayu. Naasnya, gelombang badai yang dahsyat membuat mereka terombang-ambing di tengah lautan dan berakhir terdampar di pantai asing yang sunyi.Evander hampir menyerah. Namun suara burung camar yang memekik menyadarkannya. “Tidak boleh menyerah. Aku harus menemukannya. Inez, aku akan mencari hingga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status