Share

Bab 270

Author: Piemar
last update Last Updated: 2025-11-16 19:36:32

Sore itu Mary merasa aneh kenapa dia tidak bisa bertemu dengan Ana. Padahal ia ingin berpamitan padanya.

“Ibu, kenapa melamun?” tanya Isabella melihat ibunya diam menatap keluar jendela di balik tirai kereta—yang membawa mereka pulang hari itu.

Mary memang tidak berniat untuk menginap setelah melihat reaksi kakak sepupunya–Raja Edric yang terlihat dingin pada mereka. Apalagi reaksi Leon yang jelas menolak kehadiran putrinya.

Mendengar suara putrinya, Mary menoleh. “Ibu tidak bisa berpamitan dengan Lady Ana. Mungkin dia masih marah padamu,”

Isabella mendengus pelan, tatapannya menajam tertuju pada ibunya. “Kenapa Ibu cari muka di depan Raja Edric dan Leon? Sudah jelas Leon tidak suka kedatangan kita. Aku menyesal datang.”

Mary mencondongkan tubuhnya, mengamati wajah putrinya yang seolah tanpa dosa. “Kau pikir Ibu cari muka? Kau memang harus mencuci hatimu dengan air suci! Kepalamu diisi dengan pikiran buruk,”

Wanita itu mengibaskan kipasnya, menatap kembali pada jendela kereta. Sem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rachma Nur
jangan clarisa yg melarikan diri
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 477

    Clang! Suara baja dengan baja beradu dengan sengitnya. Benturannya memekakkan telinga. Clara berusaha menahan dorongan pedang dari sang pangeran kejam dengan sekuat tenaga. Dengan kemampuannya sebagai seorang tabib sekaligus alkemis, ia bisa melihat beberapa kelemahan pada pria itu. Kendati tubuhnya tinggi besar lengkap dengan bongkahan otot di sana sini, di matanya, ia memiliki kelemahan yang tak bisa diabaikan dan hanya bisa dilihat oleh para tabib yang teliti.Dengan kemampuannya itu, Clara setidaknya bisa menghindar lalu melakukan pembalasan dengan menyerangnya pada titik tertentu pada tubuhnya yang dianggap lemah. “Kau lumayan kuat dan punya nyali, tabib palsu,” suara Thorian menggema di jeruji besi nan sempit itu. Clara hanya mendecak pelan, mendapat tatapan yang tajam itu dan suara yang menjelma seperti lonceng kematian. Seiring berjalannya waktu, ketegangan semakin meningkat tatkala Clara tak kuasa menghindar lagi.Hampir setengah jam mereka terlibat dalam adu pedang yang

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 476

    Ruang peta pelabuhan Ravensel dipenuhi bau garam dan aroma laut yang menyengat. Di luar suara burung camar berkriang meramaikan dermaga.Gulungan perkamen terbentang di meja panjang, ditahan batu pemberat agar tak menggulung kembali.Leon berdiri di ujung meja. Jubah kebangsaannya terlepas, hanya mantel gelap di bahu. Tatapannya tajam, menyapu wajah-wajah di hadapannya. Mereka adalah para laksamana, kartografer, dan dewan pelabuhan.Pencarian Evander dan awak kapal Ravensel terus dilakukan. Bahkan kini, mereka sudah bergerak menyusuri daratan hingga pantai-pantai di daerah yang tak jauh dari tenggelamnya Kapal Utama Ravensel.Leon melangkah maju lalu bersuara dengan penuh kharismatik. “Mulai,” katanya singkat.Beberapa detik semua orang menahan napas setelah mendengar suara Leonhart yang terkesan dingin dan penuh kharisma seorang putra mahkota. Di hadapannya, seorang pria tua bersurai keperak-perakan, seorang master Kartograf Haiden melangkah maju. Tangannya gemetar halus saat membuk

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 475

    “Menghindari api, jatuh ke bara,”...Inez menyeret kakinya dengan sekuat tenaga. Di luar jeruji para penjaga tahanan langsung menyerbunya. “Tuhan,” gumamnya pada diri sendiri. Tidak ada pedang dan senjata. Ia benar-benar harus melewati mereka dengan tangan kosong. Namun ketika seseorang terdesak kemampuan itu akan muncul secara tiba-tiba dan tak terkendali. Inez melawan mereka dengan jurus mematikan yang hanya akan ia keluarkan saat terdesak, karena setelah itu energinya akan terkuras habis. “Tidak adil, aku seorang diri dengan senjata. Tapi mereka mengepungku banyakan,” gumamnya dengan mendesis pelan. Ia memasang kuda-kuda lalu bersiap melawan ke lima pria dengan pedang terhunus. Mereka tertawa saat mendekati Inez, terlalu percaya diri bahwa baja bisa menghabisi manusia dengan sekali tebasan. Serangan pertama datang meluncur dengan gesit dari arah kanan. Sebuah tebasan cepat. Kepala Inez langsung menunduk dalam, membiarkan mata pedang menyisir udara di atas kepalanya. Ia mel

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 474

    “Jika ingin menumbangkan harimau, kau harus berani menjejak sarangnya,” ...Clara berhasil mengecoh para penjaga dengan sulfurous smoke. Dengan melempar bubuk itu asap mengepul hebat dan ia berhasil membawa Evander menjauh dari kereta tahanan. “Cepat selamatkan Inez,” pinta Evander penuh harap. Matanya memerah dan suaranya melemah. Bahkan ketika kondisinya memprihatinkan, satu nama yang selalu Evander sebut, Inez Valeria. Clara mengangguk meskipun sempat merasa kesal karena Evander terus menerus menyebut nama Inez. Sial, ia jadi iri pada Inez yang mendapat perhatian begitu dalam dari sang pangeran.Sesekali ingatannya tentang Leonhart muncul di kepalanya, menari-nari seperti bayangan obor. ‘Aku menyelamatkanmu. Tapi, kau sama sekali tidak tertarik padaku. Hem, mungkin ada hati yang harus dijaga. Ketika ia tidak beristri mungkin kisah cinta lain akan tumbuh.’Lalu Clara berkata cepat. “Yang Mulia, kau harus berjalan lurus dari sini. Lalu belok ke kanan dan masuk ke lorong sebelah

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 473

    Cedric menatap lantai sejenak, lalu berkata tanpa menoleh, “Aku tidak seharusnya menceritakan ini sekarang.”Clarissa menatapnya, terkejut. “Cedric, aku—”“Aku tahu,” potongnya lembut. “Aku tahu itu masa lalu. Aku tahu kau memilihku.” Ia mengangkat pandangan. “Tapi melihatmu panik seperti itu,” Cedric menarik napas dalam. “Aku cemburu. Dan aku membencinya.”Clarissa mendekat, memegang lengannya dengan tangan gemetar. “Aku panik karena aku takut kehilangan orang,” katanya jujur. “Bukan karena cinta.”Cedric menatapnya lama, lalu mengangguk kecil. “Aku tahu,” ulangnya. Clarissa menunduk, matanya berkaca-kaca. “Aku istrimu sekarang.”Cedric menghela napas, lalu menarik Clarissa ke dalam pelukan. Clarissa terisak pelan, memeluk balik. Ia hanya keceplosan. Lupa, jika di hadapannya ada suami yang mencintainya secara ugal-ugalan. …Kabut sore menyelimuti gang sempit di kota perbatasan Dragoria. Clara melangkah pelan, punggungnya sedikit membungkuk, rambutnya disembunyikan di balik tudung k

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 472

    "Jealousy is no more than a fear of comparison." (Cemburu tak lebih dari rasa takut untuk dibandingkan; Pride and Prejudice, Jane Austin)...Velmont Raya, Clarissa melenguh pelan sembari menyentuh perutnya yang mulai membuncit. Ia meringis ketika menelan potongan kecil roti yang diberikan oleh suaminya. “Aku tidak suka roti ini,” Katanya tiba-tiba, menepis tangan suaminya yang berusaha menyuapinya. Ia menghela napas panjang seolah membuang beban yang terpendam dalam benaknya. Cedric mengernyitkan keningnya, mengamati perubahan kecil pada raut wajah istrinya. Kehamilannya memang benar-benar menguji kesabarannya.Cedric menaruh potongan roti di atas piringnya kembali. Ia menatap istrinya lekat. Setelah dilihat-lihat, berat badan istrinya sudah bertambah. Tatapannya menyisir dari wajah, pipi lalu lengannya yang berisi. Ia bisa makan dengan baik asalkan makanannya cocok di lidahnya. Perubahan kehamilannya cukup signifikan. Bahkan ia terlihat lebih bersinar dan bergairah. “Kenapa m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status