Share

Bab 620

Auteur: Piemar
last update Dernière mise à jour: 2026-02-19 15:48:01

Sophie menoleh, matanya melebar. “Yang Mulia, kita dicegat pasukan berkuda.”

Ana terkesiap. Tirai jendela disingkapnya sedikit. Dan, benar saja, ada deretan kuda perang berhenti membentuk setengah lingkaran di sekitar kereta. Debu tipis melayang di udara.

Seorang pria berzirah perak turun dari kudanya dengan gerakan mantap. Jubah Velmont berwarna hijau tua berkibar di punggungnya. Ketika helmnya dilepas, wajah yang dikenalnya.

“Paman Cedric…?” napas Ana tercekat. Tak lama dari itu, ia menghela
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
kirainn ana bakal ketemu penculik ......
goodnovel comment avatar
Vina Ribka Kowimbing
akhirnya cedric muncul lagi, lanjut kaka author ...
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 678

    Udara di halaman biara langsung berubah tegang. Kedatangan Draven dan beberapa pengawalnya membuat semua kepala menoleh ke arahnya. Nathan menggeram pelan. “Kenapa dia ada di sini?” Helaan napas kasar lolos dari bibirnya. Ia menajamkan penglihatannya, berusaha membaca kondisi. Seperti halnya Nathan, Sir Juan berdiri lebih tegap sekarang. Ia langsung memegang pedangnya. Berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tak diharapkan. Ia akan menjadi perisai untuk melindungi putri mahkota. Di tangga kapel, Thorian juga sudah memperhatikan kedatangan itu. Tatapannya mengeras seketika. Semoga saja kakaknya tidak merusak suasana bahagianya. Jika iya, ia tidak akan tinggal diam. Ia akan membuat kakaknya menyesal karena pernah terlahir di dunia. Clara yang berdiri di sampingnya mengikuti arah pandang mereka. Begitu melihat siapa yang datang, napasnya tertahan. “Pangeran Draven…” gumamnya pelan. Ia tidak berniat bertanya tentang apakah Thorian serius mengundangnya. Rasanya, tidak mungkin. Bukankah

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 677

    Akhirnya, hari yang dinantikan tiba. Pernikahan Clara dan Thorian diadakan di biara yang sudah mereka tentukan. Sebuah biara sederhana—dengan dinding tua yang ditumbuhi lumut, jendela tinggi dengan kaca berwarna pudar, dan halaman kecil yang dikelilingi pohon pinus. Tidak ada bendera kerajaan baik dari Ravensel maupun dari Dragoria. Di halaman biara yang sudah ditata sedemikian rupa agar nyaman, beberapa tamu kecil sudah berkumpul. Ana berdiri dekat tangga batu menuju kapel. Gaunnya sederhana, sengaja karena tidak ingin terlihat mencolok. Namun penampilannya tetap saja tampak anggun seperti biasa karena diberkati kecantikan wajah dan keindahan manik matanya yang berwarna hijau zaitun. Rambutnya disanggul rapi, dan di tangannya ia memegang kotak kecil berisi hadiah.Di sampingnya berdiri Sir Juan, tegap seperti biasa, meskipun hari ini wajahnya sedikit lebih santai daripada saat bertugas di istana. Leon tidak bisa hadir karena urusan istana. Oleh karena itu, Ana hadir bersama Nathan,

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 676

    Wajah Clara menegang tatkala menengok ke arah belakang kereta. Iring-iringan pasukan Ravensel tepat berada tak jauh dari mereka. Pun, sosok yang membuatnya tak kalah syok ialah sosok Leonhart.Meskipun Leonhart sudah memberikan restu akan hubungan dirinya dengan Thorian, akan tetapi setiap kali melihat Leonhart dan Thorian bertatap muka langsung, ia selalu merasa khawatir dan waspada.Namun siapa sangka, jauh panggang dari api. Saat Clara tenggelam dalam lamunan dan segala kemungkinan yang ada dalam kepalanya, Thorian justru membuka pintu kereta dan turun lebih dulu.Udara pagi yang dingin langsung menyambutnya disertai barisan kuda-kuda perang mereka menghembuskan napas putih di udara dingin. Dan di depan barisan itu berdirilah sosok yang penuh kharismatik, Leon

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 675

    “There is no charm equal to tenderness of heart.” (Tidak ada pesona yang lebih indah daripada kelembutan hati; Jane Austin)…Thorian menggenggam tangan kekasihnya lalu berkata dengan nada serius. “Jadi,” katanya pelan, “kapan?”Clara tidak langsung menjawab. Ia terdiam sejenak, menatap lemari yang berada di pojok rumah. “Segera,” katanya akhirnya.Alis Thorian terangkat tipis. Kata segera itu langsung membuatnya bersemangat. Rasanya, ia ingin menjerit saking merasa euforia mendengar kabar bahagia itu. Kabar baik ketika Leonhart bahkan memberikan restu pada hubungan mereka. Clara menoleh kepadanya, lalu tersenyum kecil. “Sebelum Leon berubah pikiran.”Beberapa detik Thorian hanya menatapnya, seolah mencerna kalimat itu. Lalu bahunya bergetar oleh tawa rendah. “Masuk akal,” ujarnya santai, meski sudut bibirnya masih terangkat. “Aku tidak menyangka calon istriku ternyata cukup licik.”Seketika Clara ikut tertawa pelan. “Karena calon suamiku juga licik,” Thorian mengernyitkan keningnya

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 674

    “Kau tega mengusirku,” seru Lysandra sembari merengek, menatap Thorian dengan lekat–berharap belas kasihan darinya. Thorian menarik napas dalam lalu mengembuskannya perlahan. Ia menoleh ke arah pintu rumah. Seharusnya semalam ia menyuruh orang untuk mengantarnya ke istana. Sial, sepertinya gadis itu sengaja pingsan agar terlihat sakit hingga memiliki alasan untuk tinggal di sana. Kenapa ia tidak bisa berpikir ke arah sana?Thorian menatap Lysandra dengan wajah yang dingin, tak ingin lagi tertipu dengan wajah gadis itu. “Aku sudah menyuruh penjaga gerbang mengantarmu pulang.” Peringatnya bernada keras. Tidak ada lagi kelonggaran. Lysandra menundukan wajahnya, suaranya lirih. “Kau tega ya. Aku tidak bisa menaiki kuda saat aku masih sakit. Kau tahu, semalam aku pingsan. Aku memang beneran sakit, Thorian,”Thorian mendengus kasar. “Kau tidak akan naik kuda. Kau akan menaiki kereta kuda. Paham!?” Pria itu memilih meninggalkannya tanpa memperpanjang percakapan lagi. Apalagi di balik je

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 673

    Clara langsung mendesis begitu jari Thorian menyentuh pergelangan kakinya. “Jangan disentuh!”Tangannya refleks mencoba menarik kaki itu menjauh, tetapi Thorian menahannya dengan lembut, cukup kuat untuk menghentikannya bergerak.“Itu berarti sakit,” katanya tenang.Clara menatapnya tajam dari atas kursi. “Aku tidak suka ketika kau merasa benar.”“Sayangnya,” balas Thorian datar sambil memeriksa pergelangan kakinya, “aku memang benar kali ini.”Ia menekan sedikit di sisi kaki Clara. Clara langsung menarik napas tajam. “Thorian!”Thorian mendesah pelan. Tatapannya masih tertuju pada pergelangan kaki gadis itu. Ia sempat berpikir singkat, jika gadis itu tidak terjatuh tadi dan kakinya terkilir, mungkin ia sudah menaiki kudanya seperti orang tidak waras, lalu kembali ke Ravensel.Hanya membayangkan itu semua, rasanya dadanya terasa sesak. Ia tidak akan bisa memaafkan dirinya jika gara-gara kehadiran Lysandra membuat Clara pergi menjauh darinya. Sudah sejauh ini… ia tidak akan mundur, sek

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status