Share

Bab 68

Author: Piemar
last update publish date: 2025-09-06 09:29:59

Mereka kembali melanjutkan perjalanan. Suasana menjadi lebih hening, hanya suara derap kuda yang terdengar. Leon beberapa kali melirik Ana dari atas kudanya, seolah mencari jawaban yang tidak bisa ia tanyakan langsung.

Matahari baru saja condong ke barat ketika derap kuda rombongan patroli meninggalkan kastil Ebony. Jalan berbatu yang panjang membentang menuju perbatasan, diapit hutan lebat dan padang rumput.

Ana duduk di kereta kecil yang mengikuti para prajurit. Roknya sedikit terangkat karen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 690 (Happy Ending)

    —-Epilog—-“In the end, love did not arrive like a storm. It simply stayed, quietly, until forever began.” (Pada akhirnya, cinta tidak datang seperti badai. Ia hanya tinggal dengan tenang sampai selamanya dimulai)Setahun kemudian.Musim semi kembali datang ke Ravensel. Taman istana dipenuhi bunga yang baru mekar, warna-warni lembut menyelimuti halaman luas yang dulu terasa begitu asing bagi Ana. Kini tempat itu terasa… seperti rumah.Banyak hal telah berubah dalam setahun. Kabar kematian Seraphina. Kabar kehamilan Clara. Kabar Evander dan Inez kembali ke istana. Dan anehnya, sebagian besar perubahan itu membawa kedamaian.Di ruang kerja yang menghadap taman, Leon berdiri di dekat jendela besar dengan setumpuk dokumen di tangannya. Mahkota tidak selalu berada di kepalanya, akan tetapi tanggung jawab seorang raja jelas terlihat dari cara para pejabat dan bangsawan memandangnya.Ia membaca satu dokumen terakhir sebelum menutupnya.“Jika kau terus bekerja seperti itu,” suara Ana terdeng

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 689

    Dari arah pintu balkon sosok Mira hadir. Di luar pintu beberapa kali ia memanggil Clarissa. Namun karena tidak ada sahutan, ia menggedor pintu beberapa kali. “Putri Clarissa!” serunya berteriak panik.Sementara itu Clarissa tidak mundur. Tangannya masih menggenggam gagang belati itu. Ia menatap lurus ke mata Seraphina. Namun, tatapannya kosong. “Sekarang,” bisiknya pelan, hanya cukup untuk mereka berdua yang mendengar, “kau tidak bisa memanfaatkanku lagi. Dan … kau tidak bisa membunuh Ana,”Tubuh Seraphina sempat jatuh. Namun ia berhasil bangun di antara sisa-sisa kesadaran dan rasa sakit yang tajam di perutnya. Namun anehnya, ia tersenyum seringai. Justru perlahan… semakin melebar.Dan tepat saat Clarissa mulai menyadarinya—Seraphina mendekatinya—yang tampak syok berat seraya berbisik lirih di dekat telinganya. “Akhirnya… kau melakukan apa yang kuharapkan.”Tak lama kemudian, ingatan tentang mimpi itu melintas seperti bayangan. Wanita yang menghabisinya bukan Ana … tetapi … Clariss

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 688

    Suara itu tidak keras, akan tetapi cukup tajam untuk membuat beberapa orang menoleh. Pelayan itu membeku. Namun hanya sepersekian detik. Kemudian tangannya langsung bergerak cepat, menarik belati dari lengan bajunya.Ana bahkan belum sempat menyadari apa yang terjadi ketika pria itu menerjang ke arahnya.“ANA!”Leon langsung bergerak. Namun seseorang lebih cepat. Clarissa melangkah maju dan menendang pergelangan tangan pria itu dengan keras. Belati itu terlepas dan jatuh berdenting di lantai marmer.Keributan meledak seketika di aula.Kursi bergeser kasar, para bangsawan berdiri dengan wajah pucat, sementara para pengawal berlari cepat dari segala arah.“Amankan dia!” teriak seseorang.Dua pengawal kerajaan segera menjatuhkan pria yang tadi menyerang itu ke lantai. Tubuhnya dibanting keras, lalu tangannya dipelintir ke belakang hingga ia tak lagi bisa bergerak.Di sisi lain ruangan, Thorian sudah lebih dulu menarik Clara menjauh dari kerumunan. “Ke belakang,” gumamnya singkat, satu tan

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 687

    Sebulan kemudian, Ravensel Palace,Di ujung aula, Raja Edric muncul didampingi beberapa pengawal. Tubuhnya terlihat lebih kurus dari sebelumnya, akan tetapi langkahnya tetap tegak. Ia sudah sadar meski tubuhnya masih lemah.Seluruh ruangan langsung hening. Leon dan Ana berjalan masuk dari balkon menuju aula utama. Tatapan semua orang mengikuti mereka.Ketika Leon berhenti di depan singgasana, Edric memandang putranya beberapa saat. Ada kebanggaan yang jelas di matanya.Dengan suara yang sedikit lemah tetapi tetap tegas, ia berkata, “Hari ini… Ravensel menyerahkan masa depannya kepada generasi berikutnya.”Ia mengambil mahkota emas dari bantal upa

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 686

    Thorian mengangkat bahu ringan, seolah topik itu tidak terlalu berarti baginya. “Pengadilan militer.”Clara yang setengah bersandar di atas bantal berkedip pelan. “Pengadilan militer? Kau diadili dengan dicambuk oleh pengadilan militer?” Ulang Clara tidak percaya begitu saja. Ia menarik napas dalam lalu mengembuskannya perlahan. “Pengadilan Dragoria maksudmu?”“Dragoria,” jawab Thorian singkat. Ia menghela napas panjang. Bagaimanapun, ia harus jujur. Tidak jujur juga ketahuan. Luka itu membekas di punggungnya. Namun nada suaranya terlalu santai untuk sesuatu yang terdengar seberat itu.Clara menatap punggungnya lagi. Bekas-bekas luka panjang yang samar terlihat di kulitnya, seperti garis lama yang sudah lama sembuh, tetapi tidak pernah benar-benar hilang. “Kau… dicambuk oleh pengadilan?” tanyanya perlahan. Dalam kepalanya, ia tidak habis pikir dengan hukuman yang diterima oleh seorang pangeran di istananya sendiri. “Secara resmi.” Lanjut Thorian bernada enteng sedangkan Clara tidak

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 685

    Malam turun perlahan di perbatasan. Rumah besar milik Thorian berdiri tenang di antara hutan yang mulai gelap. Hanya cahaya lampu minyak dari dalam rumah yang tampak hangat di balik jendela.Di dalam rumah, suasana jauh lebih sunyi dibandingkan saat siang tadi. Tidak ada lagi tamu, apalagi percakapan ramai. Hanya suara api kecil di perapian yang sesekali berderak.Clara berdiri di dekat meja kayu, membuka pita rambutnya perlahan. Gaun pengantinnya masih ia kenakan. Gaunnya cukup mewah untuk pernikahan di biara tua. Dia tampak cantik jika berdandan seperti itu.Ia menghela napas kecil. Hari ini terasa sangat panjang. Persiapan pernikahan, para tamu yang ternyata di luar dugaan. Dan sekarang…Clara memandang sekeliling rumah yang kini resmi menjadi rumahnya. Ia mas

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 197

    Ana menahan nafas tatkala sang bandit itu menghunuskan pedang baja pada lehernya. Jika ia bergerak sedikit saja, pedangnya akan menyayat lehernya.Namun ia tidak kehabisan akal. Akhirnya, ia bersuara dengan lirih. “Singkirkan pedangmu, aku akan menyerahkan liontin seperti maumu,”Bandit itu tersen

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 187

    “Kenapa kau diam?” Leon mengamati wajah Ana yang hanya diam termangu semenjak perpisahan tadi dengan Seraphina.Tatapannya kosong dan bibirnya terkatup rapat. Apakah karena ia masih sakit? Ataukah ada sesuatu yang mengganjal pikirannya?Pikiran Leon sudah dipenuhi oleh berbagai kemungkinan. “Ana,

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 202

    Rapat dewan kehormatan Ravensel telah usai. Satu per satu para tamu kehormatan telah meninggalkan ruang pertemuan dengan berbagai ekspresi. Ada yang merasa puas dengan keputusan Raja Edric tentang Penobatan Putra Mahkota. Pun, ada yang terlihat tidak puas atas keputusan tersebut mengingat adanya wa

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 193

    [Surat Pembatalan Pernikahan antara Pangeran Leonhart, Ravensel dan Lady Clarissa, Velmont.]Sesaat Seraphina terpaku. Darahnya seperti berhenti mengalir!“Apa ini?” bentaknya pada Duke Arvin yang berada di sana. Jemarinya mencengkeram gulungan perkamen itu dengan erat. Punggung tangannya terlihat

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status