Home / Romansa / Pacarku, Artis / Ch. 6 Pelakor

Share

Ch. 6 Pelakor

Author: Pinnacullata
last update Last Updated: 2025-11-21 11:31:56

"Pacar Adrian?" tanya Jessica bingung sambil menatap Adrian. "Kenapa, apakah harus...?" tanya dokter itu lagi kali ini sambil menggeleng, hati Adrian sedikit kesal karena Jessica menolak.  

"Sepertinya dalam kasus seperti ini, pers tidak akan melepaskan Anda sampai ada kejelasan antara hubungan anda, Miranda dan Adrian," ucap Lionel dengan tenang. Matanya terus memandangi Jessica sehingga wanita muda itu merasa risih. 

Pria berkepala botak itu tertawa kecil lalu memperlihatkan berita-berita yang beredar di layar handphonenya, beberapa judulnya sudah sangat provokatif. Jessica mengerang kesal

"Tapi... siapa yang bakal percaya?" Wanita itu mengerutkan keningnya sambil memandang Adrian yang walau hanya mengenakan pakaian sederhana terlihat sangat tampan sedangkan dirinya seperti orang tunawisma.

"Sejujurnya, pers sangat mudah untuk dikendalikan. Mereka akan melahap semua cerita yang ada. Kita buat aja pertemuan pers, lalu mengumumkan hubungan palsu kalian," ucap Lionel dengan senyum lebar, seakan-akan dia sudah merencanakan hal ini sejak jauh hari.

“Ah pasti ada cara lain,” ujar Jessica sambil meletakkan kedua tangannya di depan dada. “Katakan saja si Miranda itu berhalusinasi, kenapa jadi aku yang ikut repot!” omel Jessica masih bersikeras menolak.

“Miranda itu punya fans garis keras, kalau kita adu keras pasti kita yang kalah, kamu akan lebih tersiksa nanti sama fansnya,” ujar Edo sambil ikut memperhatikan sang dokter dari ujung kaki sampai ujung kepala.  “Apalagi sekarang Adrian ini lagi tersandung banyak skandal, pasti wartawan nggak akan lepasin kamu,” desis Edo lagi, menyindir kasus rokok Adrian.

"Maaf ya Jess, kamu jadi terseret begini," ucap Adrian meminta maaf dengan perasaan serba salah. Jessica mendesah kesal. "Tapi kalau tidak ada kejelasan pasti nanti akan sama aja, kamu akan tetap diikuti oleh wartawan ke mana kamu pergi," lanjut Adrian.

"Kita akan mengumumkan kalau kalian telah berpacaran sudah ada... sejak kapan Miranda memulai cerita khayalannya itu?" tanya Lionel kepada Edo seakan Jessica sudah setuju.

"Sudah ada dua bulan, sejak iklan shampo itu," jawab Edo setelah menimbang-nimbang.

"Oke kalian sudah berpacaran selama tiga bulan, kenal dari teman, cinta pada pandangan pertama, pasti pers akan tergila-gila dengan cinta pandangan pertama Adrian," karang Lionel lancar.

"Cinta pada pandangan pertama?" tanya Jessica merasa jijik dengan skenario yang disodorkan kepadanya. 

"Kalian harus ada panggilan sayang, pers sangat suka panggilan sayang." Lionel mengerutkan keningnya, seperti berpikir keras.

"Panggilan sayang?" tanya Jessica lama-lama seperti burung beo, dia mengulangi semua ucapan Lionel dengan panik, kerutan di keningnya semakin dalam, dan dia menggeleng pelan. 

Ada dorongan hebat di hati Adrian untuk merangkul pundak Jessica agar wanita itu lebih tenang tapi membatalkannya.

"Ini cuma bo’ongan, aku tau kamu pasti bingung karena emang mendadak juga, cuma ini sepertinya jalan keluar yang terbaik saat ini, buat kamu juga.” Adrian menggunakan kekuatan pesonanya agar Jessica menyerah. 

Wanita itu memandang Adrian seakan menimbang-nimbang. Hati kecil Adrian semakin merasa kesal,  karena biasanya wanita mengantri untuk menjadi pacarnya, walau hanya pura-pura. 

"Baik... jika misalnya aku mau … emang nggak akan ketahuan? Aku ‘kan bukan aktris!" seru Jessica dengan masuk akal.

"Ah kemarin aktingmu saat di panggung keren kok, aku aja kaget kemarin," ucap Adrian membalas tanpa berpikir. 

Wajah Jessica yang mungil seketika menjadi kemerahan karena malu. “Astaga masih ada jaman sekarang, wanita yang kalau malu wajahnya memerah seperti ini, lucu sekali,” pikir Adrian dalam hati.

"Ehmm!" Edo tiba-tiba sambil menyikut Adrian.

"Jadi kamu setuju panggilan sayang kamu An An, Jessica, Ica ya?" tanya Lionel menatap Adrian yang baru sadar dari lamunannya.

"Hah, An-An emang aku panda? Nggak mau ah jelek banget, pake panggilan sayang norak banget!" ucap Adrian sebal.

"Makanya jangan bengong!" bisik Edo dengan lirih. 

Adrian melirik asistennya dengan kesal. Edo memang sangat mengenal Adrian, pria gempal itu selalu mengawasi lebih tajam dari elang. Dia memberi tanda silang kecil di dadanya. Adrian mendengus dengan sebal.

"Oke, untuk sementara tidak usah pakai panggilan sayang, tapi Dokter Jessica, anda setuju ya? Karena dengan ini kami jadi bisa ikut melindungi Bu Dokter?" ucap Lionel, mulai mengintimidasi.

"Anda tenang saja, kami sudah biasa mengurus ini, kalian hanya harus tampil publik beberapa kali, nanti setelah lewat enam bulan, kalian bisa putus baik-baik dikarenakan Adrian yang terlalu sibuk," ucap Lionel membayangkan skenario sambil melihat ke atas, Edo ikut menatap ke atas sambil membayangkan. 

Namun dengan lucunya, Jessica malah ikut menatap ke langit- langit apartemen dengan bingung apa yang harus dipandang. Adrian menahan tawa dengan gemas. “Sebenarnya dia itu dokter asli atau nggak sih? kenapa dia polos sekali?” pikir Adrian geli

"Jadi aku harus berpacaran dengannya 6 bulan saja?" tanya Jessica sambil mendesah kalah. Pria paruh baya itu mengangguk dengan senang, karena intimidasinya berhasil.

"Hanya pura-pura saja, enam bulan saja dengan beberapa kencan bohongan," janji Lionel sambil menekankan di kata pura-puranya. 

Walau terlihat ragu, akhirnya Jessica mengangguk halus, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari Edo dan Lionel. Wanita itu memutar mata dengan sebal.

"Okeh, sekarang saya kembali ke kantor, Edo kamu ikut ada yang saya mau bicarakan, jadwal  Adrian hari ini apa?" tanya Pak Lionel sambil berjalan ke arah lift.

"Sore jam tujuh nanti ada rekaman radio, acara talk show," jawab Edo sambil membuka handphonenya. "Mau saat ini pengumumannya?" tanya pria itu sambil bersiap mencatat.

"Hmm, jangan buru-buru, kasih petunjuk aja, biar penasaran, siapa tau iklan handphone Rio yang terbaru itu, bisa Adrian rebut dari Mario," jawab Lionel dengan semangat. Sepertinya sudah banyak rencana di kepalanya. Pria itu memandang Jessica lagi dengan teliti.

"Atur make-up artist, rambutnya juga, umm, wardrobe juga," ucap Lionel setelah puas menatap Jessica. 

"Oke," jawab Edo mencatat.

"Jess, aku jujur meminta maaf karena kamu jadi ikutan masalahku," ucap Adrian ketika akhirnya mereka tinggal berdua.

"Yah... aneh banget kenapa aku jadi pelakor!” pekik Jessica sambil menggenggam tangannya sendiri. 

"Maaf ya, wartawan emang keterlaluan, cari judul heboh, supaya artikel mereka laku. Aslinya, mereka tau Miranda bohong." Adrian mendengus jijik saat menyebutkan nama wanita itu sambil duduk di sofa.

"Tadi aku serius, emang siapa sih Miranda, aku nggak tau," tanya Jessica sambil duduk di sofa. Adrian menatap Jessica dengan tidak percaya, lalu menarik tangan wanita itu dengan lembut.

“Jelas cantikkan kamu kok, Jes.” Pria itu mengecup jemari Jessica dengan lembut membuat wanita itu merinding disko.

Sepertinya salah hanya berduaan dengan Adrian.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pacarku, Artis   Ch. 8 Adrian Milik Kami!

    “Hati-hati.” Suara pria itu terdengar dalam dan serak. Begitu seksi. Jessica membuka mata dan segera menurunkan kakinya. Wajahnya terasa begitu panas. Dia berlaku sungguh bodoh. Kenapa dia jadi begitu kikuk.“Bangkunya… tinggi sekali,” ucap Jessica segera menyalahkan kursi tinggi Adrian yang tak bersalah. “Pacarku tak boleh jatuh, nanti dipikir aku KDRT lagi,” ujar Adrian pelan sambil menyentuh ujung hidung Jessica. Wanita itu segera melepaskan diri. Sentuhan kecil tadi sungguh mengirimkan sinyal aneh ke seluruh tubuhnya.“Palsu, pacar palsu,” ujar Jessica dengan penuh penekanan sambil menatap ke arah sofa yang terasa lebih aman. “Aku makan di sofa aja deh,” gumam Jessica ingin segera menjauh dari Adrian.Aktor itu menghembuskan napas panjang sambil memaki dirinya dalam hati karena tak bisa menahan tangannya untuk tidak mengelus wajah Jessica. Melihatnya menutup mata, sambil makan tadi membuat Adrian lepas kendali, Bagaimana bisa wanita itu sungguh sungguh seksi hanya dengan makan?

  • Pacarku, Artis   Ch. 7 Jakun Yang Sensual

    Jessica segera menarik tangannya dan Adrian tertawa.“Latihan, kita harus ada skinship dikit,” kekeh pria itu sambil menepis poninya. Pria itu kembali mendengus geli saat Jessica mencibir."Dia artis pendatang baru, aku sih curiga emang semua ini agensinya yang atur, jadi dia numpang popularitasku," jelas Adrian sambil menatap Jessica."Dan itu berhasil, soalnya sejak berita klo dia pacarku, makin laris iklannya. Awalnya Pak Lionel mau biarin aja, tapi sekarang udah nggak bisa, makin seenaknya tuh!" Adrian mendengus kesal."Aku ngerti klo itu, tapi yang kutanya, Miranda itu yang mana?" tanya Jessica serius. Bola mata Adrian membulat."Kamu beneran nggak tau yang mana Miranda?" tanya Adrian seakan bertanya apakah Jessica tak tahu kalau dunia ini berputar. Jessica mengangguk kesal, jujur saja dia tak pernah tertarik dengan dunia artis.Adrian segera menggeser bokongnya untuk mendekati Jessica dan menyalakan TV. Tidak lama muncul iklan sabun, Miranda muncul."Tuh Miranda." Adrian memutar

  • Pacarku, Artis   Ch. 6 Pelakor

    "Pacar Adrian?" tanya Jessica bingung sambil menatap Adrian. "Kenapa, apakah harus...?" tanya dokter itu lagi kali ini sambil menggeleng, hati Adrian sedikit kesal karena Jessica menolak. "Sepertinya dalam kasus seperti ini, pers tidak akan melepaskan Anda sampai ada kejelasan antara hubungan anda, Miranda dan Adrian," ucap Lionel dengan tenang. Matanya terus memandangi Jessica sehingga wanita muda itu merasa risih. Pria berkepala botak itu tertawa kecil lalu memperlihatkan berita-berita yang beredar di layar handphonenya, beberapa judulnya sudah sangat provokatif. Jessica mengerang kesal"Tapi... siapa yang bakal percaya?" Wanita itu mengerutkan keningnya sambil memandang Adrian yang walau hanya mengenakan pakaian sederhana terlihat sangat tampan sedangkan dirinya seperti orang tunawisma."Sejujurnya, pers sangat mudah untuk dikendalikan. Mereka akan melahap semua cerita yang ada. Kita buat aja pertemuan pers, lalu mengumumkan hubungan palsu kalian," ucap Lionel dengan senyum leba

  • Pacarku, Artis   Ch. 5 Pacarku Artis

    Jessica mengikat rambut panjangnya menjadi satu lalu berlari keluar dari lobi apartemen. Sudah menjadi jadwalnya tiap pagi untuk berlari sekeliling halaman apartemen, namun baru pintu apartemen terbuka, rombongan wartawan langsung mengelilinginya. "Bagaimana tanggapan anda terhadap tuduhan Miranda?" tanya seorang wartawan menyodorkan alat rekamnya seenaknya ke mulut Jessica."Jessy, Jessica!" panggil para wartawan itu dengan sok akrab. Mereka saling dorong dan menutup jalan sehingga Jessica terperangkap di tengah- tengah mereka. Tubuh mereka saling bergesekan, mencoba bertanya dengan pertanyaan yang semakin kurang ajar. "Apa tanggapan kamu dengan tuduhan Miranda, Jess?" tanya seorang wartawan dengan gaya seperti mereka sudah bersahabat selama 10 tahun, kameramennya memasang lampu sorot ke arah Jessica. Mata Jessica buta, jantungnya berdebar kencang, bau keringat yang memuakkan dan mereka saling mendorong, sampai wanita itu hampir terjatuh, seketika panik melanda."Jessica, kamu kok

  • Pacarku, Artis   Ch. 4 Pesona Artis

    "Mobilmu yang mana?" tanya Adrian sambil memakai ulang kaca mata hitam, masker dan topi. Karena memang dia sangat tampan dan tinggi, Jessica sempat terdiam terpesona."Itu!" jawab Jessica setelah menggigit bibirnya agar dia sadar diri lalu membuka kunci pintu mobil, namun terkejut saat Adrian menuju kursi penumpang depan."Biar kamu nggak jadi supir," serunya sambil tersenyum lebar. “Cih, memangnya sekarang aku apa kalau bukan supir?” pikir Jessica mendongkol."Jes, kita makan steak, aku tahu yang enak, nanti depan belok kanan.” Adrian bukan meminta tapi memerintah. Jessica mendengus karena sejak kapan dia bisa bebas memanggil dengan hanya menggunakan nama?"Eh tapi kamu mau makan apa?" tanyanya dengan lembut, suaranya membuat Jessica merinding. "Steak nggak apa-apa ‘kan?" tanya Adrian lagi masih menatap ke arah Jessica walau terhalang kacamata hitam. Tanpa sadar Jessica menahan napas saat Adrian tiba- tiba membuka kacamatanya dan tatapan mereka kembali beradu. Jessica seketika me

  • Pacarku, Artis   Ch. 3 Pangeran Tampan Dan Putri Embun

    "HAH! Kamu mau cerita apa?" tanya Jessica dengan tatapan tidak rela acaranya akan Adrian rusak. Pria itu memandang dokter mungil di hadapannya. Sebenarnya wanita itu cukup cantik, matanya besar bewarna biru laut dengan bulu mata lentik. Hidungnya tinggi tapi mungil sama seperti bibirnya. Sayang, semua itu tertutup dengan kaca mata yang tebal. Wajahnya polos tanpa make-up, dan rambutnya yang pirang dililit asal dengan pulpen."Apalah, karang-karang saja," desah Edo sambil langsung mendorong Adrian naik ke atas podium.Dengan sudut matanya, Adrian memperhatikan kalau dokter itu berjalan ke pintu seperti ingin keluar dari ruangan. Apakah dia mencoba mengambil buku? "Halo guys, aku Adrian!" ucap Adrian menyapa anak- anak sambil memutar otak dan membuat cerita dadakan. "Kakak mau baca cerita nih, tentang Putri Embun," lanjut sang artis lagi sambil memandang Jessica berharap kalau wanita itu tidak membuka pintu."Pada suatu hari ada seorang gadis cantik nan jelita, rambutnya berwarna k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status