Share

CHAPTER 13: Sayang

Penulis: Heiho
last update Tanggal publikasi: 2025-09-04 12:45:17
Restoran ini pasti mahal, batin Hana sambil menelan ludah. Ia menatap gugup interior luar restoran yang terlihat sangat gemerlap dan mewah.

Rasanya seperti melihat toko perhiasan waktu itu, bedanya restoran ini terlihat lebih angkuh karena lebih menjulang tinggi akibat bertingkat tiga lantai.

Beberapa jam lalu, setelah membeli dress, ia sibuk dipersiapkan oleh Annette. David juga ikut membantu meski lebih sering bawel, seperti bilang make upnya terlalu tebal, dressnya kurang tertutup, dan masih
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!   CHAPTER 33: Fakta yang Terungkap

    Tubuh Hana menegang. Sangat, sangat tegang. Lebih tegang daripada saat ia menghadiri acara-acara pesta Mahendra. Meski jantungnya kini berdebar-debar kencang, ia berusaha memasang wajah setenang mungkin. Gadis itu hanya mengerjapkan mata dan mengerutkan alis untuk bereaksi atas pertanyaan Rendry. “Saya tidak paham maksud tuan,” jawabnya tenang, “Pernikahan kontrak? Saya rasa hal itu sudah tidak ada di dunia modern ini,”“Maafkan kelancangan saya,”Rendry melepas genggamannya yang membuat Hana seketika menarik napas lega. Pasalnya, ia bisa merasakan tangannya mulai berkeringat karena perasaan tegangnya sekarang. “Saya hanya tidak percaya kalau Hendra benar-benar sudah menikah sekarang,”Kali ini, kebingungan benar-benar membanjiri pikiran Hana. Alisnya semakin tertekuk dalam. Mengapa pria itu berbicara seolah hubungannya dengan Mahendra sangat dekat?“Apa hubungan kalian sangat dekat, tuan?” tanya Hana. “Oh, dia tidak cerita?” balas Rendry retoris. Seringainya tertarik semakin leba

  • Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!   CHAPTER 32: Ketahuan?

    “Kamu sedang menjauhi saya ya akhir-akhir ini?”Tubuh Hana menegang seketika. Ia menelan ludah melihat tatapan tajam Mahendra kemudian menggeleng kaku. “Mana ada saya menjauhi bapak. Kan saya masih suka ikut ke acara bapak,” bantah Hana dengan nada senormal mungkin. Perkataan Mahendra tak salah. Hana memang benar-benar menjauhi pria itu! Walaupun tentu saja ia tak melakukannya terang-terangan, hanya mengurangi frekuensi pembicaraan mereka dengan tidak menanggapi ejekan Mahendra. Meski sebenarnya itu langkah yang cukup terlihat karena selama ini Hana suka menanggapi ejekan bosnya, tapi tetap saja hanya sebatas itu! Ia pun juga tidak berusaha menolak tiap Mahendra menyentuhnya saat mereka berada di sebuah acara, meski dia sangat enggan melakukannya karena teringat dengan waktu itu. Lagipula, sudah sebulan berlalu dari family gathering itu. Ia tidak menyangka Mahendra tiba-tiba akan bertanya seperti itu karena pria itu selalu terlihat biasa saja selama ini. Mahendra masih menatapnya

  • Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!   CHAPTER 31: Yang Patah dan Tumbuh

    “Kemarin seru perjalanannya, kak?”“Seru, kok,” Hana tersenyum kecil, “Kita main di pantai. Sayang banget kemarin kamu nggak ikut,”Alex menggerutu kecewa sementara Annette dan David saling bertatapan. Entah kenapa, raut wajah sahabatnya terlihat ganjil. Seolah ada yang sedang ditutupi oleh gadis itu. Hari ini, keduanya datang untuk membantu membawakan barang-barang Alex di rumah sakit karena ini hari terakhirnya. Hana yang meminta keduanya dan mumpung sedang weekend, mereka menyanggupi untuk membantu. “Nggak ada kejadian apa gitu, Han?” tanya Annette berusaha memancing. Walaupun ia tahu hal itu tak akan segera memancing Hana untuk bercerita karena gadis itu lebih suka memendam. “Nggak ada kejadian yang spesial, sih,” balas Hana berbohong yang membuat Annette memicingkan matanya. Hana yang menyadari pandangan sahabatnya tersenyum semakin lebar. “Emang kejadian kayak gimana?”“Apa gitu. Orang kaya kan banyak gosipnya!”David mendelik kepada Annette yang cengengesan. Ia mendengus pe

  • Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!   CHAPTER 30: Orang Lain di Matanya

    Hana berusaha mendorong tubuh besar Mahendra. Tapi, tentu saja tenaganya kalah kuat sehingga alih-alih Mahendra yang mundur, ia malah terdorong ke belakang dan berakhir di atas kasur.Mahendra tak henti-hentinya menyatukan bibir mereka hingga Hana tak sempat berbicara lagi. Ia tersentak ketika Mahendra mulai menaruh bibirnya di leher Hana.“Pak Mahendra! Sadar!” seru Hana sambil mendorong bahu Mahendra.Ciuman Mahendra terlepas. Pria itu menggeram kesal. Tangannya terangkat dan menyingkap kerah piyama Hana hingga bahunya terekspos.PLAK!Gerakan Mahendra seketika terhenti. Hana terengah-engah. Ia buru-buru mendorong tubuh

  • Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!   CHAPTER 29: Harapan yang Tumbuh Sebentar

    Hana pikir, acara family gathering yang dia hadiri sekarang akan berbeda dengan family gathering yang ia datangi sebelumnya ketika di kantor lama. Berbeda yang dia maksud adalah family gathering tersebut akan lebih kaku dan tidak seseru sebelumnya.Tapi, pemikirannya ternyata salah.Ia tidak menyangka orang-orang akan sangat ‘lepas’ di acara ini. Mereka saling berguyon ketika berkompetisi, menyanyikan yel-yel, dan keseruan lainnya yang sama seperti family gathering di kantor lama Hana.Bahkan, Mahendra yang terkenal dengan ekspresi datarnya, juga terlihat lepas meski sedikit saja. Dia hanya tersenyum kecil dan tertawa pelan saja setiap ada melihat tingkah para koleganya. Tapi, hal itu sudah cukup bagi Hana untuk memotret ekspresi berbeda itu dal

  • Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!   CHAPTER 28: Berubah

    “Pak Mahendra, bangun. Sudah sampai,”Mata hitam itu terbuka pelan. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Hana yang begitu dekat. Mahendra segera bangkit dari posisinya. Ia menoleh keluar dan melihat bis sudah berhenti di depan villa. Ia kembali menoleh ke Hana.“Apa tadi saya–?”Hana mengangguk pelan. Mahendra menghela napas. Ia merapihkan rambutnya yang berantakan dan berkata, “Maaf yang tadi,”Hana menggeleng. Ia tidak merasa keberatan sama sekali. Malah itu menjadi kesempatan yang sangat langka untuknya karena mereka jarang berada sedekat itu. Atau bisa dibilang memang hanya sekali saat mereka memakai masker bersama.

  • Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!   CHAPTER 9: Kedatangan Mendadak

    “Kenapa semalam pulang larut?”Hana tersenyum canggung ke Alex yang menatapnya tajam. Mata adiknya itu menatap penuh selidik. “Maaf, ternyata acaranya selesai larut sekali,”“Acara apa, sih?” Alex mengernyitkan alisnya dalam, “Kakak dari kemarin hanya menyebutkan ‘acara’, tapi tidak memberitahu le

  • Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!   CHAPTER 8: Apa Kau Masih Menyukainya?

    Apa Mahendra masih menyukainya? Hana tidak bisa mengutarakan pertanyaan itu ke David ketika pria itu memberitahunya. Ia rasa itu terlalu melewati batas dan rasanya ia seperti melanggar kontrak jika melakukannya. Lagipula, bukan berarti Hana peduli, ia hanya benar-benar penasaran karena melihat ta

  • Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!   CHAPTER 7: Cinta Pertama

    Gawat! Hana tersenyum kaku, wajahnya seketika berkeringat dingin. “H-hai ..?” Sapanya kikuk. “Sedang apa kau?” Tanya David lagi sambil menatapnya tajam. Hana menelan ludah. Apakah ia harus jujur? Tapi, bagaimana kalau ia salah langkah dan bosnya jadi memarahinya? Eh tapi, di pesta ini ada kole

  • Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!   CHAPTER 6: Tertangkap Basah

    Setahu Hana, keluarga Adam masuk ke dalam peringkat tiga besar sebagai orang terkaya di kota mereka. Dulu ketika masa menganggur, Hana ingat pernah menonton house tour rumah salah satu keluarga mereka, membuatnya membayangkan apabila bisa tinggal di dalamnya. Tentunya, mereka tidak perlu khawat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status