Share

Bab 229

Author: Elenor
Clara tidak terkejut melihatnya, dan mengulurkan tangan untuk mengusap kepalanya, "Apa kamu datang ke sini sepulang sekolah?"

"Iya!" Elsa sangat gembira melihatnya, lalu menyapa nenek buyutnya, “Nenek buyut.”

Begitu Nenek Hermosa menjawab, Edward keluar dari kamar pasien.

Melihat mereka datang, dia mengangguk kepada mereka.

Nenek Hermosa tampak acuh tak acuh, namun tidak mengatakan apa pun.

Clara hanya meliriknya lalu mengalihkan pandangannya.

Melihat Elsa sepertinya ingin mengatakan sesuatu pad
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (34)
goodnovel comment avatar
Noriha M. Noor
panjang sgt ceritanya kok lembab
goodnovel comment avatar
F
Entah apa2 la cerita dia ni, nda pandai abis2 situ2 ja
goodnovel comment avatar
Casmuroh Casmuroh
Gitu dong Clara tegas jangan selalu nurutin si Elsa.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 734

    Semua orang mulai berspekulasi bahwa partisipasi Prof Nian dalam acara penghargaan itu karena adanya Clara.Kalau tidak, mengapa Prof Nian yang hampir tidak pernah berpartisipasi dalam acara seperti itu sebelumnya, tiba-tiba saja bersedia hadir kali ini?[Sepertinya Prof Nian sangat menghargai Clara.][Tentu saja! Kudengar Prof Nian bahkan membimbingnya secara langsung.][Dengan memiliki pacar jenius seperti Dylan dan Prof Nian sebagai mentornya, astaga, betapa beruntungnya Clara. Dengan kombinasi yang luar biasa itu, nggak heran kalau Clara akan menerbitkan lebih banyak makalah ilmiah ke depannya.][Iya, aku sangat iri. Tapi ngomong-ngomong, aku selalu merasa aneh kenapa selalu Clara yang menerbitkan makalah? Kenapa Dylan nggak pernah kedengaran menerbitkan makalah juga? Padahal, Dylan yang muridnya Prof Nian.][Iya, benar, aku juga berpikir begitu. Sepertinya agak kurang masuk akal! Nggak mungkin kan karena Dylan sudah mencapai kesuksesan, jadi nggak perlu lagi menerbitkan makalah il

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 733

    Gading hanya sedang iseng karena merasa bosan, dia tidak menyangka Edward akan menjawab pertanyaannya itu.Namun, Edward ternyata menjawab: [Menurutmu apa?]Gading: [… Aku mana tahu.]Gading: [Justru karena aku nggak tahu, makanya aku tanya.]Dani sebenarnya juga sedikit penasaran tentang hal itu.Meskipun mereka sesekali menyebut-nyebut nama Clara secara pribadi, namun mereka jarang bertanya kepada Edward tentang perasaannya saat ini terhadap wanita itu.Beberapa tahun yang lalu, mereka semua tahu Edward tidak pernah menyukai Clara, tetapi selama dua tahun terakhir ini, setelah dipikirkan lagi, sikap Edward terhadap Clara sebenarnya telah berubah.Vanessa juga penasaran.Dani dan yang lainnya mungkin tidak tahu, tetapi dia tahu persis bahwa Edward akhir-akhir ini mulai sangat memperhatikan Clara. Meskipun perhatian Edward pada Clara berhenti setelah dia menyelamatkan pria itu terakhir kali, namun dia juga dapat merasakan bahwa Edward masih peduli padanya seperti dulu.Namun, mereka ja

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 732

    Melihat telepon yang telah ditutup sepihak, Riko berbalik dan kembali menelepon Dylan. "Pak Dylan, Bu Clara nggak menerima permintaan maaf saya dan mengatakan kalau Morti Group nggak akan bekerja sama dengan kami …."Dylan menjawab, "Saya menghormati keputusannya."Kata-kata Riko langsung terhenti saat mendengar itu.Setelah tadi berkomunikasi dengan Clara, dia samar-samar bisa merasakan bahwa pernyataan Clara tentang tidak akan bekerja sama dengan mereka bukanlah sekadar luapan kemarahan, dan juga bukan tindakan sengaja untuk mengulur waktu.Sekarang, respon Dylan pun ternyata sama tegasnya.Pada titik itu, Riko baru menyadari Clara dan Dylan sejak awal memang tidak pernah berniat untuk bekerja sama dengan mereka.Riko tertegun beberapa detik sebelum akhirnya berbicara, "Pak Dylan dan Bu Clara sungguh memiliki hubungan yang sangat baik."Sebelum menghubungi Dylan, dia benar-benar percaya masih ada ruang untuk negosiasi.Dia tidak menyangka Dylan akan benar-benar meninggalkan proyek se

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 731

    Ketika orang tua Dylan mengucapkan kata-kata itu, mereka tampaknya tidak hanya sekadar basa-basi, mereka sepertinya benar-benar menyukai Clara.Anggi tidak menyangka mereka ternyata sangat menyukai Clara.Dia pun mengerutkan kening.Anggi tidak mengerti mengapa mereka bisa begitu menyukai Clara.Gimanapun, meskipun Clara telah menerbitkan beberapa jurnal dan cukup berprestasi, tetapi masih banyak perempuan yang lebih hebat darinya. Clara tampaknya bukan pilihan terbaik untuk menjadi menantu buat mereka.Tak lama setelah Anggi pergi, Dylan menerima telepon dari kakaknya Anggi yang bernama Riko Subagja."Saya sudah mendengar tentang apa yang terjadi antara adik saya dan Bu Clara. Itu memang kesalahan Anggi. Sebagai permintaan maaf, saya ingin mengundang kalian berdua makan malam agar Anggi dapat meminta maaf dengan pantas kepada Bu Clara. Pak Dylan, kapan kalian berdua punya waktu?"Bukan hanya Anggi, tetapi Riko juga merasa Dylan dan Clara sebenarnya tidak ingin kehilangan proyek mereka

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 730

    Ekspresi Anggi tampak muram.Namun karena masalahnya sangat mendesak, dia harus tetap menemukan solusi.Dia lalu menghubungi Vanessa. "Dia nggak mau melunak. Aku mau mencari seseorang untuk bisa menjadi penengah. Siapa kira-kira yang bisa kumintai bantuan?"Vanessa tertegun sejenak, lalu berkata, "Sepertinya ... nggak ada.""Nggak ada satu orang pun?""Hubungannya nggak baik dengan orang-orang kita di sini. Lagipula, ini juga berkaitan denganku. Walaupun ada yang membujuknya, kemungkinan dia setuju sangat kecil."Namun, Anggi tidak menyerah, dia berkata, "Walaupun hubungan Clara dan Dylan sangat baik, dan mulai memiliki pengaruh di Morti Group sekarang, tapi ini adalah proyek besar. Kalau mereka mau bekerja sama dengan kami, Morti Group bisa untung banyak. Kurasa Morti Group sebenarnya pasti ingin bekerja sama. Alasan Clara menolakku mungkin hanya ingin melampiaskan amarahnya saja. Aku sampai memohon padanya sekarang hanya karena situasinya sudah mendesak dan nggak bisa ditunda lagi."

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 729

    Anggi tentu saja tahu bahwa perkataan Sarah tentang Clara yang tidak ada di tempat hanyalah sebuah alasan. Clara mungkin sengaja mengabaikannya karena menyimpan dendam padanya atas apa yang terjadi sebelumnya.Tetapi sekarang proyek perusahaan mereka sedang bermasalah, dan Morti Group adalah pilihan terbaik mereka. Meskipun tahu Clara sengaja mempersulit keadaan, Anggi tetap sabar dan berkomunikasi dengan Sarah. "Kalau begitu, kapan Bu Clara akan kembali?"Sarah menjawab, "Maaf, Bu Clara nggak memberi tahu, saya juga nggak begitu yakin."Anggi tahu mengatakan lebih banyak pun akan sia-sia.Dia tidak mendesak lagi, hanya meninggalkan ucapan singkat, "Kalau begitu, saya akan datang lagi lain kali," lalu pergi.Kemudian, Anggi menelepon Vanessa dan menanyakan apakah dia memiliki nomor telepon Clara.Vanessa menjawab, "Nggak punya."Anggi bertanya, "Apa kau bisa tolong tanyakan pada Edward?"Vanessa tahu mengapa Anggi ingin menghubungi Clara dan berkata, "Tentu saja."Anggi duduk di mobiln

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status