LOGINSelama beberapa hari berikutnya, Clara disibukkan dengan urusan perusahaan.Hari itu, Dylan tiba-tiba berkata kepadanya, "X-Tech baru-baru ini sudah kehilangan beberapa teknisi ahli mereka.""Iya," kata Clara. "Aku juga sudah mendengarnya.""Beberapa investor mereka juga sudah menarik diri, tapi masih ada beberapa yang belum menarik investasi mereka. Mereka mungkin masih menunggu dan ingin melihat apakah Edward akan bertindak atau nggak." Dylan tersenyum dan menambahkan, "Kabarnya, Panora juga ikut menarik investasinya."Panora adalah perusahaannya Doni Wijaya.Clara mengangguk.Dylan tidak bisa menahan diri untuk berkata, "Padahal kalau dilihat-lihat, dulu Doni tampak benar-benar terpesona pada Vanessa. Aku cukup terkejut saat tahu dia menarik investasinya dengan tegas."Clara tidak peduli dengan urusan Doni, sehingga tidak menanggapi.Dylan kemudian bertanya, "Apa Edward belum kembali?"Clara menggelengkan kepala. "Aku nggak tahu."Clara sama sekali belum menghubungi Elsa selama empa
Malam itu, Elsa makan sate, bermain balok susun, dan lanjut memandang bintang-bintang, kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat.Keesokan harinya, selain saat membahas urusan pekerjaan dengan Dylan dan beberapa staf perusahaan, Clara hampir selalu mengajak Elsa bersamanya.Dylan dan Gery beberapa kali mencoba mendekati Elsa.Elsa akan menyapa dan mengucapkan terima kasih dengan patuh, tetapi hubungan mereka dengan anak itu sama sekali tidak menjadi lebih akrab.Awalnya, mereka mengira Elsa adalah anak yang pemalu, tetapi mereka segera menyadari bahwa dia sendiri yang sedang menolak pendekatan mereka.Elsa hanya tidak ingin berteman dengan mereka.Mengenai perasaan Elsa di masa lalu terhadap Vanessa, meskipun Dylan merasa kasihan pada Clara, namun dia tidak sepenuhnya menyalahkan Elsa karena anak itu masih kecil dan belum mengerti apa-apa.Lagipula, Elsa adalah putrinya Clara. Jadi, bagaimana mungkin dia tidak ingin menyayangi anak itu dengan tulus?Namun, dengan sikap Elsa saat ini
Cuaca malam itu cukup cerah, dan lokasi observasi yang sudah didirikan di atas bukit menawarkan pemandangan indah gemerlap lampu-lampu kota yang memesona.Ketika Clara dan Elsa tiba di atas bukit, beberapa karyawan Morti Group telah memasang panggangan barbeku dan sedang memanggang daging di ruangan terbuka sebelah dek observasi.Melihat mereka berdua, semua orang segera menyapa. Kemudian, seseorang berkata, "Bu Clara, kami punya ahli barbeku di sini. Daging panggang buatannya sangat lezat. Ayo, silakan dicoba."Clara tersenyum dan menerimanya. "Terima kasih.""Sama-sama. Kalau sudah habis, di sini masih ada banyak." Kemudian dia memberikan sebagian kepada Elsa. "Ini Elsa, kan? Ayo, dicoba."Elsa juga menerimanya. "Terima kasih, Kak.""Astaga, aku dipanggil kakak. Bu, apakah Elsa memang selalu manis seperti ini? Dia sangat cantik, sifat dan juga temperamennya persis seperti Anda. Dia kelihatan sopan dan bijaksana, dia juga sangat tenang dan ramah."Orang lain ikut menimpali sambil ters
Elsa berkata, “Iya, Ma. Aku tahu.”Setelah itu, Elsa pergi bersama Bi Sari.Setelah selesai makan dan mengobrol sebentar dengan Dylan tentang urusan perusahaan, Clara akhirnya kembali ke kamar.Ketika sampai di kamar, Elsa sedang mandi.Tepat ketika Clara baru saja duduk, ponsel Elsa yang berada di tempat tidur berdering.Itu adalah panggilan dari Edward.Clara tidak mengangkatnya dan memberi isyarat kepada Bi Sari untuk menjawabnya. Bi Sari tersenyum kecut dan berkata, “Elsa sedang nggak ingin menjawab telepon dari Pak Edward sekarang, dia juga nggak ingin saya menjawabnya. Kalau Elsa ingin bicara dengan Bapak, dia akan menelepon balik setelah selesai mandi nanti.”Clara tidak mengetahui tentang semua hal itu.Hak asuh Elsa berada di tangan Edward, sehingga dia tidak bisa terlalu ikut campur dalam hubungan ayah dan anak itu.Mendengar ucapan Bi Sari, dan mengingat ekspresi tidak senang Elsa hari ini, Clara pun bertanya, "Apa mereka sedang bertengkar?""... Iya."Sebenarnya sejak pesta
Lebih dari satu jam kemudian, Clara dan Elsa akhirnya tiba di hotel.Setelah mengetahui kedatangannya, Dylan dan Gery turun untuk menyambutnya.Dylan sudah tahu Clara pergi menjemput Elsa, tetapi Gery tidak. Melihat Elsa keluar dari mobil, dia sempat terpaku sejenak karena terkejut.Clara mengelus kepala Elsa. "Elsa, beri salam ke Om Dylan."Elsa dengan patuh menyapanya, "Halo, Om Dylan."Dylan menjawab, "Anak pintar."Clara kemudian menatap Gery. "Ini rekan kerja Mama, namanya Om Gery.""Halo, Om Gery."Gery menatap Elsa dengan perasaan yang agak rumit.Dia dan Elsa sebenarnya pernah bertemu sebelumnya, tetapi itu sudah terjadi dua atau tiga tahun yang lalu. Elsa masih sangat kecil saat itu, jadi dia mungkin tidak mengingatnya lagi.Dylan berkata kepada Clara, "Acaranya akan segera dimulai, ayo kita masuk."Clara menjawab, "Baik." Sebelumnya, orang-orang di Morti Group hanya pernah mendengar bahwa Clara sudah menikah dan memiliki anak, dan baru-baru ini mereka mengetahui bahwa suamin
Jumat sore, Clara akhirnya menyelesaikan pekerjaannya.Dia memijat bahunya yang sedikit pegal dan beristirahat sejenak. Kemudian, seolah teringat sesuatu, dia berpikir sejenak, lalu mengambil ponselnya, dan menghubungi nomor Elsa.Elsa menjawab dengan cepat, "Mama.""Hmm," tanya Clara lembut, "Sudah pulang?""Iya." Sejak hari pertama sekolah, mereka hanya sekali berhubungan, dan itu pun Clara yang menghubungi Elsa.Beberapa hari terakhir ini, dia tidak menghubungi Elsa, dan Elsa pun tidak menghubunginya.Clara tidak terkejut dengan hal tersebut, dia juga tidak berpikir macam-macam.Clara hanya merasa bahwa apa pun yang terjadi, Elsa adalah putrinya. Dan, dia tetap perlu menunjukkan perhatian.Dia memulai percakapan, "Apa kau sudah ada rencana untuk dua hari ke depan mau pergi main ke mana?""Tidak ada," kata Elsa dengan tenang. "Ayah nggak ada di rumah, pergi urusan bisnis." Clara memang tidak aktif mencari tahu jadwal kegiatan Edward, jadi wajar saja dia tidak tahu Edward sedang dal







