Share

Bab 508

Penulis: Elenor
Clara mengukur suhu tubuhnya dan menunggu cukup lama, tetapi Edward belum juga kembali. Tak lama kemudian, dia tertidur karena tubuhnya masih lemah dan tak bertenaga.

Ketika terbangun dan membuka matanya, Edward ternyata masih duduk di sana membaca.

Melihat Clara menatap kosong ke arahnya setelah bangun, tetapi tidak benar-benar menatapnya, Edward lalu berdiri, menyentuh dahinya yang berkeringat, dan bertanya, "Ada apa?"

Sudah cukup lama sejak mereka terakhir kali bersentuhan fisik.

Clara tidak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (170)
goodnovel comment avatar
Santunah Darlis
santai aja clara biasa saja sama edwards biar aja dia sama vanessa...klo kamu marah di kira kamu g relà lepas edwards besar kepla dia...maju jgn menoleh ke belakang
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
aq senang Clara mau berkomunikasi dgn Edward....meski akan berpisah, hrsnya gak sedingin itu...sikap dingin Clara ke edward slma ini mlh terasa dia marah Krn Edward meninggalkannya....jd bukan benci tp kyk berat melepas Edward, hrsnya skrg lbh legowo...biar terasa klo pisah dgn Ed itu bukan masalah
goodnovel comment avatar
baiq erlin
iya betul dan itu sebabnya Clara tidak Sudi LG menginjak rumah itu. penulis lupa ya ...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 878

    Sekalipun Gery tidak mengatakan apa pun, Anggi sendiri juga tidak berniat membahas masalah itu.Belajar dari pengalaman sebelumnya, dia sudah tidak berniat untuk ikut campur dalam urusan orang lain lagi.Mendapat jaminan dari Anggi, Gery tidak berkata apa-apa lagi lalu berbalik pergi.Saat Gery berlalu, pandangan Anggi beralih ke arah Clara yang berdiri tidak jauh dari sana. Melihat Clara menjauh dari kerumunan, dia pun menghampiri. "Bu Clara."Clara terhenti, dengan ekspresi tetap datar. "Ada urusan apa, Bu Anggi?"Sambil menundukkan kepala, Anggi berkata dengan sopan, "Aku sudah gagal menilai watak orang yang sebenarnya, dan akhirnya menimbulkan masalah buatmu. Itu kesalahanku … aku minta maaf."Clara menatapnya lalu menjawab dengan nada datar, "Oh ya?"Tanpa sepatah kata pun, Clara langsung berbalik dan melangkah pergi.Melihatnya menjauh, Anggi berseru lagi, "Aku minta maaf."Clara tidak berhenti, dan tidak pula menoleh ke belakang.Dylan memperhatikan interaksi tersebut. Setelah C

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 877

    Setelah berkata demikian, tuan rumah acara menoleh ke arah Joseph dan menambahkan, "Pak Joseph, mereka berdua adalah Pak Dylan dan Bu Clara dari Morti Group."Joseph mengangguk lalu menjabat tangan Dylan dan Clara. "Pak Dylan, Bu Clara … saya sudah sering mendengar tentang kehebatan kalian berdua.""Anda terlalu sungkan, Pak Joseph."Setelah berbasa-basi sejenak, Joseph berkata, "Perusahaan saya memiliki sebuah proyek yang ingin saya kerjasamakan dengan kalian berdua. Apakah kalian ada waktu untuk kita bicara lebih lanjut tentang hal ini?"Dylan menjawab, "Tentu saja bisa."Melihat mereka hendak membahas urusan bisnis, tuan rumah acara tersebut pun mencari alasan untuk pamit.Joseph membawa serta seorang ilmuwan dari perusahaannya. Setelah perkenalan singkat, Clara dan Dylan mulai berbincang dengan ilmuwan tersebut. Joseph kabarnya tidak memiliki latar belakang di bidang Kecerdasan Teknologi, sehingga dia hanya menyimak dari samping dan sesekali menyela pada poin-poin penting, meskipun

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 876

    Mengingat kembali ekspresi acuh tak acuh Joseph Darmana, Vanessa menggelengkan kepala dan berkata, "Kami hanya pernah bertemu sekali, nggak bisa dibilang sudah saling mengenal."Sudah lebih dari setengah bulan sejak pertemuan terakhir mereka. Dia mengira Joseph sudah meninggalkan ibu kota, jadi Vanessa tidak menyangka akan berpapasan dengannya lagi di sini.…Malam itu, setelah selesai bekerja, Clara dan Dylan menghadiri jamuan makan malam yang diadakan oleh salah satu mitra bisnis mereka.Begitu berada di dalam mobil, Clara memijat pelipisnya. Dia menyadari bahwa selama dua minggu terakhir, dirinya begitu sibuk dengan penelitian dan pengembangan proyek baru perusahaan hingga jarang sekali berkomunikasi dengan Elsa. Dia pun memutuskan untuk menelepon putrinya.Meskipun Elsa juga jarang menghubunginya selama dua minggu terakhir, dia langsung mengangkat panggilan telepon dari ibunya. "Halo, Mama."Senyum tersungging di wajah Clara. "Halo. Kau sudah makan malam?""Sudah," jawab Elsa. "Mam

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 875

    Clara mengangguk lalu berkata, "Aku pergi dulu. Tolong sampaikan ke Elsa kalau dia bangun nanti."Edward menatapnya dan bertanya, "Iya. Nggak mau sarapan dulu sebelum pergi?""Nggak usah."Edward tidak mendesak. Dia berdiri dan berkata, "Biar kuantar sampai depan.""Nggak perlu repot-repot."Edward tidak menjawab, tetapi dia tetap mengikuti Clara untuk mengantarnya sampai ke pintu. Baru setelah mobil wanita itu benar-benar meninggalkan halaman, dia berbalik dan kembali masuk ke rumah.Sekitar sepuluh menit kemudian, Elsa terbangun. Saat turun ke lantai bawah, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Edward berkata, "Mamamu ada urusan, jadi dia harus pulang dulu.""Oh ...."Begitu bangun dan tidak melihat Clara di sisinya, Elsa sebenarnya sudah bisa menduga hal itu.Elsa mengerucutkan bibir dan tidak berkata apa-apa. Dia lalu berjalan ke ruang makan untuk menyantap makanannya.Edward duduk di sampingnya dan mengulurkan tangan untuk memeriksa dahinya. "Demamnya sudah benar-benar reda. Ap

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 874

    Edward mengambil mangkuk dari tangan Clara lalu menyuapkan beberapa sendok bubur kepada Elsa. Setelah itu, dia menoleh ke arah Clara dan berkata, “Sepertinya ada makanan lain yang disiapkan di dapur. Bagaimana kalau kau turun dan makan dulu?”Sebenarnya, Clara tidak merasa lapar.Namun, dia dan Edward memang tidak memiliki topik apa pun untuk dibicarakan. Bahkan, akan lebih baik jika mereka tidak berada di ruangan yang sama saat berada di dekat Elsa.Clara mengangguk dan berkata kepada Elsa, “Elsa, Mama mau turun dulu untuk makan sebentar. Nanti Mama kembali lagi.”Elsa menjawab dengan patuh, “Iya, Ma.”Tanpa berkata apa-apa lagi, Clara berbalik dan melangkah turun.Begitu sosok Clara menghilang di balik pintu, Elsa pun mengalihkan pandangannya. Senyum di wajahnya lenyap saat menatap Edward.Menyadari ada sesuatu yang mengganjal di pikiran putrinya, Edward mengusap sudut mulut Elsa lalu bertanya, “Ingin bicara apa?”Elsa mengerucutkan bibirnya dan mencengkeram selimut dengan kedua tang

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 873

    Kepala pelayan tersenyum dan berkata, "Baiklah, saya akan segera bawakan makanannya ke atas."Setelah mengatakan itu, Kepala pelayan tersebut pun turun ke lantai bawah.Edward menatap Elsa dan bertanya, "Apa kau yakin nggak mau Ayah temani?"Elsa melotot ke arahnya. "Nggak perlu!"Merasa bahwa ayah dan anak itu mungkin butuh waktu berdua, Clara berkata kepada Elsa, "Mama mau menelepon dulu sebentar, ya."Elsa mengangguk. "Iya."Clara berbalik dan meninggalkan ruangan.Sebenarnya, tidak ada panggilan telepon yang harus dilakukan, dia hanya menghabiskan waktu di balkon selama beberapa menit. Saat kembali ke kamar, Edward sudah pergi dan kepala pelayan telah mengantarkan makanannya.Dapur telah menyiapkan bubur untuk Elsa, ditambah beberapa hidangan lain yang cukup lengkap.Namun, karena merasa tidak enak badan, Elsa sama sekali tidak berselera untuk menyantap bubur itu. Setelah beberapa suapan, dia sudah merasa lemas dan ingin kembali tidur.Melihat putrinya mengantuk, Clara membantunya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status