Share

Bab 166

Penulis: Ratih Larasati
“Aku tidak mengerti kenapa Bibi terus menanamkan pemikiran seperti ini kepada aku dan Saryna.” Shelly berhenti melangkah lalu menatap Bibi Yanti dengan serius.

“Bibi juga tidak punya keluarga. Apa Bibi sendiri tidak merindukan kasih sayang keluarga?” Shelly tidak ingat bagaimana Bibi Yanti bisa datang ke panti asuhan.

Saat dia mulai punya ingatan, Bibi Yanti sudah berada di sana. Waktu itu usia Bibi Yanti baru sekitar dua puluhan.

Sepanjang hidupnya, masa muda wanita itu habis di panti asuhan.

P
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 450

    "Kalau Dokter Herman merasa nggak nyaman mengabarkan ke saya bahwa beliau baik-baik saja, nggak apa-apa. Pak Jeffry sudah dewasa. Apa pun yang terjadi padanya juga bukan tanggung jawab gadis muda itu."Shelly tidak ingat sudah berapa kali Herman mengujinya dengan cara seperti ini.Begitu selesai berbicara, dia langsung menutup telepon.Herman terpaku sejenak sambil menunduk dan menatap ponselnya.Sebuah kaleng bir tiba-tiba melayang dan menghantam kepalanya. Kaleng itu masih ada sisa sedikit minuman yang memuncrat dan membasahi kemejanya.Herman menoleh pasrah ke arah Jeffry."Kenapa banyak sekali omong?" Wajah Jeffry tampak semakin suram. "Kirim pesan padanya. Bilang aku sangat amat baik."Orang yang tengah malam duduk sendirian di tepi jembatan diterpa angin laut, bahkan menelepon menyuruhnya membawa minuman, memangnya bisa disebut baik-baik saja?Herman memahami kenyataannya, tetapi tidak membongkarnya. Dia mengambil beberapa langkah, lalu duduk di samping Jeffry."Pernikahanmu dan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 449

    Harrison kepanasan hingga langsung melompat berdiri. Dia mengelilingi meja dua putaran sebelum akhirnya menemukan tempat sampah untuk memuntahkan tahu itu.Namun, bibirnya sudah memerah karena kepanasan, bahkan lidahnya terasa seperti mulai melepuh."Kamu ... dasar wanita kejam!""Aku masih kalah kejam dibanding mulutmu."Saryna benar-benar tidak bisa membayangkan, bagaimana mungkin Nana yang menggemaskan ini memiliki ayah kandung seperti yang dikatakan Harrison?Harrison mengambil segelas air dingin dan meneguknya beberapa kali. Barulah rasa panas di mulutnya sedikit mereda."Donor sperma itu juga melalui proses seleksi. Bukan cuma kondisi fisik, tapi latar belakangnya juga diperiksa. Semua harus bersih sebelum lolos."Shelly berkata kepada Harrsion, "Rumah sakit yang dipilih Saryna adalah rumah sakit paling resmi dan paling ketat di negara ini. Nggak akan ada masalah.""Aku cuma asal ngomong. Perlu marah segitunya?"Harrison menggeser kursinya menjauh dari Saryna sebelum kembali dudu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 448

    Harrison mengulurkan tangan hendak menjabat tangan Shelly, tetapi tiba-tiba teringat sesuatu. Dia buru-buru mengusap kedua tangannya kuat-kuat ke pakaiannya."Siap, siap. Mulai sekarang aku yang akan melindungimu!"Shelly sebenarnya seperti dipaksa keadaan hingga akhirnya pindah bekerja ke perusahaan Harrison.Baginya, semua ini sama sekali di luar dugaan.Namun, bagi Harrison ini adalah kejutan yang paling membahagiakan."Kamu jalani cuti melahirkan dulu. Soal keluargaku, biar aku yang urus."Dia tidak ingin menunggu sampai anggota Keluarga Wijaya datang mencari masalah dengan Shelly baru kemudian menyelesaikannya.Dia ingin menjelaskan semuanya kepada keluarganya lebih dulu."Baik. Nanti kalau makanannya sudah siap, aku telepon.""Siap. Kalian nggak perlu keluar untuk beli bahan makanan. Biar aku yang suruh orang mengantarkannya. Aku adalah atasanmu, masa aku makan gratis begitu saja."Sudut bibir Harrison melebar nyaris mencapai telinganya karena saking senang. "Masuk saja dulu, tun

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 447

    "Kalau ada apa pun yang nggak kamu mengerti, telepon aku saja. Tengah malam sekalipun nggak masalah."Shelly menepuk pelan bahu Tania, lalu melirik ke arah ruang kerja Jeffry.Pintu ruangannya tertutup rapat. Seolah-olah di balik pintu itu adalah dunia lain yang benar-benar memisahkan mereka."Baiklah, aku pergi dulu."Entah apa yang terlintas di benak Tania, matanya langsung memerah hingga hampir menangis.Shelly segera berbalik pergi. Dia khawatir jika terus tinggal di sana, Tania benar-benar akan menangis dan mengganggu pekerjaannya.Tania baru saja hendak mengantarnya turun ke lantai bawah, telepon internal di atas meja tiba-tiba berdering.Suara Jeffry yang rendah dan penuh wibawa terdengar dari seberang. "Masuk."Masuk. Masuk sebentar. Shelly, sini.Ucapan-ucapan seperti itu entah sudah didengar berapa kali oleh Shelly.Perasaan yang akrab sekaligus asing mendadak menyeruak.Langkahnya yang hendak masuk ke lift pun terhenti sesaat."Aduh, Kak Shelly!" Tania tampak panik. Dia bing

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 446

    "Hah?"Hati Tania langsung mencelos. "Apa yang terjadi lagi? Kenapa kamu datang ke kantor pagi-pagi sekali?"Shelly berdiri di depan gedung perusahaan sambil mendongak menatap bangunan yang menjulang tinggi itu. "Nanti setelah semuanya selesai, baru aku ceritakan."Dia menutup telepon, lalu melangkah masuk ke dalam perusahaan.Kantor masih benar-benar sepi. Dia memang sengaja datang lebih awal agar bisa naik ke lantai paling atas sebelum ada orang lain yang datang.Tak disangka, Jeffry sudah di kantor.Beberapa saat kemudian, di dalam ruang kerja Jeffry.Shelly berdiri di tengah ruangan.Sebelum datang, dia sudah mempersiapkan diri dengan matang. Dia telah menyusun kata-kata yang ingin diucapkan, bahkan melatihnya berulang kali dalam hati.Namun saat benar-benar berdiri di hadapan Jeffry, tak satu kata pun mampu keluar dari mulutnya.Jeffry membuka laci di sisi kanan mejanya, lalu mengeluarkan sebuah surat pengunduran diri dan mendorongnya ke hadapan Shelly."Tandatangani."Shelly spon

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 445

    Kalau Keluarga Wijaya juga mengira anak itu adalah anak Harrison, mereka pasti juga akan datang mencarinya!Baru lepas dari Keluarga Anderson, lalu harus menghadapi Keluarga Wijaya.Bukankah itu sama saja berpindah dari satu lubang api ke lubang api lainnya?Apa Shelly memang merasa hidupnya terlalu lancar?Sama saja menyinggung dua keluarga sekaligus."Shelly, membuktikan kepada Keluarga Anderson bahwa anak ini bukan anak Jeffry memang sangat sulit. Tapi membuktikan kepada keluargaku bahwa anak ini bukan anakku, justru sangat mudah."Harrison menganalisis dengan serius."Ayahku dan yang lainnya pasti akan merahasiakan hal ini. Aku terang-terangan merekrutmu di depan umum, itu sama saja menampar wajah Jeffry. Ayahku pasti malah senang."Selama Shelly bisa membuktikan kepada Keluarga Wijaya bahwa anak itu bukan anak Harrison ....Keluarga Wijaya tidak akan berusaha menghentikan rumor-rumor itu.Karena setiap rumor yang beredar adalah tamparan bagi Keluarga Anderson.Situasi seperti ini

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 8

    Di dalam aula.Ke mana pun Jeffry pergi, selalu ada orang-orang yang mengerumuninya.Dia sedang berbincang dengan beberapa senior di dunia bisnis, sementara orang lain terus datang silih berganti untuk menyapanya.“Kak Jeffry.”Elora berjalan mendekat, lalu dengan manis menggandeng lengannya.Lengan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 7

    Langkah Shelly tiba-tiba terhenti. Napasnya tertahan, wajahnya perlahan menjadi serius.“Ada apa?” Maxwell bingung. “Bukannya kamu yang minta Pak Jeffry memindahkanmu kembali?”Shelly menggeleng.“Bukan. Aku datang untuk mengundurkan diri.”Maxwell langsung menarik napas tajam.“Mengundurkan diri? K

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 6

    Joycelin memang mengiyakan dengan mulutnya, tapi begitu Melly pergi, dia langsung memonyongkan bibir ke arah punggung wanita itu....Elora menarik Jeffry untuk duduk di kursi makan. Pemandangan mereka duduk berdampingan terus terbayang di benak Shelly.Seharusnya dia tidak melihat adegan itu.Dalam

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 5

    Shelly tanpa sadar menarik jaket tebalnya sedikit ke depan, menutupi perutnya yang masih rata.“Aku masuk kerja. Mungkin karena umurku sudah bertambah, tahun ini aku jadi lebih gampang kedinginan.”Dia berjalan mendekat lalu duduk, sengaja mengalihkan topik.“Perlu pakai laptopku? Kalau iya, aku amb

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status