Share

Bab 168

Author: Ratih Larasati
Dari pakaian dan aura Elora saja sudah terlihat kalau dia bukan orang biasa.

Bibi Yanti yang tadi menabrak orang langsung bersikap sopan.

Setelah sempat panik beberapa detik, dia buru-buru berbalik membantu Shelly berdiri.

“Kamu tidak apa-apa? Ada bagian yang sakit?”

Takut dituntut ganti rugi, dia pura-pura menanyakan keadaan Shelly beberapa kali lalu menoleh pada Elora.

“Kamu ini, kakinya saja belum sembuh malah jalan ke mana-mana. Aku kasih tahu ya, dia ini sedang ….”

Saat mengatakan “dia”, Bi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
eas
hampir semuanya tau kalo Lyly hamil, hanya jeffey yang ngak peka.... (sigh)
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 450

    "Kalau Dokter Herman merasa nggak nyaman mengabarkan ke saya bahwa beliau baik-baik saja, nggak apa-apa. Pak Jeffry sudah dewasa. Apa pun yang terjadi padanya juga bukan tanggung jawab gadis muda itu."Shelly tidak ingat sudah berapa kali Herman mengujinya dengan cara seperti ini.Begitu selesai berbicara, dia langsung menutup telepon.Herman terpaku sejenak sambil menunduk dan menatap ponselnya.Sebuah kaleng bir tiba-tiba melayang dan menghantam kepalanya. Kaleng itu masih ada sisa sedikit minuman yang memuncrat dan membasahi kemejanya.Herman menoleh pasrah ke arah Jeffry."Kenapa banyak sekali omong?" Wajah Jeffry tampak semakin suram. "Kirim pesan padanya. Bilang aku sangat amat baik."Orang yang tengah malam duduk sendirian di tepi jembatan diterpa angin laut, bahkan menelepon menyuruhnya membawa minuman, memangnya bisa disebut baik-baik saja?Herman memahami kenyataannya, tetapi tidak membongkarnya. Dia mengambil beberapa langkah, lalu duduk di samping Jeffry."Pernikahanmu dan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 449

    Harrison kepanasan hingga langsung melompat berdiri. Dia mengelilingi meja dua putaran sebelum akhirnya menemukan tempat sampah untuk memuntahkan tahu itu.Namun, bibirnya sudah memerah karena kepanasan, bahkan lidahnya terasa seperti mulai melepuh."Kamu ... dasar wanita kejam!""Aku masih kalah kejam dibanding mulutmu."Saryna benar-benar tidak bisa membayangkan, bagaimana mungkin Nana yang menggemaskan ini memiliki ayah kandung seperti yang dikatakan Harrison?Harrison mengambil segelas air dingin dan meneguknya beberapa kali. Barulah rasa panas di mulutnya sedikit mereda."Donor sperma itu juga melalui proses seleksi. Bukan cuma kondisi fisik, tapi latar belakangnya juga diperiksa. Semua harus bersih sebelum lolos."Shelly berkata kepada Harrsion, "Rumah sakit yang dipilih Saryna adalah rumah sakit paling resmi dan paling ketat di negara ini. Nggak akan ada masalah.""Aku cuma asal ngomong. Perlu marah segitunya?"Harrison menggeser kursinya menjauh dari Saryna sebelum kembali dudu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 448

    Harrison mengulurkan tangan hendak menjabat tangan Shelly, tetapi tiba-tiba teringat sesuatu. Dia buru-buru mengusap kedua tangannya kuat-kuat ke pakaiannya."Siap, siap. Mulai sekarang aku yang akan melindungimu!"Shelly sebenarnya seperti dipaksa keadaan hingga akhirnya pindah bekerja ke perusahaan Harrison.Baginya, semua ini sama sekali di luar dugaan.Namun, bagi Harrison ini adalah kejutan yang paling membahagiakan."Kamu jalani cuti melahirkan dulu. Soal keluargaku, biar aku yang urus."Dia tidak ingin menunggu sampai anggota Keluarga Wijaya datang mencari masalah dengan Shelly baru kemudian menyelesaikannya.Dia ingin menjelaskan semuanya kepada keluarganya lebih dulu."Baik. Nanti kalau makanannya sudah siap, aku telepon.""Siap. Kalian nggak perlu keluar untuk beli bahan makanan. Biar aku yang suruh orang mengantarkannya. Aku adalah atasanmu, masa aku makan gratis begitu saja."Sudut bibir Harrison melebar nyaris mencapai telinganya karena saking senang. "Masuk saja dulu, tun

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 447

    "Kalau ada apa pun yang nggak kamu mengerti, telepon aku saja. Tengah malam sekalipun nggak masalah."Shelly menepuk pelan bahu Tania, lalu melirik ke arah ruang kerja Jeffry.Pintu ruangannya tertutup rapat. Seolah-olah di balik pintu itu adalah dunia lain yang benar-benar memisahkan mereka."Baiklah, aku pergi dulu."Entah apa yang terlintas di benak Tania, matanya langsung memerah hingga hampir menangis.Shelly segera berbalik pergi. Dia khawatir jika terus tinggal di sana, Tania benar-benar akan menangis dan mengganggu pekerjaannya.Tania baru saja hendak mengantarnya turun ke lantai bawah, telepon internal di atas meja tiba-tiba berdering.Suara Jeffry yang rendah dan penuh wibawa terdengar dari seberang. "Masuk."Masuk. Masuk sebentar. Shelly, sini.Ucapan-ucapan seperti itu entah sudah didengar berapa kali oleh Shelly.Perasaan yang akrab sekaligus asing mendadak menyeruak.Langkahnya yang hendak masuk ke lift pun terhenti sesaat."Aduh, Kak Shelly!" Tania tampak panik. Dia bing

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 446

    "Hah?"Hati Tania langsung mencelos. "Apa yang terjadi lagi? Kenapa kamu datang ke kantor pagi-pagi sekali?"Shelly berdiri di depan gedung perusahaan sambil mendongak menatap bangunan yang menjulang tinggi itu. "Nanti setelah semuanya selesai, baru aku ceritakan."Dia menutup telepon, lalu melangkah masuk ke dalam perusahaan.Kantor masih benar-benar sepi. Dia memang sengaja datang lebih awal agar bisa naik ke lantai paling atas sebelum ada orang lain yang datang.Tak disangka, Jeffry sudah di kantor.Beberapa saat kemudian, di dalam ruang kerja Jeffry.Shelly berdiri di tengah ruangan.Sebelum datang, dia sudah mempersiapkan diri dengan matang. Dia telah menyusun kata-kata yang ingin diucapkan, bahkan melatihnya berulang kali dalam hati.Namun saat benar-benar berdiri di hadapan Jeffry, tak satu kata pun mampu keluar dari mulutnya.Jeffry membuka laci di sisi kanan mejanya, lalu mengeluarkan sebuah surat pengunduran diri dan mendorongnya ke hadapan Shelly."Tandatangani."Shelly spon

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 445

    Kalau Keluarga Wijaya juga mengira anak itu adalah anak Harrison, mereka pasti juga akan datang mencarinya!Baru lepas dari Keluarga Anderson, lalu harus menghadapi Keluarga Wijaya.Bukankah itu sama saja berpindah dari satu lubang api ke lubang api lainnya?Apa Shelly memang merasa hidupnya terlalu lancar?Sama saja menyinggung dua keluarga sekaligus."Shelly, membuktikan kepada Keluarga Anderson bahwa anak ini bukan anak Jeffry memang sangat sulit. Tapi membuktikan kepada keluargaku bahwa anak ini bukan anakku, justru sangat mudah."Harrison menganalisis dengan serius."Ayahku dan yang lainnya pasti akan merahasiakan hal ini. Aku terang-terangan merekrutmu di depan umum, itu sama saja menampar wajah Jeffry. Ayahku pasti malah senang."Selama Shelly bisa membuktikan kepada Keluarga Wijaya bahwa anak itu bukan anak Harrison ....Keluarga Wijaya tidak akan berusaha menghentikan rumor-rumor itu.Karena setiap rumor yang beredar adalah tamparan bagi Keluarga Anderson.Situasi seperti ini

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 205

    “Karena kamu yang pandai mengungkapkan perasaan, urusan itu biar kamu saja yang mengurusnya.”Melihat dirinya tidak berhasil membujuk Melly, Nenek Mina pun berbalik sambil memanggil Kakek Yanto.“Ayo, kita naik dan tidur.”Kakek Yanto merapikan satu per satu bidak gomoku di papan, lalu bangkit mengi

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 206

    Napas Shelly seketika tertahan. Dia segera menjelaskan, “Saya merasa urusan pernikahan Anda dengan Nona Elora jauh lebih penting.”Sebagai sekretaris Jeffry, dia memang memiliki wewenang untuk menyesuaikan jadwal kerja secara wajar.Selama ini Jeffry tidak pernah mempermasalahkannya.Namun kali ini

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 2

    Shelly adalah anak paling berprestasi di panti asuhan. Karena nilai akademisnya sangat baik, dia diterima di universitas top dalam negeri dengan beasiswa penuh.Di sanalah dia bertemu Jeffry.Di antara begitu banyak pria dari kalangan elit, Jeffry begitu menonjol, langsung menarik pandangannya.Awal

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 1

    Tengah malam, Shelly Malvis mengunggah sebuah foto bayi yang baru lahir, lengkap dengan keterangan: [Naik pangkat jadi Ibu! Putra sulungku!]Belum satu jam, pintu rumahnya sudah diketuk oleh mantan suami yang telah bercerai dengannya selama setengah tahun.Begitu pintu dibuka, wajah muram Jeffry lan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status