Beranda / Romansa / Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi / Bab 57. Fun Day RCA Investments Bagian II

Share

Bab 57. Fun Day RCA Investments Bagian II

Penulis: Sweety
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-02 22:00:10

Suara peluit pendek kembali menggema di tengah lapangan, tanda bersiap. Sorak dari tribun semakin keras.

Kali ini challenge lebih brutal dan mengundang perhatian.

Ellena digendong di punggung Anggara, lengannya melingkar di bahu pria 32 tahun itu. Di atas lintasan, tergantung balon-balon berwarna yang menunggu untuk dipecahkan.

Challenge ini poinnya tinggi, kalau menang Ellena pasti dapat kupon undian lebih banyak. "Pak Anggara, ayo kita menangkan challenge ini lagi," ujar Ellena.

"Tentu, Ellena, kita pasangan yang cocok, win rate kerja sama kita sejauh ini 100 persen," ujar Anggara, tangannya diposisikan dengan baik di paha Ellena.

"Semangat untuk kita berdua, Pak." Ellena mengangguk penuh tekad. Matanya membara ingin menang.

Sementara itu, dada Reon semakin panas saja. Matanya tertuju pada tangan kurang ajar Anggara yang memegang paha Ellena. Juga pada melon Ellena yang tampak menempel di punggung pria tua bangkotan itu.

Selanjutnya, challenge dimulai, para peserta di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 69. Reon vs Ellena

    Reon memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Mata lelaki itu tertuju pada Ellena yang wajahnya penuh tanda tanya. "Tadi malam saya mabuk," kata Reon, menjeda kalimatnya sesaat. Di detik itu juga, pupil Ellena bergetar. "Saya tidur dengan seorang perempuan dan dia bukan pacar saya.""A–anda tidur dengan perempuan lain…" Ellena tak sadar mengulangi kata-kata Reon. "Ya, tapi saya gak ingat mukanya dan dia pergi begitu saja setelah memanfaatkan kesempatan untuk tidur dengan saya saat saya mabuk." Reon mengeras tipis, tatapannya penuh intimidasi.Bibir Ellena yang dipoles lipbalm terbuka sedikit lalu merapat kembali seraya menelan saliva. "Lalu kenapa dengan perempuan itu, Pak Reon?" tanya Ellena sedikit gelagapan. "Cari tahu siapa perempuan itu, Elle," ujar Reon dengan nada beratnya yang dingin. Sebuah perintah yang tidak bisa bisa dibantah, "itu tugas kamu."Ellena tidak perlu repot mencari karena perempuan itu

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 68. Tugas Baru untuk Ellena

    Ellena menguatkan cengkraman pada ponselnya di atas paha. Setiap dia mau resign, selalu saja ada situasi yang membuatnya tidak bisa pergi. Pertama, karena butuh biaya pengobatan neneknya. Dan yang terbaru, dia harus menghindari penalti sebesar 1 miliar. Astaga. Ellena terjebak lagi. Tapi, dia punya pilihan apa selain masuk mode bertahan lagi? Tidak ada. Takdir memang selalu mempermainkan Ellena.Gadis itu mengangkat pandangannya, menatap Reon lalu menyunggingkan senyum kaku. "Emmm… gak jadi deh, Pak."Ellena mencondongkan tubuh ke depan sambil mengulurkan tangan untuk meraih map tipis di meja. Tapi, Reon menekan telunjuknya di permukaan map itu, menahannya. Lantas lelaki itu beranjak dari kursi sambil merampas map berisi surat resign Ellena, "tapi, sepertinya kamu niat banget untuk resign, jadi saya akan membawa surat resign kamu ke HRD." Dia kemudian berjalan ke arah pintu.Ellena spontan menoleh. Matanya mendelik. Cepat-cepat dia meny

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 67. Masih Mau Resign?

    Reon masih duduk tenang di balik meja kerjanya yang luas. Cahaya dari luar memantulkan garis tipis pada Rolex yang melingkar di pergelangan tangannya. Tatapan mereka bertemu, tertahan lama. "Duduk dulu," kata Reon membuka suara. Bukan perintah keras, tapi nada suara bos Ellena membuat kata itu tidak memberi ruang untuk ditolak. Akhirnya Ellena beringsut ke kursi depan meja kerja, lalu duduk rapi dengan punggung tegak. "Jadi, apa keperluan kamu dengan saya, Elle?" Reon sedikit memiringkan kepalanya. Ellena mendekap map tipis berisi amplop surat resign dan ponselnya. "Saya mau membayar utang saya, Pak Reon. Jadi, saya butuh nomor rekening Anda," ujarnya tanpa basa-basi.Reon belum memberikan komentar, ruangan luas itu jadi sunyi untuk kesekian kalinya, sampai bunyi detik jam terasa lebih keras.Sementara itu, Reon menutup map dokumen lalu mengulurkan tangan ke sisi meja, mengambil ponselnya yang tergeletak sejajar dengan map. Gerakannya

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 66. Mengajukan Resign

    Di kursi utama ruangan rapat, Alis Reon menukik. 'Bagaimana gak lemas, aku dan Ellena pertama kali bercinta semalam. Dan pagi buta dia kabur dan kembali bekerja seperti tidak terjadi apa-apa.' Dia membatin kesal. "Ohhh, saya… cuma kurang enak badan, Pak," jawab Ellena pada Anggara. "Kalau gitu ayo saya temani kamu ke klinik lantai 16, Ellena." Anggara menunjukkan perhatian. Rahang Reon mengeras. Ellena merapikan tablet dan dokumen di tangannya. "Gak usah, Pak, saya juga masih ada kerjaan." "Kamu terlalu rajin, pekerjaan kamu bisa ditunda sebentar, kesehatan lebih penting, Ellena." Akhirnya Reon mendekat, menghampiri sekretaris keduanya itu dan si CIO sok perhatian. Dia berdiri tegak dengan aura dinginnya yang mencekam. "Tugas dari saya sudah selesai?" tanya Reon pada Ellena. Gadis itu mendongak pelan, seakan enggan menatap Reon tapi dia tetap menjaga profesionalitas. "I–iya, Pak, sudah saya selesaikan," ujar Ellena. "Oke." Reon kemudian memanggil asisten pribadinya.

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 65. Reon Butuh Penyesalan Ellena

    Setelah Ellena keluar, Reon mengangkat lengan menutupi matanya. Lelaki itu bangun lima menit lebih awal dari Ellena dan dia juga syok mendapatkan Ellena yang tidur dengan tubuh polos di pelukannya.Dia dikuasai alkohol semalam karena kesal melihat Ellena terus bersama Anggara. Dan, sekarang, kepalanya masih berdenyut, belum bisa menyatukan potongan-potongan kenangan semalam. Benarkah dia telah bercinta dengan Ellena? Bukan sekadar mimpi? Reon akhirnya bangkit dari kasur dengan gerakan cepat, mengenakan pakaian seadanya dengan pikirannya yang masih berputar kacau.Tangannya kemudian meraih laptop yang terhubung ke sistem CCTV internal suite CEO—sistem yang selama ini dia anggap sekadar prosedur keamanan.Dia duduk di sofa single, memangku laptop. Setelah layar menyala dan melewati beberapa klik, Reon membeku dengan napas tercekat. Dia melihat dirinya sendiri bersama sekretarisnya saling menjalin tubuh tanpa busana. Me

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 64. Kamu Cuma Milik Aku

    Ada kepuasan samar yang menyelinap di sudut benak Reon. Sembari menghujam Ellena dengan rudalnya, dia tersenyum tipis. Biasanya, ketika bermimpi seperti ini dengan Ellena, Reon hanya mengikuti arus mimpinya tanpa mengubah apapun. Tapi, kali ini berbeda. Reon memimpin alur, dia mampu melakukan apa yang dia mau. Dia semakin menggempur Ellena, sekretarisnya itu mengeluarkan suara desahan dan rintihan nikmat. Tubuh hangat mereka menyatu dalam ritme yang semakin liar. Reon menggenggam kedua tangan Ellena sembari terjs menghentak tubuh mantan kekasihnya. Wajah Ellena sangat cantik, melihatnya setengah terpejam dengan bibir terbuka membuat Reon dipenuhi kabut nafsu. Aset kembar Ellena juga berguncang-guncang indah. Reon menggeram tertahan dibuatnya. "Aghh… Elle… sebut nama aku, sayang." Ellena menatap Reon. "Ah… Enghh… Re–on… ahh!" Melihat Ellena puas di posisi itu, Reon berpindah ke sampingnya, tangan lelaki itu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status