แชร์

Bab 15 Kamu Lemah dan Miskin, Mas!

ผู้เขียน: Er_Su
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-17 14:18:59
“Satunya handukan doang, satunya pakai baju tidur seksi. Pasti, bentar lagi kalian buka itu semua di hadapan suamiku!” sergah Tina pada mereka berdua dengan begitu lantamnya.

“Tina! Berhenti tuduh mereka macam-macam!” tegur Danu dengan suara yang tak kalah keras.

Tina mengarahkan tatapan tajamnya pada Danu, dan ia terlihat sangat cemburu.

“Oh, Pakde deket sama kami ngga boleh. Tapi kalau Bude ke Hotel sama duo brondong itu, boleh?” balas Amy.

“Wah, standar ganda!” Silvy menyahutnya dengan ta
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 233 Janjian, ya?

    Danu jalan kaki sampai tiba di pertigaan. Ia berdiri di sana menunggu ojek datang, melamun dengan cerutu menyala di tangan. Jika sudah sampai pabrik, ia tak bisa menyalakannya kecuali benar benar jam istirahat.Tin!Tin!Suara klakson mobil terdengar dan mobil itu berhenti tepat di depan Danu.Danu sendiri belum paham dengan mobil itu, milik siapa dan dari mana. Ia diam menatapnya dengan penuh tanya.“Pak Danu!” Fatma membuka kaca mobil itu dan menyapanya dengan begitu ramah.“Eh, Bu Fatma. Mobilnya ganti?” tanya Danu yang kemudian mendekat padanya.“Oh, yang itu lagi di bengkel. Ini mobil mendiang papa, nganggur jadi tak pakai aja. Ayo naik, pak!” ajaknya, yang kemudian buka kunci pintu dari dalam untuk Danu.“Saya—”“Uda, sekalian bareng aja. Kan satu kantor,” balas Fatma, sedikit memaksa.Danu hisap kuat kuat rokoknya yang masih setengah, dan mau tak mau ia buang setengahnya. Kemudian ia masuk ke dalam mobil itu, duduk dengan rapi. Fatma segera menyetir mobilnya lagi dan dan mulai

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 232 Puas Kamu?

    “Aduh, sakit!” Danu meringis dan perlahan keluar dari lemari tempatnya berada, tak lupa ia tutup rapat.Saat ia berdiri, ia tatap Silvy dan langsung rebut kasar kertas yang ia pegang saat itu. Ia juga segera tempelkan perangko dengan air ludahnya.“Pakde, pertanyaan Vy nggak dijawab.” Wanita itu mulai menuntut lagi.“Jawaban apa?” tanya Danu padanya.“Ini, kenapa kak Susan lagi? Kenapa nggak yang lain? Vy juga bisa, kalau ditemenin Lily atau Amy.”“Dengan perutmu yang hamil itu?” tukas Danu padanya. “Bukan tanpa alasan pakde utus dia untuk proses ini, Vy. Dia yang pakde percaya, dan juga memang sudah mahir dalam bidangnya.”Danu simpan semua kertas itu serta surat tanah yang akan ia jual ke dalam map plastik. Tapi, dengan gerakan cepat tiba tiba Silvy merebutnya.“Vy!” sergah Danu, dan baru kali ini ia terdengar marah sekali.“Apa mau kamu sekarang? Kamu bukan nggak tahu, kenapa tanah itu dijual kan?” balas Danu padanya.“Tapi kenapa dia? Pakde harus ganti orangnya!” rengek wanita itu

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 231 Kok, Namanya Susan?

    “Neng, Nduk. Mumpung kalian kumpul di sini, ada hal yang pakde mau katakan.” Danu mendadak serius, dan mereka semua langsung memperhatikannya dengan seksama.“Ada apa, Pakde?” Lily memberi perhatian penuh padanya.Keadaan hening sejenak, kemudian Danu perlihatkan isi chatnya pada Wawan petang tadi yang menindaklanjuti tentang penjualan tanahnya.“Wah! Sudah laku, Pakde?” tanya Susan yang terlihat antusias.“Iya, Wawan yang bantu jualkan.. Dan untungnya, dia memang pintar nego harga tanah.” Danu tersenyum senang.“Jadi, kejual berapa? Sudah cukup untuk bayar tuntutan itu?” tanya Ainun.Danu mengangguk pelan. “Masih ada sisa sedikit. Niatnya, nanti pakde mau cari motor biar pergi kerjanya gampang. Yang murah aja,” jawab Danu.Mereka semua tersenyum. Ane yang sudah turun saat itu langsung memeluk Danu dengan begitu sedih karena nasibnya yang malang.“Udah, nggak papa. Ini salah pakde juga yang sembarangan,” ucap Danu pada mereka semua.“Tapi, ada satu lagi.” Danu melanjutkan obrolan itu

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 230 Nungguin Susan

    Danu duduk sendirian di kursi rotan. Ia merasakan sepi, ada yang belum pulang dan ia menunggunya dengan perasaan yang cukup gelisah.Ainun kebetulan keluar, dan ia lewat di depan Danu saat akan isi tumbler di dapur umum. Ia celingukan, dan ia langsung hampiri Danu dengan langkah pelan.“Pakde, nungguin siapa? Kak Susan, ya?” tanya Ainun..Danu yang sejak tadi melamun itu sontak kaget dengan suara yang mendadak terdengar di telinganya.“Eh, Neng?” Danu langsung menurunkan kakinya dari kursi dan menatap Ainun. “Pakde nggak nungguin, tapi pakde cuma bingung karena Susan nggak ada kabar,” balasnya.“Oh, gitu. Ini akhir bulan, biasanya dia juga sibuk buat pembukuan. Ai juga lagi lembur terus belakangan.”“Oh, gitu?” Danu seperti lupa hari karena kesibukanya belakangan ini.“Iya, Pakde. Maklumin aja, nanti juga pulang. Atau kalau enggak, ya nginep di butiknya yang gede itu. Kan ada kamarnya,” balas Ainun lagi..Danu mengangguk. Seketika isi fikirannya teringat tentang masa masa mereka bers

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 229 Makin Dekat Dengan Fatma

    Mobil berhenti sesuai perjanjian, tepat di depan gang. Itu pun karena Danu mengingatkan, dan hari sudah nyaris malam. Tak enak dengan Fatma yang harus mengantarnya.“Makasih, Bu. Maaf, nggak bisa tawarin mampir,” ucap Danu.“Ya, Pak. Sampai ketemu besok, ya?” balas Fatma padanya.Danu tersenyum, dan ia melambaikan tangan ketika Fatma pergi darinya hingga perlahan hilang dari pandangan mata.Danu kemudian membalik badan, ia harus jalan agak jauh dari pertigaan hingga tiba di rumah dan kostnya. Pasti, para gadis sudah menunggu saat itu.“Dan, kok jalan?” tanya Wawan yang lewat dengan motor dan melihat sahabatnya itu. Ia segera berhenti.“Eh, kamu, Wan. Dari mana?” Danu balik bertanya.“Aku dari toko tadi, cek barang. Kamu baru pulang kerja? Ayo, tak anter.” Pria itu menawarkan diri.“Eh, kamu udah mau pulang. Masa balik lagi cuma karena mau anter aku. Ndak usah, ah!” Danu segera menolak karena tak enak.“Ayo! Ada yang mau aku bicarain ke kamu!” paksa pria itu.Mau tak mau Danu naik, dan

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 228 Ngembang Dipuji

    Hari sudah sore, Danu bersiap untuk pulang dari kantornya dan ia sudah merapikan semua bagian gudang. Ia tatap sejenak, ia berfikir keras menatap apa yang kurang dari semuanya.“Sepertinya sudah pas!” Danu mengacungkan jempol pada hasil kerjanya sendiri.Tapi hari ini Susan tidak ada menghubungi. Ini bukan perkara ia mau nebeng, tapi memang sudah terbiasa dengan perhatian janda cantik itu padanya. Saat perhatian itu hilang, dunia Danu seketika sepi.Untung masih ada gadis lain yang tak lama kemudian hubungi Danu lewat chat. Dia lah Ainun, yang cuek tapi perhatian dengan keadaan Danu. Hanya kata katanya saja yang sering terdengar judes.“Halo, Neng?” Danu menelponnya sambil jalan keluar pabrik.“Eh, Pakde nelpon. Lagi apa, Pakde?” tanya Ainun dengan ramah dan suara yang cukup keras. Ia seolah tak peduli jika Silvy dengar dan kemudian menatapnya dengan penuh kecemburuan.“Ya, Neng. Ini, Pakde baru keluar dari pabrik. Baru saja bisa pulang,” jawab Danu padanya.Ainun tersenyum mendengar

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 2 Gadis Di Kost Melati

    “Pakde, Lily tahu bahwa ini berat. Pakde sabar, ya? Pasti semua akan menemukan titik terang, dan Pakde lebih tahu bagaimana seharusnya nanti.” Lily terus berusaha menghiburnya agar tetap tenang, walau ia tahu bahwa sebenarnya itu sangatlah sulit.Danu hanya diam, meratapi nasibnya yang malang.Lily

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 5 Astaga, Pakde!

    Danu mengangkat kedua tangannya saat itu, berusaha untuk tak balik memeluk Amy yang tengah ketakutan. Ia menarik napas beberapa kali sembari terus melirik kanan kiri.Entah bagaimana Danu harus menyikapi hal ini. Harusnya ia sedih, tapi justru mendapat rejeki nomplok. Bergemuruh di hati Danu. Takut

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 4 Kamu Sok Setia

    “Pakde, kami berangkat kerja dulu, ya!” Dua gadis cantik lewat dengan motornya, berboncengan, yang seketika membuat suasana warkop jadi heboh.Silvy dan Amidya. Gadis manis itu sama-sama merantau cukup jauh dari Daerah asal, dan orang tua mereka bahkan sempat datangi Danu untuk menitipkan keduanya

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 3 Perhatian Anak Kost

    Ting!Ting!Suara notifikasi pesan di Hp itu membangunkan Danu yang pada akhirnya bisa tidur jam tiga pagi. Saat dicek, ia terkejut karena banyak sekali isi chat di grup kost Melati.Rupanya kabar kemarin sudah cepat menyebar di antara mereka semua hingga menjadi hot topic sejak semalam. Tampak jug

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status