LOGINNOOOOO :(((
Tapi sampai di rumah sakit, Ra justru kebingungan. Dia hanya berdiri di depan area VVIP. Sadar tak mungkin bisa menemui Lea sekarang juga.Dia bukan siapa-siapa baginya. Dia bukan sanak saudara apalagi kekasih. Hanya orang asing. Dia tidak berhak ada bersamanya saat ini.Terdengar langkah terburu-buru di belakangnya, dan Ra segera menyingkir sambil menunduk. Daisy juga nyaris berlari, tergesa menuju kamar Lea.Daisy tentu juga sudah mendapat kabar soal Lea. Dan dia datang sendiri, karena Mark sepertinya kembali tidak peduli dengan keadaan anaknya. Ra sesaat merasa iri dengan status keluarga, dia juga ingin melihat bagaimana keadaannya. Kemarin malam Ra menunggunya sampai nyaris dini hari, tidak terlihat perubahan apapun. Kini Lea sudah membuka mata.“Kau tidak masuk? Kenapa hanya di sini?” Ra menoleh, melihat Stefan yang terlihat heran, menghampirinya.Ra menggeleng. “Tidak perlu. Di sini saja.”Stefan mengerutkan kening. Dia tahu berapa kali Ra menjenguk penghuni kamar itu. Catatan
“Aku tidak terlalu ingat dengan apa yang dikatakan Thoth waktu menjelaskan hal ini padaku dulu, karena tidak aku anggap penting.”Osiris mencoba menjawab pertanyaan Ra, melalui sepotong ingatan percakapannya dengan Thoth.“Dia menjelaskan sesuatu tentang mimpi. Saat ini tubuh Lea ada dalam keadaan seperti tertidur, dan sedang mengalami mimpi. Apa yang dialaminya di Tamiat akan dia anggap tak lebih dari mimpi. Dan kau tahu sendiri, mimpi adalah sesuatu yang akan mudah terlupakan begitu seseorang terjaga, Dan semakin lama dia terbangun, mimpi itu semakin pudar dan terlupakan.” Ini teori yang nyata, karena Ra sendiri juga mengalaminya. Akan semakin sulit mengingat mimpi setelah terbangun lama.“Untuk perbandingan, agar kau mengerti betapa ingatan itu akan sulit kembali, kau lihat saja bagaimana ingatanmu membutuhkan keajaibanku untuk bertahan. Aku dengan sengaja menanamkan ingatan itu kepadamu, agar kau bisa tetap mengingatnya. Sedang untuk Lea, aku tak mungkin melakukannya, karena dia
“Aku harus memberitahumu sesuatu," kata Osiris, dengan santai berbaring di sofa yang ada di sudut."Berita buruk apa lagi yang kau bawa?" Ra sejenak menjauh dari ranjang, terus melotot padanya.Ra tidak pernah bertemu dengan Osiris, setelah malam Lea dibawa ke rumah sakit. Bagi Ra ini adalah hal yang bagus, karena dia malas mendengar omelan yang tak kunjung henti darinya.Dan bertemu dengannya setelah beberapa bulan, tidak membuat Ra menjadi lebih gembira. Perasaannya tetap sama. Dia tetap tak ingin bertemu dengannya.“Dari semua tempat dan aku menemuimu di sini. Kau benar-benar tidak takut rupanya!” Dan seperti yang sudah-sudah, Osiris kembali mengomel karena keberadaan Ra terlalu dekat dengan Lea saat ini. “Dia Sedang ada dalam masa koma! Tidak akan ada sejarah yang berubah, meskipun aku berdekatan dengannya saat ini, karena dia tidak bisa mendengar maupun melihatku!” Bantahan Ra pastilah sangat tepat karena Osiris hanya bisa mendengus.“Apa yang ingin kau katakan?” Ra menagih ucap
Setelah mendapat laporan dari secara lengkap soal Lea di masa ini, Ra mengenali wanita itu dengan mudah saat pertama kali melihatnya, enam bulan lalu di rumah sakit ini.Dia terlihat lebih tua dari versi foto yang ada di laporan Ra, tapi jelas dia adalah ibu dari Lea, Daisy. Wanita yang dulu bernama belakang Caldwell. Nama yang dipakai oleh Lea.Alasan kenapa nama Azalea Caldwell begitu sulit ditemukan, karena ternyata itu bukan nama Lea yang asli.Di atas dokumen identitas, nama resmi Lea adalah Azalea Taylor. Taylor adalah nama ayahnya, dan Caldwell adalah nama ibunya saat sebelum menikah.Ra menebak Lea tidak ingin menjadi Azalea Taylor, karena tidak ingin memakai nama ayahnya yang dibencinya. Ini tidak akan menjadi masalah, jika saja Lea mengurus pergantian nama secara resmi, tapi mungkin karena kesibukan atau ceroboh, namanya masih terdaftar sebagai Taylor.Hal yang membuat orang suruhan Ra sangat sulit melacaknya. Kini bukan masalah lagi, karena hanya ada satu Azalea yang beker
Sambil berlari kecil, Ra memasuki area gawat darurat, tapi usahanya menemui Lea tidak mulus. Baru beberapa langkah berjarak dari pintu masuk, seorang perawat menghentikannya.“Maaf ada apa? Apa yang bisa saya bantu?” tanyanya.Ra menunjuk ke dalam ruang gawat darurat.“Apa Anda salah satu keluarga dari korban yang dibawa ke sini malam ini? Siapa namanya? Aku akan…”Ra menggeleng. Dia tidak punya hal untuk memasuki ruang gawat darurat karena dia bukan keluarga dari Lea. Dia tak bisa berbohong begitu saja, karena pastinya akan mereka akan mencatat namanya nanti. Namanya tidak boleh muncul dalam hal yang berkaitan dengan Lea sebelum dia kembali dari Tamiat.“Mmm... Gadis yang baru saja dibawa masuk dengan luka di kepala, apa kau tahu bagaimana keadaannya?” Ra menyerah mencoba masuk, dia hanya ingin tahu keadaan Lea.Perawat itu mengerutkan kening. “Apakah anda keluarganya?” Dia juga tidak mungkin memberi tahu keadaan pasien kepada orang asing.“Ya, dia keluarganya.”Osiris versi dewasa m
“Say what?!”Kalau bisa, Marin pastinya mengumpat. Setelah perintah kepindahan yang absurd kemarin, itu tadi adalah perintah tak masuk akal kedua yang terdengar tidak masuk akal di telinga Marin.“Kau ingin apa?”“Saham British Food!” Ra mengulang dengan jelas.Marin terdengar menghela nafas. Ra mengucapkan keinginan itu dengan sangat mudah, seperti saat dia ingin membeli permen atau camilan, bukan transaksi yang akan melibatkan uang ratusan ribu bahkan jutaan poundsterling. Yah… dia punya uangnya. Mungkin itu juga yang membuat Marin akhirnya menghela nafas, maklum.“Apa kau ingin mengembangkan bisnis disini? Kau mengatakan kemarin tidak ingin melakukan bisnis yang melibatkan perusahaan lokal di sini.” Marin mengingatkan niat Ra, yang berusaha tidak sibuk saat di London.“Sekarang aku ingin, dan aku ingin British Food.”“Apa kau tahu jika British Food saat ini sahamnya sedang lesu? Kau yakin? Memang bisa sedikit lebih murah, tapi akibatnya bisa fatal.”“Aku ingin British Food!”Ra ba







