LOGIN😏😏😏 jahat Bang. Beliin baru mobilnya
“Menyingkir!” bentak Mark.Ra menggeleng sambil tersenyum. “Menyingkir agar Anda bisa menyakitinya lagi? Saya rasa tidak.”“Menyingkir atau akan aku buat kau menyesal!” ancam Mark.Ancaman yang mengundang rasa geli dari Ra. Dilihat dari posisi manapun, Mark ada dalam keadaan kalah disini. Bahkan besar tubuh mereka sudah jauh berbeda.Mark adalah tipikal pria tua dengan perut buncit karena alkohol, sedang Ra jauh lebih muda darinya, dengan keadaan tubuh sehat walafiat penuh otot.Itu adalah ancaman yang tidak bergigi, dan tentu saja Ra tidak bergeming mendengarnya, dan hanya tersenyum. Mempersilakan Mark melakukan ancamannya.“Kau rupanya memang harus diberi pelajaran!” Mark berseru marah, dan mengayunkan tangan.BUGH!“Ra!”Lea menjerit saat Mark melayangkan pukulan ke pipi Ra.Ra tidak menghindar karena memang sengaja. Pukulan ceroboh seperti itu, tidak mungkin bisa menyentuhnya tanpa izin dari dirinya.Ra kembali mengangkat tangan, meminta agar Lea tenang.Disini Ra melihat sedikit
Ini bukan pertama kalinya Mark mencari Lea. Jadi Lea tahu benar apa keinginannya. Apalagi kalau bukan uang?Saat ini ayahnya bekerja sebagai tenaga kasar yang gajinya tidak seberapa. Kebiasaan Mark berhutang, membuatnya kehilangan pekerjaan di beberapa tempat.Manajemen tempatnya bekerja sebelum ini, memecatnya begitu mereka tahu Mark terlibat apa. Mereka kebanyakan tidak ingin terlibat dengan para penagih utang yang menyeramkan itu.Lea mendesis saat otot betisnya menegang dengan nyeri. Ia hanya berjalan saat melintasi halaman gedung, tapi masih terlalu cepat rupanya. Lea dengan terpaksa tertatih dan melambatkan langkah. Sekali ini, ia mengabaikan Morris yang ingin menyapanya. Lea tidak bisa bersikap ramah saat ini.Saat sampai di luar gerbang, Lea menatap sekitar, dan melihat mobil butut ayahnya terparkir tak jauh dari batas pagar gadung kantornya.Dan rupanya mereka melihat Lea muncul, karena pintu mobil itu terbuka, dan Mark serta Daisy keluar dari mobil.Lea menatap Mark dengan m
Ra meremas kemudi mobilnya erat-erat. Jika dia masih mempunyai kekuatannya sebagai Horus, maka roda kemudi itu tak akan berbentuk lagi.“What the hell?!” Gadis itu baru saja menyuruhnya untuk menurunkan dirinya sebelum sampai, tapi kemudian memasuki mobil lain, dan membiarkannya membawanya sampai masuk ke dalam British Food.Perasaan kalah dan juga api cemburu menyambar habis segala puas dan kemenangan yang tadi Ra rasakan, saat melihat mobil yang ditumpangi oleh Lea mendahului mobilnya-yang memang saat itu berhenti-memasuki gerbang.Ra sempat berharap jika pengemudi mobil itu adalah wanita. Setidaknya dia bisa mengerti kalau itu temannya, tapi saat mobil itu lewat di sampingnya, Ra melihat jelas jika pengemudi mobil itu adalah pria.Ra kembali meremas kemudi dengan mata menyorot tajam. Ini adalah halangan yang tidak pernah Ra pikirkan. Sebagai istri Rasui, sejak awal kedatangannya tidak ada yang berani melirik Lea, karena sudah pasti akibatnya adalah mati.Urhi yang terlihat tertari
Lea melihat bagaimana Ra mengendalikan mobil itu dengan sangat sempurna. Dia menginjak gas dan pedal dengan pasti. Mengatur suhu dan juga lagu tanpa gerakan canggung.Mobil itu melaju mulus tanpa menimbulkan getaran sama sekali, saat mereka melewati jalanan kota London yang belum terlalu ramai, karena mereka berangkat lebih pagi dari yang lainnya.Melihat Ra yang sangat terbiasa dan memakai mobil itu, berarti mobil ini adalah miliknya, bukan milik dari pemilik rumah yang kebetulan dia pakai.“Mobil ini milikmu?” Lea ingin memastikan“Ya. Tentu saja mobil ini milikku.” Ra melirik sekilas, dan ingin tertawa saat melihat bagaimana Lea mengernyitkan kening dengan sangat serius.Sudah menghafal kebiasaan Lea, Ra tahu dia sedang mencoba membuat tebakan. Tebakan yang bisa jadi benar, tapi lebih sering ceroboh.“Jabatan apa yang kau pegang di British Food?” Lea bertanya sambil melirik pakaian Ra. Rapi memakai setelan jas lengkap. Jelas dia bukan peneliti maupun pekerja yang berada di lantai k
“Aku tidak terlalu ahli dalam mesin, tapi aku rasa jika mesinnya tidak merespon sama sekali, kerusakannya berarti parah.” Ra memberikan pendapatnya dengan nada prihatin yang cukup. Tidak berlebihan, tapi tetap terlihat peduli.Lea mengerang frustasi, sambil menutup wajahnya dengan tangan. “Apa kau ingin aku memanggil tukang servis ke sini?” Ra menegakkan tubuh, memandang Lea yang beridiri di sebelahnya.Lea mengangguk pasrah, sementara pikirannya melayang pada sisa uang tabungannya. Uang pengembalian sewa apartemennya, sudah jelas akan habis untuk apa.Tapi hanya ini jalan agar dia bisa tetap berangkat bekerja. Rumah ini jauh dari jalan raya, maupun halte. Lea tak bisa naik kendaraan umum ke kota.Ra meraih jas, mengambil ponsel di kantongnya, lalu menyentuh nama Marin dengan telunjuk. Lea masih memandang mesinnya dengan wajah galau, jelas tidak melihat apa yang Ra lakukan.“Hai Bob!” Ra menyapa dengan menyebut sembarang nama, bernada terlalu ramah, begitu Marin menjawab.“Hah?!” Mari
“Lea bisa meninggal, dan nasibnya akan menjadi tidak jauh berbeda dari Nae saat Eshe membalik kutukannya.”Tidak ada celaan apapun, karena Ra sangat benar. Tentu saja dia tak bisa memprediksi bagaimana nasib dan masa depan Lea, jika Ra tidak ikut campur saat itu.“Well…. Yang jelas inilah pilihanmu, kau mengundang Seth untuk menemukan dirimu.” Osiris ikut membalas dengan bahasa kuno itu.“Ingat saja untuk selalu waspada! Aku sudah membuat perlindungan di sekitar rumah ini, tapi untuk lebih aman…” Osiris merogoh kantong, lalu meletakkan dua buah bros keemasan seperti yang dulu diberikan oleh Bast.Tapi tidak berbentuk bunga. Bros itu berbentuk apa yang dulu Ra sebut sebagai kunci, sebelum berubah menjadi tongkat yang biasa Osiris bawa.“Aku orang yang cukup bertanggung jawab. Ini perlindungan dariku. Jangan mengatakan aku mengabaikanmu!” kata Osiris. Menyombongkan kebaikan.“Melindungiku dan Lea adalah kewajibanmu, hutang budi yang harus kau balas setelah aku mengembalikan mata itu. Jan







