Beranda / Romansa / Pelan-Pelan, Mas Kaisar! / 2. Tertangkap Basah!

Share

2. Tertangkap Basah!

Penulis: Callme_Thata
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-30 12:57:17

"Gimana, Pak? Udah puas belum lihatnya?' 

Kaisar yang berbalik, dibuat terkejut oleh keberadaan gadis yang kini berdiri di hadapannya.

Gadis pemilik wajah cantik, hidung mancung dan mata agak sipit itu melipat kedua tangan di dada. Bibirnya tersenyum tipis pada Kaisar yang bediri di hadapannya dengan wajah gugup bercampur kaget. 

Baby Liona, adalah mahasiswi yang cukup populer di kampus itu. Bukan hanya terkenal karena parasnya yang cantik, tetapi juga karena kenakalan, kebarbaran dan juga kelakuannya yang sulit diatur. 

"Masih mau lihat?" Liona menaik turunkan alisnya, bibirnya masih saja tersenyum pada Kaisar. 

Tertangkap basah membuat wajah Kaisar memerah. Kini wajah pria itu merah seperti tomat masak yang hampir busuk. 

Terlebih lagi, bagian bawahnya menyembul dengan jelas. Miliknya yang berada di balik celana trainingnya itu sudah bereaksi sejak tadi, meronta-ronta minta di keluarkan dari bungkus pengamannya. 

"Ngomong apa kamu?" lontar Kaisar. Ia memasang wajah datar, berusaha menahan rasa gugup bercampur malu yang saat ini sedang ia rasakan. 

Namun, Liona yang melipat kedua tangan di dada itu malah semakin tersenyum. Ia bergerak mundur dan menyandarkan punggungnya pada tembok.  

Sepasang mata sipit gadis itu menatap wajah tegang Kaisar yang masih saja memerah. Lalu tanpa malu dan takut sedikitpun, Liona menurunkan pandangannya ke bagian bawah, memindai selangkangan Kaisar dengan tatapan nakal dan menggoda. 

"Hihi!" Liona terkikik kecil saat melihat benda yang menonjol di balik celana training dosennya itu. 

Besar dan menggembung!

Di tatap dan ditertawakan oleh Liona, wajah Kaisar semakin memerah. Secepat mungkin ia memasang wibawanya sebagai seorang dosen. 

Pria itu pun membentak Liona agar bersikap sopan padanya. "Liona, apa yang kamu tertawakan? Berdiri yang benar, jangan bersikap kurang ajar sama saya!" betaknya dengan mata melotot tajam. 

Suara bentakan Kaisar yang terdengar berat dan agak parau, justru membuat senyuman Liona semakin lebar. Kemarahan pria itu benar-benar tak meyakinkan dan tak membuatnya takut. 

"Jam segini, ngapain kamu ada di sini?" tanya Kaisar. Matanya masih saja melotot tajam pada Liona yang senyum-senyum di hadapannya. 

Ditanya, Liona bukannya menjawab. Tetapi justru beranjak dan mendekati Kaisar. 

"Bapak sendiri ngapain di sini?" tanyanya balik. Tangannya bergerak, menunjuk dan menekan bahu Kaisar dengan pelan. 

Kaisar meneguk ludah dengan kasar. Lalu membuang muka. "Saya tadi mau ke toilet, gak sengaja lihat kamu di sini! Jadi sekalian, saya mau negur kamu, takut bolos kayak kemaren-kemaren!" timpalnya tanpa mau menatap wajah Liona. 

"Terus?" tanya Liona lagi. 

"Sebelum saya sempat manggil dan negur, kamu udah keburu keluar!" timpalnya. 

Mendengar penjelasan Kaisar yang berdusta, Liona angguk-angguk kepala. Ia memasang ekspresi meyakinkan, seolah percaya pada dosennya itu. 

Selanjutnya, "Kirain Bapak tadi ngintipin saya sampe ngiler-ngiler karena kepengen," kata Liona dengan pelan. 

Semakin melotot lebar mata Kaisar, saking lebarnya, mata itu seperti biji jengkol super yang di jual di supermarket. 

"Jangan asal ngomong ya kamu, nanti di denger orang. Bisa-bisa nama saya jadi jelek," kata Kaisar. Menyangkal perkataan Liona yang menuduhnya mengintip. 

Meskipun yang dikatakan Liona sesuai fakta, tetap saja Kaisar tak mungkin mengaku. Jika sampai mengaku, mau di taruh di mana wajahnya yang ganteng itu. 

Wibawanya sebagai dosen galak yang irit bicara bisa jatuh dan runtuh. Jadi sebisanya, ia akan menyangkal tuduhan Liona. 

Liona yang dikatakan asal bicara, justru tersenyum menggoda dan semakin memepet Kaisar hingga tubuhnya terpojok ke dinding koridor yang sepi. 

Selanjutnya, gadis itu berbisik. "Pak Kai gak usah malu, saya tahu kok kalau Bapak ngintipin saya. Kalau mau, saya bisa lihatin semuanya khusus buat Bapak...." 

Gluk! 

Kaisar meneguk ludah, jakunnya naik turun. Jaraknya dan Liona begitu dekat, bahkan dada kenyal Liona yang di balut singlet ketat, menempel di tubuh Kaisar. 

Wangi keringat bercampur parfum sukses membuat pertahanan Kaisar goyah dan nyaris runtuh. 

Namun, gengsi Kaisar sebagai dosen yang terkenal galak, irit bicara dan sulit di dekati wanita membuatnya langsung menepis tubuh Liona. 

Bahkan, pria itu tak hanya menjauhkan tubuh Liona darinya. Tetapi juga mengancam akan memberikan nilai E pada gadis nakal itu. 

"Jaga sikap kamu, Liona. Jangan bersikap kurang ajar, atau saya akan memberikan nilai E untuk kamu!" kata Kaisar dengan suara tertahan. 

Mendengar perkataan bernada mengancam yang dilontarkan Kaisar, Liona bukannya takut tetapi justru tertawa renyah. 

"Haha... nilai E gak masalah, asal Bapak jadi pacar saya!" 

Tubuh Kaisar menegang. Tak menyangka jika Liona berani bersikap lancang dan berbicara sembarangan padanya. 

Padahal, selama ini tidak ada satupun mahasiswa yang berani bertatapan langsung dengannya. Apalagi bersikap kurang ajar. 

"Gimana, Pak? Mau lihat yang lebih bagus dari tadi enggak?" tanya Liona. Berbisik pelan pada Kaisar yang terlihat tegang. 

"Sekali lagi saya tegaskan, jangan bersikap lancang! Jaga batasan kamu, Liona!"

Lagi, Kaisar membentak Liona yang tidak ada takut-takutnya. 

"Bapak gak usah pura-pura kayak gitu, saya tahu kok apa yang sebenernya Bapak butuhkan! Sikap dingin dan galak Bapak, sama sekali gak mempan buat saya!"

Kaisar yang menyadari momen ini tidak bisa datang dua kali, ingin segera melumat gadis itu. Namun, suara lemparan bola basket di lapangan utama membuyarkan lamunan mereka, sehingga Kaisar memilih pergi lebih dulu ke ruangannya.

 

Bersambung....

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   8. Baru 3 Menit Udah Keluar!

    "Buset dah Pak Kai, usaha satu jam giliran main tiga menit langsung crot!" Wajah Kaisar memerah, sedangkan matanya melotot lebar. Saking lebarnya, mirip seperti anak sapi yang tersedak air susu induknya. "Ka—" "Gak asik banget. Baru juga mau rileks, egh udah selesai aja." Liona kembali berbicara, bahkan membuat kalimat yang baru saja akan keluar dari mulut Kaisar langsung terpotong. Dari ekspresi dan reaksi Liona, ia benar-benar tidak puas dengan permainan yang dipimpin oleh Kaisar."Dasar gak berguna, badan gede, perut sixpack dan muka ganteng, ternyata lemah, gak tahan lama!" sungut Liona dengan wajah yang terlihat dongkol. Berkedut-kedut bibir Kaisar. Tak terima diolok dan dimaki oleh Liona yang tidak puas dengan permainannya. "Saya udah pengen dari tadi, Liona. Tapi kamu terlalu banyak omong. Untung gak tumpah di luar sebelum masuk," kata Kaisar. Ia yang sejak tadi dimaki akhirnya angkat bicara. Liona melipat kedua tangannya di dada, lalu mendengus keras dan membuang muka.

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   7. Pelan-pelan, Pak. Sakit!

    "Pak, ini gimana? Masa saya yang harus masukin punya Bapak ke punya saya. Kan kesannya Bapak jadi pihak yang gak berguna!" Perkataan Liona yang mengatakan 'pihak tak berguna' membuat Kaisar yang memejamkan mata dengan deru napas naik turun, membuka mata dan menatap gadis itu. Ia menghela napas panjang. Rasanya jengkel dikatakan tidak berguna. Dan, ini adalah kali keduanya Kaisar dikatakan wanita seperti itu, pertama dikatakan tidak berguna oleh wanita masa lalunya. Dan kali keduanya dikatakan oleh Liona, mahasiswi barbar di kampus tempatnya mengajar. "Saya bayar kamu loh, 15 juta! Bisa-bisanya kamu nyuruh saya yang kerja," kata Kaisar sembari beringsut dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. "Harga pasaran pelacur di club butterfly cuman 1 sampe 5 juta, lah kamu saya beli tiga kali lipat. Pilih kamu, saya kira bakalan dapat lebih, ternyata lebih parah, saya masih harus capek-capek kerja!" Liona memajukan bibirnya. Sebenarnya bukan tak mau melakukannya, tetapi ia merasa ng

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   6. Beneran Masih Perawan?

    "Panjang banget, Pak. 19,5 centi, emangnya muat kalau dimasukin ke punya saya yang masih sempit dan legit ini?" Liona yang syok setelah mengukur panjang batangan tegang milik Kaisar, meneguk ludah dengan bersusah payah. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Kaisar yang tersenyum tipis. Gadis itu tak menyangka jika Kaisar yang bertubuh atletis dengan otot perut delapan kotak, memiliki panjang burung yang luar biasa untuk ukuran warga lokal. "Sempurna... muka ganteng kayak ayang Jongki, badan gede tinggi, perut kotak-kotak, dan ternyata burungnya ukuran jumbo," ucap Liona dalam hati."Kenapa? Kamu takut, hmm!" tanya Kaisar dengan santai. Bibirnya masih saja tersenyum tipis. Kepala Liona menggeleng pelan. "Enggak, cuman kaget aja. Punya Bapak besar dan panjang, mirip sama punya cowok-cowok yang ada di film biru, hee!" celetuknya. Gadis nakal itu terkekeh, hingga Kaisar meringis di buatnya. "Jadi, kamu sering lihat film biru?" tanya Kaisar dengan santai sembari mengambil alih penggaris

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   5. 19,5 CM

    "Kapan mulainya, Pak? Saya udah gak tahan mau nyobain gaya baling-baling bambu dan kodok berenang!"Liona tak hanya sekedar berbicara, tetapi sambil bergerak maju dan memepet Kaisar yang duduk bersandar di kepala ranjang. Perlahan, ia melepaskan telapak tangannya dari mulut pria itu.Tingkah laku dan perkataan absurd gadis itu membuat Kaisar geleng-geleng kepala. Pikirnya, apakah Liona memang terlahir tanpa urat malu hingga membuatnya tak memiliki rem jika berbicara."Ayo kita ML," ajak Liona. Berbisik lembut di telinga Kaisar.Gluk!Kaisar meneguk ludah dengan bersusah payah. Hembusan hangat napas Liona yang menyapu telinga, membuat darahnya berdesir.Tak ingin dikatakan expired dan dianggap tak mampu, Kaisar pun memeluk pinggang ramping gadis nakal itu dan menarik tubuhnya hingga merapat tanpa jarak dengannya."Hmm, saya jadi pengen lihat, seliar apa sebenernya kamu," kata Kaisar. Suaranya pelan, sengaja ditahan.Liona menggigit bibir bawahnya. Sedangkan tatapan matanya tertuju pada

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   4. Rasanya ML, Sakit Gak?

    "50 juta semalam, gimana? Bapak mau gak?"Liona berbicara dengan santai, tetapi terdengar serius dan begitu percaya diri. Ia memberikan harga yang tidak main-main untuk tarif seorang wanita penghibur di club tersebut pada dosennya.Mendengar harga yang disebutkan, Kaisar menatap wajah cantik gadis nakal yang berbicara padanya. Ekspresinya terlihat aneh, tak percaya pada Baby Liona yang menawarkan diri dengan harga begitu tinggi."Mau gak, Pak?" tanya Liona. Alisnya naik turun, sedangkan tangannya menyentuh dan mengusap bahu Kaisar menggunakan telapak tangannya yang halus.Bibirnya tersenyum menggoda pada Kaisar yang masih saja menatap dan memperhatikan wajahnya tanpa berkedip."Kalau bapak setuju, saya jamin gak akan rugi," lanjut Liona. Tangannya masih saja mengusap-usap bahu Kaisar. Tingkahnya benar-benar mirip seperti wanita liar yang gatal.Berkerut kening Kaisar. Gadis di hadapannya menawarkan harga 50 juta semalam? Ah, yang benar saja.Pikir Kaisar, apakah bagian gadis itu terbu

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   3. 50 Juta Semalam!

    Kaisaryang sudah membersihkan diri, kembali ke ruangannya lagi dengan kondisi yangjauh dari kata baik-baik saja. Wajahnya terlihat kusut dan lesu, bayanganbentuk tubuh Liona dan momen di ruang ganti terus menghantui, membuatnya takdapat berpikir dengan jernih.Meskipunsudah mandi, tetap saja tak dapat meredam gairah yang sedang menguasaitubuhnya."Huh,astaga, ayolah, Kai!" Kaisar duduk di kursi, lalu tangannya menyapu areawajahnya dengan kasar.Lekuktubuh Liona benar-benar membuatnya merasa gila. Rasanya, ingin sekali iamenyentuh tubuh gadis nakal itu dan menikmatinya.Namun,tak mungkin ia langsung setuju dengan tawaran Liona yang ingin menyenangkannya.Jika sampai ia setuju, mau di taruh di mana wajahnya? Harga dirinya bisa jatuhsaat itu juga, dan dianggap pria murah."Fokus,fokus," kata Kaisar pada dirinya sendiri. Berusaha menyingkirkan bayanganLiona dari mata dan pikirannya.Semakinia berusaha untuk menyingkirkan bayangan elok tubuh Liona, nyatanya bayanganitu mala

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status