Home / Romansa / Pelan-Pelan, Mas Kaisar! / 3. 50 Juta Semalam!

Share

3. 50 Juta Semalam!

Author: Callme_Tata
last update publish date: 2026-01-30 13:01:30

Kaisar yang sudah membersihkan diri, kembali ke ruangannya dengan kondisi yang jauh dari kata baik-baik saja. Wajahnya terlihat kusut dan lesu, bayangan bentuk tubuh Liona dan momen di ruang ganti terus menghantui, membuatnya tak dapat berpikir dengan jernih.

Meskipun sudah mandi, tetap saja tak dapat meredam gairah yang sedang menguasai tubuhnya.

"Huh, astaga, ayolah, Kai!" Kaisar duduk di kursi, lalu tangannya menyapu area wajahnya dengan kasar.

Lekuk tubuh Liona benar-benar membuatnya merasa gila. Rasanya, ingin sekali ia menyentuh tubuh gadis nakal itu dan menikmatinya.

Namun, tak mungkin ia langsung setuju dengan tawaran Liona yang ingin menyenangkannya. Jika sampai ia setuju, mau di taruh di mana wajahnya? Harga dirinya bisa jatuh saat itu juga, dan dianggap pria murah.

"Fokus, fokus," kata Kaisar pada dirinya sendiri. Berusaha menyingkirkan bayangan Liona dari mata dan pikirannya.

Semakin ia berusaha untuk menyingkirkan bayangan elok tubuh Liona, nyatanya bayangan itu malah semakin tergambar jelas, seperti rekaman yang melekat diisi kepalanya.

Brak!

"Shit!" Kaisar mengumpat sembari menggebrak meja.

Bukan hanya lekuk tubuh Liona yang tidak dapat disingkirkan dari pikirannya, tetapi juga senyuman menggoda gadis nakal itu.

Pikirannya kini benar-benar kacau. Ditambah lagi, kejadian dua hari yang lalu, di mana ia bertemu dengan mantan tunangannya di sebuah gedung perbelanjaan.

Setelah pertemuan itu, kenangan buruk masa lalu kembali melintas seperti siluet yang berputar-putar di otaknya.

"Maaf, Kai. Aku gak bisa nikah sama kamu, karena aku lebih cinta sama Haris. Jadi, kita batalin aja pertunangan kita!"

Perkataan menyakitkan mantan tunangannya, mungkin tak akan pernah dapat dilupakan oleh Kaisar. Terlebih lagi, pria yang dipilih oleh tunangannya di masa lalu adalah sahabatnya sendiri. Dua orang yang ia sayangi dan cintai, tega mengkhianati dan menghancurkan kepercayaannya hingga ke dasar.

Sakit dan perih, hatinya hancur pada saat itu. Bertahun-tahun Kaisar berusaha untuk membalut luka dan menambal hatinya. Namun, setelah sekian lama, dua orang yang telah mengkhianatinya tiba-tiba kembali dan membuka luka lama.

"Argh... sial, sial!" umpat Kaisar yang kembali mengingat kenangan masa lalunya.

Saat ini, ia membutuhkan pelarian, membutuhkan tempat dan situasi yang menyenangkan untuk menenangkan pikiran. "Gak bisa, aku bisa kayak gini terus. Aku harus bisa ngelupain semuanya."

Merasa semakin kalut, Kaisar pun berjalan santai menuju parkiran, masih dengan ekspresi wajahnya yang terlihat lesu dan tidak bersemangat.

Saat Kaisar hendak memasuki mobilnya, seseorang memanggilnya dan membuatnya berhenti.

"Kai!"

Kaisar menoleh, menatap orang yang memanggilnya.

"Ar," ucap Kaisar. Membalas panggilan teman satu profesinya.

"Kenapa? Muka kamu kok kusut banget, kayak keset kaki di rumahku!" celetuk Aryo, teman sesama dosen.

Ditanya, Kaisar menghela napas kasar. Ia mengeluarkan bungkusan rokok dan pematik apinya, lalu menyandarkan punggungnya di pintu mobil.

"Pusing, pikiranku kacau," kata Kaisar. Menjawab dengan santai tetapi bernada lesu.

"Kamu butuh hiburan, Kai. Lemesin otot dan otak, jangan tiap harinya bergaul sama tumpukan buku dan berkas mulu," kata Aryo. "Mendingan kamu pergi club butterfly, minum dan happy-happy, sekalian minta temenin sama cewek cantik!" imbuhnya.

Mendengar perkataan Aryo, Kaisar yang biasanya selalu serius, menoleh dan menatap wajah temannya itu dengan kening berkerut dan alis bertautan.

"Cewek?" tanyanya kemudian.

Aryo mengangguk. "Hmm, kupu-kupu malam! Murah kok, gak habis puluhan juta semalam! Lagian, uangmu banyak, gak akan habis kalau cuman buat bersenang-senang!"

Teman dari Kaisar itu tersenyum sembari menepuk pundaknya pelan. "Sst, jaga omongan kamu, gak ada satu orang pun yang tahu gimana kehidupanku. Jangan sampai ada orang yang denger!"

"Aman, gak ada orang di sini, gak ada yang bakalan tahu kalau kamu itu orang kaya!" Aryo kembali menepuk pundak Kaisar, bahkan merangkulnya. "Club Butterfly, ya?"

"Yaudah, lagian aku stress juga!"

Namun, mereka berdua tidak sadar, Liona yang baru saja sampai, bersembunyi di balik tembok dan menguping pembicaraan mereka. Gadis nakal itu memang tidak sempat mendengar pengakuan Aryo jika Kaisar adalah cucu dari seorang pengusaha kaya raya, tetapi Liona berhasil mencuri satu informasi penting.

"Club Butterfly, hehe. Malam ini, gue gak bakalan ngelepasin Pak Kai!"

.

.

.

Club butterfly, di sanalah kini Kaisar berada. Pria itu baru saja turun dari mobilnya dan melangkah memasuki tempat tersebut.

Di dalam club itu, Kaisar mengedarkan pandangannya. Kemerlap lampu dan kerasnya musik yang berdentam-dentam di telinga, seolah tak mengusiknya sama sekali.

Dengan santai, Kaisar menuju sofa kosong dan mendaratkan bokongnya di sana. Lalu memanggil bartender dan memesan minuman.

Baru saja duduk dan memesan minum, seorang wanita cantik berpakaian seksi datang menghampiri.

Wanita itu adalah Baby Liona, gadis nakal yang sebelumnya membuat tubuh Kaisar panas dingin.

"Hai, Pak Kai. Mau Baby temenin enggak?" tawar Liona. Suaranya keras, menusuk indra pendengaran Kaisar.

Melihat wajah Liona, melotot lebar mata Kaisar. Bahkan matanya seperti mau melompat dari cangkangnya.

"Liona, ngapain kamu di sini?" tanya Kaisar. Suaranya tak kalah keras, bahkan ekspresinya terlihat kaget.

Liona menyengir kuda, lalu menggigit bibir bawahnya. Matanya mengerling, bermaksud menggoda Kaisar.

"Ngapain kamu di sini?" Kaisar kembali bertanya, sedangkan matanya yang melotot masih saja menatap dan memperhatikan penampilan Liona yang luar biasa menggoda.

"Ngapain lagi? Ya cari pelanggan lah, Pak," jawab Liona sembari memajukan tangannya dan mencolek dada Kaisar.

Kepala Kaisar menggeleng. Ia tak menyangka jika Liona yang berstatus sebagai mahasiswi bisa bekerja di tempat hiburan malam seperti itu.

"Bapak ke sini mau ngapain? Nyari ani-ani?" tanya balik Liona. "Eum... gimana kalau sama Baby aja?" tawarnya.

Bibirnya berbicara, sedangkan tangannya bergerak kemana-mana. Menyentuh wajah dan dada bidang Kaisar yang di balut oleh kemeja.

Disentuh dan diraba-raba, Kaisar menepis tangan gadis nakal itu dan menjauhkannya.

"Baby temenin, mau ya...." bujuk Liona sembari memajukan bibirnya.

Melihat bibir seksi Liona yang berwarna pink, Kaisar meneguk ludah. Jakunnya kembali naik turun seperti siang tadi.

Bayangan tubuh Liona saat berada di ruang ganti, kini kembali melintas di otak dan pikiran Kaisar.

Dan, pada akhirnya ia pun bertanya. "Berapa semalam?"

Liona menyeringai. Lalu dengan santai dan percaya diri ia menjawab. "50 juta, gimana? Bapak mau gak?"

Bersambung....

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   124. Penghujung Cerita.

    Keadaan rumah tahanan menjadi kacau. Ryuga yang nyaris sekarat pasca menegak racun mematikan, dibawa oleh petugas kepolisian menuju klinik terdekat. Keadaan pria itu saat ini benar-benar memprihatinkan. Tubuhnya membiru, wajahnya belepotan darah, serta kedua tangannya meremas erat perutnya sendiri. Saking eratnya remasan pria itu, urat-uratnya sampai menonjol dan terlihat dengan jelas. "Cepat, cepat bawa ke ruangan IGD!" Begitu turun dari mobil, tubuh Ryuga segera diangkat dan dipindahkan ke atas brankar. Lalu, perawat yang menyambutnya langsung mendorong brankar tersebut menuju ruangan IGD. Di atas brankar yang melaju dengan cepat, Ryuga yang masih sadar tetapi sudah tidak dapat melakukan apapun, tampak menitikkan air mata. Tatapan matanya begitu redup, menunjukkan jika saat ia benar-benar berada di ambang kematian. "Di kehidupan selanjutnya, aku gak mau lahir dan berada di tengah-tengah keluarga Prasetya lagi. Aku mau hadir dan besar di dalam keluarga utuh yang hangat dan

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   123. Maafkan Papa!

    "Kai, awas!" Srek! Jleb! Sepasang mata Tuan Reynald mendelik lebar, kedua tangannya terkepal erat kala punggungnya dihujam oleh senjata tajam yang ada di tangan Ryuga. Melihat Tuan Reynald menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi Kaisar, Ryuga tertawa terbahak-bahak. "Hahaha... mati kamu, tua bangka sialan!" Pria itu mencabut belati yang menancap di punggung Tuan Reynald, lalu kembali menusuknya sebanyak beberapa kali. Melihat keadaan semakin kacau, petugas kepolisian yang kecolongan segera bertindak. Mereka meringkus dan melumpuhkan Ryuga yang menggila tidak terkendali. Liona dan Bu Elyana spontan memekik dengan keras, syok melihat tindakan Ryuga yang amat kejam dan mengerikan. "Argh... Ryuga, kamu gila!" jerit Liona sembari menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. "Pa, bawa Liona pergi dari sini sekarang. Jangan biarin dia lihat semuanya!" kata Kaisar, meminta Pak Baskoro membawa Liona pergi dari tempat tersebut. Pak Baskoro mengangguk, lalu seger

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   122. Ryuga, Jangan!

    "Hahaha... kalian semua harus mati, kalian harus mati! Aku bakal ngirim kalian ke neraka satu persatu, termasuk kamu, laki-laki brengsek yang udah membuat hidup ibuku menderita!" Ryuga tertawa dengan keras, sedangkan tangannya bergerak, mendorong kasar tubuh Tuan Reynald. Saking kerasnya membuat tubuh pria separuh baya itu membentur tembok. Melihat sikap kasar Ryuga secara langsung, semakin syok dan kaget Tuan Reynald dibuatnya. Benarkah putranya yang pendiam, terlihat lemah dan penurut selama ini ternyata begitu kejam? "Ryuga, kenapa kamu lakukan semua ini?" tanya Tuan Reynald dengan wajah memerah dan sepasang mata berair. Ryuga yang tertawa-tawa seperti orang gila, menatap tajam Tuan Reynald yang bertanya padanya. Pria itu menghentikan gelak tawanya, lalu mendekati Tuan Reynald dan mencengkeram erat bagian depan kemeja yang dipakainya. "Kenapa? Kamu tanya kenapa?" tanya Ryuga dengan suara tertahan. "Setelah kamu buat ibuku menderita dan mati dalam kesedihan, kamu masih berani

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   121. Terungkap

    "Kamu benar! Setelah ini kamu memang harus keluar dari kediaman Prasetya, dan aku akan pastikan selamanya kamu akan mendekam di balik jeruji besi!" Suara datar dan dingin milik Kaisar yang terdengar lantang, spontan membuat sepasang mata Tuan Reynald melotot lebar. Begitu pula dengan Ryuga sendiri. "Kai, apa maksudnya semua ini?" kata Tuan Reynald. Bertanya pada Kaisar yang menatap tajam Ryuga. Kaisar tak menjawab pertanyaan Tuan Reynald. Ia justru memberikan perintah pada petugas kepolisian untuk segera meringkus Ryuga sebelum kembali membuat ulah. Petugas kepolisian melangkah maju, lalu menunjukkan surat penangkapan pada Ryuga. "Pak Ryuga, Anda resmi kami tahan atas kasus pembunuhan berencana terhadap Tuan Jayden!" Suara tegas milik petugas kepolisian, membuat sepasang mata Ryuga semakin melotot lebar. Saking lebarnya seperti mau melompat dari tempatnya berada. "Apa-apaan ini? Saya gak bersalah, gak gak ngerti maksud kalian!" kata Ryuga. Menolak saat hendak diringkus dan di

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   120. Hasil Autopsi!

    "Jangan pukul lagi, Kai. Aku bener-bener minta maaf...." "Kaisar, apalagi yang mau kamu lakukan?!" Suara keras dan lantang milik Tuan Reynald yang berasal dari ujung lorong rumah sakit itu, membuat Kaisar seketika memejamkan matanya seraya menghela napas kasar. Wajah pria itu semakin memerah. Jelas jika ia sangat kesal saat ini, Ryuga benar-benar membuatnya muak. Sedangkan Ryuga sendiri, menyunggingkan sudut bibirnya. Ia tersenyum puas karena berhasil membuat Kaisar terlihat semakin buruk di hadapan ayahnya. "Hegh, jangan pikir bisa ngalahin aku, Kai. Aku bakalan ngerebut apapun yang kamu miliki, termasuk Liona dan bayinya," kata Ryuga dengan suaranya yang pelan dan terdengar lembut. Mulut pria munafik itu benar-benar beracun. Pintar sekali berakting dan berbohong di hadapan banyak orang, bahkan sangat cocok diberi julukan raja acting dan juga mendapatkan penghargaan piala oscar. Tak suka nama Liona dan calon anaknya disebut, Kaisar yang semakin tersulut emosi itu pun mengangka

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   119. Jebakan Ryuga!

    "Segera lakukan autopsi, Dokter. Siapapun yang berani menghalangi, akan menjadi musuhku!"Mendengar perkataan Kaisar, Dokter menganggukkan kepalanya. Seperti yang diperintahkan, pemakaman Tuan Jayden akan ditunda dan akan segera dilakukan autopsi menyeluruh pada jasadnya.Tuan Reynald menghela napas panjang. Pusing menghadapi sifat Kaisar yang begitu keras kepala dan selalu bersikap semaunya sendiri. Sedangkan Ryuga, diam-diam mengepalkan kedua tangannya dengan erat di sisi tubuh. Kepalanya tertunduk, bersikap seolah ia sangat sedih dan terpukul atas kepergian sang kakek."Sial, lagi-lagi dia mengacaukan semuanya. Kayaknya aku harus mempercepat rencana." Kaisar yang berdiri di samping istri dan mertuanya, diam-diam mengamati gelagat Ryuga. Bahkan perhatiannya tak lepas dari anak selingkuhan ayahnya itu. "Kaisar harus mati, aku bakal menyingkirkan dia secepatnya supaya gak ada lagi orang yang bisa menghalangi tujuanku," gumam Ryuga. Di saat dokter dan tim sibuk mengurus jenazah Tua

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   12. Jangan Godain Saya!

    "Astaga, Kai. Kok bisa Baby Liona? Kamu tahu gak dia anaknya siapa?" Aryo yang syok, bertanya pada Kaisar dengan matanya yang melotot lebar, saking lebarnya matanya sudah seperti mata anak sapi yang tersedak air susu induknya. Sedangkan Kaisar yang melihat ekspresi temannya, menggelengkan kepalan

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   10. Ingin Bunuh Diri!

    "Dari mana aja kamu? Semalaman gak pulang, sulit sekali diatur!"Suara lantang dan ngebas yang berasal dari arah belakang, membuat Liona meringis. Wajahnya memucat dan dadanya seketika berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. "Waduh, matilah aku," batin Liona menjerit-jerit. Lalu berbalik, mas

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   7. Pelan-pelan, Pak. Sakit!

    "Pak, ini gimana? Masa saya yang harus masukin punya Bapak ke punya saya. Kan kesannya Bapak jadi pihak yang gak berguna!" Perkataan Liona yang mengatakan 'pihak tak berguna' membuat Kaisar yang memejamkan mata dengan deru napas naik turun, membuka mata dan menatap gadis itu. Ia menghela napas pa

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   6. Beneran Masih Perawan?

    "Panjang banget, Pak. 19,5 centi, emangnya muat kalau dimasukin ke punya saya yang masih sempit dan legit ini?" Liona yang syok setelah mengukur panjang batangan tegang milik Kaisar, meneguk ludah dengan bersusah payah. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Kaisar yang tersenyum tipis. Gadis itu tak

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status