Home / Romansa / Pelan-Pelan, Mas Kaisar! / 6. Beneran Masih Perawan?

Share

6. Beneran Masih Perawan?

Author: Callme_Thata
last update Huling Na-update: 2026-01-30 13:05:55

"Panjang banget, Pak. 19,5 centi, emangnya muat kalau dimasukin ke punya saya yang masih sempit dan legit ini?"

Liona yang syok setelah mengukur panjang batangan tegang milik Kaisar, meneguk ludah dengan bersusah payah. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Kaisar yang tersenyum tipis.

Gadis itu tak menyangka jika Kaisar yang bertubuh atletis dengan otot perut delapan kotak, memiliki panjang burung yang luar biasa untuk ukuran warga lokal.

"Sempurna... muka ganteng kayak ayang Jongki, badan ged
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   8. Baru 3 Menit Udah Keluar!

    "Buset dah Pak Kai, usaha satu jam giliran main tiga menit langsung crot!" Wajah Kaisar memerah, sedangkan matanya melotot lebar. Saking lebarnya, mirip seperti anak sapi yang tersedak air susu induknya. "Ka—" "Gak asik banget. Baru juga mau rileks, egh udah selesai aja." Liona kembali berbicara, bahkan membuat kalimat yang baru saja akan keluar dari mulut Kaisar langsung terpotong. Dari ekspresi dan reaksi Liona, ia benar-benar tidak puas dengan permainan yang dipimpin oleh Kaisar."Dasar gak berguna, badan gede, perut sixpack dan muka ganteng, ternyata lemah, gak tahan lama!" sungut Liona dengan wajah yang terlihat dongkol. Berkedut-kedut bibir Kaisar. Tak terima diolok dan dimaki oleh Liona yang tidak puas dengan permainannya. "Saya udah pengen dari tadi, Liona. Tapi kamu terlalu banyak omong. Untung gak tumpah di luar sebelum masuk," kata Kaisar. Ia yang sejak tadi dimaki akhirnya angkat bicara. Liona melipat kedua tangannya di dada, lalu mendengus keras dan membuang muka.

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   7. Pelan-pelan, Pak. Sakit!

    "Pak, ini gimana? Masa saya yang harus masukin punya Bapak ke punya saya. Kan kesannya Bapak jadi pihak yang gak berguna!" Perkataan Liona yang mengatakan 'pihak tak berguna' membuat Kaisar yang memejamkan mata dengan deru napas naik turun, membuka mata dan menatap gadis itu. Ia menghela napas panjang. Rasanya jengkel dikatakan tidak berguna. Dan, ini adalah kali keduanya Kaisar dikatakan wanita seperti itu, pertama dikatakan tidak berguna oleh wanita masa lalunya. Dan kali keduanya dikatakan oleh Liona, mahasiswi barbar di kampus tempatnya mengajar. "Saya bayar kamu loh, 15 juta! Bisa-bisanya kamu nyuruh saya yang kerja," kata Kaisar sembari beringsut dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. "Harga pasaran pelacur di club butterfly cuman 1 sampe 5 juta, lah kamu saya beli tiga kali lipat. Pilih kamu, saya kira bakalan dapat lebih, ternyata lebih parah, saya masih harus capek-capek kerja!" Liona memajukan bibirnya. Sebenarnya bukan tak mau melakukannya, tetapi ia merasa ng

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   6. Beneran Masih Perawan?

    "Panjang banget, Pak. 19,5 centi, emangnya muat kalau dimasukin ke punya saya yang masih sempit dan legit ini?" Liona yang syok setelah mengukur panjang batangan tegang milik Kaisar, meneguk ludah dengan bersusah payah. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Kaisar yang tersenyum tipis. Gadis itu tak menyangka jika Kaisar yang bertubuh atletis dengan otot perut delapan kotak, memiliki panjang burung yang luar biasa untuk ukuran warga lokal. "Sempurna... muka ganteng kayak ayang Jongki, badan gede tinggi, perut kotak-kotak, dan ternyata burungnya ukuran jumbo," ucap Liona dalam hati."Kenapa? Kamu takut, hmm!" tanya Kaisar dengan santai. Bibirnya masih saja tersenyum tipis. Kepala Liona menggeleng pelan. "Enggak, cuman kaget aja. Punya Bapak besar dan panjang, mirip sama punya cowok-cowok yang ada di film biru, hee!" celetuknya. Gadis nakal itu terkekeh, hingga Kaisar meringis di buatnya. "Jadi, kamu sering lihat film biru?" tanya Kaisar dengan santai sembari mengambil alih penggaris

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   5. 19,5 CM

    "Kapan mulainya, Pak? Saya udah gak tahan mau nyobain gaya baling-baling bambu dan kodok berenang!"Liona tak hanya sekedar berbicara, tetapi sambil bergerak maju dan memepet Kaisar yang duduk bersandar di kepala ranjang. Perlahan, ia melepaskan telapak tangannya dari mulut pria itu.Tingkah laku dan perkataan absurd gadis itu membuat Kaisar geleng-geleng kepala. Pikirnya, apakah Liona memang terlahir tanpa urat malu hingga membuatnya tak memiliki rem jika berbicara."Ayo kita ML," ajak Liona. Berbisik lembut di telinga Kaisar.Gluk!Kaisar meneguk ludah dengan bersusah payah. Hembusan hangat napas Liona yang menyapu telinga, membuat darahnya berdesir.Tak ingin dikatakan expired dan dianggap tak mampu, Kaisar pun memeluk pinggang ramping gadis nakal itu dan menarik tubuhnya hingga merapat tanpa jarak dengannya."Hmm, saya jadi pengen lihat, seliar apa sebenernya kamu," kata Kaisar. Suaranya pelan, sengaja ditahan.Liona menggigit bibir bawahnya. Sedangkan tatapan matanya tertuju pada

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   4. Rasanya ML, Sakit Gak?

    "50 juta semalam, gimana? Bapak mau gak?"Liona berbicara dengan santai, tetapi terdengar serius dan begitu percaya diri. Ia memberikan harga yang tidak main-main untuk tarif seorang wanita penghibur di club tersebut pada dosennya.Mendengar harga yang disebutkan, Kaisar menatap wajah cantik gadis nakal yang berbicara padanya. Ekspresinya terlihat aneh, tak percaya pada Baby Liona yang menawarkan diri dengan harga begitu tinggi."Mau gak, Pak?" tanya Liona. Alisnya naik turun, sedangkan tangannya menyentuh dan mengusap bahu Kaisar menggunakan telapak tangannya yang halus.Bibirnya tersenyum menggoda pada Kaisar yang masih saja menatap dan memperhatikan wajahnya tanpa berkedip."Kalau bapak setuju, saya jamin gak akan rugi," lanjut Liona. Tangannya masih saja mengusap-usap bahu Kaisar. Tingkahnya benar-benar mirip seperti wanita liar yang gatal.Berkerut kening Kaisar. Gadis di hadapannya menawarkan harga 50 juta semalam? Ah, yang benar saja.Pikir Kaisar, apakah bagian gadis itu terbu

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   3. 50 Juta Semalam!

    Kaisaryang sudah membersihkan diri, kembali ke ruangannya lagi dengan kondisi yangjauh dari kata baik-baik saja. Wajahnya terlihat kusut dan lesu, bayanganbentuk tubuh Liona dan momen di ruang ganti terus menghantui, membuatnya takdapat berpikir dengan jernih.Meskipunsudah mandi, tetap saja tak dapat meredam gairah yang sedang menguasaitubuhnya."Huh,astaga, ayolah, Kai!" Kaisar duduk di kursi, lalu tangannya menyapu areawajahnya dengan kasar.Lekuktubuh Liona benar-benar membuatnya merasa gila. Rasanya, ingin sekali iamenyentuh tubuh gadis nakal itu dan menikmatinya.Namun,tak mungkin ia langsung setuju dengan tawaran Liona yang ingin menyenangkannya.Jika sampai ia setuju, mau di taruh di mana wajahnya? Harga dirinya bisa jatuhsaat itu juga, dan dianggap pria murah."Fokus,fokus," kata Kaisar pada dirinya sendiri. Berusaha menyingkirkan bayanganLiona dari mata dan pikirannya.Semakinia berusaha untuk menyingkirkan bayangan elok tubuh Liona, nyatanya bayanganitu mala

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status