Compartir

57. Ide Menu Sarapan

Autor: Leva Lorich
last update Fecha de publicación: 2026-02-11 09:19:07

"Emangnya apa alasan kamu sampai nuduh aku pakai dukun pelet segala, Tar?" tanya Pram sambil tersenyum singkat, matanya menatap tenang pada Tari yang wajahnya sudah memerah menahan amarah pagi itu.

Tari berkacak pinggang di ambang pintu dapur, tepat di depan dada bidang Pram.

Posisi mereka sangat dekat hingga aroma parfum maskulin Pram dan aroma sabun mandi Tari bercampur. "Ya terbukti dong! Lihat aja, semua orang di rumah ini baiknya nggak wajar sama kamu. Bahkan Om Mugi yang biasanya tegas a
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   536. Lebih Cepat Lebih Baik

    Pagi hari di rumah Pak Herman, mereka sedang menikmati makan pagi bersama di ruang makan yang mewah dan bernuansa klasik Eropa. Sinar matahari pagi Amsterdam yang hangat menembus celah-celah jendela kaca besar, menerangi meja makan kayu yang dipenuhi oleh hidangan sarapan roti panggang, sosis premium, telur setengah matang, serta kopi hitam yang harum mengepul. Pram duduk dengan setelan kemeja formal yang sangat pas membungkus tubuh tegap berototnya, memancarkan aura seorang pemimpin muda yang penuh wibawa. Di sebelahnya, Dara tampak begitu segar dan anggun dengan riasan natural, duduk dengan sikap sempurna khas asisten pribadi kelas atas setelah melewati malam yang luar biasa panas di lantai tiga.Meskipun hidangan di atas meja terasa sangat lezat, suasana di ruang makan itu diliputi oleh ketegangan yang cukup pekat. Pak Herman yang duduk di ujung meja tampak tidak tenang, berulang kali memainkan sendoknya tanpa benar-benar menyentuh makanannya.”Gimana, Pram? Kamu sudah memikirka

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   535. Menyambut Misi Besar

    Goyangan yang dilakukan oleh Dara dari posisi atas kian bergerak liar, berani, dan sarat akan tuntutan kepuasan yang membara di atas ranjang berkelambu tipis tersebut. Dengan memposisikan kedua paha mulusnya mengapit erat pinggul kekar Pram, gadis cantik itu terus memacu kecepatan pompaan pinggulnya naik dan turun bagaikan seorang penunggang kuda yang handal. Setiap kali pinggul padat Dara merosot jatuh ke bawah, pantat semoknya menumbuk keras pangkal paha Pram, menciptakan suara hantaman daging yang sangat basah dan pekat, berpadu riuh dengan gesekan cairan asmara yang sudah berbusa putih di sela-sela paha mereka.Crokkk!Crokkk!Pram yang berbaring terlentang dengan kegagahan fisik tanpa batas hanya bisa menyeringai jantan, menikmati sensasi jepitan maut dari lorong labirin Dara yang menjepit kencang setiap inci urat-urat menonjol di tongkat baseball raksasa miliknya. Kedua tangan kokoh Pram yang berotot merayap naik ke atas, mencengkeram erat pinggang ramping Dara untuk membantu

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   534. Merasa Tak Tega

    Gempuran brutal dari arah belakang dalam posisi menungging itu kian bergerak liar mencapai titik kulminasi yang luar biasa erotis. Pram yang berlutut dengan kegagahan fisik tanpa batas terus menghujani lorong labirin Dara menggunakan ketegasan jantannya yang berbentuk tongkat baseball raksasa. Setiap kali pinggul kokoh Pram menyentak maju dengan tenaga penuh, pangkal pahanya berbenturan keras dengan bongkahan belakang Dara yang padat, menciptakan suara hantaman kulit yang sangat basah dan riuh menggema di seluruh penjuru kamar lantai tiga yang sunyi.Crokkk!Crokkk!Hantaman beruntun yang menghujam telaten tepat di mulut rahim dari arah belakang benar-benar membuat Dara berada di ambang kegilaan nafsu yang paling ekstrem. Kedua tangan halusnya mencengkeram erat seprai kasur, sementara punggung moleknya melengkung membentuk busur sempurna dengan pantat semok yang sengaja dimundurkan maksimal untuk menjemput setiap tikaman dalam yang diberikan oleh Pram. Lorong intimnya yang sudah k

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   533. Dentum Riuh

    Gempuran dalam posisi misionaris yang dilancarkan oleh Pram kian bergerak liar dan tak terkendali di atas ranjang berkelambu tipis tersebut. Tubuh tegap Pram yang polos terus bergerak maju mundur bagaikan mesin tumbuk raksasa yang tidak mengenal kata lelah, menghujani lorong labirin Dara dengan belasan kali hentakan cepat yang sangat bertenaga. Setiap kali pinggul kokoh Pram menyentak ke depan, pangkal pahanya berbenturan keras dengan selangkangan Dara, menciptakan suara hantaman kulit yang sangat basah dan riuh memenuhi keheningan kamar lantai tiga yang sepi tersebut.Crokkk!Crokkk!Dara sudah sepenuhnya kehilangan pengendalian diri di bawah kungkungan fisik sang bos besar. Kedua tangan halusnya mencengkeram erat sprei kasur hingga kusut, sementara kepalanya bergerak menggeleng ke kiri dan ke kanan dengan rambut panjang yang berantakan di atas bantal. Lorong intimnya yang sempit dan elastis berulang kali meregang maksimal, membungkus ketat setiap inci urat-urat menonjol di tongk

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   532. Keindahan Berbeda Karakter

    Mereka melanjutkan ciuman dengan lebih liar dan buas. Pagutan bibir yang sempat terputus sejenak itu kembali bertemu dengan intensitas yang jauh lebih menuntut dan kelaparan. Pram melumat habis bibir atas dan bawah Dara secara bergantian, menghisapnya dengan rakus hingga terdengar suara kecapan basah yang begitu erotis menggema di keheningan kamar lantai tiga yang mewah tersebut. Lidah Pram kemudian menerobos masuk, membelit lidah Dara dengan penuh dominasi gagah, sementara Dara hanya bisa melenguh pasrah sembari merapatkan seluruh tubuh moleknya pada dekapan dada bidang Pram yang keras. Tangan Pram pun tak hanya meremas bongkahan bokong tinggi Dara. Tangan kekar itu merayap naik dan memainkan dua gundukan besar di dada Dara dari luar pakaian dalam posisi bibir masih saling menyatu. Dengan sangat lihat Pram kemudian menelusupkan tangannya di bawah celah pakaian atas Dara, menjalar di kulit perut yang lembut dan ramping, menggapai dua buah mengkal Dara yang membusung dibalik

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   531. Beban Pikiran

    Untung saja Pram dan Dara saat berangkat dari hotel tadi sudah membawa beberapa pakaian di dalam tas mereka yang ada di dalam bagasi mobil. Mengingat niat awal mereka yang ingin langsung bergerak taktis setelah makan siang, keputusan membawa perbekalan darurat di dalam SUV sewaan terbukti menjadi langkah yang sangat tepat, sehingga mereka tidak perlu membuang waktu bolak-balik ke pusat kota Amsterdam hanya untuk mengambil baju ganti.”Baiklah kalau begitu, Om. Mulai malam ini kami akan tinggal di bangunan ini. Sisa pakaian dan koper besar kami yang tertinggal di hotel akan kami ambil besok saat senggang sekalian mengurus administrasi checkout,” ucap Pram mewakili Dara.Pak Herman tersenyum lega, merasa separuh dari beban berat yang menghimpit pundak tuanya selama berbulan-bulan ini mendadak luruh begitu saja melihat ketegasan sang ahli waris. ”Kalau begitu sekarang silakan kalian naik ke lantai tiga untuk memeriksa seluruh ruangan yang ada di sana sekaligus untuk beristirahat sejenak

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   112. Masalah Sepele

    Dokk!Dokk!Dokkk!Terdengar gedoran sangat keras dari luar pintu rumah tersebut.Pram segera mempercepat langkah menuju ke pintu rumah "Ya, tunggu sebentar!" teriak Pram dengan nada tinggi. Dadanya bergemuruh.Begitu pintu terbuka, Pram langsung disambut oleh hawa panas kemarahan. Di hadapannya,

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   98. Produk Impor

    "Aduh, aku tuh sebenernya bosen banget di kosan terus kalau libur, Mas. Tapi jujur, aku belum tahu sih mau ke mana besok itu," ketik Sarah dalam pesan lanjutannya, lengkap dengan emoji wajah lesu.Pram yang sedang berbaring menatap langit-langit kamarnya segera membalas dengan senyum kecil. "Ya uda

    last updateÚltima actualización : 2026-03-27
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   104. Mendesak Sekali

    "Aduh Sar, maaf banget... tapi barusan majikanku telepon, ada hal penting banget yang harus diselesaikan di kota secepatnya," ucap Pram dengan nada tergagap, wajahnya yang tadi penuh gairah mendadak berubah tegang.Sarah yang baru saja menjatuhkan handuknya hingga memperlihatkan sepasang timun suri

    last updateÚltima actualización : 2026-03-27
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   102. Kue Lapis Legit

    Tangan Sarah dengan lihai memandu ujung mercusuar Pram kembali ke pintu kawah gelapnya yang masih berdenyut sisa ronde pertama.“Gilaaa, punyamu beneran bikin aku ngefly, Masss!“Sarah mengerang sangat kuat, suaranya melengking memenuhi kamar vila yang sejuk itu saat pedang pusaka Pram kembali meny

    last updateÚltima actualización : 2026-03-27
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status