Share

Luka yang Diwariskan

Author: Risca Amelia
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-03 07:57:16

Di dalam kamar yang temaram, Moza membimbing Reva menuju tepi ranjang. Suasana sunyi apartemen, seolah menjadi pelindung bagi dua wanita ini dari bisingnya dunia luar.

Moza mendudukkan Reva dengan hati-hati. Sementara Reva menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Dengan ujung piyamanya, ia menyeka sisa air mata yang mengering di pipi.

"Keju Mozarella... maaf ya, aku jadi cengeng begini," ucap Reva dengan suara serak. Ia mencoba menyelipkan sedikit candaan, lewat nama panggilan kesayangan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mukramah
terimakasih Thor dah up banyak hari ini
goodnovel comment avatar
Enang Sage
Jadi curiga, jangan jangan reva putrinya arseno
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Dendam Telah Berakhir

    Tuan Markus memandang Kageo dan Cahaya dengan sorot hangat, lalu meminta mereka duduk di meja makan. "Thalia, tolong siapkan hidangan lagi untuk Kageo dan istrinya. Mereka pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh," perintah Tuan Markus.Sambil menatap Kageo, sang kepala keluarga itu menambahkan, "Kageo, kau dan istrimu beristirahatlah setelah makan. Besok pagi, kita bicara lagi. Ada banyak hal yang ingin Opa dengar darimu.""Baik, Opa," jawab Kageo patuh.Tuan Markus memberikan isyarat kepada perawatnya untuk mendorong kursi rodanya kembali ke kamar. Begitu pria tua itu berlalu dari ruang makan, ketegangan kembali merayap di antara para pria Limantara. Rezon adalah yang pertama bersuara. "Kageo, apa kau sudah melakukan transfusi darah selama menghilang?""Sudah, Kak. Cahaya yang membantuku dan memastikan aku mendapatkan penanganan yang tepat," jawab Kageo sambil melirik istrinya.“Selama ini, aku bersembunyi di rumah kakekku, di Desa Sentana. Aku juga menikah dengan Cahaya di s

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Aku Sudah Menikah

    Kegembiraan yang nyata memancar dari wajah renta Tuan Markus. Matanya yang semula sayu karena kantuk, mendadak berbinar terang mendengar nama cucu bungsunya.Pria tua itu lantas menepuk sandaran kursi rodanya dengan penuh semangat."Kageo? Kenapa anak itu harus minta izin segala? Bukankah ini adalah rumahnya sendir?” tanya Tuan Markus dengan suara yang lebih bertenaga. “Thalia, cepat suruh Kageo masuk dan bergabung dengan kakak-kakaknya di sini. Jangan biarkan dia menunggu di udara malam!"Mendengar ucapan sang kakek, ekspresi Dastan berubah seketika. Ada ketegangan yang terlihat jelas dari cara ia mengepalkan tangannya di samping tubuh. Baginya, pertemuan ini adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja bila tidak ditangani dengan kepala dingin."Opa, biar aku yang menemui Kageo di depan," ujar Dastan.Moza segera bangkit berdiri untuk mengikuti suaminya. Rezon, Elbara, dan Elzen serentak hendak menemani sang kakak. Akan tetapi, Dastan mengangkat tangannya, memberi isyarat agar m

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kedatangan si Bungsu

    Suara serak milik Tuan Markus memecah keheningan di ruang tengah mansion. Pria tua itu menatap cucu-cucunya dengan binar mata yang lembut."Aku senang melihat kalian semua berkumpul di sini, apalagi dengan membawa pasangan masing-masing," ucap Tuan Markus sambil mengedarkan pandangan. "Sekarang, mari kita makan. Aku tidak mau dua calon cicitku di perut Moza lapar, karena terlalu lama menunggu."Moza tersenyum haru mendengar perhatian sang kakek. "Terima kasih, Opa," jawabnya lembut.Rombongan keluarga besar itu pun beranjak menuju ruang makan yang megah. Di sana, Thalia bersama beberapa pelayan sudah berdiri siaga di samping meja panjang yang dipenuhi hidangan istimewa. Aroma lezat dari berbagai masakan menggoda selera, menciptakan suasana hangat di Mansion Limantara.Mereka mulai menempati kursi masing-masing. Reva, yang masih merasa sedikit asing dengan kemegahan ini, memilih duduk di samping Moza untuk mencari ketenangan. Setelah semua duduk, Tuan Markus memberikan isyarat."Sil

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Sarang Para Tuan Muda

    Ketika mobil Dastan memasuki gerbang mansion, seperti ada aliran listrik yang menjalar di udara. Kehadiran tiga mobil mewah yang terparkir di halaman depan, menjadi pertanda bahwa seluruh “Tuan Muda” keluarga Limantara telah berkumpul di sarang mereka.Moza menyentuh lengan Dastan, matanya memancarkan kegelisahan. "Dastan, ayo kita masuk lebih cepat. Kita harus membantu Reva dan Bara,” bisik Moza. “Aku takut situasi di dalam memanas, karena masalah pergantian calon pengantin itu."Dastan mematikan mesin mobilnya, lalu menatap sang istri penuh ketenangan. Ia merapikan anak rambut Moza yang sedikit berantakan karena angin malam. "Tenanglah, Sayang. Elbara seorang pengacara handal yang pandai bicara. Dia pasti bisa membela dirinya dan Reva di hadapan Opa Markus. Aku sangat yakin pada kemampuan adikku."Moza menggelengkan kepala, bibirnya mengerucut tipis. "Bara memang hebat, tapi aku memikirkan Reva. Dia belum pernah mengalami situasi seperti ini, berhadapan langsung dengan otoritas te

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pria Tampan di Salon Kecantikan

    Dastan benar-benar membuktikan ucapannya. Di sebuah salon premium di pusat kota, pria itu duduk tenang di sofa lobi dengan laptop di pangkuannya.Kehadiran Dastan tampak kontras dengan suasana sekitarnya yang penuh dengan wanita. Meski ia hanya mengenakan setelan kasual, tetapi kharisma seorang Dastan Limantara tidak dapat disembunyikan.Beberapa wanita yang baru masuk atau sedang menunggu giliran berkali-kali melirik. Bahkan, ada yang sengaja memperlambat langkah hanya untuk mencuri pandang.Ketampanan Dastan yang maskulin, serta sikap telatennya menunggu pasangan di salon, membuat banyak wanita berbisik iri."Lihat itu, jarang sekali ada pria setampan dia mau bersabar di salon sampai membawa pekerjaan," bisik seorang wanita muda kepada temannya."Istrinya sangat beruntung," sahut yang lain.Namun, Dastan tetaplah Dastan. Ia bersikap dingin dan acuh tak acuh. Baginya, lobi salon itu tak ubahnya ruang kerja sementara. Matanya hanya terpaku pada deretan angka dan laporan di layar lapt

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menjadi Ratu-ku Malam Ini

    Selepas penyatuan raga yang meluruhkan segala pembatas, terjadi perubahan drastis dalam diri Kageo. Pria itu menanggalkan jubah monster yang selama ini ia pakai.Kageo menunjukkan sisi manjanya yang tak terduga—sisi polos yang selama ini terkubur di bawah lapisan dendam. Di meja makan, ia hanya menatap piringnya dengan pandangan malas sampai Aya duduk di sampingnya."Suapi aku," pintanya menuntut perhatian.Aya tidak lagi mendesah kesal atau merasa terancam. Ia mengambil sendok dan menyuapi Kageo dengan gerakan yang penuh ketulusan. Tak hanya itu, Kageo seperti enggan melakukan apa pun sendiri. Ia meminta Aya membantunya mengenakan kemeja, menyisir rambut, dan bersikeras agar sang istri menemaninya melukis.Aya melakukan semua itu dengan hati yang ringan. Menyadari bahwa di balik keangkuhannya, Kageo hanyalah jiwa yang sangat haus akan kasih sayang.Suasana kamar kembali sunyi di malam hari. Aya sibuk merapikan pakaian mereka ke dalam koper besar di sudut ruangan. Setelah selesai, i

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Cerminan Dastan

    “Benar, Tuan Muda. Itu tadi memang Nyonya Moza," jawab Thalia singkat, menjaga ekspresinya tetap profesional. "Saya akan mengantarkan sarapan Anda sekarang. Tunggu saja di kamar Tuan Besar."Tanpa menunggu balasan dari Kageo, Thalia segera berbalik dan berjalan cepat menuju dapur. Kageo berdiri me

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Calon Ibu

    Ketika pagi sudah menjelang, Moza melenguh kecil. Perlahan kesadarannya kembali saat indra penciumannya menangkap aroma yang sangat menggoda. Perpaduan gurih nasi goreng omelette dan kehangatan susu vanila.Ketika ia membuka mata, pemandangan pertama yang ia lihat adalah Dastan yang sudah berdiri t

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pria Berduri

    Langkah kaki Izora terasa sangat berat saat memasuki halaman rumah. Tepat di sebelah rumah, sang ibu yang sedang merapikan beberapa ikat krisan di kios bunga miliknya, langsung menoleh. Mata perempuan paruh baya itu menangkap gelagat aneh dari putrinya."Zora, kenapa kau sudah pulang jam segini? B

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Istri yang Manja

    Kerika Moza melangkah masuk ke apartemen, ia disambut oleh tawa ceria Abigail yang baru pulang dari tempat les. Bocah perempuan itu berlari menghampiri Moza dengan wajah berseri-seri."Mama sudah pulang!" seru Abigail sambil memeluk pinggang Moza. "Aku berhasil memainkan lagu Moonlight Sonata, Ma.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status