Home / Romansa / Pelayan Kesayangan CEO Arogan / Bab 754 - Perasaan Kacau yang Sasa Rasakan

Share

Bab 754 - Perasaan Kacau yang Sasa Rasakan

Author: Apple Cherry
last update publish date: 2026-11-02 12:41:19

Di tempat lain, Laura duduk di kursi belakang sebuah mobil yang membawanya meninggalkan gedung Maheswara Group. Wajahnya masih menunjukkan kekesalan setelah dipermalukan dan diusir oleh Javendra.

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang sudah disimpannya sejak beberapa hari lalu.

(Bagaimana hasilnya?)

Laura mengetik balasan dengan cepat.

(Dia menolak membantuku. Aku juga sudah mengancam akan memberi tahu istrinya.)

Beberapa saat kemudian, pesan baru muncul.

(Kalau
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 765 - Kondisi Sasmaya

    Mobil akhirnya tiba di rumah sakit. Begitu kendaraan berhenti, beberapa petugas medis yang sudah mendapat informasi dari pihak keluarga segera menghampiri dengan ranjang dorong. Javendra langsung keluar sambil menggendong Sasa. Ia membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang dengan hati-hati, lalu mengikuti petugas yang segera membawanya menuju ruang penanganan. "Pasien sedang hamil dan mengalami pendarahan," jelas Javendra dengan cepat. "Dia juga sempat pingsan." "Baik, Pak. Kami akan segera melakukan pemeriksaan." Seorang perawat memeriksa kondisi Sasa sambil memberikan instruksi kepada rekannya. Mereka bergerak cepat memasuki ruang penanganan. Javendra hendak mengikuti, tetapi seorang perawat menghalangi langkahnya. "Maaf, Pak. Kami perlu melakukan pemeriksaan awal terlebih dahulu. Silakan menunggu di luar. Dokter akan memberikan penjelasan setelah pemeriksaan selesai." "Saya suaminya. Saya ingin tetap berada di samping istri saya." "Kami mengerti, Pak. Namun, saat ini kami

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 764 - Semuanya Panik dan Cemas

    Javendra berusaha mengendalikan suaranya, tetapi kegelisahan terlihat jelas pada wajahnya. "Bagaimana dengan bayinya, Javen? Bagaimana keadaan cucu Ibu?" tanya Ibu Amara dengan suara bergetar. "Aku tidak tahu, Bu." Javendra kembali menunduk memandang Sasa. Ia memanggil istrinya beberapa kali, tetapi perempuan itu belum juga membuka mata. Bercak darah pada celana Sasa membuat pikirannya semakin kacau. "Sasa, Sayang. Buka mata kamu." Ia menepuk pelan pipi istrinya, tetapi tidak ada respons. Ibu Amara segera berjongkok di samping mereka. Tangannya menyentuh pipi Sasa, lalu menggenggam tangannya yang terasa lemas. "Sasa, Nak. Bangun, Sayang. Ini Ibu." Suaranya mulai bergetar. Ia beberapa kali menepuk pelan pipi menantunya, berusaha membuat perempuan itu sadar. "Javen, kenapa Sasa tidak bangun?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca. "Sasa, ayo buka mata. Jangan membuat Ibu takut." Di tengah kepanikan itu, Bi Lastri segera mendekat. Ia sempat melihat bercak darah pada pakaian Sasa se

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 763 - Ada Darah

    Javendra baru saja kembali ke ruang keluarga setelah menyelesaikan panggilan teleponnya. Ponsel yang dibawanya masih berada di tangan ketika sebuah notifikasi pesan masuk dari Bram. Ia membuka pesan tersebut dan membaca laporan singkat yang dikirimkan asistennya. (Tuan, kami menemukan bukti tambahan. Foto tersebut dikirim kepada pengelola akun gosip saat pertemuan Anda dengan Laura berlangsung. Kami masih menelusuri identitas pengirim dan kemungkinan adanya komunikasi lain.) Javendra membaca pesan itu sekali lagi. Ada sesuatu yang membuatnya semakin yakin bahwa Laura bukan satu-satunya orang yang harus bertanggung jawab atas masalah ini. Namun, ia belum ingin mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan bukti yang lebih kuat. "Mas, makanannya sudah disiapkan." Suara Sasa membuat Javendra mengalihkan perhatian. Perempuan itu berdiri tidak jauh dari meja makan bersama seorang pelayan. Javendra memasukkan ponselnya ke saku celana, lalu menghampiri istrinya. "Kamu sudah merasa

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 762 - Bukti yang Akhirnya Ditemukan

    Javendra menekan tombol panggilan pada layar ponselnya. Tidak sampai tiga detik, Bram sudah menjawab. "Ya, Tuan." "Jelaskan perkembangan yang kamu temukan. Aku ingin tahu dari mana foto itu berasal dan siapa yang pertama kali menyebarkannya." Bram terdengar sedang membuka sesuatu di hadapannya. "Kami sudah menelusuri beberapa akun yang mengunggah foto tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, unggahan pertama muncul dari sebuah akun gosip yang cukup aktif membagikan informasi tentang kalangan bisnis dan selebritas. Namun, akun itu bukan sumber asli fotonya." "Jadi, siapa sumber aslinya?" "Kami belum bisa memastikan identitasnya. Foto tersebut dikirimkan kepada pengelola akun melalui pesan pribadi. Pengirimnya menggunakan akun anonim dan sudah menghapus percakapan setelah foto itu diunggah." Javendra menyandarkan punggungnya ke sofa. Tatapannya tertuju pada lantai di hadapannya. "Apakah kamu bisa melacak akun pengirimnya?" "Kami sedang mengusahakannya, Tuan. Ada beberapa hal

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 761 - Mencoba Menenangkan

    "Aku tahu, Sayang, aku paham." Javendra menarik napas panjang, kemudian menggenggam tangan Sasa lebih erat."Dan aku tidak akan meminta kamu mempercayai aku hanya karena aku suami kamu. Aku akan membuktikan bahwa tuduhan itu tidak benar. Tapi selama aku sedang berusaha mencari buktinya, aku ingin kamu memberiku kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan langsung menyakiti diri sendiri dengan menganggap semua yang mereka katakan itu benar."Sasa menunduk. "Aku berusaha, Mas.""Aku tahu kamu berusaha." Suara Javendra melunak. "Tapi kamu tidak harus menghadapi semuanya sendirian. Ada aku di sini."Ia menggeser duduknya hingga berada di samping Sasa, kemudian merangkul bahu istrinya dan menariknya perlahan ke dalam pelukan."Sayang, kamu sedang mengandung anak kita. Aku tidak mau kamu terus gelisah sampai lupa makan, sulit tidur, atau memaksakan diri memikirkan masalah ini sepanjang hari. Aku tahu kamu tidak bisa begitu saja mengabaikan apa yang terjadi, tetapi setidaknya jangan

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 760 - Aku Tidak Mau Dihohongi

    Ia melanjutkan langkah menuju kamar. Kali ini, ia tidak berniat menunda pembicaraan mereka. Ia tahu Sasa membutuhkan penjelasan, dan ia tidak ingin membiarkan istrinya terus memikirkan foto-foto itu sendirian.Ketika pintu kamar terbuka, Sasa yang sedang duduk di sofa langsung menoleh. Tatapan mereka bertemu, tetapi tidak ada yang segera berbicara.Javendra menghampirinya, lalu duduk tepat di hadapannya."Sasa, aku sudah membaca pesan kamu.""Aku menunggu penjelasan kamu sejak pagi," jawab Sasa pelan."Aku tahu. Maaf karena baru bisa pulang sekarang. Ada urusan di kantor yang harus aku selesaikan, tetapi aku tidak pernah berniat menghindari kamu."Sasa mengangguk kecil. Ia berusaha menahan kegelisahan yang sejak pagi mengganggu pikirannya."Mas, aku ingin kamu menjawab dengan jujur. Kemarin, apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Laura di ruang kerja?"Javendra menatap istrinya dengan serius."Laura datang untuk membicarakan ayahnya. Aku menolak permintaannya karena aku tidak ber

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 6 - Gunakan Dadamu Yang Seksi Itu

    Sasa meneguk ludah. Kata-kata Javendra terdengar sangat jelas di tengah keheningan kamar yang hanya diisi napas mereka berdua. Ia masih berlutut di ranjang, tangannya yang sudah lelah tergeletak di pangkuannya. "T-Tuan Javen mau saya ngapain, Tuan?" tanyanya hampir berbisik. Suaranya bergeta

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 5 - Pijatan Plus Plus

    Sasa menarik napas perlahan, mencoba mengumpulkan keberanian. "Tuan Javen, saya—" Tapi begitu Javendra mengangkat pandangannya dan menatapnya lekat, kata-kata Sasa langsung hilang. Ia ragu sejenak, lalu menggeleng pelan. "Tidak jadi, Tuan," katanya cepat, suaranya hampir hilang. Javendra mel

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 4 - Sasa Butuh Dana Cepat

    Sasa bingung sejenak saat Javendra menanyakan soal pijat. Ia tidak langsung menjawab, matanya sedikit melebar karena terkejut. "Eh … bisa, Tuan," jawabnya akhirnya. "Waktu masih tinggal sama ibu dulu, saya pernah diajarin pijat. Ibu saya tukang pijat di kampung, suka urut orang capek dan urut bayi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 3 - Apa Kamu Bisa Memijat?

    Javendra langsung menutup pintu dengan cepat begitu melihat keadaan Sasa. Sasa buru-buru memakai seragam baru dengan tangan gemetar. Ia benar-benar merasa bodoh sekali. Kenapa aku kelamaan ganti baju? Kenapa pula aku setuju ganti di sini? Tak sampai semenit kemudian, terdengar ketukan di pintu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status