LOGINSuara Nathan terdengar lembut, tenang—jelas ia mewarisi sifat santai dari Scarlett. Summer sedikit kesal, tetapi akhirnya ia menjelaskan, “Sama seperti kamu, ayahmu bekerja di dinas rahasia, jadi kalian berdua harus merahasiakan semuanya.”Agar Tristan benar-benar mengerti, Summer menambahkan penjelasan, “Nathan tidak pernah bercerita tentang kegiatannya disekolah atau teman-temannya. Ia seperti sedang berlatih untuk misi rahasia. Itu sebabnya Scarlett sering bercanda bahwa Nathan bersekolah di taman kanak-kanak dinas rahasia.”Tristan merasa itu lucu. Ia teringat bahwa dulu ia juga sering menyembunyikan cerita bagaimana kegiatannya disekolah dari orang tuanya, meskipun mereka selalu berusaha menggali informasi darinya. Nathan rupanya mewarisi sifat itu, dan Tristan tidak bisa menahan tawa.Perjalanan itu dipenuhi kehangatan dan gelak tawa. Nathan mulai menerima Tristan sebagai ayahnya, sementara Summer terus menceritakan kebiasaan
Di dalam Maybach, Summer beberapa kali bergantian menatap Tristan dan Nathan. Ia memperhatikan betapa miripnya Nathan dengan ayahnya, terutama pada sikap mereka yang sama-sama pendiam.Suasana di dalam mobil cukup hening. Melihat Summer sedang dalam suasana hati yang sangat baik, Nathan tiba-tiba bertanya, “Nenek, Ibu dan Paman itu teman baik ya?”Wajah Summer langsung berubah gelap. Ia menunduk menatap Nathan, lalu membetulkannya dengan tegas, “Siapa yang bilang dia pamanmu? Dia itu ayahmu. Ayah kandungmu.”“Hah?” Rahang Nathan hampir jatuh karena terkejut. Mulutnya menganga saat ia mencoba memproses kabar itu. “Aku punya ayah?”Nathan menatap Summer seolah baru saja menemukan kota Atlantis yang hilang. Anak itu bahkan belum pernah melihat ayahnya, dan tidak ada seorang pun yang pernah menyebut-nyebut tentang sosok itu kepadanya.Selama ini, Nathan seakan mengira dirinya seperti Spider-Man, muncul be
Ciuman mendadak dari Scarlett benar-benar membuat Tristan terkejut. Matanya membesar, seolah ia berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.Ia sama sekali tidak menduganya. Scarlett yang mengambil langkah pertama bukanlah sesuatu yang ia bayangkan, apalagi dengan ciuman yang begitu tiba-tiba dan intens hingga membuatnya benar-benar kehilangan kendali.Sesaat Tristan membeku, bibir Scarlett masih menempel pada bibirnya. Lalu, ia menangkup wajah Scarlett dengan kedua tangannya, membuka bibirnya perlahan, dan memperdalam ciuman itu.Scarlett memejamkan mata, melingkarkan kedua lengannya di leher Tristan, lalu berjinjit agar dapat membalas ciumannya dengan semangat yang sama.Sebelum menemui Tristan, Scarlett sama sekali tidak berniat bertindak seimpulsif itu.Namun ketika ia melihat wajah kaget Tristan yang bercampur bahagia, dan mendengar Tristan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dirinya, Scarlett seakan kehilangan kendali.Setelah cium
Kilas balik Tristan sebelum makan siang bersama Lucian.Tristan mengajak Scarlett ke tempat lama yang dulu sering mereka datangi semasa sekolah—sebuah bukit tinggi yang pernah menjadi “tempat pelarian” mereka. Mereka memarkir mobil di ujung jalan, lalu duduk di atas kap mobil, memandang seluruh Woodland yang terbentang luas di bawah sana.Kota itu tampak seperti lautan cahaya di bawah langit penuh bintang yang berkelap-kelip.Dulu, Tristan selalu merasa seolah-olah seluruh tempat itu adalah miliknya. Namun sekarang, ia tidak lagi merasakan sedikit pun rasa memiliki itu. Di mana pun ia berada, perasaan tersebut tetap tidak pernah kembali.Tristan menyerahkan sebotol air mineral kepada Scarlett. Ia memutar tutupnya terlebih dahulu sebelum memberikannya, lalu membuka botol miliknya sendiri. Setelah meneguk sedikit, ia berkata, “Aku akan menemui ayahku.”Scarlett juga meneguk air, lalu menoleh menatapnya.Tristan menangkap tatap
Di ujung telepon, tepat ketika nada sambung terasa seolah tidak akan pernah berhenti, Scarlett akhirnya mengangkat panggilan itu. Suaranya terdengar mengantuk sekaligus kesal.“Ada apa lagi sih? Aku baru saja bisa tidur sebentar, dan kamu malah bikin masalah?”Ia baru saja berhasil menidurkan Nathan dan sudah sangat kelelahan. Karena itu, panggilan Tristan membuatnya semakin kesal.Scarlett baru saja menghela napas dan menyelesaikan kalimatnya, ketika Tristan langsung bertanya dengan nada khawatir, “Ibu bilang tadi kamu hampir tertabrak mobil saat menjemput Nathan dari sekolah?”Masih menyipitkan mata karena kantuknya belum hilang, Scarlett menjawab malas, “Iya, ada pengemudi yang tidak fokus dan hampir menerobos rambu berhenti. Tapi tidak apa-apa. Anakmu juga baik-baik saja.”Meski masih mengantuk, Scarlett tetap meyakinkan Tristan bahwa Nathan tidak terluka. Namun Tristan terus mendesak, “Kalau kamu sendi
Suatu malam, tepat setelah pukul tujuh, ketika Tristan baru saja menyelesaikan pekerjaannya, ponsel pribadinya berdering. Yang menelepon adalah Audrey.Tristan mengangkatnya sambil tersenyum. “Hai, Ibu.”Dari seberang, suara Audrey terdengar tergesa-gesa. “Tristan, jangan bilang kamu masih bekerja!”Tristan duduk di meja kerjanya sambil tersenyum dan menggoda, “Apakah ini semacam inspeksi dadakan?”“Benar,” jawab Audrey, lalu menambahkan, “Ibu lihat kamu ke sana kemari seharian, hampir tidak pernah makan dengan benar. Jadi Ibu pikir lebih baik Ibu datang dan mengurusmu.”Meskipun Tristan sering mengunjunginya dan menghabiskan waktu bersama, Audrey tahu bahwa kantor pusat perusahaan Tristan tidak berada di Woodland dan bahwa Tristan memiliki rencana untuk berekspansi secara internasional. Hal itu membuat Audrey khawatir.Ketika Audrey mengatakan ingin datang, Tristan langsung setuju.
Summer dengan berat hati menyetujui usulan Tristan untuk berkumpul pada hari Sabtu, meski senyumnya tampak dipaksakan. “Baiklah, sampai bertemu hari Sabtu.”Dan begitu saja, rencana pun ditetapkan.Begitu Tristan pergi, Scarlett langsung menyadari rasa tidak senang Summe
Scarlett menatap Tristan dengan dingin, sengaja membiarkannya menunggu sejenak sebelum menjawab, “Sekarang baru bisa merayu? Ke mana saja pesona itu waktu aku membutuhkannya?”Setelah berkata demikian, ia melempar tas dokumen itu kembali ke pangkuan Tristan. “Ambil barangmu dan turun dari mobil.”T
Scarlett sebenarnya tidak pernah mencari tahu keberadaan Tristan, apalagi memantau pergerakan Helen. Namun, pada malam saat Helen mengunjungi Bougenville Residence, Scarlett menerima sebuah email anonim berisi banyak foto yang menunjukkan Helen berada di sana.Scarlett hanya melirik foto-f
Scarlett berkata dengan tenang, “Untuk apa aku melakukan itu? Hal terakhir yang kuinginkan adalah perang perebutan hak asuh dengan mereka.”Tristan tidak menanggapi. Begitulah Scarlett—selalu tenang, selalu memegang kendali.Saat mobil berhenti di depan kediaman keluarga Wilson, Summer sudah menung







