Mag-log inAda yang menerobos masuk ke dalam ruangan Tristan seolah-olah tempat itu miliknya sendiri, Bruce langsung menjatuhkan dirinya ke kursi di seberang meja kerja Tristan dengan sikap santai penuh percaya diri. Dengan seringai usil, ia berkata, “Bro, kamu benar-benar bikin geger di sini! Scarnet Technology sedang jadi bahan pembicaraan di seluruh Woodland. Kamu kembali untuk membuat kekacauan, ya?”Sejak Tristan kembali, perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya di Woodland mulai kesulitan, bahkan saham beberapa di antaranya merosot tajam. Sementara itu, Tristan terus sibuk mengakuisisi dua perusahaan lain dan membawa perusahaannya berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.Godaan Bruce hanya dibalas tatapan santai Tristan. “Aku tidak mengusikmu, kan? Anggap saja itu bantuan dariku.”Bruce terkekeh sambil menyilangkan kaki. “Perusahaanku punya saham di perusahaan Letty. Kamu pasti tidak berani macam-macam denganku.”Tatapa
Suara Nathan terdengar lembut, tenang—jelas ia mewarisi sifat santai dari Scarlett. Summer sedikit kesal, tetapi akhirnya ia menjelaskan, “Sama seperti kamu, ayahmu bekerja di dinas rahasia, jadi kalian berdua harus merahasiakan semuanya.”Agar Tristan benar-benar mengerti, Summer menambahkan penjelasan, “Nathan tidak pernah bercerita tentang kegiatannya disekolah atau teman-temannya. Ia seperti sedang berlatih untuk misi rahasia. Itu sebabnya Scarlett sering bercanda bahwa Nathan bersekolah di taman kanak-kanak dinas rahasia.”Tristan merasa itu lucu. Ia teringat bahwa dulu ia juga sering menyembunyikan cerita bagaimana kegiatannya disekolah dari orang tuanya, meskipun mereka selalu berusaha menggali informasi darinya. Nathan rupanya mewarisi sifat itu, dan Tristan tidak bisa menahan tawa.Perjalanan itu dipenuhi kehangatan dan gelak tawa. Nathan mulai menerima Tristan sebagai ayahnya, sementara Summer terus menceritakan kebiasaan
Di dalam Maybach, Summer beberapa kali bergantian menatap Tristan dan Nathan. Ia memperhatikan betapa miripnya Nathan dengan ayahnya, terutama pada sikap mereka yang sama-sama pendiam.Suasana di dalam mobil cukup hening. Melihat Summer sedang dalam suasana hati yang sangat baik, Nathan tiba-tiba bertanya, “Nenek, Ibu dan Paman itu teman baik ya?”Wajah Summer langsung berubah gelap. Ia menunduk menatap Nathan, lalu membetulkannya dengan tegas, “Siapa yang bilang dia pamanmu? Dia itu ayahmu. Ayah kandungmu.”“Hah?” Rahang Nathan hampir jatuh karena terkejut. Mulutnya menganga saat ia mencoba memproses kabar itu. “Aku punya ayah?”Nathan menatap Summer seolah baru saja menemukan kota Atlantis yang hilang. Anak itu bahkan belum pernah melihat ayahnya, dan tidak ada seorang pun yang pernah menyebut-nyebut tentang sosok itu kepadanya.Selama ini, Nathan seakan mengira dirinya seperti Spider-Man, muncul be
Ciuman mendadak dari Scarlett benar-benar membuat Tristan terkejut. Matanya membesar, seolah ia berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.Ia sama sekali tidak menduganya. Scarlett yang mengambil langkah pertama bukanlah sesuatu yang ia bayangkan, apalagi dengan ciuman yang begitu tiba-tiba dan intens hingga membuatnya benar-benar kehilangan kendali.Sesaat Tristan membeku, bibir Scarlett masih menempel pada bibirnya. Lalu, ia menangkup wajah Scarlett dengan kedua tangannya, membuka bibirnya perlahan, dan memperdalam ciuman itu.Scarlett memejamkan mata, melingkarkan kedua lengannya di leher Tristan, lalu berjinjit agar dapat membalas ciumannya dengan semangat yang sama.Sebelum menemui Tristan, Scarlett sama sekali tidak berniat bertindak seimpulsif itu.Namun ketika ia melihat wajah kaget Tristan yang bercampur bahagia, dan mendengar Tristan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dirinya, Scarlett seakan kehilangan kendali.Setelah cium
Kilas balik Tristan sebelum makan siang bersama Lucian.Tristan mengajak Scarlett ke tempat lama yang dulu sering mereka datangi semasa sekolah—sebuah bukit tinggi yang pernah menjadi “tempat pelarian” mereka. Mereka memarkir mobil di ujung jalan, lalu duduk di atas kap mobil, memandang seluruh Woodland yang terbentang luas di bawah sana.Kota itu tampak seperti lautan cahaya di bawah langit penuh bintang yang berkelap-kelip.Dulu, Tristan selalu merasa seolah-olah seluruh tempat itu adalah miliknya. Namun sekarang, ia tidak lagi merasakan sedikit pun rasa memiliki itu. Di mana pun ia berada, perasaan tersebut tetap tidak pernah kembali.Tristan menyerahkan sebotol air mineral kepada Scarlett. Ia memutar tutupnya terlebih dahulu sebelum memberikannya, lalu membuka botol miliknya sendiri. Setelah meneguk sedikit, ia berkata, “Aku akan menemui ayahku.”Scarlett juga meneguk air, lalu menoleh menatapnya.Tristan menangkap tatap
Di ujung telepon, tepat ketika nada sambung terasa seolah tidak akan pernah berhenti, Scarlett akhirnya mengangkat panggilan itu. Suaranya terdengar mengantuk sekaligus kesal.“Ada apa lagi sih? Aku baru saja bisa tidur sebentar, dan kamu malah bikin masalah?”Ia baru saja berhasil menidurkan Nathan dan sudah sangat kelelahan. Karena itu, panggilan Tristan membuatnya semakin kesal.Scarlett baru saja menghela napas dan menyelesaikan kalimatnya, ketika Tristan langsung bertanya dengan nada khawatir, “Ibu bilang tadi kamu hampir tertabrak mobil saat menjemput Nathan dari sekolah?”Masih menyipitkan mata karena kantuknya belum hilang, Scarlett menjawab malas, “Iya, ada pengemudi yang tidak fokus dan hampir menerobos rambu berhenti. Tapi tidak apa-apa. Anakmu juga baik-baik saja.”Meski masih mengantuk, Scarlett tetap meyakinkan Tristan bahwa Nathan tidak terluka. Namun Tristan terus mendesak, “Kalau kamu sendi
Scarlett menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan masuk ke kamar rawat inap Tristan.Begitu berada di dalam, pandangan Scarlett langsung tertuju pada perban yang menutupi wajah Tristan. Jika lukanya cukup dalam, bekasnya akan sulit dihilangkan.Menyadari Scarlett masuk, Tristan berkata, “Hany
carlett hampir kehilangan kesabarannya. Ia mendorong Tristan dengan keras.“Cukup! Aku sudah muak!”Terkejut oleh dorongan Scarlett, Tristan memegangi dadanya dan terhuyung ke belakang, alisnya berkerut.“Scarlett, doronganmu kuat sekali. Apa kamu sama sekali tidak peduli?”Scarlett menatapnya deng
Scarlett melirik ke samping. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa lengan Tristan sudah melingkari tubuhnya, apalagi menanggapi panggilan manja “Sayang” yang terus ia ucapkan. Dengan nada datar, Scarlett berkata, “Aku membuat kesepakatan dengan Nicole. Aku setuju untuk menyelidiki kebenaran di bali
Keesokan harinya.Begitu Scarlett melangkah masuk ke kantor hukum, Logan langsung menghampirinya dengan kabar terbaru. “Scarlett, ada perintah dari atasan. Kalau kita tidak segera menemukan bukti baru atau membuat kemajuan dalam kasus Danau Glimmering, kita harus menutup kasus ini. Dewan setempat j







