Share

16. Mengakhiri Hubungan

last update publish date: 2025-10-26 21:10:22

"Aku ... memang memiliki hubungan dengan wanita itu," ungkap Arsa dengan tatapan mata yang sayu.

Andira menundukkan kepalanya dan tersenyum miris. Meskipun ia sudah tahu lebih dulu karena menyelidikinya secara diam-diam, tetap saja rasanya sakit karena mendengar karena suara itu penjelasan itu dari suaminya sendiri. Ia sudah mempersiapkan diri untuk ini. Namun ternyata ketika ia hadapi tak pernah seperti apa yang ia duga.

"Mengenai kalung 20 miliar itu, benar bukan?" tanya Andira menusuk.

Den
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    75. Pertemuan Mertua Dan Menantu

    "Pak Arsa... Pak Firman datang untuk bertemu dengan Anda." Beritahu sekretaris kepada Arsa.Arsa yang sedang sibuk memeriksa berkas, menjawab, "Biarkan beliau masuk ..." Sekretaris undur diri dari hadapan Arsa. Pria itu meletakkan pulpennya di meja. Keningnya mengerut. Tak biasanya Firman datang menemui."Arsa..." panggil Firman yang membuka pintu ruangan kerja menantunya. Arsa tersenyum menyambut mertuanya. "Papa... ada apa? Tidak biasanya menemui ku..." Firman tertawa kecil. "Papa hanya ingin mengajak kamu makan siang bersama. Apa bisa?" Arsa mengerutkan kening mendengar Firman tiba-tiba ingin mengajaknya makan siang bersama. Matanya menatap curiga. Sebab, ia tahu bahwa Firman tak menyukainya.Apa mungkin hanya kebetulan Firman mau bertemu dengan Arsa? Atau mungkin hanya membahas kerja sama perusahaan yang dilakukan antara keduanya? Tak mungkin bila hanya sekedar basa-basi."Baik." Arsa menyetujui. "Ayo kita makan bersama..."Arsa mengajak ayah mertuanya makan di kantin sebelah

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    74. Belum Mengenal Sepenuhnya

    "Kamu kenapa murung begitu, Jenna?" Sherina masuk kamar putrinya. Ia berdiri di ambang pintu, terheran melihat wajah Jenna yang tampak sedih. Sudah beberapa hari ini semenjak Arsa tak pulang, Sherina dan Firman memutuskan untuk menginap di rumah putrinya."Mas Arsa, Ma..." Adu Jenna kepada ibunya dengan suara tertahan.Kening Sherina mengerut. "Ada apa dengan suamimu? Apa dia membuat kamu sakit hati?" Jenna menggigit bibirnya, kesal. "Bukan cuma sekedar sakit hati. Harga diriku merasa diinjak-injak oleh suamiku sendiri." Sherina tercengang dengan ucapan Jenna. Wanita paruh baya itu seakan mengerti bahwa ada sesuatu masalah yang pelik. Tapi, ia tak mengerti apa sebabnya."Bagaimana ceritanya sampai kamu merasa kena mental seperti ini?" tanya Sherina heran.Jenna menghela napas panjang. Ia mengadu kepada ibunya tentang apa yang terjadi di pusat perbelanjaan saat bertemu dengan Andira. Jenna mendramatisir cerita versi dirinya sendiri. Dia mengatakan bahwa Arsa memaki-maki dirinya di

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    73. Peradilan Semu

    Ruang kelas telah diubah menyerupai ruang sidang pengadilan. Meja‑meja disusun rapi, papan tulis besar di depan, dan suasana hening menekan. Satu pengacara wanita berpakaian rapi, setelan dress dan blazer merah maroon, high heels warna senada, nampak formal berdiri tegak di depan. Matanya tajam menatap lima belas orang mahasiswa duduk rapi, dan disertai wajah mereka yang tegang.Udara di kelas itu terasa kaku. Tidak ada sedikitpun suara bisikan. Tidak ada gerakan yang tidak perlu. Pengacara itu, Andira, seorang advokat berpengalaman sepuluh tahun, menatap satu per satu setiap wajah mahasiswa di hadapannya. Suasana itu bukan sekadar pelatihan biasa. Suasana itu disusun persis seperti sidang di pengadilan negeri. Aura ketegasannya membuat siapa saja yang berhadapan merasa kecil dan harus waspada."Kalian dengar baik‑baik, ya? Mulai detik ini, ruangan ini bukan lagi kelas. Ini adalah ruang sidang. Kalian bukan mahasiswa biasa, tapi penasihat hukum yang bertanggung jawab penuh atas nasib

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    72. Membandingkan

    "Lepaskan Mas ...," rengek Jenna berusaha melepaskan cengkraman tangan suaminya.Arsa menghempaskan tangan Jenna dengan kasar. Semenjak membawa pulang istri keduanya dari mall dan bertemu langsung dengan Andira, mereka tak berhenti bertengkar di jalan saat berada di dalam mobil. Jenna marah-marah karena tidak terima bahwa Arsa tidak membelanya di depan Andira. "Kenapa sih kamu nggak membelaku di depan calon mantan istrimu? Coba jelaskan kenapa?!" murka Jenna.Arsa menunjuk wajah Jenna. "Berhenti bersikap murahan dan memalukan seperti itu. Kamu terlihat seperti wanita tak tahu malu dan tak tahu diri!!""A-apa?!"Jenna shock mendengar Arsa menilainya bersikap murahan. Wanita yang baru saja mendapat gelar ibu muda itu menggeleng tak percaya. Ia tak menyangka bahwa suaminya bisa mengatakan hal yang menyakitkan padanya seperti ini."Apa kata kamu? Bisa diulangi sekali lagi?" Jenna menatap nanar suaminya. "Aku adalah wanita memalukan dan tak tahu diri? kenapa kamu bersikap seperti ini d

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    71. Pembelaan Yang Beralih

    “Dimana kamu sembunyikan Mas Arsa?” tanya Jenna dengan penuh emosi.Andira tertawa sinis. “Kamu tidak salah mempertanyakan dimana keberadaan pria itu kepadaku?”Jenna menuding wajah Andira. “Kamu masih istri sahnya. Tentu saja dia sebagai suami membagi waktunya bersama dengan kamu. Kamu itu jangan egois, ya? Yang membutuhkan Mas Arsa itu bukan cuma kamu.”Andira tertawa pelan melihat Jenna yang emosional melayangkan berbagai ucapan kepada dirinya. Andira menyimpulkan bahwa Jenna pasti sangat merindukan Arsa. Dan Arsa tidak diketahui dimana keberadaannya. Sekarang dialah yang dituduh menyembunyikan.“Memangnya kamu pikir ..., siapa yang membutuhkan Arsa? Aku?” Andira menunjuk dirinya sendiri.“Kalau kamu memang masih membutuhkannya, untuk apa menggugatnya cerai? Anak-anakmu bahkan sudah dirampas oleh Arsa karena kamu tak mau menyetujui Arsa menikah denganku. Selain itu, kamu juga berselingkuh,” ucap Jenna memiringkan bibirnya.Andira menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan terakhir

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    70. Siasat

    Apa harus demikian?” tanya Cindy sambil merapikan beberapa dokumen di dalam kotak kardus.Sembari meminum expresso hangat di tangan ... Andira menjawab, “tenang. Semuanya aman.”Wanita yang sedang dalam proses meresmikan status jandanya itu terlihat sangat tenang. Tenang, namun tatapan mata yang cukup tajam menerawang jauh. Seolah sedang menyusun rencana yang akan ia realisasikan. “Sudah selesai semuanya 'kan? Kalau sudah, panggil petugas cargo untuk mengangkut semua ini dan dipindahkan ke tempat yang aman,” saran Andira membuat Cindy dan Fauzan mengangguk..“Baiklah kalau begitu. Karena aku pulang kerjanya cepat, aku akan pergi berlibur sebentar,” ujar Fauzan sembari meregangkan otot tubuhnya.Hari ini Andira meminta kepada kedua karyawannya menuntaskan pekerjaan selesai dengan cepat. Andira juga ada jadwal untuk moot court bersama anak-anak fakultas hukum universitas di Jakarta. Jadi, dia lebih fokus menyiapkan materi untuk para calon praktisi hukum di masa depan.“Silakan gunaka

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    19. Hamil

    "Apa?! ... Ha-hamil?!" Tubuh Firman terasa lemas setelah mendengarkan keterangan dari dokter. Hampir saja ia limbung ke belakang jika tidak ditahan oleh istrinya. Ia pikir, sang anak hanya merasa depresi karena masalahnya. Tapi malah terjadi sesuatu yang benar-benar tidak diduga.

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    18. Kejujuran Yang Mengejutkan

    "Jadi benar, kalau kamu berselingkuh dengan wanita lain di belakang istrimu?" tanya Mira tidak percaya.Arsa menemui ibu kandungnya dan mengatakan bahwa ia telah berbuat sesuatu dosa terhadap rumah tangganya. Mira yang mendengar, tentu saja syok dibuatnya. Ia tak menyangka bahwa putra yang ia sayan

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    6. Anak Hilang

    "Nyonya ... Anak-anak dari tadi siang belum juga pulang dari sekolah." Beri tahu Ana---art di rumah Arsa dan Andira. "A-apa?" Andira terkejut bukan main. "Kenapa tidak mengabari saya dari tadi?" Andira baru pulang ke rumah setelah menjalani aktivitas dikantor firma hukum miliknya. Wanita itu pula

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    5. Menghilangkan Duri

    Hari ini adalah hari kedua setelah kepergian Arsa pamit keluar kota. Andira masih memantau pergerakan suaminya. Pria itu tetap berada di Jakarta dan istirahat di sebuah hotel. Hotel yang ditempati adalah hotel yang berbeda dari tempat ia bermalam dengan Jenna sebelumnya. Tring.Andira menaikkan se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status