ログインAnthonius berpikir bahwa kakek berambut putih itu adalah mantan pelari marathon sehingga langkahnya cepat dan cepat menjauh darinya, padahal ia ingin memeriksa keadaan kakek itu.
‘Dasar bodoh. Untung saja, kepala kakek itu gak terbentur batu yang ada di sisi kirimu dan dia malah memastikan kamu baik-baik saja dan meminta maaf kepadamu. Kamu jadi orang sangat lemot sampai berdiri pun lama banget,’ ngomel Adrian dalam tubuhnya.
“Berisik, kamu!” sentak Anthonius sambil mengernyitkan dahi.
“Kamu bicara sama siapa, Nak? siapa yang mengganggumu?” sahut seorang wanita tua yang rambutnya diikat penuh, berpakaian lengan panjang dengan intonasi penekanan.
“Maaf, Nek. Saya … hanya belajar akting saja,” jawab Anthonius secepat kilat.
“Kalau belajar akting, lebih baik di dalam rumah aja daripada di luar agar tidak dianggap gila oleh banyak orang jika ada yang melihatmu seperti itu,” saran wanita tua itu.
“Baik, Nek,” balas Anthonius sambil tersenyum lebar dan mengangguk sekilas.
Anthonius melangkah terlebih dahulu menuju kos lalu masuk ke dalam kos. Ia merebahkan diri di atas ranjang dengan kedua tangan terlentang.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Anthonius dengan intonasi penekanan.
‘Seharusnya, aku yang bertanya kepadamu, bukan kamu yang bertanya kepadaku,’ jawab Adrian dengan intonasi penekanan.
“Kamu pergi dari tubuhku dan jangan mengusikku. Aku tidak suka ada orang lain di dalam tubuhku!” usir Anthonius dengan intonasi penekanan dan nada tinggi sambil memejamkan mata.
‘Aku pergi kalau pembalasanmu telah usai dan aku bukan mengganggumu, melainkan ingin membantu dalam banyak hal. Aku juga ingin meminta tolong kepadamu,’ ucap Adrian dalam tubuhnya.
“Kenapa hantu sepertimu meminta tolong kepadaku? Apa ada sesuatu yang ingin kamu balaskan dendammu kepada seseorang?” tanya Anthonius sambil terkekeh pelan.
Anthonius menjadi bisa bicara dengan sosok Adrian dan Adrian juga tidak menyangka bahwa Anthonius bisa berbicara dengannya, padahal kebanyakan orang tidak bisa berbicara dengan sosok arwah yang merasuki tubuhnya.
Bahkan, kebanyakan arwah malah mengganggu pemilik tubuh yang sebenarnya untuk menguasai dirinya demi menunggangi raganya dan berbuat jahat.
‘Aku heran denganmu karena kamu bisa bicara denganku dan aku tidak menyangka itu. Seharusnya, kamu tidak menyadari bahwa ragamu dirasuki oleh arwah dan kamu juga tidak bisa mengambil alih lagi jika arwah mengendalikan seluruh ragamu,’ ucap Adrian bingung.
“Jawab dulu pertanyaanku dan kamu jangan mengalihkan pembicaraan!” balas Anthonius dengan intonasi penekanan.
‘Aku meninggal secara tidak adil karena dituduh melakukan pembunuh berantai, tetapi aku tidak pernah melakukannya. Aku hanya kebetulan lewat di jalanan yang sepi lalu bertemu dengan anak kecil yang bersimbah darah dan terdapat pisau di sampingnya. Aku berada dalam kesialan saat itu dan saksi mengatakan bahwa aku yang membunuhnya, padahal aku hanya sekadar lewat dan hendak menolong sekaligus memastikan bahwa anak kecil yang bersimbah darah dalam keadaan hidup,’ jelas Adrian dengan intonasi penekanan dan marah saat membahas tuduhan kepadanya.
“Hidupmu juga parah,” ledek Anthonius singkat.
‘Lebih parah kamu karena tidak ada yang mendukung. Aku masih ada yang mendukung,’ balas Adrian menohok.
“Memang masih ada yang mempedulikanmu kalau kamu sudah tidak bernyawa lagi? Ada yang sedih atas kepergianmu? Bagaimana bisa kamu sebagai arwah bisa masuk ke tubuh seseorang, apalagi masuk ke tubuh yang hidupnya sangat kasihan?” tanya Anthonius dengan nada heran dan khawatir.
‘Ada istriku yang masih menunggu keadilan untukku. Aku ingin membuktikan kepada keluargaku bahwa aku tidak bersalah dan segera menangkap para penjahat. Aku juga tidak tahu bisa masuk ke ragamu atau karena kita memiliki nama belakang yang sama?’ jawab Adrian tegas.
“Mungkin, padahal aku tidak memiliki keahlian dan kekuatan apapun, tapi kamu malah masuk ke ragaku yang hampa dan tidak ada apa-apanya,” balas Anthonius sambil terkekeh pelan.
‘Artinya kita saling membantu dan aku juga tidak ingin mengambil sepenuhnya, tapi kamu jangan membuatku untuk mengambil semua ragamu!’ balas Adrian dengan nada menegur dan menekan.
Anthonius membisu sambil memandang langit-langit kamar kos dan ditemani oleh kipas angin mini. Ia berpikir bahwa hidupnya sudah tidak berarti lagi dan ingin mengakhiri hidupnya.
Tiba-tiba Anthonius bertanya kepada Adrian rasa tidak memiliki nyawa lagi dan bisa memilih raga yang diinginkan olehnya.
“Bagaimana rasanya tidak ada nyawa di dunia ini? Apakah enak?” tanya Anthonius penasaran.
‘Tidak enak sama sekali karena tidak bisa berjumpa dengan keluarga yang kita sayangi dan selalu ada untuknya. Jangan bilang kamu kepikiran untuk mengakhiri nyawamu!’ tukas Adrian.
“Tidak ada, tapi sempat berpikir bahwa hidup yang aku jalani sangat berat sejak kehilangan ibu. Ibu selalu ada untukku saat itu dan aku hanya ingin selalu berada di dekatku, tapi ibu malah pergi meninggalkanku selama-lamanya dan aku juga tidak tahu penyebab ibu mengembuskan napas terakhirnya, tapi aku hanya tahu bahwa kematian ibu adalah salah ayah dan aku sangat membencinya. Ayah tidak pernah mengenalkanku kepada siapa pun. Aku mengenalkan ayah kepada istri dan keluarga istriku sebelum aku menikah tanpa menyebutkan status dan pekerjaan ayahku. Aku juga tidak tahu cara mereka mengetahui bahwa aku adalah anak konglomerat dan mereka sangat bersahabat sampai menyerangku habis-habisan,” balas Anthonius sambil mendengus dan menggeleng sekilas.
‘Kenapa kamu menjadi pria yang sangat lemah dan tidak berani membalas mereka, padahal kamu sekolah di sekolah yang bagus semua dan akademikmu juga bagus, tapi kamu malah belajar terus-terusan untuk mengasah kemampuan karena ketidakpercayaan diri yang kamu miliki dan kamu selalu menganggap dirimu bodoh sampai kapan? sampai kamu meninggal dunia lalu kamu menyadari bahwa kamu memiliki potensi dalam hidupmu? sampai kapan kamu mendengar perkataan orang lain yang aku setuju dengan pernyataan Ibu Annisa, atasanmu,’ jawab Adrian dengan intonasi penekanan.
Adrian tiada habis memberi nasihat kepada Anthonius yang memiliki rasa khawatir dan takut terhadap banyak hal, terutama pada diri sendiri.
“Kamu berisik juga ternyata dan lebih berisik dari ibuku. Aku tidak menyukainya,” balas Anthonius dengan intonasi penekanan.
‘Kalau kamu tidak mau aku berisik, kita saling melindungi dan bekerja sama untuk bisa menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi,’ balas Adrian dengan nada sedikit tinggi.
“Baiklah, tapi kamu jangan membuatku teriak seperti tadi agar tidak ada yang menganggapku gila,” protes Anthonius nada tinggi.
‘Oke, tapi kita bagi waktu saja agar tidak kejadian seperti tadi,’ saran Adrian.
“Bagi waktu? Bagaimana bisa kita membagi waktu di dunia? yang punya waktu itu bukan kita, melainkan Tuhan!” protes Anthonius nada tinggi sampai urat leher menonjol.
‘Aku tahu soal itu, maksudku hal apa saja yang perlu kamu atasi dan aku atasi?’ tanya Adrian dengan intonasi penekanan.
“Tidak bisa. Saya harus melakukan ini karena sudah sepakat dengan Pak Tio. Pak Tio memberi tugas kepada saya seperti itu dan saya harus menjalaninya dengan baik agar Pak Tio percaya kepada saya dan tidak mempermalukannya,” balas Anthonius dengan intonasi penekanan dan berat hati mengeluarkan banyak karyawan yang terlibat dalam skandal antara karyawan dengan Direktur Keuangan.Puluhan karyawan wanita menangis sesenggukkan setelah mendengar jawaban darinya. Ia tidak memberi keringanan sama sekali terhadap rekan kerja yang memohon.“Kalian boleh keluar dari setelah menandatangani surat pemutusan hubungan kerja ke email kalian masing-masing dan setelah menandatangani surat itu maka uang pesangon kalian masuk ke rekening masing-masing,” ucap Anthonius dengan tegas dan memerintahkan sistem Adrian untuk mengirim surat pemutusan hubungan kerja ke email masing-masing yang terlibat dalam skandal.Beberapa rekan kerja memohon kepada Anthonius sambil memegang kaki dan berlutut kepadanya, tetapi t
“Iya, kami mau bukti karena kami tahu bahwa Pak Gery adalah orang baik dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain,” jawab beberapa rekan kerja dengan intonasi penekanan sambil melotot dan menunjuk Anthonius.Anthonius menghela napas panjang sambil menatap lamat dan mengangguk-angguk ketika mendengar semua permintaan rekan kerja yang meminta bukti bahwa Gery melakukan penggelapan dan pencucian dana perusahaan.Anthonius hendak menjentikann jari telunjuk dengan ibu jari kepala dipukul oleh Anton menggunakan balok kayu berukuran besar dan panjang. Semua rekan kerja membulatkan bola mata ketika Anton memukul kepalanya.Anthonius hanya terdiam tanpa mengeluarkan rintihan sama sekali, meskipun kepala bagian belakang mengeluarkan banyak darah.Anthonius membalikan badan ke arahnya tanpa ekspresi, tetapi tangan mengepal erat ketika melihat Anton yang kembali lagi ke kantornya, padahal telah diborgol dan dibawa pergi dari perusahaan.“Ke-kenapa Bapak tidak pingsan atau mati setelah balok k
Semua orang mengernyitkan dahi saat melihat dan mendengar suara Anthonius yang masih normal, meskipun dipukul berkali-kali dan tidak terlihat seperti lemah atau kehabisan tenaga.Tatapan aneh dari semua rekan kerja kepadanya membuat dirinya menyadari bahwa memiliki kekuatan berkali-kali lipat dari pria normal.“Kenapa kalian menatapku seperti itu? kalian tidak pernah melihat seorang pria dipukul berkali-kali, tetapi masih berdiri normal dan tidak ada rintihan sama sekali?” tanya Anthonius sambil tersenyum miring di hadapan banyak rekan kerja yang memandang aneh sekaligus takut kepadanya.Semua rekan kerja terdiam dengan alis saling bertautan dan tidak berani menanyakan apa pun kepadanya karena Anthonius terlihat tidak mengalami kesakitan bagian tubuh lainnya.Bahkan, darah yang hadir di wajahnya muncul, tetapi tidak meringis dan merintih, seperti Gery.“Kalau kalian tidak pernah melihat pria dipukul beberapa kali sampai babak belur seperti ini lalu berdiri masih tegak dan tidak membun
“Siap, pulang kerja, aku datang ke sana.”Anthonius hendak melangkah mendekati mereka yang panik dan menangis sambil menatap ponsel, tetapi ditahan oleh Anastasia.“Kenapa kamu menghalangi jalan saya? Ada apa denganmu sampai merentangkan tangan?” tanya Anthonius dengan intonasi penekanan sambil meletakkan kedua tangan di pinggang.“Mereka berbahaya kalau sedang mengamuk,” jawab Anastasia berbisik sambil melotot.“Kalau sikapmu begini malah mereka curiga kepadamu karena mereka tidak menyukaimu,” balas Anthonius dingin lalu menyingkirkan Anastasia dari hadapannya.“Apakah Bapak yang melakukan ini semua?” tanya Anastasia saat Anthonius melewatinya dan mendekati mereka yang menangis tersedu-sedu.Anthonius berbalik badan setelah mendengar pertanyaan dari rasa penasaran Anastasia. “Iya. Aku yang melakukannya dan asal kamu tahu, saya melakukan ini untuk kepentingan perusahaan!” balas Anthonius dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.Anthonius pergi dari hadapan Anastasia setelah men
“Saya pernah melakukan kesalahan besar yang bisa membuat saya hamil. Saya pernah melakukan hubungan badan dengan Gery di berbagai tempat. Saya pernah melakukan itu di kantor dan tidak tahu kalau ada kamera pengawas yang disimpan olehnya di ruangan itu karena saat saya memasuki ruangan itu, saya tidak melihat apa pun di dalamnya. Bahkan, kamera ruangan keuangan menghadap ke arah pintu masuk dan keluar, tetapi tidak pernah berfungsi sama sekali. Kamera pengawas yang ada di ruangan keuangan mati. Jadi, siapa pun bisa melakukan pergerakan apa pun di dalam, mulai dari pencurian atau penyebaran uang untuk melakukan pencucian uang,” jawab Anastasia dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat dan terisak saat teringat perbuatan bejatnya.Anthonius tahu soal dia melakukan hubungan badan di kantor dan memiliki akses ke kamera pengawas yang ada di dalam ruangan dan kamera itu diletakkan di dinding dan berukuran kecil sehingga tidak bisa dilihat oleh siapa pun.Anthonius lega mendengar pengaku
Anastasia membisu sambil mengedipkan mata sekilas setelah mendengar pertanyaan Anthonius yang meragukan jawabannya.“Bapak meragukan cara saya?” tanya Anastasia dengan intonasi penekanan.“Tidak, tapi kamu sudah lihat cara mereka memandangmu tadi di lantai satu lalu ada berita seperti ini, mereka percaya denganmu?” tanya Anthonius dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.“Tidak sama sekali,” jawab Anastasia secepat kilat lalu mengedipkan mata sekali setelah mengeluarkan jawaban yang memang kenyataan seperti itu.Anastasia menyadari perbuatannya yang tidak diinginkan oleh beberapa rekan kerja ketika dia kembali bekerja di perusahaan Tio sebagai Sekretaris atau Asisten Pribadinya.Anthonius menjentikkan tangannya setelah mendapatkan jawaban darinya.Hitungan detik, ia mendapatkan gambaran tentang sosok yang merekam Anthonius dan Anastasia dari depan ruangan berasal dari Sistem Adrian.Ponsel Anthonius yang digunakan untuk install aplikasi atau sistem Money Games berbunyi dengan s







