MasukAnthonius duduk bersandar di kepala kursi tanpa memikirkan apa pun karena bagi dirinya bahwa jika sudah berusaha lalu hasil tidak berpihak kepadanya maka belum rezeki dan tidak menjadi masalah.
Namun, sosok dalam diri Anthonius selalu berisik ketika dia tidak bisa mengendalikan tubuh Anthonius secara keseluruhan.
Jika tidak terjadi sesuatu kepadanya maka sosok arwah Adrian tidak bisa mengambil alih tubuhnya menjadi meronta untuk bisa mengendalikan semuanya. Bagi Adrian, Anthonius adalah pria lemah yang tidak memiliki keberanian untuk melawan sehingga dia membantu dirinya untuk bisa melawan dan membangunkan tekad untuk membalas semua perbuatan buruk kepadanya.
‘Kamu harus menunjukkan kemauanmu untuk bisa bekerja di sana, Anthonius. Jangan diam dan pasif seperti ini, elah!’ cerocos Adrian sambil mengomel.
“Berisik,” balas Anthonius pelan sambil menekan.
“Apa yang kamu bilang tadi?” tanya seorang wanita berjilbab sambil menatap Anthonius.
“Maaf, Bu, saya hanya berlatih berbicara jika ada pelanggan yang mengomel lalu menyalahkan kami jika kami tidak melakukan kesalahan,” jawab Anthonius asal bicara.
Wanita berjilbab hanya mengangguk sambil tersenyum tipis saat mendengar jawaban Anthonius yang terlihat menjawab dengan nada yang bersemangat.
“Baiklah. Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa hanya ada empat orang yang diterima untuk bekerja di rumah makan ini. Jadi, saya minta maaf sebesar-besarnya kalau belum rezeki,” ucap wanita itu dengan lembut.
“Tidak apa, Bu. Kami paham,” jawab calon karyawan serentak dengan penuh semangat kecuali Anthonius yang hanya diam saja.
“Sebelum itu, perkenalkan nama saya adalah Annisa Yulia Isti. Saya adalah pemilik rumah makan ini dan Ibu dan Bapak yang tadi adalah HRD. Namanya adalah Ibu Susan Anggiata dan Bapak yang mewawancarai adalah Bapak Rudi Asmono. Mereka memberikan hasil kepada saya dan saya yang mengumumkannya. Jadi ….’
“Lanjutkan, Bu,” ucap Susan dengan santai sambil mengamati semua calon karyawan rumah makan sederhana.
“Baik. Nama pertama untuk bekerja sebagai pelayan pria adalah Anthonius Jantoro Abadi dan yang kedua adalah Kurniawan. Selamat untuk kalian.”
Anthonius membulatkan bola mata sekilas saat nama dirinya disebutkan oleh Ibu Annisa, pemilik rumah makan sederhana. Ia tidak percaya mendapat kepercayaan untuk bekerja di rumah makan sederhana karena usaha yang dikeluarkan olehnya belum maksimal.
“Saya keterima bekerja di rumah makan sederhana?” tanya Anthonius nada tidak percaya sambil menatap Annisa.
“Iya. Kamu diterima bekerja sebagai pelayan pria di rumah makan sederhana dan mulai besok kamu sudah bisa bekerja,” jawab Annisa dengan lembut.
Anthonius hanya mengangguk sambil bibir sedikit terbuka karena ia tidak mengharapkan hasil yang baik karena banyak pesaing yang melamar pekerjaan di posisi yang sama dengan keahlian yang dimiliki.
Semua orang berdiri dan bersalaman dengan Annisa tanpa menyentuh untuk para pria. Anthonius masih terduduk bingung dengan keputusan yang dibacakan olehnya.
Anthonius mendekati Annisa dengan diberi jarak agar tidak menjadi salah paham ketika dilihat oleh banyak orang.
“Maaf, Bu, Ibu tidak menyesal jika memilih saya? Bagaimana kalau keliru? saya tidak memiliki keahlian, kemampuan dan kekuatan apapun,” lontar Anthonius dengan nada terbata-bata.
“Itu menurut kamu, kan?” balas Annisa santai dan lembut.
“Menurut saya? Kenapa Ibu bisa bilang kalau itu menurut saya?” tanya Anthonius bingung dan heran.
Annisa terkekeh pelan ketika mendengar pertanyaan dari Anthonius. Dia tidak menjawab pertanyaannya malah tertawa dan menghindar ketika ia penasaran dengan jawaban dari atasannya.
“Katakan yang sesungguhnya, Bu agar saya tidak bingung,” cerocos Anthonius sambil mencegah langkah Annisa yang hendak memasuki ruangannya.
“Kamu penasaran alasan saya memilihmu?”
“Iya, Bu. Banyak orang mengatakan bahwa saya tidak memiliki keahlian apapun dan nyali untuk bersaing dengan banyak orang,” jawab Anthonius dengan tegas sambil menatap lamat.
“Orang yang berkata seperti itu adalah orang yang punya sifat iri dan dengki agar kamu selalu merasa lemah dan bodoh, tapi saya lihat kamu memiliki potensi untuk sukses dan coba kenali dirimu sendiri karena setiap orang pasti memiliki 3K, yaitu keahlian, kekuatan dan kepintaran.” jawab Annisa dengan bijak dan dewasa.
Anthonius mematung dan membisu setelah mendengar jawaban dari Annisa. Annisa mengatakan hal berbeda karena dia percaya bahwa setiap orang memiliki 3K dalam diri.
Namun, Anthonius merasa tidak memiliki apa pun dalam dirinya sehingga ikut berbagai macam pelatihan untuk bisa bersaing dan bekerja di luar rumah.
Anthonius juga pasti membuktikan bahwa dirinya bisa sukses dan berdiri di kaki sendiri tanpa bantuan ayahnya karena cukup dihina dan direndahkan oleh keluarganya.
“Kamu juga bukan lulusan dari universitas yang sembarangan. Kamu lulusan dari Universitas terbaik di negeri, yaitu Universitas Unaima jurusan Manajemen Bisnis Digital dan kamu adalah mahasiswa lulusan terbaik di angkatanmu. Kamu juga mengikuti berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan kualitas diri dan itu bagi saya adalah kamu adalah karyawan yang berharga dan bisa diandalkan,” ucap Annisa yang tiba-tiba hadir dalam kebisuannya.
‘Dasar bodoh. Selama kamu hidup, kamu tidak mengenal dirimu sendiri dan lebih memilih untuk memperhatikan yang lain daripada dirimu sendiri?’ protes Adrian dengan nada kesal.
“Bahkan, organisasimu juga banyak dan jadikan pengalaman hidupmu untuk bertahan hidup dan mengasah diri agar sesuatu yang berharga dan spesial dalam dirimu keluar dan tunjukkan pada dunia bahwa kamu adalah pria hebat yang bisa mengubah dunia,” ucap Annisa yang menyadarkan Anthonius.
Anthonius membisu dan mengingat semua pengalaman yang pernah dilakukan dan dilewati olehnya. Semua yang dikatakan oleh Annisa membuat dirinya merenung dan memikirkan bahwa dirinya adalah pria yang berharga dan bermanfaat untuk banyak orang.
Namun, Anthonius masih merasa tidak memiliki apapun dalam dirinya karena Ayah kandung dan istrinya mengatakan bahwa dirinya adalah pria tidak berguna sehingga untuk maju masih setengah jalan.
“Percayalah pada dirimu sendiri, Anthonius dan jangan pernah mendengarkan perkataan orang lain karena istimewa dirimu hanya kamu yang tahu. Percaya pada diri sendiri bahwa kamu adalah orang berharga dan memiliki potensi yang sangat bagus,” tutur Annisa dengan lembut.
Annisa kembali lagi kepadanya ketika dirinya masih berdiri di tengah keramaian pengunjung. Ia tidak menyangka masih bertemu dengan seseorang yang memiliki sikap dan lisan yang baik dan lembut.
‘Percaya dengan dirimu sendiri dan kamu jangan terlalu lemah dan banyak pertimbangan karena hidup terus berjalan, Anthonius. Bergerak dan lakukan lalu untuk hasilnya belakangan!’ geram Adrian dalam tubuh Anthonius.
“Terima kasih, Bu,” ucap Anthonius singkat lalu pergi dari rumah makan sederhana.
Anthonius pergi dari rumah makan sambil mempercepat langkahnya untuk kembali ke kos. Saat Anthonius hendak memasuki gerbang, tiba-tiba seorang kakek berambut putih mempercepat langkahnya dan menabrak Anthonius hingga terjungkal ke aspal.
“Maaf, Nak,” ucap kakek berambut putih sambil memegang tangannya sekilas lalu mempercepat langkahnya.
Anthonius hendak memanggil kakek itu, tetapi langkahnya semakin jauh dan kakek telah berada di gang paling ujung.
“Kenapa langkahnya cepat sekali? Kakek pernah ikut lari marathon?” gumam Anthonius sambil memperhatikan kakek berambut putih yang terus melangkah.
“Tidak bisa. Saya harus melakukan ini karena sudah sepakat dengan Pak Tio. Pak Tio memberi tugas kepada saya seperti itu dan saya harus menjalaninya dengan baik agar Pak Tio percaya kepada saya dan tidak mempermalukannya,” balas Anthonius dengan intonasi penekanan dan berat hati mengeluarkan banyak karyawan yang terlibat dalam skandal antara karyawan dengan Direktur Keuangan.Puluhan karyawan wanita menangis sesenggukkan setelah mendengar jawaban darinya. Ia tidak memberi keringanan sama sekali terhadap rekan kerja yang memohon.“Kalian boleh keluar dari setelah menandatangani surat pemutusan hubungan kerja ke email kalian masing-masing dan setelah menandatangani surat itu maka uang pesangon kalian masuk ke rekening masing-masing,” ucap Anthonius dengan tegas dan memerintahkan sistem Adrian untuk mengirim surat pemutusan hubungan kerja ke email masing-masing yang terlibat dalam skandal.Beberapa rekan kerja memohon kepada Anthonius sambil memegang kaki dan berlutut kepadanya, tetapi t
“Iya, kami mau bukti karena kami tahu bahwa Pak Gery adalah orang baik dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain,” jawab beberapa rekan kerja dengan intonasi penekanan sambil melotot dan menunjuk Anthonius.Anthonius menghela napas panjang sambil menatap lamat dan mengangguk-angguk ketika mendengar semua permintaan rekan kerja yang meminta bukti bahwa Gery melakukan penggelapan dan pencucian dana perusahaan.Anthonius hendak menjentikann jari telunjuk dengan ibu jari kepala dipukul oleh Anton menggunakan balok kayu berukuran besar dan panjang. Semua rekan kerja membulatkan bola mata ketika Anton memukul kepalanya.Anthonius hanya terdiam tanpa mengeluarkan rintihan sama sekali, meskipun kepala bagian belakang mengeluarkan banyak darah.Anthonius membalikan badan ke arahnya tanpa ekspresi, tetapi tangan mengepal erat ketika melihat Anton yang kembali lagi ke kantornya, padahal telah diborgol dan dibawa pergi dari perusahaan.“Ke-kenapa Bapak tidak pingsan atau mati setelah balok k
Semua orang mengernyitkan dahi saat melihat dan mendengar suara Anthonius yang masih normal, meskipun dipukul berkali-kali dan tidak terlihat seperti lemah atau kehabisan tenaga.Tatapan aneh dari semua rekan kerja kepadanya membuat dirinya menyadari bahwa memiliki kekuatan berkali-kali lipat dari pria normal.“Kenapa kalian menatapku seperti itu? kalian tidak pernah melihat seorang pria dipukul berkali-kali, tetapi masih berdiri normal dan tidak ada rintihan sama sekali?” tanya Anthonius sambil tersenyum miring di hadapan banyak rekan kerja yang memandang aneh sekaligus takut kepadanya.Semua rekan kerja terdiam dengan alis saling bertautan dan tidak berani menanyakan apa pun kepadanya karena Anthonius terlihat tidak mengalami kesakitan bagian tubuh lainnya.Bahkan, darah yang hadir di wajahnya muncul, tetapi tidak meringis dan merintih, seperti Gery.“Kalau kalian tidak pernah melihat pria dipukul beberapa kali sampai babak belur seperti ini lalu berdiri masih tegak dan tidak membun
“Siap, pulang kerja, aku datang ke sana.”Anthonius hendak melangkah mendekati mereka yang panik dan menangis sambil menatap ponsel, tetapi ditahan oleh Anastasia.“Kenapa kamu menghalangi jalan saya? Ada apa denganmu sampai merentangkan tangan?” tanya Anthonius dengan intonasi penekanan sambil meletakkan kedua tangan di pinggang.“Mereka berbahaya kalau sedang mengamuk,” jawab Anastasia berbisik sambil melotot.“Kalau sikapmu begini malah mereka curiga kepadamu karena mereka tidak menyukaimu,” balas Anthonius dingin lalu menyingkirkan Anastasia dari hadapannya.“Apakah Bapak yang melakukan ini semua?” tanya Anastasia saat Anthonius melewatinya dan mendekati mereka yang menangis tersedu-sedu.Anthonius berbalik badan setelah mendengar pertanyaan dari rasa penasaran Anastasia. “Iya. Aku yang melakukannya dan asal kamu tahu, saya melakukan ini untuk kepentingan perusahaan!” balas Anthonius dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.Anthonius pergi dari hadapan Anastasia setelah men
“Saya pernah melakukan kesalahan besar yang bisa membuat saya hamil. Saya pernah melakukan hubungan badan dengan Gery di berbagai tempat. Saya pernah melakukan itu di kantor dan tidak tahu kalau ada kamera pengawas yang disimpan olehnya di ruangan itu karena saat saya memasuki ruangan itu, saya tidak melihat apa pun di dalamnya. Bahkan, kamera ruangan keuangan menghadap ke arah pintu masuk dan keluar, tetapi tidak pernah berfungsi sama sekali. Kamera pengawas yang ada di ruangan keuangan mati. Jadi, siapa pun bisa melakukan pergerakan apa pun di dalam, mulai dari pencurian atau penyebaran uang untuk melakukan pencucian uang,” jawab Anastasia dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat dan terisak saat teringat perbuatan bejatnya.Anthonius tahu soal dia melakukan hubungan badan di kantor dan memiliki akses ke kamera pengawas yang ada di dalam ruangan dan kamera itu diletakkan di dinding dan berukuran kecil sehingga tidak bisa dilihat oleh siapa pun.Anthonius lega mendengar pengaku
Anastasia membisu sambil mengedipkan mata sekilas setelah mendengar pertanyaan Anthonius yang meragukan jawabannya.“Bapak meragukan cara saya?” tanya Anastasia dengan intonasi penekanan.“Tidak, tapi kamu sudah lihat cara mereka memandangmu tadi di lantai satu lalu ada berita seperti ini, mereka percaya denganmu?” tanya Anthonius dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.“Tidak sama sekali,” jawab Anastasia secepat kilat lalu mengedipkan mata sekali setelah mengeluarkan jawaban yang memang kenyataan seperti itu.Anastasia menyadari perbuatannya yang tidak diinginkan oleh beberapa rekan kerja ketika dia kembali bekerja di perusahaan Tio sebagai Sekretaris atau Asisten Pribadinya.Anthonius menjentikkan tangannya setelah mendapatkan jawaban darinya.Hitungan detik, ia mendapatkan gambaran tentang sosok yang merekam Anthonius dan Anastasia dari depan ruangan berasal dari Sistem Adrian.Ponsel Anthonius yang digunakan untuk install aplikasi atau sistem Money Games berbunyi dengan s







