LOGIN“Tidak perlu begitu. Kamu lakukan yang menurutmu, aku gak bisa mengatasinya dan kamu jauh lebih tahu daripada aku. Kita saling membantu, kalau kamu mau mengendalikanku, kendalikan agar masalahmu juga terselesaikan, tapi jangan pernah menyebutkan namamu di depan orang yang mengenalmu karena mereka tahu bahwa kamu telah meninggal dan aku juga akan melakukan yang harus aku selesaikan,” jawab Anthonius dengan santai.
‘Oke, sepakat,’ jawab Adrian.
“Oke, sepakat,” balas Anthonius santai.
Waktu pengingat Anthonius berdering dengan keras, lama dan panjang. Ia melihat waktu pengingat di layar ponsel dan menunjukkan bahwa waktunya mengikuti kelas berbisnis digital.
“Kamu diam saat aku mengikuti kelas berbisnis digital dan jangan berisik di dalam sana,” ucap Anthonius dengan intonasi penekanan.
Anthonius memberikan kalimat penegasan kepada Adrian yang selalu ikut campur saat ada sesuatu yang membuatnya kesal.
Anthonius mengikuti kelas bisnis digital selama 1,5 jam dan mendapatkan ilmu yang sangat banyak dan bermanfaat. Ilmu yang didapat adalah cara memulai berbisnis dengan modal kecil dan cara memasarkannya.
Ia membisu untuk memikirkan bisnis digital yang akan dijual olehnya agar bisa menghasilkan banyak uang seperti yang dilakukan oleh ayahnya.
Tanpa diketahui oleh Anthonius, keluarga Anthonius yang terkenal terpandang dan dihormati oleh banyak orang malah menyimpan banyak rahasia. Ia hanya mengetahui rahasia secuil yang pernah dilihat menggunakan kedua netranya.
Netra Anthonius pernah menyaksikan Ayah bermain api dengan seorang wanita berambut pendek saat ibu berada di luar kota karena keperluan bisnis produk kecantikan. Ayah kandungnya sangat menikmati setiap sentuhan wanita itu sampai tidur di kamar pribadi ayah dan ibu.
Sebelum ia memberitahu ibu, Ibu Anthonius bernama Michelle Unata telah mengetahui perbuatan suaminya yang telah bermain api di belakangnya.
Michelle memiliki produk kecantikan bernama Unata. Dia mengelola bisnis sendiri sampai memiliki nama besar yang dikenal di seluruh dunia. Bahkan, Michelle hendak mengenalkan Anthonius kepada penjuru dunia malah dilarang oleh Tio.
Tio malu karena memiliki anak yang lemah dan tidak bisa melawan musuhnya satu per satu dan melanjutkan bisnis ayahnya.
‘Kamu mau buka bisnis?’ tanya Adrian penasaran.
“Iya, tapi masih mikir, bisnis apa yang cocok denganku,” jawab Anthonius sambil menepuk dagu lalu menghela napas dengan berat.
‘Yang ramai untuk zaman sekarang adalah jualan makanan. Orang pasti suka dan membeli makanan karena kebanyakan orang perut harus diisi, entah sudah kenyang atau belum. Makanannya bentuk camilan yang disukai oleh banyak orang. Setelah itu, kamu pasarkan secara digital karena hampir semua orang yang ada di dunia ini punya ponsel,’ jawab Adrian menggebu.
“Boleh, tapi menunggu modal mencukupi. Aku harus bekerja di restoran saat ini,” balas Anthonius sambil menghela napas panjang.
‘Aku lapar. Aku mau makan spagetti dan pizza yang ada di restoran La Diva. Kamu masih ada uang, kan? Kita makan enak di sana dan jangan pelit sama diri sendiri!’ ajak Adrian dengan nada menyindir dan memaksa.
“Aku tidak pelit, tapi sedang menghemat,” sanggah Anthonius dengan nada sedikit tinggi.
‘Jangan dikira, hantu tidak tahu apapun tentang dirimu. Kamu pun perhitungan dengan dirimu sendiri, padahal kamu juga butuh hadiah untuk diri sendiri dan kamu belum pernah melakukan itu. Jadi, aku mau makan itu dan jangan diganti yang lain!’ seru Adrian dengan intonasi penekanan.
Anthonius berdecak kesal karena mendengar ucapan Adrian yang menganggap dirinya adalah pria pelit untuk diri sendiri, tetapi memang kenyataan yang sesungguhnya adalah memang pelit karena ia menyadari bahwa mencari uang tidak mudah, apalagi ia tidak pernah mendapatkan uang dari ayahnya se persen pun.
Selama Anthonius hidup menggunakan uang ibunya. Anthonius hanya membayar kebutuhan bulanan dan karyawan. Dia tidak pernah menafkahi Anthonius dan ibunya sampai ibunya membuka bisnis sendiri untuk anak semata wayangnya menuntut ilmu sampai ke negeri cina.
Saksi hidup yang pernah dilihat olehnya, tetapi Tio sebagai ayah kandung Anthonius tidak pernah melihat kesusahan istri dan anaknya dan hanya menjunjung diri sendiri di depan orang lain hingga mengatakan bahwa istrinya bodoh dan merugikan orang lain.
‘Jalan dulu baru bengong. Aku gak suka menunggu lama kalau sedang ingin makan sesuatu yang lezat!’ seru Adrian nada tinggi.
Anthonius berdecak kesal. “Iya.”
Anthonius menaiki angkutan umum setelah mengganti pakaian menuju ke restoran La Diva untuk menuruti keinginan teman dekatnya yang sangat cerewet.
Empat puluh lima menit tiba di restoran La Diva. Ia memesan seperti biasa lalu duduk di kursi yang kosong sambil menunggu pesanan datang.
Anthonius mengusap kedua tangan secara bersamaan sambil mengekspresikan ketidaksabaran untuk menunggu makanan yang diinginkan datang. Kini, sikap Anthonius menjadi Adrian.
Hitungan menit, pesanan pun datang. Ia hendak menyantap makanan yang sangat diinginkan, tiba-tiba kursi ditendang oleh seorang pria bermata sipit dengan kumis tipis sambil tertawa bersama dua pria yang terlihat seperti rekannya.
“Wah, anak cupu makan di sini, uang dari mana itu?” hina pria bermata sipit dengan kumis tipis.
“Kamu bisa makan enak sekarang. Di mana kamu bekerja? Hal apa saja yang kamu lakukan sampai bisa makan enak di sini?” tanya pria berambut keriting dengan wajah menghina.
“Kamu habis mencuri di mana sampai bisa makan di sini? Uang siapa yang kamu curi?” hina pria berambut cepak yang hampir botak.
Anthonius tertawa pelan setelah mendengar pertanyaan yang menghina. “Wah, kalian siapa? apakah aku pernah mengenal kalian sampai kalian menghinaku seperti itu?” balas Anthonius yang dalam dirinya adalah Adrian dengan pertanyaan santai lalu tertawa.
“Kamu gak usah pura-pura tidak mengenalku. Kita sudah lama satu sekolah dan kamu selalu membawa bekal untuk makan siang dan sepatumu juga sampai bau karena gak mampu beli sepatu. Kamu juga harus menggunakan sandal untuk bisa masuk kelas karena sangat mengganggu baunya,” jawab pria bermata sipit dan berkumis tipis sambil menatap lamat kepada Anthonius.
“Memangnya kamu adalah anak orang berada? Kamu sudah mampu untuk membeli barang-barang mewah yang dari dulu kamu impikan, tapi kamu selalu membeli barang-barang KW yang harganya sangat jauh dari harga aslinya. Kalian tahu kalau Jonathan adalah anak sederhana yang selalu menghayal dan bermulut besar atas kepemilikan barang yang dia miliki dan dipakai itu? Kalian gak menyadari kalau barang yang dibeli dan dipakai adalah barang tiruan?” cerocos Anthonius berwujud Adrian dengan intonasi penekanan dan suara sengaja dilantangkan.
Dua temannya menoleh kepadanya lalu memperhatikan barang-barang dengan logo brand ternama dan terkenal mahal.
“Barang-barang yang kamu pakai ini adalah barang tiruan dan bukan orisinal?” tanya pria berambut keriting dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.
“Tidak bisa. Saya harus melakukan ini karena sudah sepakat dengan Pak Tio. Pak Tio memberi tugas kepada saya seperti itu dan saya harus menjalaninya dengan baik agar Pak Tio percaya kepada saya dan tidak mempermalukannya,” balas Anthonius dengan intonasi penekanan dan berat hati mengeluarkan banyak karyawan yang terlibat dalam skandal antara karyawan dengan Direktur Keuangan.Puluhan karyawan wanita menangis sesenggukkan setelah mendengar jawaban darinya. Ia tidak memberi keringanan sama sekali terhadap rekan kerja yang memohon.“Kalian boleh keluar dari setelah menandatangani surat pemutusan hubungan kerja ke email kalian masing-masing dan setelah menandatangani surat itu maka uang pesangon kalian masuk ke rekening masing-masing,” ucap Anthonius dengan tegas dan memerintahkan sistem Adrian untuk mengirim surat pemutusan hubungan kerja ke email masing-masing yang terlibat dalam skandal.Beberapa rekan kerja memohon kepada Anthonius sambil memegang kaki dan berlutut kepadanya, tetapi t
“Iya, kami mau bukti karena kami tahu bahwa Pak Gery adalah orang baik dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain,” jawab beberapa rekan kerja dengan intonasi penekanan sambil melotot dan menunjuk Anthonius.Anthonius menghela napas panjang sambil menatap lamat dan mengangguk-angguk ketika mendengar semua permintaan rekan kerja yang meminta bukti bahwa Gery melakukan penggelapan dan pencucian dana perusahaan.Anthonius hendak menjentikann jari telunjuk dengan ibu jari kepala dipukul oleh Anton menggunakan balok kayu berukuran besar dan panjang. Semua rekan kerja membulatkan bola mata ketika Anton memukul kepalanya.Anthonius hanya terdiam tanpa mengeluarkan rintihan sama sekali, meskipun kepala bagian belakang mengeluarkan banyak darah.Anthonius membalikan badan ke arahnya tanpa ekspresi, tetapi tangan mengepal erat ketika melihat Anton yang kembali lagi ke kantornya, padahal telah diborgol dan dibawa pergi dari perusahaan.“Ke-kenapa Bapak tidak pingsan atau mati setelah balok k
Semua orang mengernyitkan dahi saat melihat dan mendengar suara Anthonius yang masih normal, meskipun dipukul berkali-kali dan tidak terlihat seperti lemah atau kehabisan tenaga.Tatapan aneh dari semua rekan kerja kepadanya membuat dirinya menyadari bahwa memiliki kekuatan berkali-kali lipat dari pria normal.“Kenapa kalian menatapku seperti itu? kalian tidak pernah melihat seorang pria dipukul berkali-kali, tetapi masih berdiri normal dan tidak ada rintihan sama sekali?” tanya Anthonius sambil tersenyum miring di hadapan banyak rekan kerja yang memandang aneh sekaligus takut kepadanya.Semua rekan kerja terdiam dengan alis saling bertautan dan tidak berani menanyakan apa pun kepadanya karena Anthonius terlihat tidak mengalami kesakitan bagian tubuh lainnya.Bahkan, darah yang hadir di wajahnya muncul, tetapi tidak meringis dan merintih, seperti Gery.“Kalau kalian tidak pernah melihat pria dipukul beberapa kali sampai babak belur seperti ini lalu berdiri masih tegak dan tidak membun
“Siap, pulang kerja, aku datang ke sana.”Anthonius hendak melangkah mendekati mereka yang panik dan menangis sambil menatap ponsel, tetapi ditahan oleh Anastasia.“Kenapa kamu menghalangi jalan saya? Ada apa denganmu sampai merentangkan tangan?” tanya Anthonius dengan intonasi penekanan sambil meletakkan kedua tangan di pinggang.“Mereka berbahaya kalau sedang mengamuk,” jawab Anastasia berbisik sambil melotot.“Kalau sikapmu begini malah mereka curiga kepadamu karena mereka tidak menyukaimu,” balas Anthonius dingin lalu menyingkirkan Anastasia dari hadapannya.“Apakah Bapak yang melakukan ini semua?” tanya Anastasia saat Anthonius melewatinya dan mendekati mereka yang menangis tersedu-sedu.Anthonius berbalik badan setelah mendengar pertanyaan dari rasa penasaran Anastasia. “Iya. Aku yang melakukannya dan asal kamu tahu, saya melakukan ini untuk kepentingan perusahaan!” balas Anthonius dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.Anthonius pergi dari hadapan Anastasia setelah men
“Saya pernah melakukan kesalahan besar yang bisa membuat saya hamil. Saya pernah melakukan hubungan badan dengan Gery di berbagai tempat. Saya pernah melakukan itu di kantor dan tidak tahu kalau ada kamera pengawas yang disimpan olehnya di ruangan itu karena saat saya memasuki ruangan itu, saya tidak melihat apa pun di dalamnya. Bahkan, kamera ruangan keuangan menghadap ke arah pintu masuk dan keluar, tetapi tidak pernah berfungsi sama sekali. Kamera pengawas yang ada di ruangan keuangan mati. Jadi, siapa pun bisa melakukan pergerakan apa pun di dalam, mulai dari pencurian atau penyebaran uang untuk melakukan pencucian uang,” jawab Anastasia dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat dan terisak saat teringat perbuatan bejatnya.Anthonius tahu soal dia melakukan hubungan badan di kantor dan memiliki akses ke kamera pengawas yang ada di dalam ruangan dan kamera itu diletakkan di dinding dan berukuran kecil sehingga tidak bisa dilihat oleh siapa pun.Anthonius lega mendengar pengaku
Anastasia membisu sambil mengedipkan mata sekilas setelah mendengar pertanyaan Anthonius yang meragukan jawabannya.“Bapak meragukan cara saya?” tanya Anastasia dengan intonasi penekanan.“Tidak, tapi kamu sudah lihat cara mereka memandangmu tadi di lantai satu lalu ada berita seperti ini, mereka percaya denganmu?” tanya Anthonius dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.“Tidak sama sekali,” jawab Anastasia secepat kilat lalu mengedipkan mata sekali setelah mengeluarkan jawaban yang memang kenyataan seperti itu.Anastasia menyadari perbuatannya yang tidak diinginkan oleh beberapa rekan kerja ketika dia kembali bekerja di perusahaan Tio sebagai Sekretaris atau Asisten Pribadinya.Anthonius menjentikkan tangannya setelah mendapatkan jawaban darinya.Hitungan detik, ia mendapatkan gambaran tentang sosok yang merekam Anthonius dan Anastasia dari depan ruangan berasal dari Sistem Adrian.Ponsel Anthonius yang digunakan untuk install aplikasi atau sistem Money Games berbunyi dengan s







