LOGINReza pernah berkata, kalau aku ingin menikah dengannya dan menjadi bagian dari Keluarga Darmawan, aku harus melewati serangkaian ujian terlebih dahulu. Dia menyita kartu bankku, lalu meninggalkanku sendirian di kota asing itu dan menyuruhku mencari cara sendiri untuk pulang. Bahkan ketika demamku mencapai empat puluh derajat, dia tetap tak mengizinkan dokter keluarga datang menanganiku. Sebaliknya, dia memaksaku menjamu puluhan kerabat Keluarga Darmawan dalam kondisi sakit. Setiap kali aku tak sanggup bertahan dan meminta bantuannya, dia selalu menatapku dengan penuh kekecewaan. “Masalah sekecil ini saja nggak bisa kamu selesaikan dengan baik. Gimana nanti kamu bisa menjadi nyonya muda Keluarga Darmawan?” Namun, ketika kaki Naya Pramesti, teman masa kecilnya, lecet karena sepatu, Reza justru menggendongnya pergi di depan umum. Tengah malam, saat Naya mengeluh sakit kepala, Reza bahkan meninggalkanku yang sedang dirawat di rumah sakit dan membawa dokter untuk menemaninya. “Atas dasar apa?” tanyaku. Dia mengerutkan kening. “Tubuh Naya lemah. Lagi pula, dia juga nggak perlu menikah dan masuk ke Keluarga Darmawan.” Di pesta pertunangan, aku tak sengaja memakan kacang dan mengalami reaksi alergi parah hingga kesulitan bernapas. Namun, Reza justru merebut suntikan darurat dari tanganku, lalu mengunciku di ruang istirahat. “Ini ujian terakhir. Kalau kamu ingin menikah denganku, kamu harus bisa bertahan.” Saat itu, Naya menelepon dan mengatakan jarinya tergores kertas. Reza segera pergi bersama dokter, hanya meninggalkan satu kalimat kepadaku. “Kamu tahan dulu sepuluh menit.” Namun, entah sudah berapa lama waktu berlalu, sebelum kesadaranku benar-benar tenggelam dalam kegelapan, samar-samar kulihat Reza kembali. Dia melindungi Naya, yang jarinya hanya dibalut plester. Dalam keadaan setengah sadar, aku mendengar suara Reza yang dipenuhi kekecewaan. “Naya sampai berdarah saja nggak menangis, tapi kamu malah berpura-pura mati?” “Ujian untuk menjadi menantu Keluarga Darmawan … kamu gagal.”
View MoreBerita tentang pencurian bros dan pemalsuan barang bukti muncul secara bersamaan.Naya memang mengembalikan barang aslinya, tapi dia tetap harus mempertanggungjawabkan pencurian serta upayanya menjebak orang lain.Reza pun sedang diperiksa karena terlibat dalam rencana pencurian palsu dan menghalangi pertolongan medis.Keluarga Darmawan berusaha membingkai semua itu sebagai sekadar konflik hubungan pribadi.Namun, Reza justru mengambil inisiatif untuk menyerahkan seluruh catatan ujian yang pernah dia berikan padaku.Di dalam catatan itu, ada sesuatu yang membuatku terdiam.Waktu di Lite, pengawal ternyata sudah lebih dulu menyadari bahwa ada dua pria mabuk yang membuntutiku.[Perlu ikut campur?]Reza membalas,[Untuk sementara nggak perlu. Biarkan dia mengatasinya sendiri.]Saat aku sedang demam tinggi dan harus menjamu kerabat, dokter keluarga memeriksa suhu tubuhku yang mencapai empat puluh koma satu derajat.[Sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit.]Namun tanggapan Reza,[Jamuan kel
Naya menghapus senyum dari wajahnya, lalu tiba-tiba berkata, “Lihat, ‘kan? Sampai sekarang dia masih merasa nggak ada yang salah dengan rencananya.”Reza langsung menoleh.“Itu bukan alasan untukmu mencuri.”“Lalu, apa alasanmu menjebaknya?” Naya menunjuk ke arahku.“Aku melakukannya agar dia bisa berkembang.”Naya tertawa. Seluruh tubuhnya bahkan sampai gemetar.“Apa pun yang kamu lakukan untuknya, selalu demi kebaikannya.”“Tapi apa pun yang kulakukan, semuanya selalu salah.”Reza mengernyitkan kening.“Dari awal aku nggak pernah memaksamu,” sahut Reza.“Karena di matamu, aku sama sekali nggak pantas untuk kamu didik!”Air mata Naya seketika mengalir deras.“Jariku tersayat, kamu langsung membawakan dokter untuk menemuiku.”“Aku bilang aku takut, kamu langsung meninggalkan semua orang untuk menemaniku.”“Semua orang mengira kamu yang paling mencintaiku.”“Tapi pernahkah kamu berpikir untuk menikah denganku?”Ekspresi Reza seketika berubah dingin.“Aku hanya menganggapmu sebagai adikk
Aku terpaku menatapnya.Kupikir setelah pertunangan dibatalkan, semua ujian akhirnya berakhir.Ternyata, belum.Selama aku masih berada di tempat yang bisa dilihatnya, setiap kejadian tak terduga dalam hidupku mungkin saja merupakan ujian yang telah dia siapkan.“Jadi, sebenarnya kamu sudah tahu kalau aku nggak bersalah.”“Tapi barusan … kamu masih bertanya apa aku mencuri bros itu untuk membalas dendam pada Keluarga Darmawan?”Ekspresi Reza sedikit menegang.“Bros yang asli sudah hilang. Semuanya sudah di luar rencana.”“Aku harus mempertimbangkan semua kemungkinan.”“Termasuk mencurigaiku?” tanyaku tajam.“Kalau kamu memang nggak melakukannya, penyelidikan akan membuktikan kamu nggak bersalah.”Kalimat itu membuatku benar-benar tertawa.Reza tahu betul bahwa dirinyalah yang telah menjebakku.Namun, dia masih memintaku memahami sikapnya yang katanya rasional dan adil.Polisi segera menyela percakapan kami.“Di mana bros yang asli awalnya disimpan?”Reza meminta asistennya mengambil br
Aku tak langsung menyetujuinya.Sebaliknya, aku terlebih dahulu meminta pengacara memeriksa kembali setiap klausul, kemudian mengonfirmasi tanggung jawabnya kepada perusahaan asuransi.Setelah memastikan semuanya tak bermasalah, barulah aku mengenakan sarung tangan dan menerima bros itu.Ekspresi Reza tampak sedikit rumit.Mungkin, akhirnya dia menyadari bahwa aku masih akan meminta pendapat orang lain.Hanya saja, orang itu bukan lagi dirinya.Setelah direstorasi, bros tersebut untuk sementara waktu dipamerkan dalam pameran “Kilasan Cahaya”.Dua jam kemudian, petugas membuka lemari pajangan dan bersiap mengembalikannya ke dalam brankas.Namun, di dalam kotak beludru itu ternyata tak ada apa pun.Kosong.Dari rekaman CCTV, terlihat akulah orang terakhir yang menyentuh bros itu.Ibu Reza langsung memerintahkan ruang pameran ditutup.“Geledah barang-barangnya!”Alisa segera menghadang para sekuriti.“Tanpa surat penggeledahan, nggak ada yang boleh menyentuh barangnya.”Namun, Reza justru


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.