Share

CALON RATU

Penulis: Miss Mella
last update Tanggal publikasi: 2026-09-13 10:21:09

Hey wanita tua, apa yang kau lakukan? Aku akan benar-benar memberikamu pelajaran, setelah pergi dari sini! " Mark sama sekali tidak terima akan hal ini, setelah pergi dari gubuk tua ini dia akan benar-benar memperlihatkan siapa dirinya pada wanita tua di depannya. 

"Aku yang harusnya bertanya, daripada mengatakan hal yang tidak-tidak lebih baik pergi, dan antarkan sayur-sayur ini ke pasar!" Mark menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan wanita tua barusan. Pasar? Mark benar-benar tidak akan menginjakan kaki di tempat kumuh itu. 

"Aku tidak akan melakukan itu!" Dengan cepat wanita paruh baya itu, segera menarik telinga Mark dengan begitu keras tentunya dengan raut wajah tak kalah kesal dengan Mark. 

"Jangan menagtakan hal bodoh, kita ini hanya rakyat jelata! Jangan membuat masalah yang membuat hidup kita sudah. Cepat selesaikan pekerjaamu, Bibi tidak ada waktu lagi!" Mark merasa harga dirinya runtuh begitu saja, ketika wanita paruh baya yang mengaku sebagai bibinya itu menyebut, jika mereka ini rakyat jelata. 

Setelah perdebatan panjang mereka, akhirnya Mark menyerah dan memilih untuk mengikuti ucapan bibinya untuk pergi menjual sayur. Entah kenapa, Mark merasa sejak pagi tadi matanya sama sekali belum melihat kendaraan bermotor ataupun bus kota yang biasanya akan belalu lalang. Bahkan dirinya belum melihat  jalanan aspal sama sekali, dan satu-satunya kendaraan yang dia lihat saat ini hanya kuda dan keledai yang menarik gerobak berisi hasil bumi yang akan dijual. 

Mark sesekali bertanya pada orang-orang yang berlalu lalang, arah halte bus terdekat. Tapi, hasilnya nihil bahkan beberapa orang bahkan mengatakan jika dirinya sinting. Mark merasa dirinya harus segera kembali, dan sial ini semua tidak akan terjadi, jika dirinya lebih cepat keluar dari mobil. 

Mark yang masih diam melamun akan nasibnya di tempat ini, tiba-tiba mengalihkan perhatiannya pada segerombol orang-orang yang terlihat menungangi kuda menuju kearahnya. Mark dapat merasakan tubuhnya ditarik oleh sang bibi agar menyingkir dari jalan.

"Cepat sembunyi, jika putri tau kau kemarin jatuh di danau istana. Kau akan benar-benar mati dipenggal!" Bisik sang bibi sama sekali tidak membuat Mark takut, dan malah Mark penasaran seperti apa putri yang maksud bibinya itu. 

Kali mata Mark menatap tak percaya, perempuan mirip dengan Lyla turun dari kuda yang ditungganginya. Mark bisa merasakan tatapan dingin sekaligus menusuk, entah kenapa membuat Mark merasa orang-orang begitu takut

"Sang putri!" ujar semua orang terlihat membungkuk hormat, kecuali Mark yang masih tidak percaya kenapa orang-orang membungkuk hormat pada Lyla. Apa gadis bodoh itu sedang bermain drama? Mungkin, itulah yang saat ini ada dalam pikiran Mark menatap Lyla dengan tatapan penuh remeh. 

"Sang Putri? Hey yang benar saja Lyla, jangan mengigau. Kau hanya tidak lebih gadis miskin yang mengemis beasiswa pada keluargaku!" Tentunya ucapan Mark tersebut membuat orang-orang terkejut. Tapi, tidak dengan tatapan mata perempuan yang mirip Lyla tersebut terlihat menatap bingung Mark. 

"Apa yang kau lakukan bodoh? Dia calon ratu kita!" ucapan sang bibi tentunya membuat Mark tertawa, apa dirinya sedang bermimpi? Lyla yang jelas-jelas tidak lebih dari mahasiswa miskin yang hidup di dalam apartment sempit. 

"Siapa dia? Dan katakan kenapa kau panggil aku Lyla?"

"Maafkan keponakanku putri, dia baru saja jatuh dari tebing. Saya rasa dia sedang gagar otak!" Mohon sang bibi membuat Mark menatap tak percaya, kenapa orang-orang takut pada Lyla yang diam mencerna perkataan sang Bibi dan tentunya Mark tidak terima dikatakan sedang gagar otak. 

"Hey, wanita tua aku sedang tidak gagar otak dan aku benar-benar waras. Apa kalian percaya, perempuan lemah ini akan menjadi ratu? Cih yang benar saja" Cemoh Mark menunjuk Lyla yang diam menatap dirinya tajam. 

"Pertama aku katakan namaku bukan Lyla, tapi Lilian  calon ratu kalian semua, dan yang kedua aku bukan perempuan lemah!" Ujar Lilian memberikan isyarat pada seorang prajurit yang langsung paham maksudnya. 

Mark menatap bingung ketika prajurit itu menarik paksa, seorang laki-laki yang tampak memohon dirantai jatuh tepat di depan Lilian, tanpa rasa kasihan Lilian segera menendang laki-laki itu  hingga jatuh tersungkur. Mark yang melihat hal itu tentunya merasa heran, karena di matanya Lyla sama sekali tidak akan melakukan hal itu. 

"Karena wanita itu sudah mengatakan kau sedang gagar otak, aku akan melepaskanmu. Jika, lain kali aku melihamu, aku akan menebas kepalamu... " Ujar Lilian menarik pedang dan tampa rasa bersalah segera menebas kepala budak laki-laki yang dirantai tersebut. Mark diam menatap Lilian yang diam memasukan kembali pedang tersebut pada tempatnya, dan kali ini terseyum, sambil menginjak kepala yang sudah terpisah dari badannya itu dengan tatapan menusuk kearah Mark yang diam shock akan hal itu. 

"Apa yang kau.... " Mark tidak bisa berkata apapun, saat perempuan bernama Lilian itu tersenyum bengis kearahnya, sembari mengelap bekas darah yang sempat menyiprat tepat diwajah Mark. 

Tanpa mangatakan apapun, segera Lilian Naik kembali menungangi kuda meninggakkan Mark yang masih tidak percaya dengan hal ini. Apa tadi, sekali tebas langsung putus? Mark kali ini tidak akan bisa bayangkan, jika dirinya tidak selamat hari ini, maka kemungkinan besar kepalanya juga akan ikut ditebas.

"Sebenarnya aku sedang ada di mana?" Mark bertanya dalam hati, karena jujur tatapan, wajah, postur tubuh, hingga suara sangat persis mirip Lyla. 

Lilian menungangi kuda dengan tatapan begitu tenang, setelah kejadian beberapa saat yang lalu sempat membuat dirinya menebas kepala seseorang. Tidak ada rasa shock ataupun takut dalam wajahnya, hanya ada raut wajah tenang dan datar seolah tidak terjadi apapun sebelumnya. 

"Putri seharusnya kau tidak perlu melakukan itu, kau itu calon ratu!" Lilian menatap sebal orang kepercayaanya, kemudian segera Lilian menghentika  laju kudanya, setelah sampai disebuah hutan yang cukup lebat. 

"Aku hanya memberikan penjelasan padanya, lagipula aku juga tidak melukainya hanya membuat dirinya shock dan paham. Lagipula, aku tidak membunuh prajurit ataupun rakyat kita, aku hanya memberikan hukuman langsung pada pengkhianat." Lilian mengatakan itu dengan penuh penekanan, sebelum akhirnya turun dari kuda yang dia tunggangi. 

"Tetap saja putri, rakyat pasti akan menilai seorang calon ratu seperti dirimu tidak seharusnya seperti itu!" Ujar Asher yang sudah bertahun-tahun melayani Lilian yang terkenal sebagai seorang putri yang bengis, dan tinggal menunggu beberapa hari lagi Lilian akan dinobatkan sebagai ratu. 

"Aku tidak peduli, yang jelas aku adalah calon ratu mereka, dan mau tidak mau mereka harus patuh. Jika tidak aku bisa saja sewaktu-waktu merampas hak hidup mereka." Ujar Lilian segera melangkahkan kakinya masuk kedalam hutan diikuti Asher yang selalu patuh mengikuti ucapan Lilian.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   CALON RATU

    Hey wanita tua, apa yang kau lakukan? Aku akan benar-benar memberikamu pelajaran, setelah pergi dari sini! " Mark sama sekali tidak terima akan hal ini, setelah pergi dari gubuk tua ini dia akan benar-benar memperlihatkan siapa dirinya pada wanita tua di depannya. "Aku yang harusnya bertanya, daripada mengatakan hal yang tidak-tidak lebih baik pergi, dan antarkan sayur-sayur ini ke pasar!" Mark menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan wanita tua barusan. Pasar? Mark benar-benar tidak akan menginjakan kaki di tempat kumuh itu. "Aku tidak akan melakukan itu!" Dengan cepat wanita paruh baya itu, segera menarik telinga Mark dengan begitu keras tentunya dengan raut wajah tak kalah kesal dengan Mark. "Jangan menagtakan hal bodoh, kita ini hanya rakyat jelata! Jangan membuat masalah yang membuat hidup kita sudah. Cepat selesaikan pekerjaamu, Bibi tidak ada waktu lagi!" Mark merasa harga dirinya runtuh begitu saja, ketika wanita paruh baya yang mengaku sebagai bibinya itu menyebut, ji

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   KECELAKAAN

    Sebelum benar-benar pergi, Mark menatap sekilas nampan berisi es jeruk yang dibawa Lyla. Tanpa mengatakan apapun, Mark tiba-tiba menumpahkan es jeruk tersebut tepat di atas kepala Lyla dan pergi begitu saja. Lyla terdiam tanpa sepatah katapun, tetapi segera berlari mengejar Mark hingga sampai parkiran. "Kenapa kau sangat kerterlaluan padaku?" Lyla berujar mengikuti Mark yang sama sekali tidak menatap Lyla. Mark terys melangkah hingga masuk kedalam mobil, dan bersiap akan menutupnya. Namun, dengan cepat Lyla mencegatnya dan kali ini Lyla ingin Mark memberikan penjelasan kenapa Mark selalu merundungnya hanya karena masalah sepele. Sebenarnya, Lyla tidak ingin melakukan hal ini, tapi hari ini Mark benar-benar kerterlaluan. "Karena aku tidak suka padamu, kau menganggu!" Mark mengatakan hal itu sembari menunjuk wajah Lyla yang jelas kesal dengan alasan Mark yang terkesan konyol. "Jika, kau tidak suka padaku harusnya lebih baik kau menghindar, kenapa kau selalu merundungku?" Mark terdia

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   TEMPAT KERJA

    "Kau tidak bisa, mengambilnya bukan?" Cemoh Mark menatap Lyla yang mencoba berjinjit mengambil buku yang berada di tangan Mark. "Ini!" Mark menjatuhkan buku itu begitu saja, kemudian menginjak buku itu sembari menatap Lyla yang tampak shock dengan apa yang di lakukan Mark. "Kau!" Lyla menatap jengah Mark, sembari berjongkok akan mengambil bukunya dan kali ini Lyla juga kurang cepat, karena Mark kembali mengambil buku itu. Belum sempat Lyla berdiri, Mark kembali melakukan perundungan dengan menumpahkan sampah berisi makanan busuk tepat di atas kepala Lyla yang tampak terdiam menatap tajam Mark yang tertawa puas dengan yang dilakukannya dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan Lyla yang diam mengepalkan tangnnya penuh rasa kesal, begitu melihat beberapa orang yang lewat terlihat menutup hidung mereka begitu mencium bau busuk. "Astagah, Lyla!" Rania segera berlari kearah Lyla yang baru saja keluar dari mobilnya dengan tatapan kesal melihat orang-orang yang sepertinya tidak ada emp

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   BUKU BAGUS

    "Kau!" Lyla berujar menunjuk wajah Mark yang hanya terseyum sombong akan apa yang telah dia lakukan, begitu juga dengan Lucas yang salad yakin dengan ini Lyla pasti akan tunduk pada Mark"Jika kau ingin beasiswamu kembali, mudah saja tunduk di bawah kakiku dan katakan kau siap jadi pelayan pribadiku!" Mark mengatakan hal itu sembari menyilangkan kedua kakinya menatap rendah Lyla yang berjalan mendekatinya.Tidak ada ekspresi apapun yang diperlihatkan oleh Lyla pada Mark maupun Lucas. Sudah sejak awal Mark sangat benci bagaimana Lyla selalu menatap dirinya. Dingin dan sama sekali tidak ada rasa takut pada diri Lyla dalam melawan penindasan Mark. "Hey..., tunggu apa yang kau lakukan!" Di luar dugaaan Mark maupun Lucas, tidak percaya tiba-tiba Lyla melempar tempat sampah kearah Mark hingga membuat isinya, jatuh di atas kepala Mark. Tampa mengatakan apapun lagi Lyla segera berlari meninggalkan Mark yang masih diam mematung tak percaya apa yang di lakukan Lyla. "Sial, aku benar-benar aka

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   PENGUASA KAMPUS

    "Hari ini aku akan memberikan perempuan itu pelajaran!" Ujar Mark penuh keyakinan setelah siang tadi benar-benar di permalukan oleh Lyla yang menumpahkan sepiring spaghetti di atas kepalanya. Baru saja Mark mengatakan hal itu, langkahnya terhenti menatap tajam Lyla yang baru saja keluar dari Toilet yang terkejut dengan keberadaan Mark. Merasa ditatap oleh Mark, membuat Lyla jadi gugup sekaligus merinding dengan kejadian siang tadi, di mana Lyla tidak sengaja tersandung dan menumpahkan sepiring spaghetti tepat di atas kepala Mark hingga kejadian itu benar-benar sukses membuat Mark di permalukan"Maaf untuk siang tadi, aku tidak sengaja!" Lyla berharap Mark akan melepaskan dan mengampuninya. Walaupun hal itu sangat mustahil, karena Mark sangat berkuasa. Dia adalah anak pemilik Kampus ini sekaligus pewaris tunggal keluarga Thomson. "Kau bilang maaf, setelah menpermalukan aku?" Mark berujar tajam berjalan memojokan Lyla, hingga tersudut di tembok dan sedikit mencengkram dagu Lyla hing

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status