Share

KECELAKAAN

Penulis: Miss Mella
last update Tanggal publikasi: 2026-09-13 10:19:47

Sebelum benar-benar pergi, Mark menatap sekilas nampan berisi es jeruk yang dibawa Lyla. Tanpa mengatakan apapun, Mark tiba-tiba menumpahkan es jeruk tersebut tepat di atas kepala Lyla dan pergi begitu saja. Lyla terdiam tanpa sepatah katapun, tetapi segera berlari mengejar Mark hingga sampai parkiran. 

"Kenapa kau sangat kerterlaluan padaku?" Lyla berujar mengikuti Mark yang sama sekali tidak menatap Lyla. 

Mark terys melangkah hingga masuk kedalam mobil, dan bersiap akan menutupnya. Namun, dengan cepat Lyla mencegatnya dan kali ini Lyla ingin Mark memberikan penjelasan kenapa Mark selalu merundungnya hanya karena masalah sepele. Sebenarnya, Lyla tidak ingin melakukan hal ini, tapi hari ini Mark benar-benar kerterlaluan. 

"Karena aku tidak suka padamu, kau menganggu!" Mark mengatakan hal itu sembari menunjuk wajah Lyla yang jelas kesal dengan alasan Mark yang terkesan konyol. 

"Jika, kau tidak suka padaku harusnya lebih baik kau menghindar, kenapa kau selalu merundungku?" Mark terdiam menatap Lyla dengan kesal, tanpa mengatakan apapun Mark segera menutup pintu mobil, karena baginya tidak perlu membalas pertanyaan Lyla itu. 

Tapi, sepertinya saat ini Lyla sudah benar-benar kesal akan tindakan Mark yang begitu sangat kerterlaluan. Sehingga saat ini terjadi tarik menarik antara Mark yang ingin pergi dan Lyla yang butuh penjelasan. 

Kesal karena tidak ada yang mengalah diantara mereka membuat Mark menarik tangan Lyla hingga masuk kedalam mobil, duduk tepat di sampingnya. Lyla kira Mark hanya menariknya untuk bicara dan berdebat, tatapi Salah Mark malah menyalakan mesin mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. 

"Apa yang kau lakukan hentikan mobilnya, kita bisa kecelakaan!" Lyla menarik tangan Mark untuk menghentikan laju mobilnya, tapi sepertinya tidak ada niat Mark untuk menghentikan laju mobilnya, malah dirinya manambah kecepatan laju mobilnya. 

"Apa kau gila, aku tidak ingin mati. Jika kau benci aku lebih baik, anggap saja kita tidak saling kenal!" Lyla benar-benar ingin Mark menghentikan laju mobilnya yang kian membelah jalanan sepi, Lyla yakin Mark pasti akan melakukan sesuatu setelah mobil ini berhenti. 

"Aku juga tidak ingin mati, bersama mahluk parasit seperti dirimu!" Lyla menatap kesal Mark yang begitu dengan mudahnya mengatakan parasit padanya. Apa Mark sedang mengatai dirinya sendiri, siapa yang parasit di sini? 

"Jangan asal bicara! Kau yang parasit, kau tidak lebih dari anak laki-laki manja yang hanya bisa bergantung kekayaan dan status keluarga, tanpa keluargamu itu  kau hanya tidak lebih dari laki-laki tungkang tindas!" Lyla menatap kesal Mark begitu juga Mark, yang tidak menyangka Lyla akan menyinggung kekayaan dan status keluarganya. 

"Kau mengatakan hal itu karena iri bukan?" Mark menatap remeh Lyla yang tidak kalah tajam menatap dirinya. 

"Iri? Cihh...., dalam mimpimu, jika aku berkuasa aku pastikan kau akan jadi budakku!" Decih Lyla mencoba menghentikan laju mobil Mark dengan menarik kemudi, tapi Mark selalu menepisnya dan menatap Lyla dengan wajah remeh. 

"Coba saja! Sekali miskin tetapi miskin, kau tidak akan bisa menjadi diriku yang kaya dan berkuasa," Ujar Mark menghentikan laju mobilnya setelah merasa dirinya, sudah berkendara cukup jauh.

 Lyla hanya diam tak ada niatan sama sekali untuk keluar dari mobil, tetapi matanya tampak terlihat menelisik keluar dimana di depan mereka terdapat jurang dengan pembatas pagar kayu dan di samping kanan kiri, mereka terdapat hutan yang begitu gelap. 

"Lebih baik kita pulang!" Lyla berujar merasa ngeri dengan tempat mereka berhenti, tentunya Mark tau ketakutan Lyla dan sama sekali Mark belum ada niat untuk putar balik. 

"Kenapa, kau takut?" Cemoh Mark menatap remeh Lyla yang diam menatap datar Mark, tidak ada niat sama sekali Lyla untuk membalas perkataan Mark hanya saja tiba-tiba terdengar suara klakson cukup keras dari arah belakang membuat Lyla dan menoleh kearah belakang. 

Lyla dan Mark bisa melihat dengan jelas sebuah truck besar mengarah kearah mereka dengan kecepatan penuh, dengan cepat Lyla keluar dari mobil tampa sama sekali menoleh kearah Mark yang masih diam menatap Lyla yang tergesa-gesa membuka pintu. 

"Mark!" Teriak Lyla menoleh kebelakang menatap Mark yang masih berada di dalam mobil berusaha untuk keluar, namun belum sempat membuka pintu truck tersebut menghantam mobil Mark dari belakang dan membuat Lyla, sekali diam membeku menatap mobil Mark yang jatuh kedalam jurang beserta dengan Mark yang masih ada di dalamnya.

***

Mark perlahan membuka mata, menatap sekeliling. Sesekali bibirnya  meringis menahan rasa sakit kepala. Mark terdiam sejenak menatap bingung tempat dirinya berada saat ini, terlihat dirinya sedang berada di tempat tidur yang terlihat sedehana tanpa adanya kasur yang empuk dan bantal yang nyaman, dan terlihat kamar ini hanya terbuat dari kayu yang begitu sederhana, lengkap dengan perabotan yang sederhana. 

Tunggu! Bukankah dirinya baru saja jatuh dari atas jurang, bahkan Mark masih ingat betul Lyla yang berlari keluar dari mobilnya dan memanggilnya untuk segera keluar dari mobil, sebelum truck itu menghantam dirinya yang masih berada di mobil.  Lalu, di mana dirinya sekarang dan di mana Lyla sekarang? 

Mark bertanya dalam hati tentang keberadaan Lyla, tapi kemudian pandangannya beralih kearah pintu yang terbuka. Mark menatap bingung seorang wanita paruh baya terlihat, menatap Mark  dengan tatapan tajam, kemudian Mark hanya diam saat wanita itu, memberikan segelas minuman seperti jamu pada Mark yang sama sekali tidak akan meminumnya. 

"Kau ingin mencari mati, bagaimana bisa kau jatuh di danau istana?" Mark menatap bingung, istana apa? Apa maksudnya, apa perempuan ini sedang berkhayal jelas-jelas ini sudah masuk era modern, tidak ada yang namanya kerajaan. 

"Jangan gila wanita tua, ini negara republik tidak ada yang namanya kerjaan!" Bantah Mark segera bangkit berdiri, mengabaikan rasa sakit kepalanya. Satu-satunya yang di pikirkan Mark saat ini harus segera pergi, dan pulang. 

"Tutup mulutmu, untung saja putri tidak tau. Jika dia tau, kau datang menyelinap ke istana dia pasti  benar-benar, akan menggantungmu hidup-hidup!" Mark mendengus pelan, apa wanita tua ini sedang berkhayal? Mark adalah orang paling berkuasa, tidak ada yang berani menyentuhnya bahkan sekalipun lembaga penegak hukum, bisa dia bungkam seketika. 

"Jangan mengarang cerita yang tidak-tidak, aku akan pergi. Memang siapa putri itu, bisa mengantungku hidup-hidup?" Mark segera melangkah dan dalam hati dirinya akan segera mencari halte bus terdekat dan pulang, lalu melupakan wanita yang sedang berhalusinasi tentang putri dan kerajaan. 

"Kau mau kemana? Jangan mencari masalah setelah kemarin!" Wanita paruh baya itu tiba-tiba menarik tangan Mark yang sudah akan menarik gagang pintu, dan secara tiba-tiba wanita paruh baya itu memukul bahu Mark hingga membuat dirinya sedikit meringis.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   CALON RATU

    Hey wanita tua, apa yang kau lakukan? Aku akan benar-benar memberikamu pelajaran, setelah pergi dari sini! " Mark sama sekali tidak terima akan hal ini, setelah pergi dari gubuk tua ini dia akan benar-benar memperlihatkan siapa dirinya pada wanita tua di depannya. "Aku yang harusnya bertanya, daripada mengatakan hal yang tidak-tidak lebih baik pergi, dan antarkan sayur-sayur ini ke pasar!" Mark menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan wanita tua barusan. Pasar? Mark benar-benar tidak akan menginjakan kaki di tempat kumuh itu. "Aku tidak akan melakukan itu!" Dengan cepat wanita paruh baya itu, segera menarik telinga Mark dengan begitu keras tentunya dengan raut wajah tak kalah kesal dengan Mark. "Jangan menagtakan hal bodoh, kita ini hanya rakyat jelata! Jangan membuat masalah yang membuat hidup kita sudah. Cepat selesaikan pekerjaamu, Bibi tidak ada waktu lagi!" Mark merasa harga dirinya runtuh begitu saja, ketika wanita paruh baya yang mengaku sebagai bibinya itu menyebut, ji

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   KECELAKAAN

    Sebelum benar-benar pergi, Mark menatap sekilas nampan berisi es jeruk yang dibawa Lyla. Tanpa mengatakan apapun, Mark tiba-tiba menumpahkan es jeruk tersebut tepat di atas kepala Lyla dan pergi begitu saja. Lyla terdiam tanpa sepatah katapun, tetapi segera berlari mengejar Mark hingga sampai parkiran. "Kenapa kau sangat kerterlaluan padaku?" Lyla berujar mengikuti Mark yang sama sekali tidak menatap Lyla. Mark terys melangkah hingga masuk kedalam mobil, dan bersiap akan menutupnya. Namun, dengan cepat Lyla mencegatnya dan kali ini Lyla ingin Mark memberikan penjelasan kenapa Mark selalu merundungnya hanya karena masalah sepele. Sebenarnya, Lyla tidak ingin melakukan hal ini, tapi hari ini Mark benar-benar kerterlaluan. "Karena aku tidak suka padamu, kau menganggu!" Mark mengatakan hal itu sembari menunjuk wajah Lyla yang jelas kesal dengan alasan Mark yang terkesan konyol. "Jika, kau tidak suka padaku harusnya lebih baik kau menghindar, kenapa kau selalu merundungku?" Mark terdia

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   TEMPAT KERJA

    "Kau tidak bisa, mengambilnya bukan?" Cemoh Mark menatap Lyla yang mencoba berjinjit mengambil buku yang berada di tangan Mark. "Ini!" Mark menjatuhkan buku itu begitu saja, kemudian menginjak buku itu sembari menatap Lyla yang tampak shock dengan apa yang di lakukan Mark. "Kau!" Lyla menatap jengah Mark, sembari berjongkok akan mengambil bukunya dan kali ini Lyla juga kurang cepat, karena Mark kembali mengambil buku itu. Belum sempat Lyla berdiri, Mark kembali melakukan perundungan dengan menumpahkan sampah berisi makanan busuk tepat di atas kepala Lyla yang tampak terdiam menatap tajam Mark yang tertawa puas dengan yang dilakukannya dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan Lyla yang diam mengepalkan tangnnya penuh rasa kesal, begitu melihat beberapa orang yang lewat terlihat menutup hidung mereka begitu mencium bau busuk. "Astagah, Lyla!" Rania segera berlari kearah Lyla yang baru saja keluar dari mobilnya dengan tatapan kesal melihat orang-orang yang sepertinya tidak ada emp

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   BUKU BAGUS

    "Kau!" Lyla berujar menunjuk wajah Mark yang hanya terseyum sombong akan apa yang telah dia lakukan, begitu juga dengan Lucas yang salad yakin dengan ini Lyla pasti akan tunduk pada Mark"Jika kau ingin beasiswamu kembali, mudah saja tunduk di bawah kakiku dan katakan kau siap jadi pelayan pribadiku!" Mark mengatakan hal itu sembari menyilangkan kedua kakinya menatap rendah Lyla yang berjalan mendekatinya.Tidak ada ekspresi apapun yang diperlihatkan oleh Lyla pada Mark maupun Lucas. Sudah sejak awal Mark sangat benci bagaimana Lyla selalu menatap dirinya. Dingin dan sama sekali tidak ada rasa takut pada diri Lyla dalam melawan penindasan Mark. "Hey..., tunggu apa yang kau lakukan!" Di luar dugaaan Mark maupun Lucas, tidak percaya tiba-tiba Lyla melempar tempat sampah kearah Mark hingga membuat isinya, jatuh di atas kepala Mark. Tampa mengatakan apapun lagi Lyla segera berlari meninggalkan Mark yang masih diam mematung tak percaya apa yang di lakukan Lyla. "Sial, aku benar-benar aka

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   PENGUASA KAMPUS

    "Hari ini aku akan memberikan perempuan itu pelajaran!" Ujar Mark penuh keyakinan setelah siang tadi benar-benar di permalukan oleh Lyla yang menumpahkan sepiring spaghetti di atas kepalanya. Baru saja Mark mengatakan hal itu, langkahnya terhenti menatap tajam Lyla yang baru saja keluar dari Toilet yang terkejut dengan keberadaan Mark. Merasa ditatap oleh Mark, membuat Lyla jadi gugup sekaligus merinding dengan kejadian siang tadi, di mana Lyla tidak sengaja tersandung dan menumpahkan sepiring spaghetti tepat di atas kepala Mark hingga kejadian itu benar-benar sukses membuat Mark di permalukan"Maaf untuk siang tadi, aku tidak sengaja!" Lyla berharap Mark akan melepaskan dan mengampuninya. Walaupun hal itu sangat mustahil, karena Mark sangat berkuasa. Dia adalah anak pemilik Kampus ini sekaligus pewaris tunggal keluarga Thomson. "Kau bilang maaf, setelah menpermalukan aku?" Mark berujar tajam berjalan memojokan Lyla, hingga tersudut di tembok dan sedikit mencengkram dagu Lyla hing

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status