Share

Pembalasan Sang Ratu Tiran
Pembalasan Sang Ratu Tiran
Penulis: Miss Mella

PENGUASA KAMPUS

Penulis: Miss Mella
last update Tanggal publikasi: 2026-09-13 10:11:55

"Hari ini aku akan memberikan perempuan itu pelajaran!" Ujar Mark penuh keyakinan setelah siang tadi benar-benar di permalukan oleh Lyla yang menumpahkan sepiring spaghetti di atas kepalanya.  Baru saja Mark mengatakan hal itu, langkahnya terhenti menatap tajam Lyla yang  baru saja keluar dari Toilet yang terkejut dengan keberadaan Mark. 

Merasa ditatap oleh Mark, membuat Lyla jadi gugup sekaligus merinding dengan kejadian siang tadi, di mana Lyla tidak sengaja tersandung dan menumpahkan sepiring spaghetti tepat di atas kepala Mark hingga kejadian itu benar-benar sukses membuat Mark di permalukan

"Maaf untuk siang tadi, aku tidak sengaja!" Lyla berharap Mark akan melepaskan dan mengampuninya. Walaupun hal itu sangat mustahil, karena Mark sangat berkuasa. Dia adalah anak pemilik Kampus ini sekaligus pewaris tunggal keluarga Thomson. 

"Kau bilang maaf, setelah menpermalukan aku?" Mark berujar tajam berjalan memojokan Lyla, hingga tersudut di tembok dan sedikit mencengkram dagu Lyla hingga mmebuat perempuan itu sedikit meringis. 

Mark menatap dengan penuh kemenangan, akan raut wajah Lyla yang terlihat ketakutan dan hanya bisa menutup mata menunggu apa yang akan dirinya lakukan. Sejenak, mata Mark mencari sesuatu yang dapat digunakan untuk membalas perbuatan Lyla siang tadi, dan matanya terhenti pada ember berisi air bekas pel yang belum dibersihkan. 

Mark segera melepaskan cengkramannya pada dagu Lyla, dan mengambil ember berisi air kotor yang akan siap dia siramkan pada Lyla, yang tampak panik akan apa yang  di lakukan Mark. 

"Oh..., Tidak!" Gumang Lyla panik hingga membuat reflek menendang bagian inti terlarang Mark dan mendorong Mark, sebelum berlari pergi. 

"Aghhh, sialan awas kau!!" Lyla berlari keluar toilet meninggalkan Mark yang jatuh menggeram kesakitan sembari memegang asetnya yang tidak dia duga akan ditendang oleh Lyla. 

Lucas yang kebetulan  lewat, menatap bingung Lyla yang tiba-tiba mendorongnya  dan berlari menjauh, namin suara Mark yang begitu keras membuat Lucas segera menghampiri Mark. 

"Mark ada apa? " Lucas menatap bingung Mark yang tampak kesakitan memegang asetnya, namun beberapa detik kemudian Lucas mengerti dengan apa yang terjadi dan itu membuatnya sedikit manahan tawa, dan disadari Mark yang semakin kesal dengan tingkah sahabatnya itu. 

"Kejar gadis sialan itu!" Perintah Mark benar-benar merasa sial hari ini. Dia tidak akan melepaskan Lyla, dan akan memberikan pelajaran gadis yang sering melawan penindasan darinya.

Lyla terus berlari menyusuri jalanan kearah luar kampus, tidak ada waktu baginya. Dia harus segera pulang, menghindari kejaran Mark maupun Lucas, pasti akan mengejar dirinya. Lyla terus berlari hingga berhenti didepan unit apartment sederhana dan dirinya segera berlari menaiki tangga dengan cepat. Tidak ada waktu baginya Lyla untuk menengok ke belakang hingga dirinya berhenti tepat di lantai lima unit apartment miliknya. 

Segera, Lyla dengan tergesa-gesa masuk kedalam apartemennya dan menguncinya. Hingga dirinya sudah benar-benar masuk dan mengunci pintu. Lyla terkejut dengan suara ketukan pintu yang cukup keras membuat Lyla merasa tidak bisa bernapas sampai dirinya menutup mulut agar Lucas tidak mengetahui jika dirinya ada di sini. 

"Hey Lyla cepat keluar!" Ujar Lucas terus menggedor pintu Apartment Lyla. Namun, sama sekali tidak ada respon dan hal itu sukses membuat Lucas berpikir jika Lyla tidak lari pulang ke Apartment, tetapi di tempat lain.

***

"Apa?" Mark menatap kesal Lucas, sembari membanting kaleng minuman setelah mengatakan tidak bisa menangkap Lyla. 

"Sudahlah Mark, sepertinya dia tidak akan bisa seperti anak-anak lain!" Lucas memberikan saran agar Mark melepaskan Lyla. Karena mau seberapa sering merundung Lyla, sepertinya gadis itu akan terus punya cara untuk melawan Mark dan teman-temannya. 

"Tidak bisa! Perempuan itu sudah mempermalukanku dua kali hari ini!" Mark masih tidak percaya jika Lyla akan menendang aset masa depannya, dan itu sukses benar-benar melukai egonya sebagai seorang laki-laki.

"Baikalah, sepertinya kau punya cara agar perempuan itu menyerah!" Mark tiba-tiba terseyun bengis merencanakan sesuatu pada Lyla, sudah sangat lama dia ingin membalas Lyla yang dulu pernah melawan dirinya dan mempermalukannya saat upacara penyambutan mahasiswa baru. 

"Tentu aku punya, kau lihat saja. Perempuan itu pasti akan bersimpuh memohon padaku!" Jika dengan kekerasan dan penindasan tidak bisa, maka dengan kekuasan Mark akan membuat Lyla jera dan tidak akan melawannya.

****

Lyla, menatap tak percaya dengan notifikasi tagihan pembayaran kuliahnya. Bukankah dia mengikuti program beasiswa penuh? Lyala benar-benar bingung dengan notifikasi ini, apa maksudnya kenapa beasiswanya dicabut?

"Mohon maaf kami tidak bisa membantu, ini semua sudah kebijakan dari yayasan." Lyla menatap bingung dengan pegawai keuangan yang sama sekali tidak memberikan alasan kenapa beasiswanya bisa dicabut? 

"Tapi maksudku kenapa ibu tidak bisa jelaskan, kenapa beasiswaku dicabut. Lagipula harusnya Yayasan memberikan aku alasan sebelumnya!" ujar Lyla masih kukuh mencari jawaban, dari petugas keuangan yang terlihat sudah pasrah. 

"Baiklah Lyla sebenarnya aku juga tidak tau pasti kenapa beasiswamu dicabut. Tapi, kau mungkin bisa bertanya langsung kepada kepala yayasan!" Ujar petugas keuangan memberikan saran agar Lyla langsung bertanya saja kepada kepala yayasan. 

Sepertinya percuma saja Lyla bertanya pada petugas keuangan, sepertinya jawabannya akan tetap sama. Lyla segera melangkah keluar, dan menemukan Rania berdiri tepat di depan ruang keuangan, dan tanpa bercerita sepertinya Rania sudah tau semuanya. 

"Aku rasa ini pasti ada hubungannya dengan Mark." Ujar Rania merasa ini semua ada hubungannya dengan Mark. Setelah kejadian kemarin Rania sempat memergoki Lucas keluar dari Apartment Lyla. 

"Dia tidak bisa melakukan hal ini!" Lyla melangkah pergi, dengan langkah cepat berjalan menuju gedung belakang kampus yang sedikit terbengkalai.

Lucas benar-benar tidak menyangka akan ide Mark dengan mencabut beasiswa Lyla. Lucas yakin cepat atau lambat Lyla pasti akan mencari Mark dan memohon agar beasiswanya dikembalikan. Baru saja memilikirkan Lyla, membuat Mark bahagia membayangkan Lyla akan tunduk memohon agar beasiswanya dikembalikan. Lagipula, siapa Lyla? Tanpa batuan keluarganya, perempuan itu tidak akan pernah merasakan bangku kuliah. 

Brakkk..... 

Mark terseyum penuh kemenangan mendapati Lyla membuka pintu markas mereka dengan cukup keras.  Tidak ada satu katapun keluar dari bibir Lyla, menatap ekspresi perempuan itu Mark bisa tebak Lyla pasti baru saja menahan tangis tidak bisa membayar uang kuliah. Lagipula, siapa suruh bersikap membangkang pada dirinya seorang punguasa Kampus. 

"Ada apa?" Mark mencemoh Lyla yang hanya diam menatap dirinya. 

"Aku yakin ini semua pasti karena kau!" Lyla berujar pelan tanpa ekspresi apapun berjalan mendekati Mark yang diam menyesap puntung rokoknya. 

"Benar, lalu apa? Kau tidak lebih dari sampah yang harus disingkirkan, lagipula sudah baik aku tidak membuatmu dikeluarkan dari Kampus!" Mark menatap sombong Lyla dengan penuh kemenangan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   CALON RATU

    Hey wanita tua, apa yang kau lakukan? Aku akan benar-benar memberikamu pelajaran, setelah pergi dari sini! " Mark sama sekali tidak terima akan hal ini, setelah pergi dari gubuk tua ini dia akan benar-benar memperlihatkan siapa dirinya pada wanita tua di depannya. "Aku yang harusnya bertanya, daripada mengatakan hal yang tidak-tidak lebih baik pergi, dan antarkan sayur-sayur ini ke pasar!" Mark menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan wanita tua barusan. Pasar? Mark benar-benar tidak akan menginjakan kaki di tempat kumuh itu. "Aku tidak akan melakukan itu!" Dengan cepat wanita paruh baya itu, segera menarik telinga Mark dengan begitu keras tentunya dengan raut wajah tak kalah kesal dengan Mark. "Jangan menagtakan hal bodoh, kita ini hanya rakyat jelata! Jangan membuat masalah yang membuat hidup kita sudah. Cepat selesaikan pekerjaamu, Bibi tidak ada waktu lagi!" Mark merasa harga dirinya runtuh begitu saja, ketika wanita paruh baya yang mengaku sebagai bibinya itu menyebut, ji

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   KECELAKAAN

    Sebelum benar-benar pergi, Mark menatap sekilas nampan berisi es jeruk yang dibawa Lyla. Tanpa mengatakan apapun, Mark tiba-tiba menumpahkan es jeruk tersebut tepat di atas kepala Lyla dan pergi begitu saja. Lyla terdiam tanpa sepatah katapun, tetapi segera berlari mengejar Mark hingga sampai parkiran. "Kenapa kau sangat kerterlaluan padaku?" Lyla berujar mengikuti Mark yang sama sekali tidak menatap Lyla. Mark terys melangkah hingga masuk kedalam mobil, dan bersiap akan menutupnya. Namun, dengan cepat Lyla mencegatnya dan kali ini Lyla ingin Mark memberikan penjelasan kenapa Mark selalu merundungnya hanya karena masalah sepele. Sebenarnya, Lyla tidak ingin melakukan hal ini, tapi hari ini Mark benar-benar kerterlaluan. "Karena aku tidak suka padamu, kau menganggu!" Mark mengatakan hal itu sembari menunjuk wajah Lyla yang jelas kesal dengan alasan Mark yang terkesan konyol. "Jika, kau tidak suka padaku harusnya lebih baik kau menghindar, kenapa kau selalu merundungku?" Mark terdia

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   TEMPAT KERJA

    "Kau tidak bisa, mengambilnya bukan?" Cemoh Mark menatap Lyla yang mencoba berjinjit mengambil buku yang berada di tangan Mark. "Ini!" Mark menjatuhkan buku itu begitu saja, kemudian menginjak buku itu sembari menatap Lyla yang tampak shock dengan apa yang di lakukan Mark. "Kau!" Lyla menatap jengah Mark, sembari berjongkok akan mengambil bukunya dan kali ini Lyla juga kurang cepat, karena Mark kembali mengambil buku itu. Belum sempat Lyla berdiri, Mark kembali melakukan perundungan dengan menumpahkan sampah berisi makanan busuk tepat di atas kepala Lyla yang tampak terdiam menatap tajam Mark yang tertawa puas dengan yang dilakukannya dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan Lyla yang diam mengepalkan tangnnya penuh rasa kesal, begitu melihat beberapa orang yang lewat terlihat menutup hidung mereka begitu mencium bau busuk. "Astagah, Lyla!" Rania segera berlari kearah Lyla yang baru saja keluar dari mobilnya dengan tatapan kesal melihat orang-orang yang sepertinya tidak ada emp

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   BUKU BAGUS

    "Kau!" Lyla berujar menunjuk wajah Mark yang hanya terseyum sombong akan apa yang telah dia lakukan, begitu juga dengan Lucas yang salad yakin dengan ini Lyla pasti akan tunduk pada Mark"Jika kau ingin beasiswamu kembali, mudah saja tunduk di bawah kakiku dan katakan kau siap jadi pelayan pribadiku!" Mark mengatakan hal itu sembari menyilangkan kedua kakinya menatap rendah Lyla yang berjalan mendekatinya.Tidak ada ekspresi apapun yang diperlihatkan oleh Lyla pada Mark maupun Lucas. Sudah sejak awal Mark sangat benci bagaimana Lyla selalu menatap dirinya. Dingin dan sama sekali tidak ada rasa takut pada diri Lyla dalam melawan penindasan Mark. "Hey..., tunggu apa yang kau lakukan!" Di luar dugaaan Mark maupun Lucas, tidak percaya tiba-tiba Lyla melempar tempat sampah kearah Mark hingga membuat isinya, jatuh di atas kepala Mark. Tampa mengatakan apapun lagi Lyla segera berlari meninggalkan Mark yang masih diam mematung tak percaya apa yang di lakukan Lyla. "Sial, aku benar-benar aka

  • Pembalasan Sang Ratu Tiran   PENGUASA KAMPUS

    "Hari ini aku akan memberikan perempuan itu pelajaran!" Ujar Mark penuh keyakinan setelah siang tadi benar-benar di permalukan oleh Lyla yang menumpahkan sepiring spaghetti di atas kepalanya. Baru saja Mark mengatakan hal itu, langkahnya terhenti menatap tajam Lyla yang baru saja keluar dari Toilet yang terkejut dengan keberadaan Mark. Merasa ditatap oleh Mark, membuat Lyla jadi gugup sekaligus merinding dengan kejadian siang tadi, di mana Lyla tidak sengaja tersandung dan menumpahkan sepiring spaghetti tepat di atas kepala Mark hingga kejadian itu benar-benar sukses membuat Mark di permalukan"Maaf untuk siang tadi, aku tidak sengaja!" Lyla berharap Mark akan melepaskan dan mengampuninya. Walaupun hal itu sangat mustahil, karena Mark sangat berkuasa. Dia adalah anak pemilik Kampus ini sekaligus pewaris tunggal keluarga Thomson. "Kau bilang maaf, setelah menpermalukan aku?" Mark berujar tajam berjalan memojokan Lyla, hingga tersudut di tembok dan sedikit mencengkram dagu Lyla hing

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status