Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2561 - Konfrontasi

Share

Bab 2561 - Konfrontasi

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-12-06 20:56:19
Finley Draug adalah putra ketiga kepala Keluarga Draug yang terkenal.

Usianya baru delapan belas tahun, namun sudah menjadi kultivator Ranah God King tingkat empat—prestasi luar biasa.

Dilihat dari pencapaian ini, ia memang memenuhi syarat untuk menjadi seorang jenius berbakat.

Namun, temperamen dan kepribadiannya masih jauh dari kata memuaskan atau matang.

'Sepertinya ia terburu-buru memesan tiket kereta ekspres langsung ke neraka!' pikir Ryan dengan sedikit geli.

Ia memang sebanding den
Rianoir

Malam Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Eny Rahayu atas hadiah Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) karena jumlah Koin sudah mencapai target, maka akan ada bab bonus hadiah setelah ini. Selamat Membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 51
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Svempri Melano
ya banyak pengulangan saja
goodnovel comment avatar
badrus sholihin
70% isi bab adalah omon-omon tidak penting. hanya berisi pengulangan tidak perlu. bahkan omong kosong pun diulang-ulang. waduh... kualitas cerita ini semakin terjun bebas...
goodnovel comment avatar
Muhammad Dhimyati
parah .msih banyak omon omon
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3716 - Benih yang Membungkam Dao Surgawi

    "Senior, apa kau tahu di mana Tablet Reinkarnasi berada?" tanya Ryan sambil merapatkan kedua tangannya. Nada suaranya sungguh-sungguh. "Ini sangat penting bagiku."Sang Dewa Perang menatapnya, lalu tersenyum tipis."Aku bisa merasakan aura sebuah Tablet Reinkarnasi di dalam tubuhmu. Sepertinya itu Tablet Dust."Ryan tidak membantah.Dewa Perang melanjutkan, "Di antara sepuluh Tablet Reinkarnasi, Tablet Dust memang yang paling lemah. Namun justru tablet itulah yang paling cocok untukmu saat ini."Ryan terdiam."Sayangnya, tingkat kultivasimu masih terlalu rendah," ujar sang Dewa Perang. "Kau baru bisa merasakan kekuatan sejati sebuah Tablet Reinkarnasi setelah mencapai puncak Ranah Star Seed."Sorot mata Ryan sedikit meredup.Puncak Ranah Star Seed masih terlalu jauh baginya. Saat ini ia bahkan belum menembus Ranah Star Sealed. Jalan menuju tingkatan itu jelas tidak pendek.'Kalau aku bisa menemukan Tablet Reinkarnasi lain, mungkin aku punya peluang untuk menerobos lebih cepat,' pikir

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3715 - Tuan Sembilan Naga Ilahi

    "Apa yang terjadi?" gumam Ryan.Ia benar-benar tidak mengerti.Ini pertama kalinya ia melihat sebuah patung meneteskan air mata. Bahkan setelah mengalami begitu banyak hal aneh di Death Domain Universe, pemandangan ini tetap membuatnya terdiam.Tepat pada saat itu, batu giok yang tadi membawanya ke tempat ini kembali muncul.Benda itu melayang di antara Ryan dan patung dewa perang. Cahaya terang memancar dari permukaannya, membuat kabut putih di sekitar mereka ikut bergetar."Kau akhirnya datang."Sebuah suara halus terdengar di telinga Ryan.Suara itu milik seorang wanita. Jernih, lembut, tetapi membawa wibawa yang sulit dijelaskan.Ryan langsung tahu bahwa suara itu berasal dari patung dewa perang di hadapannya.Namun kalimat itu membuatnya semakin bingung.Kau akhirnya datang.Seolah wanita itu memang sudah menunggunya sejak lama.Ryan menghentikan langkahnya. Ia tidak bergerak maju maupun mundur. Ia ingin melihat apa yang akan terjadi berikutnya.Ada sesuatu yang janggal dari uc

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3714 - Air Mata Patung Dewa Perang

    Ryan tertarik oleh nyanyian itu.Nada yang bergema dari balik kabut putih terdengar asing, tetapi ada daya tarik aneh di dalamnya. Bukan sekadar lagu biasa. Seolah ada sesuatu yang memanggilnya untuk mendekat.Ia melangkah menuju sumber suara itu.Baru satu langkah, terdengar bunyi berderak dari bawah kakinya.Krek.Ryan menunduk.Di bawah telapak kakinya, ada sesosok mayat kering yang hancur terinjak. Tubuh itu sudah rapuh, seolah telah tergeletak di tempat ini selama waktu yang sangat lama.Ryan mengangkat pandangan dan terus berjalan.Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak mayat yang muncul di sekelilingnya. Sebagian masih berbentuk jasad kering, sebagian sudah tinggal tulang belulang. Setiap kali kakinya menapak, suara retakan tulang kembali terdengar.Krek. Krek.Ryan tidak tahu sudah berapa lama mayat-mayat ini berada di tempat itu.Namun sekarang, di bawah kakinya bukan lagi tanah biasa, melainkan hamparan tulang putih yang membentang ke segala arah.Tap!Tiba-tiba, Ryan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3713 - Nyanyian di Balik Kabut

    Ketiga kultivator Ranah Star Seed tingkat delapan itu benar-benar murka.Mereka segera mengejar Ryan tanpa ragu. Jika yang mereka hadapi hanyalah kultivator Ranah Dao Integration biasa, orang itu pasti sudah mati sejak awal, bahkan tanpa perlu mereka bertiga turun tangan bersama.Namun Ryan berbeda.Setiap kali mereka mengira sudah berhasil menyudutkannya, pemuda itu selalu menemukan celah untuk keluar. Setiap kali mereka merasa jarak sudah cukup dekat, Ryan kembali mempercepat langkah atau memakai cara aneh untuk menghambat pengejaran.Bocah ini terlalu sulit ditebak.Mereka belum pernah bertemu orang seperti itu seumur hidup.Ryan terus berlari tanpa henti.Di depan, ia melihat kawasan berbatu dengan banyak lubang gua di lereng dan tanah.Dari dalam gua-gua itu, ia bisa merasakan aura binatang iblis.Matanya bergerak cepat.Ia segera mengambil keputusan.Daripada

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3712 - Celah di Kepungan Tiga Bersaudara

    Energi pedang dari belakang melesat sangat cepat.Serangan itu merobek udara dan meninggalkan garis tipis di sepanjang lintasannya. Ryan merasakan bahaya datang, lalu segera berbalik dan menghentikan langkah.Esensi Pedang Abadi meledak dari tubuhnya.Dalam sekejap, seluruh tubuh Ryan diselimuti aura tajam. Menghadapi Kultivator Ranah Star Seed tingkat delapan, ia tidak boleh gegabah. Satu kesalahan kecil bisa membuatnya terluka parah.Ryan mengangkat Pedang Iblis Darah.Energi di tubuhnya mengalir deras ke dalam bilah pedang itu. Pada saat berikutnya, ia menebas ke depan.Sinar pedang Ryan meluncur dan menghantam serangan lawan.Boom!Dua energi pedang bertabrakan di udara.Gelombang kejut menyapu hutan, membuat pepohonan di sekitar mereka bergetar keras. Beberapa batang pohon retak, dan daun-daun berhamburan seperti dihantam badai.Ryan memanfaatkan daya benturan itu untuk mundur lebih jauh.Namun tiga Kultivator Ranah Star Seed tingkat delapan tidak memberinya kesempatan.Begi

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3711 - Merampas Naga di Depan Tiga Star Seed

    Suara tubuh yang roboh membuat tiga Kultivator Ranah Star Seed tingkat delapan itu segera menoleh.Mereka langsung melihat anak buah mereka telah tewas.Kepala kultivator Ranah Creation tingkat puncak itu tergeletak di tanah, sementara tubuhnya yang tanpa kepala baru saja ambruk. Darah mengalir deras, membasahi akar pohon dan dedaunan kering di sekitarnya.Wajah ketiga kultivator itu berubah."Mungkinkah dia menyembunyikan tingkat kultivasinya?" gumam salah satu dari mereka.Selain dugaan itu, mereka tidak punya penjelasan lain.Seorang kultivator Ranah Dao Integration tingkat sembilan seharusnya tidak mungkin membunuh Kultivator Ranah Creation tingkat puncak hanya dengan satu tebasan. Perbedaan kekuatan di antara keduanya memang besar, tetapi kejadian barusan terlalu cepat dan terlalu bersih.Ryan tahu penyamarannya sudah tak berguna.Setelah membunuh orang itu, ia tidak menunggu reaksi mereka lebih lama. Ia menarik napas pelan, lalu melesat ke arah bangkai naga ilahi emas yang te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status