Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2990 - Burung Pipit dan Roc

Share

Bab 2990 - Burung Pipit dan Roc

Author: Rianoir
last update publish date: 2026-02-23 13:00:10

Ejekannya terhadap Ryan bukan tanpa alasan.

Ryan berani berencana untuk berjalan sampai akhir jalan?

'Apakah dia pantas? Hanya memiliki pikiran seperti itu saja sudah menghina!' pikir Lesman dengan amarah yang mendidih di dadanya.

WUSHHH!

Awan ungu bergulir dari cakrawala bagaikan naga raksasa yang menggeliat, dan Lesman Shrek sepenuhnya terendam dalam cahaya ungu yang menyilaukan mata!

Tiba-tiba, cahaya ungu itu menyatu dan bergabung ke dalam tu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Muhammad Dhimyati
trllu banyak bertele tele..jadi inti crita nya trllu lambat
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3294 - Membalik Keadaan

    Waktu terasa berjalan sangat pelan. Setiap detik terasa lebih panjang dari yang seharusnya, dan kemah yang tadinya penuh suara kini diam seperti makam.Ryan berdiri tidak bergerak. Matanya masih tertuju ke Yule Kaine, tapi di dalam tubuhnya kondisinya terus merosot. Efek Teknik Darah Sepuluh Penjuru sudah berangsur menghilang. Otot-otot yang tadi mengeras kini terasa lemas, berat, seperti kain yang kena air hujan. Nyeri yang selama ini ia tekan mulai menggigit dari dalam, merayap pelan di sepanjang tulangnya ke mana-mana.Yule Kaine membaca kondisi itu dengan tepat.Dia tidak bergerak. Tidak berbicara. Cukup berdiri di tempatnya dengan golok masih menempel di leher Jason Klean, menunggu dengan sabar seperti seseorang yang sudah tahu siapa yang akan kalah dan cuma perlu menunggu lawannya roboh sendiri.'Satu atau dua menit lagi, anak itu pasti jatuh.'Ryan tahu itu juga.'Aku tidak bisa mengulur lebih lama.'Dia mencoba menggerakkan tangannya. Jari-jarinya merespons, tapi terlambat

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3293 - Sandera

    Yule Kaine tidak bergerak.Tubuhnya membeku di tempat. Di sampingnya, satu kultivator Creation yang tersisa dari seluruh rombongan juga berdiri kaku, wajahnya sudah kehilangan semua warnanya sejak kepala-kepala itu mendarat di tanah.Gambaran menit-menit terakhir berputar di kepala Yule Kaine tanpa mau berhenti. Chester Dunne. Lima kultivator Creation sekaligus. Semua tewas. Oleh satu orang. Satu orang yang bahkan belum keluar dari Ranah Primordial Chaos.Keringat dingin merembes di punggungnya. Tangannya terasa berat. Dia baru saja kehilangan Chester Dunne dan lima Kultivator Creation sekaligus dalam satu malam yang seharusnya berjalan mudah.Ryan mendarat di tanah. Kedua kakinya tidak langsung stabil, lututnya hampir melipat ke bawah sebelum dia memaksanya tegak. Merah di matanya berangsur memudar kembali ke warna normalnya, tapi garis-garis darah sudah mengalir dari sudut kedua matanya menelusuri pipinya.Penglihatannya kabur. Telinganya berdengung.'Tidak boleh pingsan sekar

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3292 - Membunuh Kultivator Ranah Creation

    Naga Darah itu bukan makhluk yang bisa dihancurkan begitu saja.Pukulan demi pukulan dari empat kultivator Ranah Creation menghantam tubuhnya, memaksanya terguncang ke belakang berulang kali. Tapi Naga Darah tidak kehabisan akal. Dia mengerti kondisi Ryan lebih baik dari siapa pun, dan dia tahu apa yang perlu dilakukan.Tubuh raksasanya melilit erat ke sekeliling lengan kultivator Creation yang paling dekat. Cengkeramannya mengunci sendi bahu dari sudut yang tidak lazim, memuntir ke arah yang tidak semestinya. Bunyi retakan terdengar keras, lalu lengan itu putus dari pangkalnya, tercerabut bersih seperti cabang pohon kering yang dipatahkan paksa.Kultivator itu meraung. Darah menyembur deras dari tunggul bahunya. Sebelum dia sempat melangkah mundur, Naga Darah mengangkat kepala dan menyemprotkan sisik-sisik darahnya ke depan. Puluhan sisik darah seukuran telapak tangan melesat seperti hu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3291 - Satu Manusia, Satu Naga

    Yule Kaine mengerutkan kening."Heh." Ryan mendengus, ujung bibirnya melengkung ke bawah. "Divine Palace itu apa?" "Di mataku itu hanyalah tempat sampah yang kebetulan punya nama besar. Dan kau menyuruhku bergabung?"Dia tertawa lagi, kali ini lebih lepas."Dari tadi kau bicara panjang lebar, aku hanya butuh waktu untuk memulihkan tenaga." Ryan mengangkat Pedang Iblis Darah, ujungnya diarahkan tepat ke dahi Yule Kaine. "Terima kasih sudah memberi aku jeda yang cukup."Wajah Yule Kaine memerah sampai ke leher.Dimanfaatkan. Dia baru saja dimanfaatkan oleh bocah ini untuk membuang waktu, dan dia melakukannya sambil tersenyum ramah.Di belakang, senyum merekah di wajah Jason Klean sebelum sempat ditahan. Dia tahu Ryan tidak akan pernah memilih jalan itu. Keputusan untuk membantu anak ini dulu ternyata tidak sia-sia sama sekali."Mulai hari ini," Ryan meninggikan suaranya aga

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3290 - Tawaran Divine Palace

    Napas Jason Klean terasa berat. Dia menatap Ryan dari tempatnya berdiri sebagai tawanan, dan satu pertanyaan yang sama terus berputar di kepalanya tanpa bisa berhenti,apa yang terjadi pada anak ini dalam beberapa hari terakhir? Tingkat kultivasi Ryan tidak banyak berubah. Tapi ada yang berbeda di cara dia bergerak, cara dia memandang lawan, cara setiap teknik yang dia keluarkan mengalir dari satu ke berikutnya tanpa celah sedikit pun. Fondasi di balik semua itu bukan sesuatu yang muncul dari kemajuan ranah biasa. Melihat seorang ahli Primordial Chaos membunuh ahli Ranah Creation sudah cukup untuk membuat siapa pun di Benua Valorisia kehilangan kata-kata, tapi bukan itu yang membuat napas Jason tercekat. Bukan hanya kekuatannya yang meningkat. Ada kedalaman di balik setiap gerakannya, sesuatu yang bukan berasal dari teknik atau dari ranah, melainkan dari keyakinan yang sudah meresap sampai ke tulangnya. Seperti orang yang sudah tahu dengan tepat ke mana dia pergi dan tidak

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3289 - Kaisar Pedang (II)

    Ryan menghela napas panjang. Wajahnya pucat, dan perlu beberapa detik sebelum postur tubuhnya kembali stabil. Ledakan Seribu Artefak dan Esensi Pedang Abadi adalah dua kartu terakhir yang ia punya untuk berdiri setara dengan ahli Creation di bawah kondisi apa pun. Menggunakannya bersamaan bukan sesuatu yang bisa dilakukan tanpa membayar harganya. Tapi tidak ada waktu untuk istirahat. "Semua murid, dengarkan aku!" Yule Kaine akhirnya menemukan suaranya. Wajahnya merah padam, rahangnya mengunci. Dia baru saja memerintahkan Chester Dunne membunuh bocah ini, dan yang terjadi justru sebaliknya. Situasi ini tidak boleh dibiarkan. "Bunuh anak itu! Habisi dia sekarang!" Para murid Divine Palace saling pandang. Maju? Ke arah orang yang baru saja menebas kepala Chester Dunne seperti memetik buah? Tapi perintah Yule Kaine bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja. Hukuman atas pembangkangan lebih menyakitkan dari kematian apa pun yang bisa mereka bayangkan. Satu per satu, m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2005 - Menunjukkan Dominasi (II)

    Ryan melambaikan tangan dengan percaya diri, mengeluarkan beberapa Segel Pedang Clarent, menyegel semua jenderal Ranah Supreme Emperor tingkat akhir yang hadir, termasuk Jenderal Wendelin Trent dan dua jenderal kuat lain dari dua kerajaan lainnya. Segel-segel itu berkilau dengan cahaya merah darah

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2018 - Situasi Gunung Langit Biru (II)

    Mengenai masalah Klan Spirit Blood, yang paling cemas adalah para jenius, terutama mereka yang dekat dengan ranah Supreme Emperor. Mereka tidak mudah mempercayai perkataan Ryan dan Yulaw Hodge, tetapi karena masalah ini menyangkut hidup mereka, mereka harus mendapatkan konfirmasi dari para tetua me

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1910 - Dikhianati Sekte Sendiri (II)

    Mengapa? Pertanyaan itu bergema di benak mereka semua. Apakah karena mereka sekarang tahu tentang Klan Spirit Blood? Apakah para Ketua Sekte takut murid-murid mereka tidak rela mati di tangan Klan Spirit Blood? Livy Kriss menatap pemandangan di depannya dengan mata yang berkaca-kaca. Dia tidak

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1959 - Sikap Demon King Metron

    "Tutup mulut kalian!" bentak Jenderal Erick Lion dengan marah. "Omong kosong apa yang kalian katakan?" tambah Jenderal Heim Bark dengan wajah merah menahan malu dan amarah. Jenderal Erick Lion memuntahkan seteguk darah segar lagi. Dia sudah hampir kelelahan total. Namun, dengan sisa tenaga yan

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status