Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 42 - Tidak Ada Yang Percaya

Share

Bab 42 - Tidak Ada Yang Percaya

Author: Rianoir
last update publish date: 2024-09-27 05:42:59
Ryan tidak tahan lagi dengan ucapan Hanna.

Meski sudah bertahun-tahun berlalu, Hanna masih tetap sama. Kata-katanya selalu tinggi, seakan status yang dia miliki jauh lebih tinggi dari orang-oranh di dunia ini.

Ryan tidak pernah bisa memahami dari mana orang seperti Hanna mendapatkan kepercayaan diri mereka.

Hanna akhirnya menyadari kehadiran Ryan setelah dia menyela pembicaraannya.

Dia mengamati Ryan dari ujung kepala sampai ujung kaki, matanya menyipit meremehkan.

"Oh, aku lupa tentangm
Rianoir

setelah othor pikir-pikir, 10 Gem 1 bab, othor rasa terlalu besar dan berat. untuk itu, mulai hari ini, othor turunkan jadi 5, Gem 1 bab. semua demi para reader setia(⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Akumulasi Gem: 27-09-2024 (Pagi) : 1 Gem selamat membaca(⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 49
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3468: Satu Langkah

    Rex Sallow berdiri di pelataran Sekte Cloud Nether dengan kedua tangan terlipat santai di belakang punggung. Senyumnya dipasang rapi, topeng yang sudah terlalu terlatih untuk perlu dipikirkan lagi. Jubah putih Sekte Silver Frost yang ia kenakan bersih tanpa noda, dan di setiap lipatannya terasa keangkuhan yang sudah lama menjadi kebiasaan, bukan sekadar sikap. Dari luar, pria itu terlihat seperti seorang kenalan baik yang datang dengan niat mulia. Di sekitarnya, murid-murid muda di pelataran bergerak mundur sedikit tanpa mereka sadari, memberi ruang yang tidak diminta.Tapi bukan aura Rex yang membuat seluruh pelataran tercekam diam. Semua orang bisa merasakan sumber yang sesungguhnya.Melainkan sosok dua langkah di belakangnya.Tuan Chester berdiri diam seperti patung yang dilupakan. Pria berambut merah itu tidak melakukan apa-apa. Matanya menatap lurus ke depan tanpa fokus, napasnya tidak terdengar, ekspresinya tidak berubah. Namun tekanan yang memancar darinya nyata seperti

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3467: Kebetulan yang Sempurna

    "Rex Sallow menginginkan Selvia dan ingin menjadikannya selir. Selvia menolak dengan tegas.""Lalu keluarga Rex menekan sekte kita dari berbagai arah sekaligus sampai kami hampir tidak bisa bernapas.""Karena Selvia tidak mau sekte kita ikut terseret, dia memilih masuk ke alam rahasia untuk berlatih dan mendapatkan gelar Bidadari Suci.""Karena menurut tradisi sekte kita, Bidadari Suci tidak boleh menikah sebelum mencapai puncak Ranah Dao Integration!""Dan sekarang alam rahasia itu bermutasi mendadak, Selvia terjebak di dalam, dan satu-satunya yang bisa masuk menyelamatkannya ternyata adalah Rex Sallow?" Vera Stone menatap Silas dengan tatapan yang sudah melewati batas amarah biasa. Di matanya sekarang hanya ada kesimpulan. "Kebetulan yang sangat sempurna, bukan?"Suaranya tidak gemetar. Tangannya masih mengepal di sisinya.Silas Lux tidak mengernyit. Dia hanya tersenyum tipis ke arah Vera Stone dengan ekspresi seseora

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3466: Teh dan Amarah

    "Kau ingin pergi ke Sekte Cloud Nether?"Eren Carster menatap Ryan yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Alisnya terangkat sedikit.Ryan mengangguk. "Dulu, selain Xavier Dragvine dan aku, Senior Jessica juga membawa seorang temanku dan mengirimnya ke Sekte Cloud Nether untuk berkultivasi.""Belakangan ini aku merasakan sesuatu yang tidak beres dari liontin yang dia berikan padaku. Aku perlu menemuinya."Eren Carster mempertimbangkan sebentar, lalu mengangguk. "Baiklah. Tapi jangan terlalu lama. Segera kembali setelah urusanmu selesai."Ryan membungkuk hormat dan meninggalkan aula utama.Eren Carster mengikuti suara langkah kaki itu sampai hilang, lalu membuka kembali buku di tangannya dengan santai. Tanpa mengangkat kepala, dia berbicara ke arah sudut ruangan yang tidak seharusnya ada bayangan di sana."Jaga dia dengan baik. Tapi jangan bertindak kecuali benar-benar terpaksa.""Baik, Ketua Sekte." Sebua

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3465: Perisai Raja

    Tepat satu jam berlalu. Pusaran energi spiritual di langit itu perlahan menyurut dan menghilang. Sosok yang melayang itu turun, mendarat dengan ringan, dan membungkuk ke arah dua orang yang sudah menjaganya. "Terima kasih atas perlindungannya, Ketua Sekte, Senior Jessica." Eren Carster dan Jessica Neuro saling pandang. Alis keduanya naik hampir bersamaan, tapi bukan karena terobosannya. Aura Ryan mengisi ruang sekitar mereka dengan berat yang tidak seharusnya datang dari seseorang yang masih berada di puncak Ranah Primordial Chaos. Ini aura yang setara dengan kultivator Ranah Creation biasa, bukan dari seseorang yang baru saja melewati satu batas kecil. Jessica Neuro diam selama tiga detik penuh sebelum akhirnya berbicara. "Terobosanmu sudah memicu fenomena sebesar ini," kata Jessica Neuro sambil melirik langit yang kini sudah kembali normal. "Aku ingin tahu fenomena seperti apa yang akan muncul saat kau benar-benar menembus Ranah Dao Integration atau Ranah Creation nanti."

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3464: Pusaran di Langit

    Alaric Whitmore baru melangkah beberapa langkah sebelum berhenti. Tanpa menoleh, dia melanjutkan bicaranya dengan nada yang sama tenangnya. "Kalau kau mau bergabung dengan klan-klan asing, kau tidak hanya akan mendapat dukungan dari Sekte Moon Flower saja." "Kami pun akan berkontribusi dalam pengembanganmu. Termasuk menyediakan banyak esensi darah." Sebuah jeda kecil. "Dan satu lagi, aku punya hadiah untukmu. Jangan lupa datang menemuiku." Ryan menatap punggung jubah putih itu dengan pikiran yang sudah bergerak sebelum kalimat itu selesai. Esensi darah. Dalam jumlah besar. Teknik Reinkarnasi Dewa Iblis yang sudah ia kultivasi memerlukan itu lebih dari bahan apa pun yang bisa ia dapatkan sendiri. Dan di seluruh Benua Valorisia, tidak ada sumber yang lebih melimpah dari klan-klan asing. Keputusan itu tidak perlu waktu lama untuk terbentuk. "Mengerti," katanya. "Aku akan datang menemui Senior Alaric dalam tiga tahun." Alaric Whitmore mengangguk tanpa menoleh dan melanjutkan lan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3463: Hari Kehancuran

    Beberapa saat kemudian, formasi Gunung Roh Abadi bergetar dan mengaktifkan dirinya. Ryan, Serena, dan semua yang tersisa meninggalkan lembah dalam kesenyapan yang berbeda dari sebelum ujian dimulai.Tidak ada yang berbicara. Lembah yang beberapa jam lalu penuh dengan teriakan dan ledakan kini hanya menyisakan langkah-langkah yang tergesa meninggalkannya.Rindy berjalan di samping Yuriel yang sudah tidak berkata apa-apa sejak tadi. Jari-jarinya yang sempat mengepal sudah mengendur, tapi tatapannya kosong, tertuju ke suatu titik di depan yang bukan lagi bagian dari lembah ini."Guru." Suaranya pelan. "Kau berjanji.""Lupakan janji itu." Yuriel tidak memperlambat langkahnya. "Hari ini aku memang kalah. Tapi itu karena liontin itu. Kalau tidak ada benda itu, hasilnya sudah berbeda."Suaranya kembali ke nada dingin yang biasa. "Dan soal kau bertemu dengannya, itu tidak akan terjadi. Fokus pada Kompetisi Rising Dragon. Kau d

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1506 - Konfrontasi Di Tepi Laut (II)

    "Sekelompok sampah sialan!" teriak Feroz Sith marah. "Bagaimana bisa kalian kalah dari bocah menyebalkan seperti dia? Kalian semua, serang!" Menyadari bahwa situasi semakin serius, para kultivator lainnya tidak mau mengambil risiko menyerang satu per satu. Mereka langsung menyerbu Ryan secara be

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1511 - Keterkejutan Monica

    Ryan meneguk habis tehnya, lalu mengangkat kepalanya untuk menatap gadis di hadapannya lebih seksama. Fitur wajahnya benar-benar identik dengan Monica yang dia kenal di Kuburan Pedang. Bentuk wajah, mata, hidung, bahkan tahi lalat kecil di daun telinganya—ukuran dan posisinya persis sama! Satu-

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1531 - Keributan di Depan Prasasti

    Kerumunan orang mundur perlahan, mata mereka melebar takjub saat menyaksikan prasasti batu terus berkedip. Nama Arthur Pendragon bergerak naik dengan cepat, melewati satu peringkat demi peringkat. Akhirnya, gerakan itu berhenti di angka 727. Angka yang mungkin terlihat biasa saja, tapi jangan sa

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1497 - Harta Karun Misterius

    Setelah mendengarnya, aura brutal di tubuh Xing Yingji meledak dengan dahsyat! Udara di sekitarnya bergetar hebat akibat tekanan qi yang dilepaskannya. "Arthur Pendragon!" raungnya murka. "Bagus! Bagus sekali! Kau benar-benar berani datang ke Kota Season! Kau memang terkenal, aku mengakuinya, tapi

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status