Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 904 - Anjing Dibalas Anjing (II)

Share

Bab 904 - Anjing Dibalas Anjing (II)

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-03-01 04:07:34
"Ketua Guild, semua ada di dalam truk."

Ryan mengangguk pelan sambil melirik Heck Zephyr dengan tatapan dingin. "Bawa kemari dan masukkan pria itu ke dalam."

Para praktisi Guild Round Table menatap Heck Zephyr dengan sorot kasihan sebelum membuka pintu belakang truk.

Sebuah kandang besi berukuran dua kali dua meter perlahan diturunkan.

Saat kandang itu dipindahkan, gonggongan ganas beberapa anjing memecah keheningan.

Wajah Heck Zephyr dan anak buahnya memucat saat melihat isi kandang terse
Rianoir

Pagi semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Selamat sahur bagi yang lagi sahur,(⁠≧⁠▽⁠≦⁠) ini bab pertama pagi ini. selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 70
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Kidam Ahmad
Ok thor, selamat saur juga,
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3363: Kembali dari Neraka

    Ryan tidak menjawab. Ia hanya mengangguk pelan."Aku akan masuk ke dahimu dulu. Perlu istirahat."Sebelum Ryan sempat berkata apa pun, pria itu berubah menjadi sinar iblis yang meluncur dan masuk ke celah di antara kedua alisnya.Hening.Ryan berdiri sendirian di antara reruntuhan yang perlahan-lahan mulai ambruk dari dalam. Setiap tarikan napasnya terasa seperti menelan bara. Tulang-tulangnya berderak pelan saat ia menunduk dengan susah payah dan meraih kepala yang tergeletak di tanah.Kepala klon itu berat di tangannya.Tapi ia mengangkatnya.Ruang itu mulai runtuh sepenuhnya. Energi iblis yang tersisa menggulung dari segala penjuru, melingkupi tubuh Ryan yang penuh luka bak ombak yang menelan satu-satunya batu yang masih berdiri di tengah lautan.**Di arena, Yakou Zedd berdiri dengan senyum yang terus melebar.Senyum itu mengisi wajahnya hingga ke sudut-sudut yang biasan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3362: Sadar

    'Anak itu pasti sudah mati.'Klon itu terbaring di antara reruntuhan yang gosong.Setiap serat dalam kerangkanya berteriak kesakitan, tapi pikirannya justru mencari satu-satunya kenyamanan yang tersisa. 'Backlash dari serangan tadi jauh lebih besar dari apa yang aku sendiri terima.' 'Ditambah pantulan dari tekniknya sebelumnya, tidak ada kultivator Primordial Chaos yang bisa menanggung itu semua.''Tidak mungkin ada.''Tidak mungkin.'Tap!Klon itu membeku.Telinganya menangkap sesuatu di antara kesunyian. Hanya satu ketukan, samar, hampir tenggelam dalam suara reruntuhan yang sesekali masih ambruk di sekitarnya.Ia mengabaikannya. 'Mungkin batu yang jatuh.' Pendengarannya mungkin mulai berhalusinasi karena lukanya terlalu parah.Tap! Tap!Kali ini lebih dekat.Perasaan buruk merayap di dalam dadanya pelan-pelan, seperti racun yang bekerja tanpa

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3361: Tidak Mungkin

    Klon itu membeku.Bukan karena taktik. Bukan karena kalkulasi.Seluruh energi iblisnya, seluruh insting bertahan hidup yang telah ia asah selama ribuan tahun, semuanya berhenti sekaligus dalam satu detik yang sama. Tangannya yang sedang membentuk segel bergetar tanpa bisa ia hentikan. Kakinya melangkah mundur satu langkah, dua langkah, tanpa perintah dari otaknya.Sepasang mata itu.Dia mengenalnya.Bukan dari pengalaman pribadi. Dari sesuatu yang jauh lebih dalam dari itu. Ingatan kolektif bangsa iblis yang diwariskan turun-temurun sejak zaman kuno, tertanam di lapisan terdalam inti keberadaannya, sesuatu yang tidak bisa dilupakan bahkan oleh makhluk yang sudah hidup ribuan tahun."ITU... ITU DIA!"Suaranya putus di tengah kalimat, keluar setengah sebagai teriakan dan setengah sebagai bisikan yang tidak punya bentuk yang jelas. "Yang menekan Niflheim di zaman kuno!" "Tidak! Tidak mungkin!" "Bagaimana bisa makhluk itu ada di sampingmu?! Bukankah dia sudah musnah?!""Aku tidak pe

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3360: Lepas Kendali

    Cahaya emas itu muncul pertama kali hanya sebersit kecil di antara gulungan energi iblis yang pekat.Seperti nyala lilin di tengah badai.Lalu ia berlipat ganda.Tunas-tunas cahaya emas menerobos dari dalam lautan gelap tanpa henti, satu demi satu, puluhan demi puluhan, sampai tidak ada lagi sudut di dalam ruang itu yang terbebas dari kilauannya. Energi Gao yang murni dan padat meledak keluar sekaligus, membakar setiap lapisan energi iblis yang mengepung dari semua sisi.Lautan gelap itu kewalahan.Lalu runtuh.BOOOM!Klon itu tidak sempat bereaksi.Pada jarak sedekat itu, Energi Gao yang berpijar menghantam langsung ke arahnya tanpa hambatan. Cahaya emas itu tidak sekadar membakar permukaan. Ia menembus kulit, menjebol setiap lapisan pertahanan iblis yang tersisa, dan menyayat kedua mata merah darahnya dari dalam hingga kepulan asap kehijauan menguar dari rongga matanya.Klon itu menjerit.Bukan karena terluka biasa. Tapi karena rasa sakitnya menembus batas yang ia sendiri tidak p

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3359: Yang Terlihat di Dalam Kegelapan

    Klon itu tersentak.Seluruh rongga energi iblis yang mengepung medan itu adalah miliknya, dipancarkan dari inti kekuatannya sendiri, mengandung seluruh daya dari kultivasinya yang tertahan. Ia mengira Ryan akan terus menyerang dari luar dengan sinar-sinar pedang itu.Tapi manusia ini malah menerobos masuk.'Apakah anak itu gila?'Sudut bibir klon itu naik. Pelan. Terkontrol. Seperti seseorang yang baru saja menyaksikan mangsa melompat sendiri ke dalam perangkap.'Biarkan saja.' 'Bahkan jika Pedang Iblis Darah dan Esensi Pedang Abadi terus digunakan di dalam, energi iblis yang melingkupi ruang itu adalah kandang milikku.' 'Kekuatan penuh kultivasi puncak Ranah Dao Integration terkandung dalam setiap lapisannya. Tubuh manusia Primordial Chaos tidak akan bisa bertahan lama di dalamnya.'"Hah! Rupanya otakmu memang sudah tidak beres!" Tawa sinisnya bergema ke seluruh penjuru. "Kalau kau sudah masuk sendi

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3358: Terjun ke Dalam Badai

    Tekad itu mengeras di dalam dadanya, padat dan dingin, seperti inti besi yang sudah melewati ribuan kali tempaan.Tidak ada jalan mundur. Tidak pernah ada.Untuk tumbuh sekuat ini, Ryan Pendragon tidak pernah memilih jalan yang aman. Dan kali ini tidak akan berbeda, seberapa berbahaya pun yang harus ia hadapi.Dia melesat ke udara bagai kilat emas, tubuhnya meluncur tanpa ragu ke arah jatuhnya klon iblis itu.**Di sisi lain medan yang hancur, klon itu baru saja bangkit dari reruntuhan batu.Pelan. Sangat pelan.Kedua tangannya adalah kekacauan daging dan tulang yang remuk, tulang-tulang di dalamnya masih dalam proses menyambung kembali dengan suara gemeretak kecil yang bisa didengar jika cukup dekat. Cairan ungu gelap mengalir dari setiap retakan di kulitnya yang hitam pekat, menetes ke tanah dan mendesis saat menyentuh bebatuan yang masih panas dari benturan sebelumnya.Tubuhnya memulihkan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2882 - Wendy Tiba

    "Kepala Biara, mengapa Anda tidak terus melepaskan artefak dan meledakkannya?" tanya Buddha Cahaya Bulan yang juga berlari menyelamatkan diri dengan cepat.Ryan menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya sambil tersenyum getir. "Apakah kau pikir kekuatan jiwaku tidak terbatas? Peled

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2905 - Tameng Hidup

    Ryan memegang pedang di tangannya dengan erat dan bergegas ke depan Tetua Agung dengan kecepatan penuh. Dia menggunakan seluruh kekuatannya tanpa menahan sedikitpun dan melepaskan serangan dahsyat yang mengandung amarah terpendam di hatinya. Satu serangan pedang ini adalah manifestasi dari tekadn

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2877 - Putus Asa

    Di sudut lain medan pertempuran, seorang tetua Ranah Dao Integration tingkat dua dari Mad Demon Palace menyaksikan tanpa daya saat artefak tingkat Dao Integration miliknya diambil oleh sekelompok kultivator yang tidak berafiliasi dengan brutal! Dia dikepung oleh beberapa kultivator Ranah Dao Integr

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2866 - Kemarahan yang Membara

    "Tetua, ini tidak benar sama sekali!"Rain Beaster melompat berdiri dengan cepat, wajahnya dipenuhi kemarahan yang meluap. "Bagaimana mereka bisa melakukan hal sekejam ini?!""Rain, kebaikan tidak berguna di sini."Tetua Agung Keluarga Beaster menekan bahu cucunya denga

    last updateLast Updated : 2026-04-04
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status