Share

Bab 4: Umpan

Bulan tidak akan pernah sendirian, selagi ada langit yang menaunginya.

-ALEX

Hari ini, Alex membawa Iris menuju butik ternama di kota Los Angels. Awalnya Iris tidak paham dengan maksud Alex membawa dia ketempat itu. Tapi, ternyata ini bagian dari rencana.

Jika Iris ingin menjadi asisten pribadi Zeus, tentu saja harus berpenampilan cantik, sexy, dan smart. Maka, Alex pun membelikan baju mahal untuk Iris, serta sepatu, tas dan make up.

Sambil menunggu Iris memilah dan memilih baju, Alex melihat handphone pintarnya. Ia melihat berita yang trending topik nomor satu hari ini. Lebih mengagetkan lagi, isi berita itu tentang antrian di mansion Zeus yang dipadati oleh ratusan gadis cantik, yang berbaris bak audisi pencarian bakat.

"Iris!" panggil Alex dengan nada tinggi.

Iris menoleh ke arah Alex lalu bertanya, "Apa?"

"Sebaiknya kamu mencari sepatu, biarkan aku yang mencarikan baju untukmu" titah Alex.

"Kenapa begitu?" tanya Iris dengan melipat kedua tangan.

"Kita tidak punya banyak waktu," Alex mendorong Iris untuk pergi mencari sepatu.

Sekitar tiga puluh menit mereka mencari baju, sepatu, dan alat make up. Kini, Alex menarik Iris menuju salon kecantikan. Alex meminta kepada pemilik salonnya langsung, untuk mempercantik Iris.

Awalnya Iris merasa aneh, karena selama ini ia tidak pernah diperlakukan seperti ini, biasanya jika ke salon hanya untuk potong rambut. Sekarang ia didandani layaknya seorang putri.

Setelah itu, Iris menuju ruang ganti. Ia terkejut melihat pakaian yang dibelikan Alex, semua nampak kurang bahan.

Entah belahan dadanya yang terlalu mencolok atau punggungnya yang terbuka dan rata-rata semua gaun yang memiliki panjang di atas lutut. Iris tidak habis pikir dengan selera bosnya yang mengerikan seperti ini.

Iris keluar dengan kesal, menuju laki-laki berkulit putih yang tengah bermain handphone.

"Brengsek!" Iris memukul Alex dengan sepatu berhak tinggi dan hitamnya.

"Hentikan Iris, kamu membuatku malu!" Sekarang Alex menjadi sorotan di salon itu.

"Aku lebih malu dengan pakaian yang kamu belikan ini!" Iris melotot kesal.

"Kamu cantik Iris, beautiful girl," Alex tersenyum bangga.

"Cantik? Ini terkesan seperti pelacur!" Iris membentak Alex.

Alex menunjuk ke arah belasan orang-orang di salon, "Lihatlah ke cermin dan tanyakan kepada semua orang di sini, kamu sangat cantik, Iris."

"Nona Iris memang terlihat cantik dengan gaun hitam itu," puji pemilik salon.

"Tuh kan," Alex mendukung ucapan pemilik salon.

"Terserah kalian saja, aku mau mengganti baju," Alex menarik pergelangan tangan Iris.

"Tidak! Kau sudah cantik layaknya model. Aku tidak akan membiarkanmu berpakaian seperti preman lagi" Alex menarik Iris menuju mobil.

Didalam mobil Iris menatap keluar kaca, sembari menutupi belahan dadanya yang nampak risih.

"Baru kali ini aku melihat Iris yang cantik" Alex berusaha membuat Iris berbicara. Namun Iris menghiraukan itu semua.

"Jika Karme ada disini, pasti dia akan membelikan-mu 100 lolipop untuk gadis secantikmu" Alex tertawa renyah.

"Diam kau Alex!!" Iris begitu kesal dengan Alexiares.

"Haha, Irisku marah yak?" Alex tertawa lagi.

"ALEX, berhenti bicara!!" Iris sudah tak tahan hidup bersama mahluk seperti ini.

Sekitar 45 menit berkendara, akhirnya sampai dimansion Zeus. Didepan pagar saja, sudah terlihat antrian yang cukup panjang.

"Apa ini rumah Zeus?" tanya Iris.

"Yap" Alex menunjuk antrian yang panjang.

"Mereka mau audisi atau menjadi asisten? Kenapa banyak sekali?" tanya Iris.

"Zeuskan orang kaya, makanya banyak yang terpikat kepadanya. Baru kali ini, Zeus mengadakan hal bodoh" Alex mencibir Zeus.

"Sepertinya akan sulit bagiku" Iris turun dari mobil sport, berjalan sedikit dan mengambil kartu antrian.

Ketika hendak berbaris, seorang pria tegap menghampirinya dan menarik Iris melewati barisan wanita lain yang tidak terima melihat Iris yang tidak mengantre.

#

Didalam ruangan, Zeus menatap satu demi satu gadis dengan rasa bosan.

"Apa dengan rencana ini, gadis itu akan datang?" tanya Zeus kepada Apollo.

"Pasti datang Tuan, karna semua gadis di kota LA datang kemari. Bahkan sepertinya gadis bernama Iris itu, tidak memiliki pekerjaan. Setelah ia dipecat dari toko bunga tempo hari" jelas Apollo.

Tak lama, masuklah seorang body guard bersama Iris dibelakangnya. Mata Zeus tiba-tiba terbelalak, bahkan ia yang awalnya duduk santai sampai terduduk tegak.

Dengan susah payah Zeus menelan salivanya. Ia nampak tak percaya, bila yang ada dihadapannya adalah gadis bersepada biru itu.

"Mr. Zeus, Ini Iris.." body guard itu langsung meninggalkan Iris yang celingak-celinguk.

"Apollo, suruh semua wanita diluar itu untuk bubar! karna seleksi sudah selesai" Zeus memerintah kepada penasehatnya.

Iris berdiri gugup dihadapan Zeus, ia tidak paham mengapa body guard tadi langsung menariknya masuk.

'Apa mungkin ini salah satu rencana Alex? tapi kenapa dia tidak bilang?' batin Iris.

"Siapa namamu?"tanya Zeus.

"Iris Aglaea" Iris merasa oksigen di mansion ini tidak ada, karna ia merasa kehabisan nafas.

"Mulai hari ini, kau bekerja menjadi asisten pribadiku" ucap Zeus, lalu ia berdiri dan memutari Iris yang berdiri.

"Baik Mr.Zeus" Iris merasa tubuhnya terlalu panas ditempat ini.

"Apa kau sengaja berpakaian seperti ini untuk menggodaku?" tanya Zeus.

"Ti..tidak" Iris benar-benar gugup. Bagaimana bisa Iris membunuh Zeus? Bila dia sendiri merasa segugup ini?

"Lalu untuk apa?" tanya Zeus dengan mengintimidasi.

"Emm.." otak Iris tiba-tiba sulit berfungsi.

"Kenapa?" Zeus membelai rambut Iris, dan itu semakin membuat Iris kepanasan.

"Aku.. aku.." Iris merasa tak ada kata yang tepat untuk menjebak Zeus.

"Apa?" suara Zeus tiba-tiba berubah serak.

"Aku hanya ingin, membuat image yang baik.." itu adalah kalimat yang muncul sekilas diotak kecil Iris.

"Sebaik apa dengan pakaian sexy ini?" Zeus membuka jasnya dan melempar kearah dada Iris.

"Maaf" Iris menduduk.

"Aku tidak suka melihatmu seperti itu" Zeus kembali duduk dikursi kerjanya.

"Sekarang duduklah" Zeus menyuruh Iris duduk dikursi yang berhadapan dengannya.

Iris merasa risih, ketika gaun hitamnya itu terlalu pendek dan membuat pahanya terlihat mencolok ketika duduk.

Akhirnya ia menggunakan jas hitam milik Zeus untuk menutupi pahanya. Namun itu adalah hal bodoh, yang memperlihatkan dadanya yang mencolok dimata Zeus.

"Carilah baju yang nyaman dipakai, dan sebaiknya gunakan kemeja berlengan panjang untuk besok" titah Zeus.

"Baik Mr. Zeus, tapi sebenarnya saya masih bingung apa tugas asisten pribadi itu?"  Iris tidak paham sama sekali.

"Hampir sama seperti sekertaris, namun bedanya kamu harus tinggal dimansion ini, seperti penasehatku Apollo" Iris merasa kurang update soal pekerjaan ini.

"Untuk apa saya tinggal dimansion ini?" tanya Iris.

"Kamu harus mempersiapkan berkas penting yang harus saya bawa ke kantor, lalu menyiapkan pakaian saya, menjadwalkan agenda saya, dan ikut kemana pun saya pergi" Iris mendengarkan penjelaskan Zeus.

"Tapi bukankah, itu adalah tugas penasehat anda?" tanya Iris.

"Ya awalnya itu semua tugas Apollo, tapi aku rasa, aku membutuhkan seorang wanita untuk menilai pekerjaan dengan teliti. Aku sudah membagi tugasmu dan tugas Apollo" Zeus memberikan map yang isinya daftar pekerjaan Iris.

Isinya cukup banyak, namun ada tiga yang terlalu aneh bagi Iris. Pertama, setiap pagi Iris harus menyiapkan pakaian kantor Zeus diranjangnya. Kedua, setiap siang Iris harus membawakan bekal makan siang kekantor Zeus. Ketiga, setiap malam Iris harus membereskan buku-buku di perpustakaan Zeus.

'Semua daftar ini gila' batin Iris, ingin rasanya protes dan menolak semua itu, tapi demi Nike dan Thalia ia rela bekerja bersama Zeus ini.

"Bagaimana setuju?" tanya Zeus.

"Baik saya setuju Mr.Zeus" Iris menjabat tangan Zeus.

"Oke, kalau begitu akan aku antar ke kamarmu"

Zeus berjalan didepan, sedangkan Iris mengekori. Tidak terlalu jauh dari tangga utama, Zeus mengantarkan Iris kedalam kamar bernuansa abu-abu.

Mungkin benar kata orang-orang, bila mansion Zeus adalah mansion yang paling berbeda dari mansion pengusaha lain yang biasanya bercorak putih, emas, perak, atau kuning.

Mansion Zeus bercat Hitam dan abu-abu. Bahkan hampir seluruh ruangan berwarna sama. Maka tidak heran bila mansion Zeus sering dijuluki Dark Home.

"Ini kamarmu" Zeus membuka pintu ruangan itu.

Terlihat ranjang besar dengan selimut dan bantal berwarna hitam, namun sprei yang berwarna abu-abu. Dindingnya bercorak bunga mawar hitam dan latarnya abu-abu.

"Terima kasih Mr. Zeus" ucap Iris.

"Dan yang itu adalah kamarku, tepat disebelah kamarmu" Zeus pun berjalan pergi.

"Mr. Zeus..." panggil Iris.

"Ya?" Zeus berbalik badan.

"Apa aku bisa kembali kerumah, untuk mengambil pakaianku?" tanya Iris.

"Silahkan saja, tapi pukul 7 malam kau harus kembali" Zeus tersenyum misterius.

"Terima kasih Mr. Zeus"

Yulia Moirei.

Hay, salam kenal semuanya. Jika kalian penasaran dengan visual tokoh ceritanya bisa mampir di sosial mediaku @yulia_moirei cerita ini bekerja sama dengan model, selebgram dan dua gamers cantik.

| Sukai

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status