Share

Bab 2

Penulis: Author Marr
last update Tanggal publikasi: 2026-08-17 10:50:21

Aku tak pernah tahu kenapa setiap perkataan manisnya selalu membuatku luluh. Apa karena aku masih mencintainya? Atau karena aku terlalu bodoh untuk melihat kebohongan di balik matanya yang teduh?

Derek memelukku erat di depan lift, tangannya mengusap punggungku dengan lembut, sentuhan yang sudah lama tidak kurasakan. Aroma parfumnya yang khas, aroma yang dulu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama di kafe kecil di Paris 3 tahun lalu.

"Maafkan aku, Aku sangat bodoh. Aku stres dengan pekerjaan, dengan tekanan ayahku, dengan semua tuntutan. Anita hanya pelarian. Tapi kau adalah istriku dan satu-satunya yang aku cintai."

Aku terdiam. Tanganku yang tadinya mengepal perlahan mengendur. Air mata mengalir deras di pipiku, bukan air mata marah, tapi air kata rindu akan kata-kata manis yang sudah lama tak kudengar.

"Aku melihat kalian, aku melihat celana dalamnya di mejamu," kataku.

"Aku tahu dan aku malu tapi tolong..." dia menunduk, menatap mataku dengan tatapan memohon yang dulu selalu berhasil meluluhkan hatiku. "Berikan aku satu kesempatan lagi. Aku janji akan mengakhiri semuanya dengan Anita. Aku akan jadi suami yang baik. Kita bisa memulai lagi semuanya dari awal."

Jantungku berdegup kencang. Di dalam kepalaku, ada suara berteriak: Dia berbohong. Dia akan mengulanginya lagi. Jangan percaya padanya.

Tapi di dalam dadaku, ada bagian yang lemah, bagian yang masih mencintainya.

Aku mengangguk pelan. "Satu kesempatan tapi jika kau mengkhianatiku lagi..."

"Tidak akan," potongnya cepat. Dia mencium keningku, ciuman yang dulu terasa hangat, kini terasa seperti plester di atas luka menganga. "Aku berjanji."

^^^

Kami pulang ke mansion malam itu.

Sebenarnya ini milik Nathaniel, tapi sejak ibunya Derek meninggal sepuluh tahun lalu, Nathaniel meminta kami tinggal di sini.

"Terlalu besar untukku sendirian," katanya dulu. "Kalian masih muda dan kalian pantas mengisi rumah ini dengan tawa dan anak-anak."

Aku tidak pernah memberinya cucu. Derek selalu bilang belum siap. Sekarang aku tahu alasannya, dia sibuk dengan Anita di ruang kerjanya.

Meja makan panjang dari kayu jati hitam mampu menampung dua puluh orang, tapi malam ini hanya bertiga: aku, Derek, dan Nathaniel di ujung seberang.

Pelayan-pelayan berseragam hitam putih bergerak diam-diam menyajikan sup truffle dan steak wagyu.

Nathaniel menatap kami bergantian, matanya yang abu-abu tajam seperti elang mengamati mangsa. Dia menggigit dagingnya pelan, lalu meletakkan pisau dan garpu dengan sempurna.

"Jadi," katanya, suaranya berat dan tenang, "kalian sudah baikan?"

Derek tersenyum lebar, senyum tampan yang dulu membuatku jatuh cinta. Dia meraih tanganku di atas meja, menggenggamnya erat.

"Iya, Ayah. Kami hanya salah paham kecil. Seraphina agak paranoid akhir-akhir ini."

Aku menoleh ke arah Derek dengan cepat. Paranoid?

Derek melanjutkan, "Kau tahu kan, Sera sering cemburu tanpa alasan. Aku sudah menjelaskan semuanya. Anita hanya asisten kerjaku, tidak lebih. Tapi Sera..." dia tertawa kecil, " dia melihat sesuatu yang tidak ada. Mungkin karena dia terlalu banyak di rumah dan tidak cukup kegiatan."

Aku membeku. Jari-jariku yang tergenggam di tangannya terasa seperti terjerat rantai.

"Tapi sekarang semuanya baik," kata Derek sambil mengecup punggung tanganku. "Sera sudah mengerti. Dia akan berhenti bekerja di kantor dan fokus di rumah. Bukan begitu, sayang?"

Nathaniel mengangkat alisnya. Matanya beralih padaku, menunggu jawaban.

Aku menelan ludah. Di bawah meja, kakiku gemetar. Aku ingin berteriak, "Dia berbohong! Aku melihat celana dalam Anita! Aku melihat mereka!"

Tapi kata-kata itu tersangkut di tenggorokanku.

"Ya, kami sudah baikan," kataku.

Derek tersenyum puas. Tangannya meremas jemariku terlalu keras, seperti peringatan tersembunyi.

Nathaniel menatapku lama. Ada sesuatu di matanya seperti kekecewaan?

"Baguslah," kata Nathaniel akhirnya, mengangkat gelas wine-nya. "Untuk kebahagiaan kalian berdua."

Aku mengangkat gelasku dengan tangan gemetar. Saat wine merah menyentuh bibirku, rasanya pahit seperti empedu.

Setelah makan malam, Derek masih bersikap sangat manis. Dia membukakan pintu kamar untukku, menyalakan lilin aromaterapi lavender di samping tempat tidur, bahkan memijat punggungku dengan minyak esensial. Sentuhannya lembut, penuh perhatian seperti dulu saat kami baru menikah.

"Kau tahu," bisiknya di telingaku, "aku merindukan ini merindukanmu."

Aku menutup mata, membiarkan diriku tenggelam dalam ilusi. Mungkin dia benar jika aku terlalu paranoid.

Tangannya merayap ke pinggangku, menarikku lebih dekat. Bibirnya menyusuri leherku,hangat, lembut, penuh hasrat.

"Kau sangat cantik, ku tidak pernah berhenti mencintaimu," katanya.

Aku hampir percaya.

Tapi saat tangannya mulai membuka kancing bajuku, ponselnya bergetar keras di atas meja samping. Derek mengerang kesal, meraih ponsel itu. Matanya menyipit membaca layar.

"Aku harus pergi," katanya tiba-tiba, berdiri dan merapikan kemejanya. "Ada urusan mendadak di kantor. Laporan keuangan bermasalah."

Aku menatapnya. Jantungku berdetak tidak beraturan. Urusan mendadak? Pukul sebelas malam?

"Tapi?"

"Maaf, sayang. Ini penting." Dia mengecup keningku cepat, lalu berjalan ke lemari mengambil jaketnya. "Kau tidur dulu. Aku akan kembali secepatnya."

Pintu kamar tertutup. Aku mendengar langkah kakinya menjauh di koridor.

Aku tahu kebohongannya, di ponselnya tadi, saat layar menyala, aku menangkap sekilas nama yang muncul: Anita.

Air mata mengalir, tapi kali ini aku tidak menangis. Aku hanya duduk di tepi tempat tidur, menatap pintu, merasakan kebodohanku sendiri.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pemuas Hasrat Ayah Mertua : Sekretaris Semok   Bab 6

    Aku menatap layar ponsel, membaca pesan Nathaniel berulang kali. Jantungku berdebar kencang. Pukul 12 malam. Gaun hitam. Jangan buat aku kecewa.Di sampingku, Derek sudah tertidur pulas. Dengkurannya pelan dan teratur, tangannya tergeletak di atas selimut, tidak pernah menyentuhku. Aku menatapnya dalam kegelapan, wajah tampan yang dulu membuatku jatuh cinta, sekarang hanya topeng kebohongan.Aku bergerak perlahan, bangkit dari tempat tidur dengan hati-hati agar tidak membangunkannya. Kaki-kakiku menyentuh lantai dingin. Aku berjalan ke lemari, meraih gaun hitam itu, dan memakainya dalam diam.Di cermin kamar mandi, aku menatap bayanganku. Gaun hitam itu memeluk tubuhku dengan sempurna, menonjolkan lekuk-lekuk yang selama ini kubenci. Tapi malam ini, aku mencintainya. Karena malam ini, gaun ini adalah senjataku.Aku melangkah keluar kamar dengan hati-hati, menutup pintu tanpa suara. Koridor mansion gelap, hanya diterangi lampu-lampu kecil di dinding. Langkahku pelan di atas karpet teba

  • Pemuas Hasrat Ayah Mertua : Sekretaris Semok   Bab 5

    Layar di dinding menyala. Aku melihat kilatan data, grafik, dan angka-angka yang mulai bermunculan. Wajah Derek memucat. Anita menggigit bibirnya, tangannya menggenggam erat tepi meja.Nathaniel bersiap untuk menekan tombol berikutnya, tombol yang akan memutar semua bukti penggelapan dan perselingkuhan Derek di hadapan seluruh dewan direksi.Tapi di bawah meja, tanganku bergerak.Aku meremas paha Nathaniel dengan cukup keras untuk menarik perhatiannya, tapi tidak cukup untuk mencurigakan bagi orang lain. Nathaniel menoleh padaku, alisnya terangkat. Aku menggelengkan kepala perlahan, mataku menatapnya.Lalu aku berbisik, nyaris tak terdengar, hanya untuk telinganya."Jangan terburu-buru menghancurkan mereka. Aku ingin semuanya pelan-pelan. Biarkan mereka merasa aman dulu, biarkan mereka tertawa. Di akhir, ketika mereka paling merasa bahagia dan merasa menang, barulah kita hancurkan. Itu akan lebih menyakitkan," kataku.Nathaniel menatapku lama lalu mengangguk pelan dan dia menekan tomb

  • Pemuas Hasrat Ayah Mertua : Sekretaris Semok   Bab 4

    Nathaniel menatapku lama."Karena Derek bukan putraku," katanya.Aku terkejut. "Apa?""Margaret sudah mengandung Derek dari pria lain sebelum aku menikahinya. Aku menerimanya karena aku mencintai Margaret. Tapi Derek, dia tidak pernah menjadi darah dagingku dan selama bertahun-tahun, aku melihat dia menghancurkan semua yang aku bangun termasuk kau."Aku menelan ludah. Rahasia besar ini terasa berat di antara kami."Jadi kau tidak pernah benar-benar menganggapnya anakmu?" tanyaku."Aku menganggapnya tanggung jawabku, tapi cintaku padanya mati saat dia mulai memanipulasi keuangan di perusahaanku dan juga menyakitimu," katanya.Dia mendekat lagi, kali ini aku tidak mundur. Telapak tangannya yang hangat menyentuh pipiku, mengusap sisa air mata."Kau tahu, aku sudah memperhatikanmu sejak hari pertama kau datang ke rumah ini. Aku melihat caramu tersenyum meskipun hatimu hancur. Aku melihat caramu bertahan meskipun Derek memperlakukanmu seperti debu dan aku ingin menjadi pria yang membuatmu

  • Pemuas Hasrat Ayah Mertua : Sekretaris Semok   Bab 3

    Derek tidak pulang malam itu. Aku menatap langit-langit kamar sampai pagi, mataku perih karena menahan tangis. Setiap derit lantai di koridor membuatku berharap, mungkin dia kembali, mungkin dia ingat janjinya. Tapi tidak, dia tak kunjung pulang.Aku sudah menebak di mana dia berada, pelukan Anita, celana dalam basah di meja. Pesan singkat di tengah malam. Semua petunjuk mengarah ke satu kesimpulan yang sama: aku bodoh karena mempercayainya sekali lagi.Jam 7 pagi, aku akhirnya bangun. Tubuhku terasa berat seperti ditimpa ribuan batu. Aku mandi air hangat, mencoba mencuci rasa malu dan sakit yang melekat di kulit. Di cermin, aku menatap tubuh gendutku-lipatan di perut, paha yang lebar, lengan yang gemuk. Aku memutar tubuh, menilai dari segala sudut, dan air mata jatuh lagi.Ini salahku. Jika aku kurus dan jika aku cantik seperti Anita, Derek tidak akan pergi. Dia tidak akan mencari nafsu di wanita lain.Aku meraih handuk, mengeringkan tubuh dengan kasar, lalu mengenakan gaun rumah sed

  • Pemuas Hasrat Ayah Mertua : Sekretaris Semok   Bab 2

    Aku tak pernah tahu kenapa setiap perkataan manisnya selalu membuatku luluh. Apa karena aku masih mencintainya? Atau karena aku terlalu bodoh untuk melihat kebohongan di balik matanya yang teduh?Derek memelukku erat di depan lift, tangannya mengusap punggungku dengan lembut, sentuhan yang sudah lama tidak kurasakan. Aroma parfumnya yang khas, aroma yang dulu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama di kafe kecil di Paris 3 tahun lalu."Maafkan aku, Aku sangat bodoh. Aku stres dengan pekerjaan, dengan tekanan ayahku, dengan semua tuntutan. Anita hanya pelarian. Tapi kau adalah istriku dan satu-satunya yang aku cintai."Aku terdiam. Tanganku yang tadinya mengepal perlahan mengendur. Air mata mengalir deras di pipiku, bukan air mata marah, tapi air kata rindu akan kata-kata manis yang sudah lama tak kudengar."Aku melihat kalian, aku melihat celana dalamnya di mejamu," kataku."Aku tahu dan aku malu tapi tolong..." dia menunduk, menatap mataku dengan tatapan memohon yang dulu selalu

  • Pemuas Hasrat Ayah Mertua : Sekretaris Semok   Bab 1

    "Aah, please, Ayah, jangan berhenti."Suaraku serak, setengah terisak, setengah memohon. Jari-jari tangannya yang kekar masih menjelajah setiap detail tubuhku."Panggil aku daddy," ucapnya tegas, suaranya rendah dan berkuasa. "Di sini aku bukan ayah mertuamu. Lupakan sejenak status itu. Aku adalah pria yang bisa membuatmu basah."^^^Hari pertama sebagai sekretaris ayah mertua, Tuan Nathaniel Whitmore-CEO Whitmore Group, konglomerat properti dan energi terbesar di Eropa terasa seperti neraka. Bukan karena pekerjaannya yang berat tapi karena tatapan-tatapan tajam dan bisikan-bisikan karyawan yang tak pernah lelah menghina tubuhku yang tidak ideal."Lihat dia, pakai blazer ukuran XXL pun masih sesak di bagian lengan.""Kok bisa sih jadi sekretaris pribadi Pak Nathaniel? Nggak mungkin karena kemampuan.""Dia istri Derek, kan? Ya ampun, Derek Whitmore se-ganteng itu menikahi wanita gendut? Pasti karena uang."Aku, Seraphina Whitmore, menelan ludah pahit. Jari-jariku meremas tepi meja kay

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status