Accueil / Romansa / Pemuas Hasrat Majikan / Gantian Aku Celine

Partager

Gantian Aku Celine

Auteur: Violet Rapuh
last update Date de publication: 2026-03-28 20:27:07

Rayhan mendekati Celine dan membuka kedua tangannya.

“Kenapa kamu tutupi ?”

Tanya Rayhan pada Celine tepat di telinga Celine yang masih memiringkan posisi tubuhnya.

“Saya malu pak.”

Jawab Celine sambil kembali menutup wajahnya.

Dengan perlahan-lahan Rayhan membalikkan posisi Celine dan kini Celine sudah menghadap langit-langit ruang tengah dimana mereka sedang melakukan aktivitas yang tidak seharusnya mereka lakukan.

“Milikmu begitu harum sayang, aku rasa aku akan kecanduan.”

Celine ter
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pemuas Hasrat Majikan   Hampir Ketahuan.

    Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa, tetapi bagi Rayhan dan Celine, semuanya terasa berbeda.Sejak kejadian di hotel, keduanya semakin sering mencari kesempatan untuk bertemu tanpa diketahui Alisha.Mereka sadar bahwa sedikit saja kesalahan bisa membuat rahasia mereka terbongkar, bahkan Alisha bisa saja mengusir Celine dari rumah.Siang itu, Rayhan sedang berada di kantor ketika ponselnya bergetar.Sebuah pesan masuk dari Celine.“Pak, nanti sore ada waktu?”Rayhan tersenyum tipis. Dia melihat sekeliling sebelum membalas.“Ada. Kenapa?’Beberapa detik kemudian, balasan dari Celine masuk.“Aku ingin bertemu.”Rayhan terdiam sejenak. Kemudian dia mengetik.“Kita ketemu di tempat biasa. Jangan terlalu lama. Aku khawatir Alisha curiga karena aku pulang terlambat terus.”Ceine pun langsung membalas pesan Rayhan.“Baik.”**Sore harinya, Rayhan tiba lebih dahulu di sebuah kafe yang cukup jauh dari rumah.Celine datang sekitar sepuluh menit kemudian.Dia mengenakan p

  • Pemuas Hasrat Majikan   Pagi Yang Menegangkan

    Pagi menjelang ketika Rayhan membuka mata. Dia hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar.Pikirannya masih teringat kejadian semalam. Pertemuannya dengan Celine di hotel yang berakhir menghabiskan waktu di ranjang.Kemudian dua puluh panggilan tidak terjawab dari Alisha.Rayhan segera meraih ponsel yang berada di meja samping tempat tidur. Layar ponselnya menunjukkan beberapa notifikasi. Dia kembali membuka daftar panggilan dan kembali melihat nama Alisha memenuhi layar.Rayhan menghela napas."Aku harus hati-hati."Dia kemudian menoleh ke samping. Alisha masih tertidur pulas, setelah tadi malam menunggu Rayhan.Wajah perempuan itu terlihat tenang. Sepertinya sama sekali tidak menyadari bahwa Rayhan baru saja memeriksa ponselnya.Rayhan turun dari tempat tidur dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.Namun baru beberapa langkah, terdengar suara Alisha."Mas ..."Panggil Alisha dan Rayhan langsung berhenti."Iya?"Alisha masih memejamkan mata."Mas sudah pul

  • Pemuas Hasrat Majikan   Pulang Terpisah

    Setelah menyelesaikan hasrat bercinta, keduanya sudah merasa saling puas. Rayhan yang sejak tadi duduk di tepi ranjang akhirnya melirik jam tangannya."Sudah jam sepuluh."Celine yang sedang merapikan rambutnya ikut melihat jam."Sudah selarut ini?" Celine memastikan apa yang dikatakan oleh Rayhan itu benar "Iya."Rayhan menghela napas pelan. Dia kemudian berdiri dan mengambil jasnya."Kita harus segera pulang."Celine mengangguk. "Aku juga takut bu Alisha menunggumu."Rayhan tersenyum tipis."Makanya kita jangan terlalu lama di sini."Celine mengambil tasnya, lalu memeriksa ponsel."Aku pulang naik apa?" tanya Celine pada Rayhan."Naik taksi." Jawab Rayhan.Celine langsung menggeleng."Jangan. Sudah malam sekali." Celine menolak naik taksi."Aku bisa pesan taksi untukmu." Ucap Rayhan pada Celine."Tidak usah. Aku pesan ojek online saja."Rayhan langsung menggeleng."Jam segini?" pertanyaan Rayhan terdengar khawatir."Iya." Jawab Celine tegas."Aku tidak mau." Pro

  • Pemuas Hasrat Majikan   Di Hotel Celine Menguasai Permainan

    Malam mulai turun ketika Rayhan akhirnya tiba di hotel yang sudah disepakati.Setelah memarkir mobil, Rayhan masuk melalui lobi dengan langkah tenang. Sesekali matanya melihat layar ponsel, memastikan tidak ada pesan dari Alisha.Rayhan menghela napas lega. Langkahnya kian pasti dengan penuh semangat dan bibirnya tidak berhenti tersenyum.Rayhan langsung duduk di lobby hotel setelah memesan kamar.Tidak berapa lama Rayhan melihat Celine datang dan langsung menghampiri Rayhan.Rayhan memberi kunci hotel dan meminta Celine untuk masuk lebih dulu.Sampai di depan pintu kamar Celine membuka dan masuk ke dalam.Tidak begitu lama terdengar pintu diketuk.TokTokTokBegitu pintu terbuka, sosok Rayhan berdiri di hadapannya."Maaf membuat kamu lama menunggu?" tanya Rayhan.Celine menggeleng."Baru beberapa menit."Rayhan masuk, lalu menutup pintu.Untuk beberapa saat, keduanya hanya saling memandang.Pertemuan mereka memang bukan yang pertama, tetapi berada berdua di sebuah k

  • Pemuas Hasrat Majikan   Janji Bertemu Di Hotel

    Menjelang malam, Rayhan baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaannya ketika dia mengambil ponsel dari atas meja. Sejak beberapa menit lalu, pikirannya hanya tertuju pada satu hal, pertemuannya dengan Celine.Namun dia juga masih bingung bagaimana cara dia harus meminta izin kepada Alisha.Rayhan menghela napas panjang sambil menatap layar ponselnya, ada rasa ragu dihatinya, meski begitu dia akhirnya menghubungi istrinya.Tidak lama kemudian, panggilan tersambung."Halo, mas?" suara Alisha terdengar dari seberang."Sayang, nanti sore aku mau keluar sebentar." Rayhan akhirnya berani mengatakan itu pada Alisha."Keluar?" Alisha bertanya karena sudah lama Rayhan tidak meminta ijin keluar setelah pulang kerja, bahkan kadang Rayhan selalu bilang lelah dan tidak ingin keluar bersama temannya."Iya. Ada teman-teman kantor yang ngajak ngopi di kafe. Sekalian ngobrol santai."Di seberang sana, Alisha langsung terdiam dan terus berpikir.Rayhan yang mendengar keheningan itu mulai meras

  • Pemuas Hasrat Majikan   Sampai Di Kantor Rayhan

    Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih, dengan menggunakan ojek online, akhirnya Celine sampai di gedung Bimantara Sakti.“Astaga gedungnya besar dan tinggi sekali. Pak Rayhan pasti mendapatkan gaji yang sangat besar, karena gedungnya saja besar pasti gajinya juga besar.”Celine tersenyum sambil terus menatap gedung tinggi tersebut.“Jika memang gajinya besar, kalau begitu aku akan minta dibelikan perhiasan.”Celine masih berdiri tepat di depan gedung perkantoran tempat Rayhan bekerja, ditangannya menggenggam sebuah tas berisi bekal makan siang. Setelah menarik napas panjang, dia melangkah masuk dengan sedikit gugup.“Aku takut salah didalam sana. Eh ... tapi aku pasti bisa.”Celine pun masuk kedalam melalui pintu utama dan ternyata ada pemeriksaan oleh security, namun Celine menjelaskan pada security tersebut kalau Celine akan bertemu Rayhan. Beruntungnya security tersebut mengenal Rayhan dan Celine diarahkan untuk bertemu Reseptionis terlebih dahulu.Sesampainya

  • Pemuas Hasrat Majikan   Mulai Tertarik Dengan Celine

    Celine menutup pintu setelah Rayhan berangkat ke kantor.“Pak Rayhan tampan sekali tapi sayang sudah ada yang punya. Sebenarnya pak Rayhan itu bahagia tapi entah kenapa, seperti ada yang ditutupi oleh pak Rayhan. Tapi aku tidak tahu itu apa ? Ah ... sudahlah nggak usah ikut campur urusan rumah

  • Pemuas Hasrat Majikan   Perbedaan Celine & Alisha

    Setelah mengganti pakaian rumahannya dengan pakaian tidur, Celine kembali ke kamar Raka dan saat kembali melewati kamar Rayhan dan Alisha, suara desahan Alisha masih terdengar bahkan bukan hanya desahhan tapi juga suara erangan Alisha dan tidak berapa lama terdengar suara Alisha yang ingin menyudah

  • Pemuas Hasrat Majikan   Suara Desahan Di Kamar Alisha

    Rayhan mendekati Alisha dan Alisha membawa Raka ke kamar Alisha.“Sayang si tampan ini hanya milik kamu.”Alisha langsung duduk di pinggir ranjang dan Rayhan duduk disebelahnya.“Jangan berikan asi lagi nanti dia kembali muntah.”Alisha tidak menjawab lalu meletakkannya diatas ranjang tidur Ali

  • Pemuas Hasrat Majikan   Hari Pertama Celine Bekerja.

    Rayhan membuka pintu kamar dan melihat Alisha yang sedang memberikan asi untuk Raka. Rayhan duduk di samping Alisha dan mengecup pucuk kepala Alisha. “Sayang apa kamu marah ? Maafkan mas yah, kalau kamu kecewa karena mas mengambil keputusan tanpa memberitahukan kamu. Ini semua mas lakukan kar

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status