Home / Romansa / Pemuas Hasrat Majikan / Keresahan Rayhan

Share

Keresahan Rayhan

Author: Violet Rapuh
last update publish date: 2026-03-25 19:32:09

Rayhan tiba di kantor dan berjalan menuju ruangannya. Lalu duduk di kursi kerja dan mulai memeriksa dokumen-dokumen yang ada di depannya untuk persiapan meeting pagi ini.

Namun, tiba-tiba Rayhan membayangkan wajah cantik Celine yang selalu tersenyum manis ketika melayaninya. Bahkan Rayhan juga membayangkan saat sedang dipijat Celine

Rayhan yang sudah sekian lama tidak menyentuh Celine karena sibuk dengan pekerjaannya, kali ini kembali teringat saat wajah Celine menikmati permainan jari Rayha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pemuas Hasrat Majikan   Pertanyaan Menjebak .. Rayhan Gugup

    Pagi menjelang Alisha masih belum benar-benar tertidur, bahkan dia hampir tidak tidur sama sekali setelah melihat Rayhan pulang menjelang subuh. Tubuhnya memang sempat berbaring di samping Raka, namun matanya tetap terbuka dalam gelap, pikirannya berputar tanpa henti.Hingga akhirnya, dia bangun perlahan agar tidak membangunkan Raka, lalu melangkah keluar kamar menuju dapur.“Dari pada terus mikir …” gumamnya pelan, “lebih baik aku masak saja.”Di dapur, Alisha mulai menyiapkan sarapan. Aroma masakan perlahan memenuhi rumah khususnya dapur. Rayhan masih tertidur pulas di kamarnya. Tubuhnya benar-benar kelelahan, bukan hanya karena kurang tidur, tapi juga karena aktivitas semalam yang menguras tenaga bersama Celine.Waktu terus berjalan. Alisha sudah selesai memasak, bahkan sempat merapikan dapur. Dia sesekali melirik ke arah tangga, menunggu Rayhan turun.Beberapa saat kemudian, akhirnya terdengar suara langkah dari lantai atas. Rayhan turun dan sudah rapi dengan pakaian ke

  • Pemuas Hasrat Majikan   Alisha Memergoki Rayhan

    Menjelang waktu subuh, suasana di sekitar rumah masih sangat sunyi dan jalanan di depan rumah hampir tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Bagaimana tidak karena waktu masih menunjukkan pukul empat, bahkan adzan shubuhpun belum berkumandang. Mobil Rayhan akhirnya berhenti tepat di depan rumah. Rayhan tidak mematikan mesin mobil dan langsung turun untuk membuka gerbang yang digembok oleh Alisha. Rayhan memasukkan mobilnya ke dalam garasi.Dia mematikan mesin, lalu duduk sejenak di dalam mobil. Matanya terlihat lelah, bukan hanya karena kurang tidur, tapi karena lelah setelah bercinta dengan Celine hingga beberapa kali sebelum akhirnya Rayhan memutuskan untuk pulang.Rayhan menghembuskan napas panjang.“Harusnya aman karena Alisha belum pulang.” gumamnya pelan.Dia keluar dari mobil, melangkah cepat menuju pintu depan. Namun saat tangannya akan membuka pintu, dia sedikit terkejut, karena pintu itu … tidak terkunci.Keningnya langsung berkerut.“Aneh … padahal aku sudah meng

  • Pemuas Hasrat Majikan   Bermalam Di Hotel Bersama Celine.

    Malam di kamar hotel saat ini terasa hangat dan sunyi serta penuh keintiman antara Celine dan Rayhan.Udara dingin dari AC, tidak membuat dua pasangan tanpa ikatan pernikahan itu, menciptakan suasana yang tenang setelah semua yang terjadi di antara mereka. Celine berbaring diam, menatap langit-langit, sementara Rayhan duduk di tepi tempat tidur, tangannya meraih jam di pergelangan.Dia melirik jam ditangannya dan melihat waktu menunjukkan pukul sembilan malam.Rayhan menghela napas pelan, lalu berdiri.“Aku harus pulang,” ucapnya singkat.Celine yang sejak tadi diam langsung menoleh. Ada sesuatu dalam suaranya yang berubah, bukan sekadar pertanyaan, tapi seperti keputusan yang tidak bisa ditawar oleh Rayhan.“Sekarang?” tanya Celine pelan sambil berjalan mendekati Rayhan.“Iya. Kalau terlalu malam, malah jadi pertanyaan, kamu tahu sendiri tetangga di sekitar rumah seperti apa ?” jawab Rayhan sambil merapikan bajunya.Celine terdiam. Entah kenapa, hatinya terasa berat saat Ra

  • Pemuas Hasrat Majikan   Hotel Bintang 2

    Perasaannya campur aduk antara cemas, gugup, dan sesuatu yang lain yang sulit dijelaskan.Ting ...Lift berhenti tepat dilantai empat hotel bintang dua itu. Mereka berjalan menyusuri lorong hingga akhirnya tiba di depan kamar.Petugas hotel membuka pintu, lalu mempersilahkan Celine masuk terlebih dahulu, setelahnya menyusul Rayhan.Celine melangkah masuk. Kamar itu cukup luas, bersih, dan nyaman. Tempat tidur besar berada di tengah, dengan jendela besar di sampingnya.Celine meletakkan tasnya pelan, sedangkan Rayhan memberikan tips pada petugas hotel sebelum akhirnya pergi meninggalkan Rayhan dan Celine di kamar itu.“Ini .. jadi saya tinggal di sini saja ya, pak?” tanyanya.“Iya,” jawab Rayhan. “Untuk sementara, sampai Alisha berada di rumah dan ikuti semua instruksi dia.”Celine mengangguk. Rayhan melihat jam di tangannya, lalu menarik napas.“Aku harus ke kantor sekarang. Kalau terlambat, malah jadi pertanyaan.”Celine menatapnya.“Iya, pak. Hati-hati.”Rayhan mendek

  • Pemuas Hasrat Majikan   Perjalanan Menuju Ke Hotel

    Malam ini semua berakhir dengan suasana yang masih menyisakan kehangatan sekaligus kegelisahan serta rasa bersalah antara Rayhan dan Celine. Celine kembali ke kamarnya dengan langkah pelan. Dia tidak langsung berbaring. Karena ada pekerjaan yang harus dia lakukan, sesuatu yang sejak tadi sempat tertunda beberapa jam, apa lagi kalau bukan karena bercinta dengan Rayhan.Dia membuka lemari, lalu mulai mengeluarkan beberapa pakaian. Tangannya bergerak cepat, melipat satu per satu dengan rapi, memasukkannya ke dalam tas kecil yang sudah dia siapkan.Sesekali Celine terdiam, pikirannya melayang pada rencana besok, tentang hotel, tentang bagaimana dia harus bersembunyi, dan tentang hubungan yang semakin rumit dengan Rayhan.“Ini semua … sudah terlalu jauh, seharusnya aku tidak memulainya sejak awal. Mungkin ini tidak akan terjadi.” gumamnya pelan, namun tangannya tetap bergerak.Dia memilih pakaian yang sederhana, tidak mencolok. Beberapa pakaian santai, satu dua pakaian yang sedikit

  • Pemuas Hasrat Majikan   Pelan-Pelan Pak

    Di ruang tengah masih terdengar suara desahan pelan Celine, Rayhan menatap Celine yang berbaring dengan wajah memerah setelah keintiman mereka sebelumnya. Nafasnya masih tersengal, tapi matanya penuh gairah. Rayhan menunduk, mengecup lembut bibir Celine.“Sekarang giliran aku Celine, aku belum bisa berhenti, kamu terlalu memabukkan, untuk aku.”Celine menggeliat pelan, merasakan sentuhan bibir itu menyusuri pipi hingga ke lehernya. Lalu Celine kembali mendesah lirih.“Pak ... sebenarnya aku takut dan aku merasa ini salah, tapi tubuhku tetap mencari dan juga menginginkan bapak.” Ucap Celine dengan suara terdengar malu.Rayhan tersenyum kecil, lalu tangannya dengan sabar membelai rambut Celine, turun ke pundak, hingga membuat Celine menggeliat manja. Desahan kecil keluar tiap kali ciuman Rayhan semakin turun.Celine terengah dan kembali terdengar setengah mendesah.“Jangan berhenti pak saya suka cara bapak menyentuh saya.”Setelah rayuan dan sentuhan Rayhan, akhirnya Rayhan mend

  • Pemuas Hasrat Majikan   Pelan-pelan Pak

    Akhirnya setelah satu jam lebih merekapun menyelesaikan pijatannya, Celine beranjak dan bangun dari posisinya. Rayhan tersenyum dan berkata."Terima kasih, Celine. Aku merasa sangat nyaman setelah dipijat oleh kamu." Ucap Rayhan dengan nada yang puas.Celine baru saja akan pergi meninggalkan Ray

  • Pemuas Hasrat Majikan   Mulai Memijat

    Sampai di kamar Celine, Rayhan langsung membuka lemari pakaian Celine dan memilih pakaian apa yang harus Celine pakai saat memijat Rayhan ?Rayhan melihat sebuah daster rumahan pendek dengan panjang di atas lutut.Celine belum pernah memakai pakaian itu selama menjadi suster Raka di rumah Rayhan

  • Pemuas Hasrat Majikan   Rayhan Pulang Siap Di Pijat

    Pagi hari Celine sudah bangun dan langsung memeriksa handphonenya. Ada beberapa pesan masuk, satu diantaranya adalah pesan dari Rayhan.“Sesuai dugaan aku kalau pak Rayhan bermalam di rumah orang tua bu Alisha.”Pesan pertama yang dibaca Celine adalah pesan dari Rayhan.“Tidak masalah sih itu b

  • Pemuas Hasrat Majikan   Kecurigaan Orang Tua Alisha

    Sepanjang malam mereka mengobrol segala macam baik mengenai keluarga, rumah tangga Alisha dan Rayhan serta pekerjaan Rayhan beberapa bulan belakangan.Rayhan sedikit tidak fokus mengobrol karena Rayhan sudah berjanji pada Celine untuk memijat tubuhnya yang sudah mulai terasa tidak enak.Pikiran R

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status